Berita

21 May 2026

Wabup Sidoarjo Kunjungi Galeri UMKM Givari Shoes, Dorong Produk UMKM Naik Kelas

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan kunjungan ke Galeri UMKM Givari Pusat Sepatu dan Tas Kulit yang berlokasi di Jl. Raya Ponokawan No. 57, Kecamatan Krian, Kamis (21/5/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong pelaku UMKM lokal agar terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.Dalam kunjungan yang didampingi Camat Krian Nawari serta Forkopimka Krian, Mimik Idayana meninjau langsung proses produksi sepatu dan sandal berbahan kulit yang masih dikerjakan secara manual. Ia mengaku terkesan dengan kualitas produk Givari, yang telah berdiri sejak 1980-an dan terus bertahan hingga kini.“Alhamdulillah hari ini saya berkunjung ke salah satu UMKM yang berada di Desa Ponokawan, yakni Givari. Produknya sepatu dan sandal kulit yang menggunakan bahan kulit asli serta berkualitas, dan ini termasuk yang sudah lama karena turun-temurun. Saya lihat prosesnya masih manual, tetapi hasilnya bagus sekali dan nyaman dipakai,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, terutama karena Givari menggunakan bahan kulit asli dengan standar tinggi. “Saya minta kualitas ini tetap dipertahankan. Bahannya dari kulit asli dan saya juga sudah menggunakan produknya, memang nyaman dan empuk. Bahkan bisa menerima pesanan sesuai model, warna, dan keinginan konsumen,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, Mimik juga mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sidoarjo untuk menggunakan produk UMKM lokal. “Untuk para pegawai ASN, saya sarankan sejak awal untuk selalu menggunakan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.Pemilik Givari, Eti Herawati, berharap kunjungan ini dapat membantu perkembangan usahanya. Ia menjelaskan bahwa Givari pernah menembus pasar ekspor ke Panama.“Givari berdiri sejak 1980-an, dirintis oleh orang tua kami. Dulu pernah ekspor ke Panama dan sekarang masih melayani pasar lokal, seperti guru, pekerja kantor, hingga tenaga medis,” jelasnya.Terkait kualitas, Eti menegaskan pihaknya tetap menggunakan bahan kulit grade A. “Kami tidak menurunkan kualitas bahan kulit grade A. Semua tetap kami jaga mulai dari kerapian produk, proses produksi hingga finishing,” katanya.Mimik Idayana juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendukung UMKM, salah satunya melalui program kredit usaha rakyat daerah (Kurda). Ia mengajak pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk memanfaatkan fasilitas tersebut melalui Bank Delta Artha Sidoarjo.Selain itu, Mimik juga berkomitmen memperkuat promosi UMKM melalui berbagai pameran dan sentra yang telah disiapkan oleh dinas terkait. “Kita sebenarnya sudah punya wadah UMKM, hanya perlu dimaksimalkan dan disosialisasikan agar lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.Ia optimistis UMKM Sidoarjo dapat terus berkembang hingga menembus pasar internasional, tidak hanya di Krian, tetapi juga produk kulit dari Tanggulangin yang telah merambah pasar luar negeri seperti Malaysia.“Kita ingin UMKM Sidoarjo naik kelas dan semakin dikenal. Pemerintah daerah bersama dinas terkait akan terus membantu promosi dan pemasaran produk-produk UMKM,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
20 May 2026

Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara Bendera Peringatan Harkitnas ke 118 Tahun 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional/Harkitnas ke 118 Tahun 2026 di gelar di Alun-alun Sidoarjo, Rabu, (20/5). Upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana diikuti oleh TNI, Polri, PNS serta organisasi masyarakat, mahasiswa dan para pelajar.Membacakan sambutan Menteri Komdigi RI, Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengajak bersama untuk kembali merefleksikan momentum fundamental berdirinya organisasi Boedi Oetomo di tahun 1908. Dikatakannya bahwa sejarah mencatat peristiwa tersebut adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik. “Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ucapnya.Wabup juga menyampaikan  tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah " Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi. Seluruh elemen bangsa dapat bergerak maju bersamamelalui pelindungan para tunas bangsa. “Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat,” ujarnya.Masih disampaikan Wabup bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Hal tersebut dapat dilihat dari Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan.“Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM,” bebernya.Ia juga mengatakan bahwa di sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan juga sedang dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh.“Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri,” ungkapnya. Di samping itu, lanjut  Wabup Hj. Mimik Idayana, pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam pelindungan generasi muda di ruang digital yaitu pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Per 28 Maret 2026 kemarin, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. “Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita dapat mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,”ujarnya.Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini Wabup Hj. Mimik Idayana juga mengajak untuk meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai delapan misi besar yang harus dicapai bersama. Seluruhnya harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat.“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan untuk kembali menyalakan api "Boedi Oetomo" dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ! Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara !,” pungkasnya. Git

Selengkapnya
20 May 2026

Pemkab Sidoarjo Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Penguatan KORMI

