Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Salah satu upaya itu dilakukan melalui RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo yang kini menggencarkan layanan medical check up (MCU) dengan beragam pilihan paket untuk masyarakat. Penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati Subandi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat. Saat ini layanan medical check up RSUD Notopuro dipusatkan di Gedung Diagnostik Terpadu lantai 4. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, baik untuk kebutuhan deteksi dini maupun pemeriksaan rutin. Wakil Direktur Pelayanan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati mengatakan medical check up saat ini menjadi salah satu layanan yang terus didorong rumah sakit. "Saat ini kami sedang menggencarkan layanan medical check up. Layanan di Gedung Diagnostik Terpadu lantai 4. Kami ada paket-paket layanan MCU dengan harga yang bersaing," kata dr Prima, Rabu (27/5/2026). Medical check up menjadi langkah penting bagi masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan sejak dini. Dengan pemeriksaan berkala, sejumlah potensi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih tepat. Selain memperkuat layanan di rumah sakit, RSUD Notopuro tahun ini juga menyiapkan inovasi baru melalui kehadiran MCU Mobile. Layanan tersebut nantinya menggunakan mobil medical check up yang dirancang untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan ke masyarakat. "Tahun ini kami juga akan menghadirkan MCU Mobile dengan adanya mobil MCU sehingga lebih mendekatkan layanan MCU ke pengguna," ungkapnya. Kehadiran MCU Mobile diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan. Dengan layanan bergerak itu, pemeriksaan kesehatan nantinya dapat dilakukan lebih dekat di tengah masyarakat sesuai kebutuhan. (ega/ega) Baca artikel detiknews, "RSUD Notopuro Sidoarjo Perkuat Layanan Medical Check Up" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8507679/rsud-notopuro-sidoarjo-perkuat-layanan-medical-check-up.
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Langit malam bagi masyarakat modern mungkin hanya hamparan bintang yang dinikmati sesaat. Namun bagi masyarakat Nusantara masa lampau, langit adalah peta, kalender, sekaligus sumber pengetahuan. Melalui pengamatan yang diwariskan turun-temurun, mereka membaca musim, menentukan waktu bercocok tanam, hingga mengatur aktivitas sosial dan ritual keagamaan. Pengetahuan itulah yang diangkat dalam Seminar Hasil Kajian Koleksi Etnografika bertajuk “TATAL: Membaca Astronomi Lokal melalui Teknologi Tradisional” yang diselenggarakan UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Kamis (4/6/2026).Seminar yang berlangsung di Museum Negeri Mpu Tantular, Buduran, Sidoarjo, menghadirkan dua peneliti, Dr. Lucy Dyah Hendrawati, S.Sos., M.Kes. dari Universitas Airlangga dan Laras Aridhini, S.Ant., M.A., periset antropologi dan pengetahuan kebudayaan. Keduanya memaparkan hasil kajian mengenai Tatal, sebuah artefak tradisional yang menyimpan pengetahuan astronomi lokal masyarakat Nusantara.Bagi sebagian orang, Tatal mungkin tampak sebagai benda sederhana. Namun di balik bentuk fisiknya tersimpan kecerdasan budaya yang berkembang dari pengalaman panjang masyarakat dalam memahami alam.Menurut Dr. Lucy Dyah Hendrawati, masyarakat tradisional memiliki kemampuan observasi yang luar biasa terhadap fenomena alam yang terjadi di sekeliling mereka.“Pengetahuan astronomi lokal lahir dari hubungan yang sangat dekat antara manusia dan lingkungannya. Masyarakat membaca perubahan alam secara terus-menerus dan mengubahnya menjadi sistem pengetahuan yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.”Kemampuan membaca pergerakan benda-benda langit tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai perangkat tradisional yang berfungsi sebagai alat bantu penentuan waktu maupun penanda musim.Laras Aridhini menjelaskan bahwa artefak seperti Tatal menunjukkan bagaimana teknologi tradisional berkembang dari kebutuhan praktis masyarakat.“Benda-benda etnografika tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga menjadi media penyimpan pengetahuan. Melalui koleksi seperti Tatal, kita dapat memahami bagaimana masyarakat lokal membangun cara pandang terhadap ruang, waktu, dan alam semesta.”Warisan Pengetahuan yang Tersimpan dalam ArtefakDi tengah berkembangnya teknologi modern, pengetahuan tradisional sering kali terlupakan. Padahal, berbagai koleksi museum menyimpan jejak intelektual masyarakat masa lalu yang tidak kalah penting dibandingkan teknologi masa kini.Agustin Tri Ariyani dari Museum Negeri Mpu Tantular, menilai bahwa kajian terhadap koleksi museum merupakan upaya untuk mengungkap kembali lapisan makna yang tersimpan di balik sebuah artefak.