KOMINFO, Sidoarjo - Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Desa Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar tradisi Nyadran ke makam Dewi Sekardadu yang berada di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil laut, sekaligus doa agar diberi keselamatan saat melaut.Ritual Nyadran yang dilaksanakan setiap akhir bulan Ruwah tersebut diawali dengan prosesi arak-arakan perahu yang membawa tumpeng hasil bumi. Warga, yang mayoritas kaum ibu, turut membawa tumpeng untuk dihantarkan ke makam Dewi Sekardadu yang diyakini sebagai ibunda Sunan Giri.Suasana semakin meriah saat arak-arakan tumpeng bergerak menuju lokasi pemberangkatan. Setelah itu, tumpeng tersebut diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan. Belasan perahu juga turut memeriahkan prosesi, menambah semarak rangkaian kegiatan tradisi tersebut.Usai berziarah dan menggelar doa bersama, warga kemudian melarungkan tumpeng beserta sesaji ke laut di sekitar Selat Madura. Prosesi tersebut menjadi simbol sedekah bumi dan laut, serta harapan agar para nelayan memperoleh rezeki yang melimpah dan selalu diberi keselamatan selama melaut.Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi Nyadran.“Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan rezeki yang diberikan. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil, terutama nilai kebersamaan dan gotong royong yang harus terus dipertahankan, serta menjaga warisan leluhur nenek moyang kita agar tetap lestari di hati generasi muda yang akan datang,” ujar Amig saat memberikan sambutan di lokasi, Minggu (8/2/2026).Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. “Dari pemerintah, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan Nyadran ini. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Zahlul Yuzar, menegaskan bahwa tradisi Nyadran bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat pesisir.“Ini tradisi turun-temurun. Lewat Nyadran, para nelayan berdoa agar diberi keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan yang melimpah. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan warga,” kata Zahlul.Nyadran Dewi Sekardadu hingga kini masih menjadi momen yang selalu dinanti masyarakat pesisir Sidoarjo. Tradisi tersebut tidak hanya memperlihatkan nilai budaya Jawa, tetapi juga menunjukkan kuatnya unsur religius serta semangat gotong royong yang tetap hidup menjelang Ramadan. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Jalan Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan sudah nyaman dilalui. Jalan yang aspalnya kemarin banyak berlubang sudah tidak ditemui lagi. Bulan November 2025 lalu jalan sepanjang 500 meter itu di beton. Sumber anggarannya dari Pokok Pikiran/Pikir salah satu anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo. Pagi tadi, Minggu, (8/2), Bupati Sidoarjo H. Subandi melihat hasil betonisasi Pokir dari Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono itu. Ia sampaikan pemanfaatan anggaran Pokir untuk pembangunan insfrastruktur jalan seperti ini sangat bermanfaat. Manfaatnya tidak hanya dirasakan warga Sawotratap saja. Namun juga dapat dirasakan masyarakat luas yang melintasi jalan tersebut. "Saya ucapkan terimakasih kepada anggota dewan DPRD Sidoarjo, terutama dari fraksi Golkar pak Warih Andono sebagai wakil ketua, bahwa Pokir nya beliau ini digunakan untuk betonisasi yang ada di Sawotratap," ucapnya. Oleh karenanya Bupati H. Subandi mengajak kepada seluruh anggota DPRD Sidoarjo untuk ikut meniru langkah wakil ketua DPRD Sidoarjo itu. Pemanfaatan Pokir untuk pembangunan insfrastruktur jalan akan membantu percepatan program betonisasi di Kabupaten Sidoarjo. Ia juga yakin jika seluruh anggota dewan kompak maka akan semakin banyak jalan beton di Kabupaten Sidoarjo. "Saya mengajak