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong budaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat melalui pengembangan olahraga masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025-2029 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (20/5/2026). Kegiatan bertema “Gerak Bersama Menuju Indonesia Emas” tersebut memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya olahraga yang sehat, menyenangkan dan membahagiakan.Dalam sambutannya, Mimik mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus KORMI Kabupaten Sidoarjo yang resmi dikukuhkan. Menurutnya, KORMI memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat.“Olahraga bukan sekadar gaya hidup, tetapi tentang kebugaran, kegembiraan, persatuan dan membangun kualitas hidup masyarakat. Karena itu KORMI memiliki peran penting untuk mengajak masyarakat gemar berolahraga,” ujarnya.Ia mengatakan semangat olahraga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo terus tumbuh. Salah satunya ditandai dengan hadirnya kampung-kampung olahraga di desa dan kelurahan.Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, berharap KORMI mampu menjadi wadah yang merangkul seluruh lapisan masyarakat mulai anak-anak, pemuda, hingga lansia agar dapat menikmati olahraga secara sehat dan menyenangkan.“Masyarakat yang sehat akan melahirkan semangat yang kuat dan produktif. Ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025-2029, Hadi Sutjipto mengatakan KORMI Sidoarjo terus menunjukkan prestasi dalam pengembangan olahraga masyarakat sejak berdiri pada tahun 2011.Saat ini KORMI Sidoarjo memiliki 69 induk organisasi olahraga masyarakat (inorga) dan berhasil membentuk 255 kampung olahraga masyarakat di desa dan kelurahan.Menurutnya, keberadaan kampung olahraga menjadi ujung tombak dalam mewujudkan masyarakat aktif bergerak menuju Indonesia sehat dan bugar.“Kami terus menggerakkan masyarakat mulai anak-anak hingga lansia untuk aktif bergerak bersama. KORMI juga siap menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-9,” ujarnya.Ia menambahkan, KORMI Sidoarjo juga beberapa kali menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Jawa Timur dalam ajang FORNAS di berbagai daerah. Bahkan pada tahun 2017-2018, KORMI Sidoarjo dinobatkan sebagai KORMI teraktif di Jawa Timur oleh KORMI Nasional.“Hari ini sebanyak 70 pengurus KORMI Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025-2029 resmi dikukuhkan untuk memperkuat pengembangan olahraga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo,” tutupnya. (Dew)

Selengkapnya
20 May 2026

Tata Kelola Arsip Sidoarjo Diakui Nasional, Pemkab Sidoarjo Raih Predikat AA

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menorehkan lagi prestasi nasional dengan meraih penghargaan kategori AA dengan nilai 90,84 (Sangat Memuaskan) dalam pengawasan kearsipan tahun 2025 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dr. Meigo Pinandito kepada Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi hadir didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusib) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan.Penyerahan penghargaan berlangsung saat Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan dan Anugerah Kearsipan Tahun 2026 dalam rangka Hari Kearsipan ke-55 yang digelar di Gedung ANRI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).Capaian predikat AA ini menempatkan Sidoarjo sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengelolaan arsip terbaik di tingkat nasional.Bupati Subandi menyampaikan penilaian terbaik nasional tersebut menunjukkan Pemkab Sidoarjo telah menjalankan tata kelola administrasi pemerintahan secara tertib, terstandar, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Menurutnya, capaian ini lahir dari kerja bersama seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan, desa, dan satuan pendidikan.“Alhamdulillah, seluruh OPD, camat, pemerintah desa, hingga sekolah dari TK, SD, sampai SMP negeri maupun swasta telah menerapkan pengelolaan kearsipan sesuai ketentuan,” ujar Bupati Subandi.Selanjutnya, Bupati Subandi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusib) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan yang terus mendorong tertib arsip di daerah.“Terima kasih kepada Pak Kadis. Alhamdulillah, pengawasan dan penerapan kearsipan di Sidoarjo berjalan baik. Mudah-mudahan ini menjadi semangat untuk terus berkembang dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Sidoarjo,” ucap Bupati Subandi.Selain itu, Bupati Subandi menegaskan bahwa capaian bagus ini harus menjadi standar minimum penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurut dia, pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan menyebut predikat AA tidak hanya merupakan capaian administratif, tetapi juga mencerminkan konsistensi budaya tertib arsip di lingkungan pemerintah daerah.Rudi menambahkan, Disperpusip Sidoarjo terus memperkuat transformasi kearsipan berbasis digital serta meningkatkan penerapan dan pengawasan di seluruh perangkat daerah.“Kami tidak ingin berhenti di predikat AA. Fokus kami menjaga konsistensi, memperluas digitalisasi, dan memastikan seluruh unit kerja benar-benar tertib arsip,” tambahnya .Di sisi lain, Bupati Subandi menjelaskan bahwa penghargaan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Kearsipan.Menurut Bupati Subandi, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menilai dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah yang mampu memenuhi standar pengelolaan arsip secara tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.Dengan capaian tersebut, Bupati Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo terus memperkuat reformasi birokrasi melalui sistem kearsipan yang modern, disiplin, dan berstandar nasional.“Ini bukan akhir, melainkan awal untuk semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui kearsipan yang tertib di semua lini,” pungkasnya.(mas).