“Artefak tradisional seperti Tatal tidak hanya merekam teknologi masyarakat masa lalu, tetapi juga cara berpikir, cara membaca alam, dan sistem pengetahuan yang berkembang di lingkungannya. Karena itu, kajian terhadap koleksi museum menjadi penting untuk membuka kembali makna yang tersimpan di balik benda budaya.”Menurut Ariyani, museum pada masa kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan penelitian dan menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.“Warisan budaya tidak hanya hadir dalam bentuk bangunan atau benda kuno, tetapi juga dalam sistem pengetahuan yang diwariskan antargenerasi. Koleksi museum menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana masyarakat Nusantara membangun pengetahuan tentang alam, ruang, waktu, dan kehidupan.”Astronomi Lokal dan Kearifan NusantaraJauh sebelum hadirnya teleskop modern, masyarakat Nusantara telah mengembangkan berbagai metode untuk memahami fenomena langit. Pengetahuan mengenai peredaran matahari, bulan, dan gugusan bintang menjadi dasar dalam menentukan musim tanam, waktu melaut, hingga pelaksanaan berbagai tradisi adat.Dalam perspektif antropologi, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak selalu lahir dari institusi formal, melainkan juga tumbuh dari pengalaman hidup masyarakat yang berlangsung selama berabad-abad.Tatal menjadi bukti bahwa masyarakat masa lalu mampu menciptakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan zamannya. Melalui pengamatan yang berulang dan diwariskan lintas generasi, lahirlah berbagai sistem pengetahuan yang membantu manusia beradaptasi dengan lingkungannya.Museum sebagai Jembatan Masa Lalu dan Masa DepanSeminar hasil kajian koleksi etnografika ini menjadi bagian dari komitmen Museum Mpu Tantular dalam mengembangkan fungsi edukasi dan penelitian. Melalui kajian ilmiah, museum berupaya menghadirkan informasi yang lebih mendalam mengenai koleksi yang dimilikinya sehingga tidak hanya dipandang sebagai benda pajangan, tetapi juga sumber ilmu pengetahuan.Tatal menjadi contoh bagaimana sebuah artefak sederhana dapat membuka pemahaman tentang kecanggihan masyarakat Nusantara dalam membaca fenomena alam. Pengetahuan tersebut lahir bukan dari laboratorium modern, melainkan dari pengalaman panjang, pengamatan yang cermat, dan kearifan yang diwariskan lintas generasi.Di tengah kemajuan teknologi digital, kajian seperti ini menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang tumbuh dari kebudayaannya sendiri. Langit yang sama yang kita lihat hari ini pernah menjadi ruang belajar bagi leluhur Nusantara untuk memahami dunia.Melalui Tatal, Museum Mpu Tantular mengajak masyarakat kembali menengok warisan intelektual masa lalu, sekaligus menyadari bahwa kemajuan peradaban tidak hanya dibangun oleh teknologi modern, tetapi juga oleh pengetahuan lokal yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad. (Irwan Susanto)
SelengkapnyaSidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan darurat Call Center 112 sebagai upaya menghadirkan respons cepat bagi masyarakat. Layanan bebas pulsa yang siaga 24 jam itu dapat digunakan warga untuk melaporkan kondisi darurat. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Call Center 112 Sidoarjo mencatat total 9.812 panggilan yang dijawab petugas. Dari jumlah itu, sebanyak 1.033 panggilan merupakan laporan gawat darurat. Sementara 1.006 panggilan lainnya merupakan laporan non-gawat darurat. Adapun 6.892 panggilan tercatat sebagai prank call atau ghost call.Mayoritas laporan masyarakat antara lain terkait permasalahan PJU, evakuasi hewan, jalan rusak, darurat medis, kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pohon tumbang, dan sejumlah peristiwa lainnya.Pemkab Sidoarjo pun memastikan layanan siaga penuh selama 24 jam untuk menerima setiap laporan yang masuk dari masyarakat. "Call Center 112 ini kami siagakan penuh selama 24 jam. Tujuannya agar masyarakat bisa segera mendapatkan akses layanan saat menghadapi kondisi darurat maupun membutuhkan bantuan cepat," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo, Jumat (29/5/2026).Eri menjelaskan, setiap laporan yang masuk langsung diteruskan dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah maupun instansi terkait sesuai kebutuhan penanganan. Hal tersebut sejalan dengan arahan dan dukungan Bupati Sidoarjo, Subandi. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar, Dinas Kesehatan, PMI, Satpol PP hingga perangkat teknis lainnya bergerak bersama dalam satu koordinasi untuk merespons laporan warga. "Ketika laporan masuk, langsung kami teruskan ke OPD atau tim terkait yang menangani," terangnya.Keberadaan layanan 112 pun memberi manfaat besar bagi warga Sidoarjo, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran, bencana, gangguan keamanan hingga kebutuhan penanganan cepat lainnya. Terbukti dari banyaknya masyarakat yang melaporkan kedaruratan lewat call center tersebut.Dengan layanan yang siaga 24 jam dan dukungan koordinasi lintas OPD, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat semakin mudah menjangkau bantuan dan mendapat respons cepat kapan pun dibutuhkan. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Call Center 112 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8510510/call-center-112-sidoarjo-siaga-24-jam-layani-warga.
SelengkapnyaJakarta - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi, pendampingan, hingga penguatan layanan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo di bawah arahan Bupati Subandi untuk menciptakan lingkungan yang aman.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo Heni Kristiani mengatakan berbagai langkah pencegahan terus dilakukan dan melibatkan lintas sektor."Kami terus bergerak melakukan penguatan pencegahan dan penanganan bersama seluruh mitra. Termasuk mengintegrasikan layanan hotline PPA dengan lintas sektor terkait," kata Heni, Minggu (31/5/2026).Sepanjang 2026 hingga Mei, Dinas P3AKB mencatat 138 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah tersebut, kasus kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi yang tertinggi sebanyak 46 kasus. Sementara kasus pencabulan menyusul dengan 30 kasus. Kekerasan berbasis gender online juga menjadi perhatian."Kasus KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online) mengalami tren kenaikan dari 5 kasus pada 2023, menjadi 8 kasus di 2025. Hingga Mei 2026, sudah terkumpul 4 kasus, menunjukkan ancaman digital semakin nyata," ungkap Heni.Pemkab Sidoarjo pun rutin menggelar pertemuan koordinasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sosialisasi juga terus digencarkan ke sekolah-sekolah dan masyarakat agar upaya pencegahan semakin luas menjangkau keluarga dan lingkungan sekitar."Kami turun langsung ke sekolah dan masyarakat untuk menggerakkan pencegahan," ungkap Heni.Pihaknya juga memperkuat kapasitas petugas layanan melalui pelatihan manajemen penanganan kasus dan trauma healing. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar korban bisa mendapat pendampingan secara cepat dan tepat.Selain itu, PUSPAGA Rinata atau Pusat Pembelajaran Keluarga Rumah Informasi Kita terus dimaksimalkan. Langkah tersebut sejalan dengan dukungan dan arahan Bupati Sidoarjo Subandi agar perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian bersama."Kami juga melakukan pembentukan (DRPPA) Desa Ramah Perempuan Peduli Anak di desa dan kelurahan sebagai upaya perlindungan," pungkas Heni. (akd/akd) Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Perkuat Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8512791/pemkab-sidoarjo-perkuat-pencegahan-kekerasan-pada-perempuan-dan-anak.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat iklim investasi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Sidoarjo Subandi, berbagai langkah dilakukan agar investasi di Kota Delta tetap tumbuh sekaligus memberi kepastian bagi pelaku usaha. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 3,77 triliun dari target tahun ini yang sebesar Rp 15,7 triliun. Kontributor terbesar berasal dari sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran senilai Rp 716,12 miliar. Disusul industri logam dasar dan barang logam bukan mesin Rp 675,22 miliar, industri makanan Rp 637,13 miliar, industri karet dan plastik Rp 416,73 miliar, serta industri kertas dan percetakan Rp 396,46 miliar. Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo Ridho Prasetyo mengatakan, capaian itu didorong melalui strategi jemput bola kepada para pelaku usaha. "Jadi kami melakukan jemput bola ke pelaku usaha-usaha untuk pendampingan pelaporan investasinya supaya satu datanya valid, yang kedua juga pelaporannya betul. Sehingga catatan realisasi investasi kami itu akhirnya valid semua," kata Ridho, Selasa (2/6/2026). Pendampingan itu dilakukan intensif pada masa pelaporan setiap triwulan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga aktif memfasilitasi berbagai kendala yang dihadapi investor, seperti terkait persoalan perizinan hingga koordinasi dengan dinas teknis. "Kalau pelaku usaha ini juga kami fasilitasi kalau mereka punya kendala. Jadi kami tidak berhenti jika ada pelaku usaha yang izinnya terkendala atau butuh fasilitasi koordinasi dengan dinas teknis dalam proses izinnya, itu kami fasilitasi," bebernya. Ridho menjelaskan, dukungan terhadap investasi juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo Subandi. Pemantauan dilakukan rutin untuk memastikan hambatan di lapangan bisa segera diselesaikan. "Jadi memang dipantau bagaimana kondisi-kondisi, kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha itu seperti apa. Terus apakah pendampingannya sudah dilaksanakan sampai dengan selesai. Itu rutin," jelasnya. Tak hanya itu, DPMPTSP juga berkoordinasi dengan lintas OPD terkait, seperti Dinas P2CKTR hingga BPN untuk memetakan pelaku usaha yang sudah memiliki izin, termasuk fasilitasi dan koordinasi terkait sejumlah persoalan perizinan. Pendekatan kolaboratif juga diterapkan untuk pelaku usaha mikro di tingkat kecamatan dan desa. Pemkab menghadirkan layanan jemput bola kolaborasi yang mencakup pendampingan perizinan, PIRT, sertifikasi halal, merek dagang hingga akses perbankan. "Jadi ketika ada usaha mikro yang membutuhkan itu, kami melakukan sosialisasi atau jemput bola pelayanan di kecamatan. Sudah satu paket di situ," terang Ridho. Di tingkat regional, Pemkab Sidoarjo juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan BKPM agar pelaporan maupun pengawasan investasi berjalan sinkron. Kolaborasi ini penting, mengingat Sidoarjo menjadi salah satu daerah industri penopang realisasi investasi di Jawa Timur bersama Gresik dan Pasuruan. Melalui pendampingan yang konsisten, kemudahan layanan, hingga dukungan langsung dari Bupati Subandi, Pemkab Sidoarjo optimistis target investasi Rp 15,7 triliun pada 2026 dapat tercapai. (anl/ega) Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Genjot Investasi, Triwulan I 2026 Capai Rp 3,77 Triliun" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8514332/pemkab-sidoarjo-genjot-investasi-triwulan-i-2026-capai-rp-3-77-triliun.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemkab Sidoarjo menggenjot program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2026 dengan menyasar ratusan unit rumah warga di 18 kecamatan. Untuk memastikan tepat sasaran, Bupati Sidoarjo Subandi pun aktif meninjau langsung kondisi rumah penerima manfaat di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kecamatan Tarik. Beberapa waktu lalu ia mendatangi rumah Abdul Kholik (64), warga Kecamatan Tarik yang tinggal bersama empat anaknya. Ia melihat langsung kondisi rumah berdinding anyaman bambu yang telah lapuk. Subandi juga mengunjungi rumah Suwondo (56), seorang petani yang tinggal seorang diri dengan kondisi hunian yang memerlukan perbaikan. Hal itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo mengawal langsung program penanganan RTLH yang tahun ini menyasar ratusan rumah warga di berbagai kecamatan. "Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang beruntung, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak," kata Subandi, Rabu (3/6/2026). "Targetnya 494 unit rumah ditangani melalui APBD Kabupaten Sidoarjo dan 105 unit dari APBN," jelasnya. Penerima manfaat program ini tersebar di 18 kecamatan seluruh wilayah Sidoarjo. "Penerima manfaat adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang rumahnya tidak layak huni, kemudian dengan beberapa kondisi seperti lantai, dinding, atap, dapur, dan jambannya tidak memadai," bebernya. Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Sidoarjo untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan rumah yang lebih layak dan sehat, warga diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Genjot Perbaikan Ratusan RTLH untuk Masyarakat" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8516664/pemkab-sidoarjo-genjot-perbaikan-ratusan-rtlh-untuk-masyarakat.