teman-teman DPRD, barangkali Pokir nya untuk perbaikan lingkungan, ini bisa buat contoh, ini lebarnya kurang lebih 5 meter, berem jalan kanan kiri yang di cor setengah meter setengah meter, jadi kurang lebih lebar seluruhnya 6 meter dengan anggaran kurang lebih Rp. 1,5 milyar, "ajaknya.Menurut Bupati H. Subandi pemanfaatan Pokir untuk betonisasi lebih baik daripada pavingisasi. Pasalnya jalan beton lebih awet dan mudah perawatannya. "Kepada teman-teman DPRD, daripada Pokir nya digunakan untuk yang lain, lebih baik fokus untuk betonisasi, kalau betonisasi seperti ini dampak perekonomiannya bagus, orang-orang yang lewat juga enak dan perawatannya juga tidak sulit, dan jalan ini minimal 10 tahun belum tentu rusak karena yang lewat mobilnya tidak terlalu besar,"ungkapnya.Bupati H. Subandi juga mengatakan jalan beton yang dibangun lewat Pokir akan menjadi warisan kepemimpinan. Masyarakat akan selalu mengingat nama siapa yang membangun jalan beton di desanya itu. "Pembangunan jalan beton ini juga dapat menjadi peninggalan, barangkali pak Warih nya pensiun, masyarakat akan mengingat jalan ini dulu dibangun pak Warih," ucapnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni/RTLH terus dilakukan. Sasarannya rumah warga tidak mampu yang butuh perbaikan. Pemkab Sidoarjo bersama Baznas Sidoarjo akan segera melakukan perbaikan lewat progam bantuan renovasi RTLH. Bantuan perbaikan meliput perbaikan lantai, dinding dan atap rumah. Perbaikan kamar mandi juga akan dilakukan jika kondisinya tidak layak. Terutama pembuatan septic tank yang sehat pada rumah penerima program tersebut. Selain itu progam bantuan renovasi RTLH, Pemkab Sidoarjo juga getol memberikan bantuan keejahteraan sosial. Salah satunya bantuan kursi roda bagi warga kurang mampu yang memiliki keterbatasan fisik.Minggu pagi, (8/2), progam bantuan renovasi RTLH dan bantuan kursi roda tersebut diserahkan Bupati Sidoarjo H. Subandi. Bantuan kursi roda diserahkan kepada Muslikah warga Desa Keboansikep Kecamatan Gedangan. Sedangkan bantuan perbaikan RTLH menyasar tiga rumah warga di Kecamatan Gedangan. Yakni rumah Lailatul Chusnah di Desa Gedangan serta rumah Suwito dan Tatik Rahayu di Desa Sawotratap. Tiga rumah tersebut dipastikan Bupati H. Subandi untuk segera mendapatkan bantuan perbaikan. “Kondisi kanan kiri (dinding rumah Suwito) masih dari triplek, kita bersama wakil ketua DPRD Sidoarjo, pak Kadinsos, Baznas, Pak Camat hadir, mugi-mugi segera ada perbaikan,”ucap Bupati Subandi usai mengunjungi rumah Suwito.Bupati Subandi memastikan progam bantuan renovasi RTLH seperti ini akan terus berjalan. Hal tersebut telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan warganya tinggal dirumah yang layak huni. Rumah yang memenuhi standar keselamatan, kesehatan dan kenyamanan.“Kami akan terus berupaya memastikan setiap warga, terutama yang tidak mampu untuk mendapatkan bantuan, seperti bantuan renovasi RTLH agar mereka memiliki hunian yang nyaman, aman dan sehat,”ucapnya. Disampaikannya juga progam bantuan renovasi RTLH diprioritaskan pada perbaikan mendesak seperti perbaikan atap rumah dan kamar mandi. Pasalnya saat ini dalam kondisi musim penghujan. Apalagi bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Dengan perbaikan tersebut ia berharap warga dapat menikmati lebaran dengan nyaman dan aman. “Program renovasi RTLH menjadi salah satu wujud nyata untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit,” ujarnya.Lailatul Chusnah merasa bersyukur rumahnya segera diperbaiki. Keinginan ia dan suaminya untuk memperbaiki rumahnya dijawab Pemkab Sidoarjo. Sebenarnya telah lama keinginan untuk merenovasi rumah yang ditinggali puluhan itu. Namun kesulitan ekonomi menjadi halangan untuk dapat menyediakan rumah yang layak bagi lima orang anak-anaknya. “Alhamdulillah