Selengkapnya
20 May 2026

Strategi DLHK Sidoarjo Genjot Indeks Lingkungan, Benahi TPS 3R Mandek

Sidoarjo, cakrawala.co – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo mengakui adanya tantangan berat dalam memenuhi target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Berdasarkan evaluasi performa kebersihan dan ruang terbuka hijau belakangan ini, penurunan performa tata kelola sampah liar berimbas pada kualitas baku mutu lingkungan yang belum memuaskan.Guna membenahi catatan merah tersebut, DLHK Sidoarjo menetapkan pengoptimalan pencapaian IKLH sebagai agenda prioritas mutlak untuk program kerja ke depan. Prioritas ini akan dititikberatkan secara paralel pada penanganan kebersihan jalur hijau, optimalisasi fungsi taman, serta pengendalian pencemaran udara dari hulu persampahan.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, S.STP., M.HP, menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat mengintegrasikan program kebersihan di semua lini strategis, khususnya di koridor KRTAL (Kebersihan, Ruang Terbuka Hijau, dan Analisis Lingkungan)."Kami akan mengoptimalkan untuk pencapaian IKLH, dari data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, dari capaian 62.9 target 65,08.  Salah satu upayanya, kami tetap mengutamakan program kebersihan di KRTAL, yakni di bidang pertamanan dan kebersihan untuk menjaga ruang terbuka hijau secara maksimal," ujar Arif Mulyono kepada jurnalis cakrawala.co.Program DLHK di tahun 2026, tetap mengoptimalkan pengendalian sampah. Selain fokus pada perluasan estetika kota dan pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Arif Mulyono menyoroti akar masalah utama yang menjadi batu sandungan bagi ekosistem Sidoarjo: menjamurnya pembuangan sampah liar di lahan-lahan kosong serta pinggir jalan protokol oleh oknum warga maupun pelaku usaha mini yang tidak bertanggung jawab.Kondisi tersebut kian mengkhawatirkan karena tumpukan sampah liar itu sering kali diselesaikan dengan cara instan yang keliru, yakni dibakar secara ilegal. Asap pekat beracun dari aktivitas pembakaran liar tersebut diidentifikasi oleh tim analis lingkungan sebagai faktor utama yang memicu kemerosotan mutu udara (IKU) di wilayah perkotaan Sidoarjo.Untuk memutus rantai pelanggaran ini, Arif menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. DLHK Sidoarjo saat ini sedang memperketat fungsi satgas pengawasan langsung dan mengoptimalkan armada pengangkut di lapangan. Dinas juga menerjunkan tim khusus untuk mendeteksi, memetakan, dan menganalisis titik-titik krusial sebaran sampah liar agar tindakan sterilisasi dan pembersihan massal dapat segera dieksekusi tanpa penundaan.Sebagai pilar utama penanganan jangka panjang agar sampah tidak lagi meluber ke jalanan atau berakhir dibakar, DLHK Sidoarjo mengambil langkah berani dengan melakukan audit performa menyeluruh terhadap 209 Tempat Pengolahan Sampah Reduksi, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersebar di wilayah Sidoarjo.Arif Mulyono memaparkan, dari hasil pemetaan objektif di lapangan, kondisi ratusan TPS 3R bentukan swadaya maupun pemerintah tersebut saat ini terbagi ke dalam tiga klaster performa:Klaster Mandiri: TPS 3R yang sudah berjalan optimal, tertib melakukan pemilahan organik-anorganik, dan berhasil menekan volume residu secara signifikan.Klaster Pembinaan: TPS 3R yang operasionalnya masih fluktuatif atau mengalami kendala manajemen internal, sehingga membutuhkan pendampingan teknis intensif.Klaster Mandek: TPS 3R yang tidak beroperasi atau mati suri akibat kendala biaya operasional, kerusakan alat, atau kurangnya kesadaran partisipasi lingkungan tingkat desa."Kami lakukan audit internal untuk memetakan kondisi 209 TPS 3R ini secara riil. Untuk yang mandek akan kami cari akar masalahnya, sementara yang di klaster pembinaan akan terus kita dorong dengan pendampingan melekat dari tim dinas agar naik kelas," kata Arif memaparkan strategi pembenahannya. Melalui restrukturisasi ini, DLHK Sidoarjo ke depan akan menerapkan regulasi ketat yang mewajibkan seluruh elemen masyarakat, pemukiman, hingga sektor usaha mikro untuk menyetor dan menyaring sampah mereka langsung melalui simpul TPS 3R terdekat.Sistem zonasi wajib mampir ke TPS 3R ini diproyeksikan dapat mereduksi volume sampah dari hulu secara masif, sekaligus menghentikan kebiasaan buruk membakar sampah liar demi mengembalikan IKLH Sidoarjo ke zona hijau.Di akhir pernyataannya, Arif Mulyono menegaskan bahwa muara dari pembenahan 209 TPS 3R ini adalah penegakan sistem pembuangan sampah yang terpusat dan terfilter. Ke depan, DLHK Sidoarjo akan mewajibkan seluruh warga dan pelaku usaha untuk menyetorkan sampahnya ke TPS 3R terdekat."Dengan memaksimalkan peran TPS 3R, pemilahan sampah selesai di tingkat hulu (desa/kecamatan). Hanya residu akhir yang benar-benar tidak bisa diolah yang akan dibawa ke TPA. Jika mata rantai ini berjalan, tidak akan ada lagi sampah liar di jalanan, tidak ada lagi pembakaran sampah, dan otomatis target IKLH serta kualitas udara Sidoarjo akan naik signifikan," pungkas Arif.Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi, melainkan menjadi tanggung jawab bersama dari tingkat pemerintah hingga masyarakat.“Penanganan sampah ini bukan hanya tugas satu instansi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” kata Subandi.Menurutnya, dalam upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dapat mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu-Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang selama ini dinilai belum berjalan maksimal di sejumlah wilayah.Subandi menyatakan, ia telah menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pendampingan intensif serta pemetaan terhadap berbagai kendala, baik dari sisi manajemen, lokasi, maupun faktor lainnya.Selain itu, menurutnya pemerintah daerah berkomitmen melakukan evaluasi rutin setiap bulan bahkan pemantauan harian guna memastikan setiap permasalahan di lapangan segera mendapatkan solusi.Dikatakannya, Sebagai langkah penegakan tata tertib pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo juga berencana menggandeng aparat kepolisian untuk memberikan efek jera kepada pelanggar yang masih membuang sampah sembarangan.“Keberhasilan penanganan sampah sangat bergantung pada sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat RT/RW, karena persoalan ini hanya bisa diselesaikan bersama,” ujar Subandi.Editor: Iswin Arrizal    