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Hj. Mimik Idayana sebagai wakil bupati Sidoarjo menjadi inspiratif bagi SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman. Mereka ingin belajar bagaimana perempuan dapat menjadi sosok yang kuat dan inspiratif dalam dunia pendidikan dan kepemimpinan ditengah masyarakat. SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman berharap perjalanan hidup Wabup Hj. Mimik Idayana sampai diposisi saat ini dapat menjadi kisah inspiratif bagi siswa siswinya. Pagi tadi, lembaga pendidikan Muhammadiyah itu mengundang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya, Rabu, (3/6). Perbincangan inspiratif yang dipandu Hana Nusaibah Abdillah itu berlangsung hangat di ruang Perpustakaan SD Muhammadiyah 3 Ikrom. Berbagai pertanyaan dikulik dari Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana oleh siswi kelas 3 SD tersebut. Seperti motivasi pertama dari Wabup Hj. Mimik Idayana dalam dunia kepemimpinan dan pelayan masyarakat. Pertanyaan pembuka tersebut langsung dijawab dengan tegas Wabup Hj. Mimik Idayana bahwa seorang manusia harus dapat bermanfaat bagi sesamanya. “Kita hidup didunia harus dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, inshaalloh apa yang kita lakukan di ridhai Allah SWT,” ucapnya.Wabup Hj. Mimik Idayana juga menjawab pentingnya pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Menurutnya pendidikan merupakan pondasi utama membangun masa depan yang cerah. Oleh karenanya pendidikan harus ditanamkan sejak dini. Salah satunya pendidikan karakter yang akan membentuk pribadi yang berakhlak mulia. “Pendidikan sangatlah penting untuk mengangkat derajat kita, namun untuk mencapai itu harus dimulai dengan pendidikan akhlak sejak dini,” ujarnya.Dalam podcast SD Muhammadiyah 3 Ikrom itu Wabup Hj. Mimik Idayana meminta generasi muda untuk terus berjuang meraih mimpinya. Ia juga meminta guru dapat menjadi sosok yang dapat membantu anak didiknya meraih mimpinya tersebut. Ia juga meminta siswa-siswi sekolah harus terus semangat belajar. Selain itu jangan takut bermimpi. Terus berjuang meraih mimpi harus selalu ada dalam jiwa generasi muda.“Kepada anak-anak ku semua jangan lelah belajar, mimpilah setinggi tingginya sampai tercapai apa yang dicita-citakan,”pesannya. Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan saat ini sudah masuk era digital. Generasi muda harus dapat memanfaatkan era tersebut dengan baik. Jangan sampai terlena dengan dunia serba digital saat ini. Semisal dengan terus bermain hp tanpa tahu waktu. Era digital saat ini dimintanya untuk dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran. “Manfaatkan era digital ini untuk mencari ilmu, jangan terlena dengan permainan-permainan yang menjebak, anak-anakku harus bisa mengatur kapan waktunya belajar dan bermain,” pesannya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi menerima audiensi PT. Minarak Lapindo Jaya terkait penyelesaian berbagai aspirasi masyarakat terdampak lumpur Lapindo di Delta Wicaksana, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (3/6/2026).Audiensi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Direktur PT. Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo, BPN Sidoarjo, Bappeda Sidoarjo, serta unsur Forkopimda Sidoarjo.Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membentuk tim satgas untuk mengawal berbagai aspirasi masyarakat dengan mengedepankan data yang akurat serta koordinasi lintas instansi.Menurutnya, berbagai keterangan dan masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan ditelaah dan diverifikasi agar setiap langkah penyelesaian dapat dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan yang berlaku."Kami akan memastikan seluruh data yang disampaikan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Berbagai persoalan yang masih menjadi aspirasi masyarakat akan kami pelajari bersama pihak-pihak terkait agar dapat ditemukan solusi terbaik," ujar Subandi.Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah berkas dan data yang berkaitan dengan proses penyelesaian hak-hak masyarakat akan dievaluasi lebih lanjut dan melalui tim Satgas. Jika diperlukan, Pemkab Sidoarjo akan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi untuk melakukan verifikasi sehingga seluruh proses berjalan secara transparan dan akuntabel.Selain itu, berbagai aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan penyelesaian persoalan warga terdampak lumpur Lapindo akan terus dikaji bersama pemerintah, Forkopimda, serta pihak terkait lainnya agar tetap sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Sementara itu, perwakilan PT Minarak Lapindo, Bambang Prasetyo Widodo, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang kembali membuka ruang komunikasi melalui Satgas penanganan persoalan masyarakat terdampak lumpur Lapindo.Menurutnya, keberadaan Satgas menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh penjelasan atas berbagai persoalan yang selama ini masih menjadi perhatian warga."Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo karena Satgas kembali dibuka. Dengan adanya forum ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai aspirasi dan pertanyaan sehingga dapat memperoleh penjelasan yang lebih jelas," ungkapnya.Wiwid sapaan akrab Bambang Prasetyo Widodo menjelaskan bahwa proses penyelesaian pembayaran terhadap bangunan yang masih menjadi kewajiban PT Minarak Lapindo Jaya terus berjalan. Dari total sisa 84 bangunan yang masih dalam proses penyelesaian, hingga saat ini pembayaran terhadap 35 bangunan telah berhasil dituntaskan."Alhamdulillah, dari sisa 84 bangunan yang masih dalam proses penyelesaian, pembayaran untuk 35 bangunan sudah selesai dilakukan. Kami berharap proses penyelesaian terhadap bangunan yang masih tersisa dapat terus berjalan melalui koordinasi dan verifikasi bersama," katanya.Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah berkas administrasi yang perlu dilakukan evaluasi dan verifikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, pihaknya mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat terdampak lumpur Lapindo.Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, PT Minarak Lapindo Jaya, Forkopimda, serta seluruh pihak terkait dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat terdampak lumpur Lapindo.Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap berbagai permasalahan yang masih tersisa dapat segera ditangani secara transparan, terukur, dan memberikan kepastian bagi masyarakat. (Son)
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi sebagai inspektur upacara.Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sidoarjo, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, TNI/Polri, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta para peserta upacara dari berbagai unsur.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, namun menjadi momentum untuk menjaga agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa setiap masyarakat Indonesia.Tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yakni “Pancasila Mempersatukan Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi dasar dalam mewujudkan perdamaian dunia.“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan. Indonesia tetap berdiri kokoh dalam keberagaman suku, budaya, dan agama dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar H. Subandi saat membacakan sambutan.Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai musyawarah, gotong royong, dan kemanusiaan dinilai menjadi kekuatan Indonesia dalam menjaga persatuan serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.Selain itu, generasi muda juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau hafalan semata, namun benar-benar diterapkan dalam setiap kebijakan maupun perilaku sosial masyarakat.“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” lanjutnya.Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap semangat Pancasila terus tertanam dalam kehidupan masyarakat sebagai dasar memperkuat persatuan dan membangun Indonesia yang damai dan berkeadilan. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sudah cukup lama Sujiono, Soleh serta Dayat dan Rukiani tinggal di Rumah Tidak Layak Huni/RTLH. Keempatnya merupakan warga Desa Pabean Kecamatan Sedati. Sujiono dan Soleh tinggal di Dusun Alas Tipis, sedangkan Dayat dan Rukiani tinggal di Dusun Payan. Dua Dusun itu masuk Desa Pabean. Kondisi rumah keempat warga kurang mampu itu cukup memprihatinkan. Terlebih rumah Soleh, Dayat dan rumah Rukiani yang rusak cukup parah. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi Inspeksi Mendadak/Sidak ke rumah empat warga Desa Pabean tersebut, Minggu, (31/5). Satu persatu RTLH itu ditinjaunya bersama Baznas Sidoarjo dan Dinas Sosial Sidoarjo. Hasilnya ia dapati keempat rumah tersebut betul-betul butuh perbaikan segera. Mulai dari perbaikan atapnya, lantainya serta dindingnya dan kamar mandinya.“Kodisi rumahnya tadi kita lihat kamar mandinya tidak layak, biar nanti kita benahi, kalau hujan rumah ini banjir karena atapnya bocor, nanti juga ada peninggian dan lantai akan kita keramik, serta ventilasinya juga tidak ada, nanti rumah ini kita hadapkan ke Selatan,” ucap bupati usai Sidak ke rumah Soleh.Bupati Sidoarjo H. Subandi berharap pemilik rumah dapat merawat rumahnya setelah perbaikan dilakukan. Penghuni rumah harus dapat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Sekira terdapat barang-barang yang tidak terpakai hendaknya dibuang. Tidak ditimbun didalam rumah yang akan mengotori rumah itu sendiri.“Nanti kalau sudah dibangun, ini harus dibersihkan, kamar-kamar tidak boleh ditaruh barang-barang yang kotor,” pesan bupati kepada Soleh.Bupati Sidoarjo H. Subandi berharap perbaikan keempat RTLH tersebut dapat segera dilakukan. Ia meminta perbaikan dapat dilakukan di bulan Juni ini. Salah satunya perbaikan rumah milik Dayat yang dindingnya mengalami beberapa keretakan. Ia khawatir jika rumah RTLH seperti ini tidak segera diperbaiki. Pasalnya dapat mengancam pemilik rumah.“Ini menjadi kekhawatiran, tembok-tembok putus semua, saya masuk kebelakang atap seng nya juga keropos semua, kamar mandi juga begitu kondisinya, nanti kita benahi, lantainya juga kita tinggikan,” ucap bupati di rumah Dayat.Perbaikan yang sama juga diminta Bupati Sidoarjo H. Subandi pada rumah Rukiani. Perbaikan lantai serta kamar mandinya dapat segera dilakukan. Selain itu pembuatan ventilasi udara juga dapat dikerjakan dalam renovasi rumah Rukiani nanti. “Saya minta kepada Baznas, rumah ini dikasih ventilasi agar bu Rukiani tidak terganggu kesehatannya karena bu Rukiani sakit stroke, juga kamar mandinya kita benahi, juga nanti tak kasih hadiah kursi roda, tapi syaratnya anaknya harus mengajak ibu Rukiani ini jalan-jalan dengan kursi roda,” ucap bupati yang disambut syukur oleh Rukiani dan anaknya Towilah. Sementara itu Towilah mengaku bersyukur rumahnya menjadi salah satu penerima manfaat program renovasi rumah dari Baznas Sidoarjo. Keputusan bupati untuk memperbaiki rumahnya menjadi rezeki yang tak pernah dibayangkannya. Pasalnya keinginan untuk memperbaiki rumah itu sudah ada sejak lama. Namun keinginan itu tidak dapat diwujudkan karena perekonomian keluarganya. Padahal sudah cukup lama rumah yang ditempati ibunya beserta cucu-cucunya itu dalam kondisi rusak. “Alhamdulillah, rezeki,” ucapnya. Git/mas
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
22.06.2026 - 26.06.2026
22.06.2026 - 27.06.2026
22.06.2026 - 30.06.2026
21.06.2026 - 23.06.2026
22.06.2026 - 28.06.2026
22.06.2026 - 27.06.2026
22.06.2026 - 28.06.2026
22.06.2026 - 28.06.2026
17.06.2026 - 26.06.2026
17.06.2026 - 28.06.2026
17.06.2026 - 23.06.2026
15.06.2026 - 22.06.2026
12.06.2026 - 26.06.2026
15.06.2026 - 21.06.2026
15.06.2026 - 20.06.2026
15.06.2026 - 25.06.2026
15.06.2026 - 20.06.2026
15.06.2026 - 20.06.2026
9.06.2026 - 15.06.2026
31.05.2026 - 14.06.2026
16.05.2026 - 19.06.2026
9.06.2026 - 12.06.2026
8.06.2026 - 12.06.2026
8.06.2026 - 15.06.2026
2.06.2026 - 8.06.2026
8.06.2026 - 11.06.2026
7.06.2026 - 30.06.2026
4.06.2026 - 14.06.2026
4.06.2026 - 18.06.2026
4.06.2026 - 31.03.2027
31.05.2026 - 1.06.2026
1.06.2026 - 3.06.2026
1.06.2026 - 4.06.2026
25.05.2026 - 18.06.2026
25.05.2026 - 26.05.2026
15.05.2026 - 30.06.2026
19.05.2026 - 25.05.2026
20.05.2026 - 3.06.2026
19.05.2026 - 20.05.2026
13.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 22.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 18.05.2026
19.05.2026 - 23.05.2026
11.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
10.05.2026 - 13.05.2026
6.05.2026 - 8.05.2026
4.05.2026 - 29.10.2026
5.05.2026 - 11.05.2026
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1910533