mbak, ya senang rumahnya mau dibedah biar layak untuk anak-anak saya,”ucapnya syukur,”ucapnya. Dew/git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sabtu Malam 07/02/2026 Masyarakat Sidoarjo dimanjakan dengan totonan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang digelar di Pendopo Delta Wibawa dengan Dalang Ki Didik Sasmita dari Gresik dengan mengangkat lakon "Semar Mbangun Kayangan.Di tengah-tengah antusias masyarakat penggemar Wayang tampak Bupati Sidoarjo H.Subandi SH.,M.Kn beserta Istri dr. Hj.Sriatun Subandi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo dr. Fenny Apridawati, M.Kes, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing, S.I.K, S.H,M.H, M.Si, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H.Warih Andono, SH serta Kepala OPD se Kabupaten Sidoarjo.Ditandai dengan pemukulan gong serta penyerahan wayang tokoh semar oleh Bupati Subandi kepada Dalang ki Didik Sasmita Aji pagelaran wayang ini pun dimulai.Dalam sambutannya Bupati menyampaikan selain ingin menghibur masyarakat Sidoarjo dalam peringatan Hari Jadi ke 167 Kabupaten Sidoarjo, Bupati juga mengingatkan jika Pagelaran wayang kulit dan festival seni budaya ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia di Kabupaten Sidoarjo.Wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya nasional yang merupakan pusaka berharga yang harus di jaga bersama di mana di dalamnya terkandung nilai moral spiritual yakni kesabaran ketabahan serta kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan hidup."Harapan kami melalui pergelaran ini masyarakat khususnya generasi muda dapat semakin mencintai budaya bangsa menjadikannya sumber inspirasi serta membuka cakrawala baru dalam bentuk sikap hidup yang bijak,", katanyaWayang adalah media untuk menggambarkan perjalanan hidup manusia di jagat raya, untuk itu dengan menyaksikan pertunjukan pada malam ini dengan lakon "Semar Mbangun Kayangan" yang menggambarkan sebuah cerita dengan filosofi mengajarkan bahwa kekuasaan tertinggi bukanlah pada Tahta melainkan pada kemuliaan hati seorang pemimpin demi kesejahteraan rakyat.Dengan Lakon "Semar Mbangun Kayangan" merupakan filosofi yang tepat karena memiliki makna ajaran tentang pembangunan mental dan moral pemimpin (kekuasaan) agar kembali berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan kemegahan fisik atau tahta semata. "Semar sebagai simbol rakyat kecil (wong cilik) melakukan "pembangunan" sejati dengan memperbaiki tatanan kehidupan, menegakkan kebenaran, dan membasmi angkara murka",pungkasnya.Pada pertunjukan ini selain menghadirkan Dalang Ki Didik Sasmita Aji, juga menghadirkan Hiburan Cak Percil CS Sanggar Kreasi Dancer serta masih banyak pertunjukan seni lainnya.yu
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi terus menggenjot percepatan perbaikan jalan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan. Upaya tersebut dilakukan guna menunjang kelancaran roda perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.Kali ini, Bupati Subandi melakukan sidak di beberapa ruas jalan, di antaranya Jalan Muncul, ruas Jalan Gedangan–Betro di Kecamatan Gedangan, serta ruas Jalan Pagerwojo–Entalsewu di Kecamatan Sidoarjo, Sabtu (7/2/2026).Percepatan perbaikan jalan tersebut didampingi oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo. H.Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan penanganan jalan rusak agar tidak membahayakan masyarakat.“Saya bersama Dinas PUBM Sidoarjo akan segera melakukan perbaikan jalan yang rusak di Desa Gedangan hingga perbatasan Desa Betro agar tidak ada lagi lubang di jalan,” ujar H. Subandi saat sidak di Desa Gedangan.Ia menambahkan, perbaikan ruas Jalan Gedangan hingga perbatasan Desa Betro akan dilakukan dengan pengaspalan sepanjang 3,7 kilometer. Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan perawatan infrastruktur tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di masyarakat.“Dengan kerja sama antara pihak kecamatan, kelurahan, RT/RW, dan masyarakat, ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam semangat Bangun Desa, Bangun Kota,” tegasnya.Lebih lanjut, H. Subandi menyampaikan bahwa dalam minggu ini dirinya akan terus melakukan sidak di lima kecamatan yang menerima laporan jalan rusak, yakni Kecamatan Waru, Gedangan, Buduran, Sidoarjo, dan Sedati.“Saya akan terus memantau jalan yang rusak di lima kecamatan tersebut. Dalam minggu ini harus segera diselesaikan pengerjaannya, dan minggu selanjutnya kita akan bergerak ke ruas jalan rusak lainnya,” tambahnya.Bupati Subandi berharap seluruh pengerjaan perbaikan jalan dapat rampung sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman. Ia juga menegaskan agar kualitas material dan pengerjaan tetap menjadi prioritas utama.“Saya berharap sebelum lebaran nanti seluruh ruas jalan yang rusak di beberapa wilayah kecamatan dapat selesai pengerjaannya. Kita akan terus memonitor mulai dari kualitas bahan material hingga proses pengaspalan agar hasilnya lebih awet dan bertahan lama,” tutup H. Subandi.(Son/Dew)
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo menyampaikan bahwa mulai minggu ini, perbaikan jalan akan dilakukan secara serentak di 16 ruas yang tersebar di sejumlah kecamatan, Rabu (4/2/2026).“Alhamdulillah, besok kami mulai menangani 16 ruas jalan yang berada di wilayah Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Sedati, dan Waru. Pekerjaan ini akan kami laksanakan secara serentak oleh Dinas PUBMSDA,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, M.Makhmud.Ia menjelaskan, perbaikan jalan tersebut tidak hanya dilakukan melalui Dinas PUBMSDA, namun juga akan berjalan simultan dengan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Pada minggu berikutnya, Dinas PUBMSDA kembali akan menangani 15 ruas jalan tambahan secara bersamaan.“Insyaallah minggu ini 16 ruas, minggu depan kami lanjutkan lagi 15 ruas. Sementara itu, teman-teman camat juga akan bergerak melalui PIWK. Harapannya, sesuai arahan Bupati Sidoarjo, sebelum Hari Raya seluruh perbaikan ini sudah selesai sehingga bisa dinikmati masyarakat,” jelasnya.Meski fokus pada 16 ruas jalan yang telah ditetapkan, Dinas PUBMSDA tetap membuka kemungkinan penanganan darurat pada titik-titik yang dinilai sangat mendesak. Penambalan jalan akan dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.Untuk memastikan kelancaran pekerjaan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan desk bersama para camat guna memetakan kewenangan penanganan jalan, baik yang ditangani langsung oleh Dinas PUBMSDA maupun melalui PIWK.“Semua sudah kami petakan, tinggal menyinkronkan agar pelaksanaannya bisa berjalan simultan dan optimal,” katanya.Terkait penanganan Jalan Lingkar Timur yang saat ini menjadi perhatian publik, Dinas PUBMSDA juga menyiapkan langkah percepatan dengan dukungan satuan tugas (satgas) serta koordinasi lintas sektor. Bahkan, pihaknya berharap adanya penambahan anggaran guna mempercepat penanganan di kawasan tersebut.Selain itu, Kepala Dinas PUBMSDA mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan perencanaan untuk sekitar 25 paket pekerjaan jalan yang ditargetkan rampung pada Maret 2026. Setelah seluruh perencanaan selesai, proses lelang akan dilakukan secara serentak.“Ke depan, pola ini juga akan kami terapkan untuk perencanaan tahun 2027. Kami sudah berkoordinasi dengan Bappeda agar perencanaan bisa dianggarkan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Dengan sistem serentak, penanganan lebih cepat, lelang lebih cepat, dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Son).