Selengkapnya
20 May 2026

Sendang Agung, Mata Air Tua yang Menjaga Ingatan Desa di Tengah Modernisasi

KOMINFO, Sidoarjo - Di tengah kawasan agraris Kabupaten Sidoarjo, sebuah sendang tua masih bertahan di antara permukiman dan sawah warga. Airnya tetap mengalir, menjadi saksi perubahan zaman yang terus bergerak dari generasi ke generasi. Warga menyebutnya Sendang Agung (20/5/2026).Bagi masyarakat sekitar, sendang itu bukan sekadar sumber air. Ia adalah ruang hidup yang menyimpan jejak sejarah desa, tradisi, hingga hubungan panjang manusia dengan alam.Di pagi hari, suasana di sekitar sendang masih terasa teduh. Pepohonan menaungi area mata air, sementara warga datang silih berganti. Sebagian sekadar beristirahat, sebagian lain masih memanfaatkan airnya untuk kebutuhan tertentu.Menurut cerita turun-temurun masyarakat, Sendang Agung diperkirakan telah ada jauh sebelum bangunan pelindung modern dibangun. Tidak ada prasasti atau catatan resmi yang menjelaskan kapan tepatnya sendang itu muncul. Namun ingatan kolektif warga menjadi penanda bahwa keberadaannya telah menyatu dengan kehidupan desa sejak lama.Secara historis, kawasan ini berada dalam lanskap budaya Delta Brantas yang sejak masa lampau dikenal sebagai wilayah agraris penting di Jawa Timur. Pada masa pengaruh Majapahit, daerah-daerah seperti Urang Agung diduga menjadi bagian dari kawasan pertanian dan sistem pengairan tradisional penyangga kehidupan kerajaan.Sejarawan Denys Lombard menyebut struktur air tradisional di Jawa memiliki kemampuan bertahan lintas zaman meski bentuk fisiknya berubah.“Struktur air tradisional di Jawa sering kali bertahan lintas zaman, meski bentuk fisiknya berubah, sementara asal-usulnya tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.”Pernyataan itu terasa relevan dengan kondisi Sendang Agung hari ini. Meski lingkungan sekitar mengalami perubahan, keberadaan sendang tetap menjadi pusat memori budaya masyarakat desa.Pada masa lalu, sendang memiliki fungsi yang sangat penting. Airnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, pengairan lahan pertanian, hingga menjadi tempat berkumpul warga. Di ruang seperti inilah interaksi sosial tumbuh secara alami.Antropolog Indonesia, Koentjaraningrat, menjelaskan bahwa ruang komunal tradisional di Jawa memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial masyarakat.“Ruang komunal tradisional seperti sendang mencerminkan nilai gotong royong, spiritualitas, dan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.”Tak hanya berfungsi secara praktis, Sendang Agung juga memiliki dimensi spiritual yang masih terasa hingga kini. Dalam tradisi masyarakat Jawa, air sering dipandang sebagai simbol kehidupan dan kesucian. Karena itu, sendang kerap menjadi bagian dari ritual budaya seperti bersih desa maupun doa bersama.Tokoh masyarakat Urang Agung, Sutrisno, mengatakan sendang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga sejak zaman leluhur.“Sendang ini sudah ada sejak zaman leluhur kami. Dulu semua warga bergantung di sini. Airnya tidak pernah kering, bahkan saat kemarau panjang. Ini bukan sekadar sumber air, tapi bagian dari kehidupan kami,” ujarnya.Di tengah modernisasi dan hadirnya teknologi air seperti sumur bor serta jaringan perpipaan, fungsi praktis sendang memang mulai berkurang. Namun justru dari situ muncul makna baru: sendang berubah menjadi simbol identitas budaya desa.Keberadaan Sendang Agung kini dinilai memiliki nilai penting dari sisi sejarah, budaya, sosial, hingga pendidikan. Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, situs yang berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai penting sejarah maupun budaya dapat diusulkan sebagai objek cagar budaya.Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga nilai dan makna yang hidup di tengah masyarakat.“Pelestarian dilakukan tidak hanya pada bentuk fisik, tetapi juga pada nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.”Melihat potensi tersebut, Sendang Agung dinilai layak dikembangkan sebagai ruang edukasi sejarah lokal, wisata budaya desa, hingga pusat pelestarian tradisi masyarakat.Di tengah arus perubahan zaman, keberadaan sendang tua seperti ini menjadi pengingat bahwa sejarah tidak selalu tersimpan di museum atau prasasti kerajaan. Kadang, sejarah hidup dalam aliran air yang tetap dijaga warga desa dari generasi ke generasi.Bagi masyarakat Urang Agung, Sendang Agung bukan sekadar mata air. Ia adalah penanda identitas, ruang budaya, sekaligus saksi perjalanan panjang sebuah desa yang terus bertahan tanpa kehilangan akarnya. (Ir)

Selengkapnya
19 May 2026

Beasiswa Pemkab Sidoarjo Jadi Harapan Baru, Risky Anak Penjual Makanan Kini Berani Gantungkan Cita-cita Jadi Prajurit TNI

Sidoarjo, Wartakotadelta.com– Di sudut sederhana Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, senyum lega terlihat dari wajah Suwarni saat mendengar kabar anaknya dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2026. Bagi ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan makanan kecil di warung sederhana itu, bantuan pendidikan tersebut bukan sekadar bantuan biaya sekolah, melainkan harapan baru untuk masa depan anaknya. Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir membawa angin segar bagi ribuan keluarga. Tahun 2026 ini, Pemkab Sidoarjo menyiapkan sebanyak 4.000 beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi maupun keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi muda Sidoarjo agar tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa harus terbebani persoalan biaya. Bagi Suwarni, bantuan itu terasa sangat berarti. Ia mengaku selama ini hanya mengandalkan penghasilan dari warung makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anaknya, Risky Wahyu Pradana, siswa kelas 6 SDN Penambangan. Meski hidup sebagai seorang janda, Suwarni selalu berusaha menanamkan semangat belajar kepada anaknya. Ia berharap pendidikan bisa menjadi jalan bagi Risky untuk mengubah masa depan keluarga mereka. “Saya sangat bersyukur dan senang sekali anak saya mendapatkan bantuan beasiswa ini. Semoga bisa membantu pendidikan anak saya sampai nanti melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya,” ujar Suwarni, Selasa (19/5/2026). Dengan mata berkaca-kaca, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Desa Penambangan yang telah membantu mengakomodasi warganya agar bisa mendapatkan bantuan pendidikan tersebut. “Terima kasih Pak Bupati dan Pak Kepala Desa karena sudah membantu anak saya mendapatkan beasiswa,” tuturnya. Di balik bantuan itu, tersimpan mimpi besar seorang anak desa bernama Risky Wahyu Pradana. Bocah yang gemar bermain sepak bola itu mengaku kini semakin semangat belajar setelah mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemkab Sidoarjo. Dengan polos dan penuh keyakinan, Risky mengatakan dirinya bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI saat dewasa nanti. Baginya, pendidikan menjadi langkah awal untuk bisa menggapai impian tersebut. “Nanti kalau sudah besar saya ingin jadi tentara,” ucap Risky sambil tersenyum malu. Bantuan beasiswa yang diterimanya membuat Risky merasa lebih percaya diri untuk terus sekolah dan mengejar cita-cita. Ia juga mengaku senang karena dapat membantu meringankan beban orang tuanya. “Terima kasih Pak Bupati dan Pak Kepala Desa sudah membantu keluarga saya,” katanya. Kisah keluarga Suwarni menjadi satu dari ribuan cerita harapan yang lahir melalui program Beasiswa Pemkab Sidoarjo tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memang menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Seleksi penerima beasiswa telah dilakukan setelah proses pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 28 Februari 2026 lalu. Nama-nama penerima diumumkan melalui laman resmi Pemkab Sidoarjo berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/251/438.1.1.3/2026. Tahun ini, total 4.000 penerima manfaat mendapatkan bantuan pendidikan dengan rincian 1.500 siswa yatim jenjang SD hingga SMP sederajat, 1.000 siswa SMA dan mahasiswa yatim kurang mampu, 1.000 mahasiswa kategori prestasi akademik dan nonakademik, serta 500 mahasiswa bidang keagamaan. Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Sidoarjo memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Menurutnya, beasiswa tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan. “Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional kemarin, saya telah menandatangani SK penerima Beasiswa Pemkab Sidoarjo tahun 2026. Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung mimpi anak-anak hebat di Sidoarjo,” ujarnya. Ia berharap seluruh penerima beasiswa dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sungguh-sungguh serta terus meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. “Semoga bantuan ini menjadi penyemangat belajar dan membawa keberkahan bagi masa depan mereka. Terus berprestasi dan ikut membangun Sidoarjo yang lebih maju,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Penambangan, Helmy Firmansyah, menilai program beasiswa tersebut sangat membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan di tengah masyarakat. Karena itu, program seperti ini dinilai sangat menyentuh kebutuhan warga secara langsung. “Kami sangat mengapresiasi program beasiswa dari Pemkab Sidoarjo ini karena benar-benar membantu masyarakat. Program ini bisa mengawal pendidikan anak-anak agar tetap terus sekolah dan melanjutkan pendidikan mereka,” ujarnya. Helmy juga berharap program beasiswa tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak anak-anak di Kabupaten Sidoarjo yang dapat menggapai cita-citanya tanpa harus terkendala biaya pendidikan. Bagi keluarga seperti Suwarni dan Risky, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada harapan besar yang perlahan tumbuh. Harapan seorang ibu agar anaknya tetap sekolah. Harapan seorang anak desa untuk mengenakan seragam TNI suatu hari nanti. Dan harapan bahwa pendidikan masih menjadi jalan paling penting untuk mengubah masa depan.(ADV)  