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo memberikan perhatian serius terhadap para Lansia/Lanjut Usia. Program pemberdayaan Lansia terus didorong. Karang Werda sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan kembali diperkuatnya. Agar Lansia di Sidoarjo tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Pemkab Sidoarjo sendiri ingin mewujudkan kabupaten ramah Lansia dengan Usia Harapan Hidup/UHH Lansianya yang terus meningkat.Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta Wara Kusuma mengatakan Komisi Daerah/Komda Lansia Kecamatan akan kembali dihidupkannya. Tugasnya untuk kembali mengaktifkan keberadaan Karang Werda yang ada. Ia menilai selama ini pemberdayaan Lansia di setiap kecamatan kurang terlihat. Oleh karenanya lewat Komda Lansia Kecamatan yang diketuai Sekretaris Camat/Sekcam akan digerakkannya. “Kami ingin kembali menghidupkan (Komda Lansia Kecamatan) yang selama ini program-program di kecamatan belum terlihat sehingga keberadaan beliau-beliau yang Lansia itu bisa tetap produktif,” ucap Mharta saat menghadiri Rapat Koordinasi/Rakor Program Kerja Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo yang digelar di ruang Delta Karya Setda Sidoarjo, Rabu, (4/2).Oleh karenanya Mharta meminta seluruh Sekcam yang hadir dalam Rakor tersebut kembali memperkuat peran Karang Werda di wilayahnya masing-masing. Program pemberdayaan Lansia diharapkan dapat dilakukan Karang Werda di masing-masing wilayah. Dikatakannya para Lansia masih tetap dibutuhkan kontribusinya terhadap pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Salah satu peran penting Lansia pada aspek pembangunan sosial dan kemasyarakatan.“Jumlah para Lansia ini kan semakin banyak, kita juga belum maksimal memberdayakan mereka padahal para kontribusi para Lansia masih dibutuhkan,”ucapnya. Mharta menegaskan Pemkab Sidoarjo akan mendukung program pemberdayaan Lansia. Dalam Rakor kali ini ia berharap program pemberdayaan Lansia dapat tersusun dengan baik. Oleh karenanya ia meminta masing-masing Sekcam dapat memberikan saran dan masukan terhadap program kerja yang akan dijalankan Komda Lansia Kabupaten. “Komda Lansia ini kan dibawah Dinas Sosial Sidoarjo, dan kami akan support kegiatan-kegiatan dari Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo,”ucapnya.Ketua Harian Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo Suyadi mengatakan pemberdayaan Lansia menjadi salah satu fokus program kerja Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 ini. Oleh karenanya keberadaan Karang Werda di setiap desa akan kembali diaktifkan. Dikatakannya Karang Werda menjadi tempat berkumpulnya para Lansia disetiap desa atau kelurahan. Tugas dan fungsinya membentuk kegiatan pembinaan dan pemberdayaan Lansia agar kehidupan para Lansia tetap mandiri, berguna dan berkualitas.“Karang Werda merupakan lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra kerja pemerintah desa atau kelurahan dalam rangka membantu upaya peningkatan dan pemberdayaan Lansia,”ucapnya.Suyadi juga mengatakan keberadaan Karang Werda benar-benar dapat dirasakan manfaatnya jika mampu menjalankan program kerjanya dengan baik. Ia melihat perkembangan Karang Werda di setiap desa maupun kelurahan berbeda-beda. Ada yang mampu menampilkan kinerja yang menggembirakan seperti Karang Werda Kelurahan Sekardangan. Karang Werda Yudhistira Kelurahan Sekardangan tersebut mampu berprestasi di tingkat nasional. Namun ada juga Karang Werda yang sudah dibentuk beberapa tahun lamanya tetapi belum mampu menunjukkan kegiatan yang berarti. Oleh karenanya ia meminta perhatian pemerintah agar keberadaan Karang Werda lebih optimal dalam menaungi para Lansia.