Selengkapnya
19 May 2026

Anak Seorang PKL di Sidoarjo Menerima Bantuan Program Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu Dari Pemkab Sidoarjo Tahun 2026

Sidoarjo, BhirawaKeluarga besar Nadila Mustika Amalia, mahasiswi Sidoarjo penerima program bantuan beasiswa mahasiswa kurang mampu, yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo tahun 2026 ini, benar -banar mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo.  Karena Nadila merupakan harapan dan masa depan keluarga, yang saat ini tinggal di rumah yang sangat sederhana, yang ada di RT 05 RW 02 Desa Siwalan panji Kecamatan Buduran itu.  Ditemui di rumahnya yang sederhana, Nadila (22) yang saat ini sedang mengerjakan tugas akhir di UPN Surabaya itu, merupakan putri pertama dari pasangan Sulistyarini (47) dan Adi Prayoga (48), yang kesehariannya bekerja sebagai PKL di kawasan SMP PGRI 1 Buduran di Desa Siwalan panji, Buduran. "Alhamdulillah bantuan beasiswa dari Pemkab Sidoarjo ini sangat membantu pak, tidak hanya untuk membayar UKT saya, tetapi bagi saya yang semester akhir ini banyak kebutuhan lain. Seperti untuk kebutuhan skripsi dan KKN maupun biaya untuk wisuda, semoga bantuan ini bermanfaat bagi saya," kata Nadila, Kamis (14/5) akhir pekan lalu, saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana. Nadilah yang merupakan lulusan dari SMKN 2 Buduran ini, mengatakan saat ini keluarganya masih tinggal serumah dengan kakek dan neneknya di Desa Siwalan panji, Buduran.  Dari dua saudaranya, hanya dirinya yang sedang kuliah. Adeknya yang pertama, saat ini bekerja dan adek keduanya masih duduk di bangku SMP. "Keluarga saya berharap kuliah saya segera cepat selesai, sehingga bisa membantu keluarga," kata mahasiswi yang mengambil jurusan administrasi negara di UPN Surabaya itu.    Nadilah mengatakan setelah dirinya mengajukan permohonan bantuan beasiswa kurang mampu , ada petugas yang datang untuk survey ke rumahnya yang sangat sederhana itu. Dirinya ditemani nenek dan kakek, karena ayah dan ibunya sedang berjualan di sekitar SMP PGRI 1 Buduran. Dirinya mengetahui permohonan yang diajukan lolos seleksi, dari media sosial Pemkab Sidoarjo. bantuan beasiswa yang ia terima, nanti ia harapkan agar kuliahnya bisa berjalan dengan lancar. Mahasiswi kelahiran Sidoarjo, 15 Maret 2024 ini mengatakan dirinya mengetahui program beasiswa mahasiswa kurang mampu dari Pemkab Sidoarjo tersebut , dari IG milik Pemkab Sidoarjo, juga ada dari teman-teman yang memberitahu. Setelah mendaftar , ada temannya yang juga dapat beasiswa juga ada yang tidak lolos seleksi. Saat mendaftar dalam program ini, dirinya merasa tidak kesulitan. Meski pendaftaran dilakukan secara online. Semua proses pendaftaran berjalan lancar.  "Satu rumah mendoakan saya pak agar berhasil, saya bersyukur bisa lolos. Semoga kuliah saya lancar," kata mahasiswi yang memakai hijab itu. Ibu dari Nadila, Sulistyarini ( 47), juga ikut mengucapkan terimakasih atas bantuan beasiswa dari Pemkab Sidoarjo tersebut. "Alhamdulillah saya senang, semoga kuliah anak saya bisa lancar dan cepat selesai," kata Sulistyarini, yang setiap hari bersama suami berjualan es jus, di kawasan SMP PGRI 1 Buduran itu. Kakek dan nenek Nadila, yang tahu cucunya akan mendapatkan bantuan program beasiswa mahasiswa tidak mampu itu, mata mereka sampai berkaca-kaca. Karena bercampur campur perasaannya. Antara gembira dan terharu.  "Saya juga mendoakan, agar kuliah cucu saya cepat selesai dan mendapatkan kerja yang tepat," kata nenek Nadila, yang berusia 65 tahun itu terlihat meneteskan air mata. Demikian juga dengan Suparno (72), kakeknya.  Kepala Dinas Komunikasi dan informasi Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, menyampaikan program bantuan beasiswa tahun 2026 ini, merupakan program unggulan dari Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, terhadap dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Tujuannya, agar para generasi muda di Sidoarjo bisa berprestasi, dan termotivasi untuk terus belajar serta mengembangkan potensi diri. Program unggulan ini, disampaikan Eri, disalurkan lewat beberapa kategori. Diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo sebanyak 1.500 quota berupa bantuan pendidikan anak yatim SD dan SMP.  Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.000 quota berupa bantuan pendidikan untuk anak yatim SMA dan mahasiswa kurang mampu. Disporapar Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.000 quota untuk mahasiswa berprestasi akademis dan non akademis serta di Bagian Kesejahteraan rakyat Setda Sidoarjo berupa bantuan prestasi keagamaan sebanyak 500 quota.  "Program ini pendaftarannya telah dibuka sejak 1 Pebruari 2026 sampai 28 Pebruari 2026, penerima beasiswa telah ditanda tangani oleh Bupati, saat peringatan hari pendidikan nasional 2026," ujar Eri.  Selanjutnya, para penerima bantuan beasiswa, dapat melakukan pengecekan nama penerima secara mandiri, lewat laman website resmi, beasiswa.sidoarjokab .go.id. (adv.kus)

Selengkapnya
19 May 2026

Menuju Sidoarjo Sehat: Layanan Cek Kesehatan Gratis Masif Digelar, Capaian UHC Kini Tembus 99,7%

Sidoarjo, cakrawala.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, terus menggenjot capaian Cakupan Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh Puskesmas. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 447.882 atau setara 20,09% warga telah memanfaatkan layanan ini.Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan CKG. Hingga minggu pertama Mei 2026, angka capaian CKG di Kabupaten Sidoarjo dilaporkan telah berjalan sesuai jalur (on the track) yang ditargetkan.Berdasarkan data terbaru, realisasi CKG di Kabupaten Sidoarjo telah menyentuh angka 20,09 persen atau secara absolut telah menjangkau 447.882 orang.Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Laksime Yuantina, M.Kes, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap tren kenaikan ini. Pihaknya membidik target kabupaten sebesar 52 persen (1.170.594 orang), yang mana angka ini berada di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 46 persen (1.025.737 orang)."Melihat tren kenaikan capaian tiap minggunya yang stabil di angka 1,5 hingga 2 persen, kami sangat optimis pada minggu keempat Mei nanti capaian kita akan melampaui target bulanan sebesar 23,4 persen," ujar Laksime Yuantina saat memberikan keterangan resmi 18 Mei 2026.Rincian capaian berdasarkan siklus hidup, jika dibedah berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup, terdapat beberapa sektor yang menunjukkan performa impresif, sementara beberapa sektor lainnya terus dipacu:Bayi Baru Lahir (BBL): Menjadi penyumbang capaian tertinggi dengan realisasi mencapai 53,12 persen dari target 75 persen. Balita mengikuti di posisi berikutnya dengan capaian 36,52 persen dari target 60 persen.Untuk lansia saat ini berada di angka 23,33 persen dari target 60 persen, anak usia sekolah, masih berada di angka 19,95 persen dari target 50 persen. Usia Dewasa: Berada di angka 16,42 persen dari target 50 persen.Strategi akselerasi di tahun ajaran baru dan kolaborasi puluhan Klinik. Menanggapi masih rendahnya angka pada kelompok anak sekolah dan usia dewasa, Laksime menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus.Untuk kelompok Anak Usia Sekolah, Dinkes Sidoarjo sengaja menahan akselerasi karena momentumnya disesuaikan dengan kalender pendidikan."Untuk anak sekolah memang belum terlalu banyak karena pelaksanaan serentak baru akan kita lakukan pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru," jelasnya.Sementara itu, untuk mendongkrak capaian kelompok usia dewasa dan lansia yang masih menantang, Dinkes Sidoarjo meluncurkan strategi kolaborasi masif dengan fasilitas kesehatan swasta."Usia dewasa dan lansia akan terus kita upayakan naik seiring dengan kolaborasi CKG yang kita lakukan bersama klinik-klinik di wilayah kerja Puskesmas. Hingga saat ini, sudah ada 76 klinik yang aktif melakukan CKG dengan sasaran dewasa dan lansia. Kita bergerak bersama untuk Sidoarjo yang lebih sehat," pungkas Laksime.Bupati Sidoarjo, H. Subandi, sangat mendukung dan menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai inisiatif layanan preventif dan promotif bagi warga Sidoarjo.Beliau mewajibkan seluruh elemen pemerintah daerah hingga lembaga pendidikan untuk turut menyukseskan program ini. Berikut adalah poin-poin arahan dan implementasi kebijakan Bupati Subandi terkait CKG di Sidoarjo: Kebijakan dan Surat Edaran (SE) BupatiBupati Subandi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/6374/438.5.2/2025 yang menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga instansi pendidikan dan keagamaan untuk mendorong keberhasilan pelaksanaan cek kesehatan gratis di wilayah Sidoarjo. Sasaran Utama ProgramLayanan CKG ini menyasar berbagai kelompok masyarakat guna deteksi dini penyakit, yang meliputi:Anak Sekolah: Menyasar ratusan ribu siswa (dari tingkat SD hingga SMA) sejalan dengan program nasional. Masyarakat Umum: Diberikan secara khusus sebagai "kado ulang tahun" gratis bagi warga yang berulang tahun di bulan-bulan tertentu, ibu hamil, balita, dan masyarakat umum di puskesmas maupun saat kegiatan Car Free Day. Jenis Layanan yang DiberikanLayanan ini dapat diakses secara gratis di seluruh Puskesmas di Sidoarjo. Skrining dasar yang dilakukan meliputi:Pemeriksaan tekanan darah dan antropometriCek gula darah dan risiko jantungFungsi ginjal, deteksi dini kanker serviks, Tuberkulosis (TBC), dan kesehatan jiwa. Instruksi Layanan LanjutanDalam berbagai kesempatan inspeksi (termasuk kampanye Sidoarjo bebas TBC), Bupati Subandi menekankan bahwa gerakan CKG ini harus berkelanjutan dan proaktif, sehingga seluruh puskesmas diinstruksikan selalu siap menyediakan fasilitas dan tenaga medis yang optimal untuk menjangkau masyarakat secara luas. Sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang kini menembus angka dua juta jiwa, Sidoarjo dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana memastikan gerak roda ekonomi yang masif berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup manusianya.Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sidoarjo menempatkan sektor kesehatan bukan sekadar sebagai program pendukung, melainkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Di bawah komitmen kepemimpinan daerah, arah kebijakan tahun 2026 secara tegas mengintegrasikan keunggulan SDM dengan pemerataan akses layanan medis yang inklusif.Setelah fasilitas Kesehatan dibangunkan, dukungan Pemkab Sidoarjo terhadap Kesehatan masyarakatnya. Dibuktikan melalui program Universal Health Coverage (UHC) layanan berobat gratis cukup dengan KTP.Cakupan UHC di Kabupaten Sidoarjo sudah tembus di angka 99,7 persen. Artinya sudah hampir sempurna program yang diluncurkan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan tersebut.Dengan capaian kepesertaan yang nyaris menyentuh angka 100 persen itu, Kabupaten Sidoarjo masih mampu mempertahankan status UHC Prioritas.Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Program JKN di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, capaian UHC Prioritas tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama lintas sektor.“UHC ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo agar semuanya mendapatkan jaminan kesehatan. Kami berkomitmen menjaga capaian ini dan harus dibarengi kualitas layanan yang baik agar masyarakat semakin puas,” katanya.Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi mempertahankan bahkan meningkatkan capaian UHC hingga 100 persen. Dengan begitu, seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara menyeluruh.Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, standar minimal UHC Prioritas yakni cakupan kepesertaan sebesar 98 persen dengan tingkat peserta aktif minimal 80 persen. Saat ini, Kabupaten Sidoarjo telah melampaui target tersebut.“Cakupan UHC Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar dua juta jiwa atau sekira 99,77 persen. Sedangkan tingkat keaktifan peserta mencapai 1,7 juta jiwa atau sekitar 81,93 persen. Angka ini sudah masuk kategori UHC Prioritas,” katanya.Capaian tersebut, disebutnya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta berbagai pihak yang terus berkolaborasi menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bahkan, pihaknya menargetkan cakupan dan tingkat keaktifan peserta dapat mencapai 100 persen.Dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta, BPJS Kesehatan Sidoarjo juga menjalankan Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi Peserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (Srikandi). Program tersebut dinilai efektif membantu peserta nonaktif agar kembali mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan.“Program Srikandi ini dapat dikolaborasikan dengan Program Donasi JKN yang saat ini sedang kami canangkan. Donasi bisa dilakukan perorangan, badan usaha maupun badan hukum untuk membantu peserta PBPU dan BP yang memiliki tunggakan iuran,” jelas Munaqib.Selain itu, terdapat pula Program Petakan, Sisir Advokasi dan Registrasi (Pesiar) yang menyasar masyarakat belum terdaftar sebagai peserta JKN. Program tersebut dijalankan melalui agen PESIAR yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sidoarjo.“Agen PESIAR memiliki peran penting dalam meningkatkan cakupan UHC dan tingkat keaktifan peserta,” imbuhnya. (ADV)    

Selengkapnya
19 May 2026

Dinas Kominfo Sidoarjo Fasilitasi Masyarakat dengan Internet Gratis untuk Layanan Pemerintahan Digital