“Sekarang komunitas Lansia itu semakin banyak, supaya mandiri diharapkan ada upaya-upaya dari pemerintah terhadap keberadaan para Lansia ini,” ucapnya. git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Program Beasiswa Tahun 2026. Program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tersebut menyasar sebanyak 4.000 penerima manfaat dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan dalam APBD Tahun 2026, Rabu (4/2/2026).Program Beasiswa ini bertujuan untuk mencetak generasi Sidoarjo yang cerdas, berkualitas, dan berdaya saing guna mendukung percepatan pembangunan manusia di Kabupaten Sidoarjo. Melalui program ini, Pemkab Sidoarjo berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.Beasiswa diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang menempuh pendidikan di jenjang perguruan Tinggi, dengan kategori penerima meliputi mahasiswa berprestasi akademik maupun nonakademik, mahasiswa dari keluarga kurang mampu, serta jalur keagamaan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menyediakan Beasiswa Yatim bagi peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat, baik negeri maupun swasta.Khusus Beasiswa Yatim, proses pendaftaran dilakukan melalui admin sekolah masing-masing, sehingga tidak dapat diajukan secara mandiri oleh peserta didik. Hal ini dilakukan untuk memastikan validitas data dan ketepatan sasaran penerima bantuan.Pelaksanaan pendaftaran Beasiswa Tahun 2026 dibuka mulai tanggal 1 Februari hingga 28 Februari 2026 dan dilakukan secara online melalui laman resmi beasiswa di alamat beasiswasidoarjokab.go.id. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan melengkapi seluruh persyaratan yang telah ditentukan sesuai jadwal pendaftaran.Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan dengan program ini artinya tidak boleh lagi ada anak-anak Sidoarjo yang gagal untuk melanjutkan Pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi, dengan beasiswa ini pemerintah igin memastikan anak-anak muda yang berprestasi memiliki semangat belajar yang tinggi serta dapat melangkah lebih jauh dalam menuntut ilmu.Dengan beasiswa ini merupakan aksi bagi anak-anak yang tergolong tidak mampu yang mana pemerintah telah memberikan sejumlah kemudahan dan bantuan dengan program-program untuk masyarakat sebagai bagian dari penanggulangan kemiskinan antaranya adalah bantuan operasional sekolah kemudian pemerintah memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu keagamaan akademik maupun non akademik.“Pemerintah telah melakukan investasi pada SDM, biarkan kita bisa bersaing dengan daerah-daerah yang lain yang artinya kita ingin pengangguran kita terus menurun, kalau anak-anak kita berbekal SDM yang mumpuni tentu akan mempunyai skill. Dan hari ini kita sudah memberikan modal yang artinya pemerintah akan mengangkat SDM, dan anak-anak tugasnya belajar yang giat dan meningkatkan prestasi dan inovasi dengan kemampuan yang dimiliki untuk berguna setelah tamat Pendidikan,” Ucap H.Subandi.Dengan adanya Program Beasiswa ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta menciptakan generasi muda yang mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah di masa mendatang. (Son)
Selengkapnya
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Pergelaran Wayang Kulit dan Festival Seni Budaya pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo..Kegiatan ini menampilkan pertunjukan wayang kulit Ki Campursari Toto Aji, hiburan Cak Percil Cs, penampilan Sanggar Kreasi Dancer, dan dipandu oleh MC Efan dan MC Manda. .Melalui kegiatan ini, Pemkab Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan Harjasda ke-167, sekaligus mendukung pelestarian seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Kabupaten Sidoarjo.
Selengkapnya
2 Februari 2026KOMINFO, Sidoarjo - Di banyak desa di Kabupaten Sidoarjo—dari kampung pesisir hingga wilayah agraris pedalaman—waktu tidak hanya diukur oleh kalender dan jam. Waktu juga ditandai oleh ritus kolektif: slametan desa, bersih desa, tahlilan, hingga selamatan gunungan. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan mekanisme sosial yang menjaga keseimbangan spiritual, solidaritas warga, dan identitas Islam Nusantara yang hidup di tengah masyarakat.Di tengah modernisasi dan industrialisasi yang cepat, ritual-ritual ini tetap bertahan—bahkan menemukan relevansi barunya.Slametan Desa: Kebersamaan yang Senyap tapi KuatIstilah slametan berasal dari kata Jawa slamet, yang berarti selamat, tenteram, dan sejahtera. Di desa-desa Sidoarjo, slametan digelar pada momen-momen penting: awal musim tanam, panen, peristiwa desa, hingga doa keselamatan bersama.Antropolog Koentjaraningrat menempatkan slametan sebagai inti kehidupan sosial Jawa.“Slametan adalah upacara terpenting dalam sistem religi masyarakat Jawa karena berfungsi menjaga keseimbangan sosial dan harmoni hidup bersama.”— Koentjaraningrat, Kebudayaan JawaDalam praktiknya, semua warga duduk sejajar, makan dari hidangan yang sama, dan memanjatkan doa yang sama. Tidak ada jarak status sosial. Kebersamaan itu tidak riuh, tetapi justru kuat karena dilakukan berulang kali lintas generasi.Bersih Desa: Merawat Ruang, Merawat HubunganRitual bersih desa di Sidoarjo menggabungkan kerja bakti, doa bersama, dan makan kolektif. Lingkungan fisik dibersihkan, tetapi yang lebih penting adalah relasi sosial yang dirawat.Sejarawan budaya Jawa Timur Agus Sunyoto melihat tradisi semacam ini sebagai bentuk etika sosial masyarakat Nusantara.“Tradisi bersih desa bukan sekadar ritual simbolik, melainkan cara masyarakat membangun tanggung jawab kolektif terhadap ruang hidupnya.”— Agus Sunyoto, sejarawan & budayawanBersih desa menjadi ruang temu lintas generasi. Anak-anak belajar bahwa desa bukan milik individu, tetapi milik bersama—dan karena itu harus dijaga bersama.Tahlilan Kolektif: Empati Sosial dalam Waktu DukaSaat duka datang, desa tidak membiarkan warganya sendirian. Tahlilan menjadi ruang kolektif untuk berdoa sekaligus menunjukkan empati sosial. Warga hadir, membantu, dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.Cendekiawan Muslim KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menegaskan makna sosial dari tradisi semacam ini:“Agama di Indonesia hidup bukan hanya di kitab, tetapi di tradisi sosial yang menguatkan kemanusiaan.”— KH. Abdurrahman WahidDi desa-desa Sidoarjo, tahlilan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga mekanisme sosial untuk menjaga kohesi komunitas.Gunungan Tempe Sedengan–Mijen–Krian: Simbol Syukur dan Identitas RakyatDi wilayah Sedengan, Mijen, dan Krian, slametan menemukan ekspresi khas melalui Selamatan Gunungan Tempe. Tempe—pangan rakyat—disusun menjadi gunungan, didoakan, lalu dibagikan kepada warga.Tokoh budaya Sidoarjo, (alm.) Mbah Sastro, sesepuh desa Sedengan, pernah menyebut makna gunungan tempe dengan sederhana:“Gunungan tempe itu doa yang bisa dimakan bersama. Supaya rezeki tidak berhenti di satu tangan.”Pernyataan ini mencerminkan filosofi dasar tradisi: syukur, kebersamaan, dan keadilan sosial. Tempe dipilih karena ia merakyat, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan menjadi simbol ketahanan pangan lokal.______________Islam Nusantara yang Hidup di DesaRitual slametan, bersih desa, tahlilan, dan gunungan tempe menunjukkan wajah Islam Nusantara—Islam yang tumbuh bersama budaya lokal, bukan meniadakannya.Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj menegaskan:“Islam Nusantara adalah Islam yang ramah budaya, tidak memutus tradisi, tetapi memaknainya.”Di Sidoarjo, Islam hadir di masjid, pesantren, sekaligus di dapur warga, balai desa, dan halaman tempat gunungan tempe dibagikan.Makna bagi Generasi MudaBagi generasi muda, tradisi desa mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya terdapat nilai-nilai besar:• Kebersamaan di tengah individualisme• Empati sosial di era digital• Identitas kolektif di tengah perubahan cepatTradisi desa bukan romantisme masa lalu, melainkan arsitektur sosial yang membuat masyarakat tetap utuh.Referensi & Sumber• Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa• Clifford Geertz, The Religion of Java• Arsip & kajian Islam Nusantara – PBNU• Dokumentasi budaya desa Sedengan–Mijen–Krian, Sidoarjo• Wawancara dan penuturan tokoh budaya lokal• Dinas Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 984367