KETIK, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan kemudahan bagi warganya. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo, fasilitas internet gratis kini mampu menjangkau berbagai lini kehidupan masyarakat. Baik di wilayah pusat kota maupun pelosok desa terpencil yang sebelumnya merupakan wilayah blank spot. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa perluasan akses internet ini merupakan langkah konkret dalam percepatan tata kelola pemerintahan digital. Konektivitas yang merata merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan ekonomi kerakyatan. "Kami ingin seluruh warga Sidoarjo, tanpa terkecuali, merasakan manfaat teknologi. Dengan internet gratis yang merata, akses informasi, pendidikan, dan layanan publik menjadi lebih cepat dan efisien. Ini adalah fondasi utama kita menuju Sidoarjo sebagai Smart City yang tangguh,” ujar Bupati Subandi.  Berikan Dampak Positif bagi Pendidikan dan Layanan Publik Keberadaan internet gratis kini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelajar di wilayah pinggiran. Diskominfo Sidoarjo telah sukses membangun tower mandiri untuk memancarkan sinyal ke dusun terpencil, seperti Kalikajang di Pucukan (Desa Sawohan) dan Desa Tanjungsari (Jabon). Fasilitas tersebut sangat menunjang proses belajar mengajar di SD Sawohan 2, SMP 1 Atap Pucukan, hingga SDN Gebang 2. Murid-murid sekolah maupun guru sangat terbantu dengan internet gratis  dari Diskominfo Sidoarjo itu. Tidak hanya pendidikan, fasilitas kesehatan juga tak luput dari perhatian. Pasien dan keluarga di Puskesmas, Pustu, hingga RSUD R. Notopuro dan RSUD Sidoarjo Barat kini bisa mengakses informasi secara cuma-cuma melalui jaringan ini. Buktikan Peran Strategis Diskominfo Sidoarjo dalam Digitalisasi Diskominfo Sidoarjo memegang peran krusial sebagai integrator seluruh jaringan pemerintahan. Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo menjelaskan, Diskominfo Sidoarjo kini mengelola seluruh jaringan secara terpusat untuk memastikan stabilitas layanan digital di lebih dari 100 aplikasi milik organisasi perangkat daerah (OPD). "Sekarang seluruh keperluan jaringan di OPD telah diakomodir oleh Diskominfo Sidoarjo. Jika dulu masing-masing OPD mengelola sendiri dengan kapasitas yang tidak merata, sekarang semua terstandardisasi. Ini penting agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga dan optimal," terang Eri Sudewo. Kabid Infrastruktur & Keamanan TIK Diskominfo Sidoarjo, Khoiril Erwindra ST menambahkan, program Zero Blank Spot menjadi prioritas utama untuk melayani masyarakat dalam memperoleh kemudahan akses internet. ”Kami bekerja keras agar wilayah pinggiran bisa menikmati fasilitas yang sama dengan perkotaan. Semua gratis untuk masyarakat,” ungkapnya. Dorong Ekonomi Digital dan Kreativitas Anak Muda Dampak ekonomi juga terasa di pusat-pusat perbelanjaan dan kuliner. Misalnya, pelaku UMKM di Pujasera Jalan Gajah Mada kini didorong untuk melakukan transaksi digital.  Manfaat internet gratis itu benar-benar dirasakan oleh pedagang maupun pembeli. Firman, warga Sepande, Candi, mengaku suka berlama-lama duduk di Pujasera Gajah Mada. Selain bisa menikmati menu yang bervariasi, lanjut Firman, dirinya juga menggunakan akses internet gratis. ”Kadang ada telepon mendadak dari kantor. Perlu update pekerjaan. Saya berhenti. Mampir ke Pujasera Gajah Mada untuk buka laptop sebentar,” ujar Firman pada Senin malam (11 Mei 2026). Internet gratis dari Pemkab Sidoarjo itu juga sangat membantu para pedagang. Mudah bagi pembeli yang mau bayar dengan QRis. Soalnya harus keluar dulu kalau cari ATM. ”Anak-anak muda sekarang lebih senang bayar pakai HP,” kata pedagang tahu campur di Pujasera Gajah Mada. Pedagang Pasar Porong pun telah menikmati fasilitas internet gratis itu. Sebagian pedagang memanfaatkannya untuk berjualan secara daring (online). Supaya tidak kalah dengan pedagang yang menawarkan dagangan dari rumah secara daring. ”Kami latih juga mereka bagaimana menawarkan dagangan secara online,” kata perwakilan pengelola Pasar Porong kepada Bupati Subandi dalam pertemuan di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa  (7 Mei 2026) lalu. Fasilitas internet untuk pedagang pasar ini akan diperluas hingga ke pasar-pasar lain. Di antaranya, Pasar Krian dan Pasar Wadungasri. Titik wifi menempati area-area yang menjadi pusat keramaian. Lokasi itu ditentukan setelah ada survei dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo membenarkan bahwa akses internet gratis akan mendorong peningkatan transaksi digital. Baik di pusat perbelanjaan, sentra kuliner, pasar tradisional, dan sebagainya. ”Kami tidak hanya memberikan fasilitas internet, tetapi juga siap melatih para pedagang,” tambahnya. ”Anak-anak muda melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di desa-desa juga bisa kami bekali keterampilan branding potensi desa, penggunaan e-commerce, hingga pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI),” tegas Eri Sudewo lagi. Fasilitas internet gratis ini juga menjadi magnet di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pengunjung Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo seluas 2,5 hektare kini bebas berselancar di jagat maya untuk kegiatan kreatif, mulai dari browsing, surfing, hingga transaksi digital saat Car Free Day (CFD). Rama, seorang pelajar SMP, mengaku hampir setiap hari bisa menikmati fasilitas internet gratis di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo. Setiap pulang sekolah, dia menunggu jemputan di bagian timur Alun-Alun. Kemudian boncengan motor menuju Jetis, Sukodono. ”Nunggu bareng kakak pulang kerja,” ungkap pelajar kelas VIII tersebut. Dia pulang sekolah sekitar pukul 14.30. Lalu, naik angkutan kota menuju Alun-Alun Sidoarjo. Sekitar 30 menit sampai 1 jam, Rama akan duduk-duduk di taman. Sambil menunggu sang kakak datang menjemput, murid salah satu SMP negeri itu menikmati fasilitas internet gratis di alun-alun. Ada banyak wifi yang bisa dia akses di situ. Di antaranya, wifi Alun-Alun Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo. Tidak ada password maupun batasan akses. Bebas. Sepuasnya. Sering dia chattingan dengan teman-teman yang sudah lebih dulu sampai di rumah. ”Enak nggak bosen. Nggak terasa juga meskipun 1 jam,” tambah Rama. Dengan sinergi antara kebijakan Bupati H. Subandi dan kesiapan infrastruktur dari Diskominfo  Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo kini semakin mantap melangkah sebagai daerah dengan tata kelola pemerintah digital yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (adv)   

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1814174