KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana di sela kegiatan penyaluran bantuan kursi roda di Kecamatan Porong melakukan sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Porong, Selasa (24/2/2026). Sidak yang dilakukan pada hari keempat bulan Ramadan tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi pasar, termasuk harga sembako, daya beli masyarakat, serta sarana dan prasarana penunjang aktivitas perdagangan.Dalam kunjungannya, Wabup Mimik Idayana menyapa para pedagang dan berdialog langsung terkait perkembangan harga kebutuhan pokok. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sembako terpantau relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan meski permintaan masyarakat mulai meningkat selama Ramadan.“Alhamdulillah, sampai hari ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Memang ada kenaikan dan penurunan kecil, tetapi masih dalam batas wajar. Insya Allah ketersediaan sembako juga cukup hingga Lebaran nanti,” ujar Wabup.Selain memantau harga, Wabup Mimik juga menerima sejumlah aspirasi dari pedagang dan pembeli terkait kondisi infrastruktur pasar. Beberapa pengunjung mengeluhkan kondisi jalan di area pasar yang mulai bergelombang dan membutuhkan perawatan karena dinilai mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengunjung saat beraktivitas di dalam pasar.Menanggapi hal tersebut, Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan segera melakukan koordinasi dengan pengelola pasar dan paguyuban pedagang guna mencari solusi terbaik demi meningkatkan kenyamanan fasilitas pasar.“Kondisi Pasar Porong ini perlu perhatian bersama. Kami melihat masih banyak lapak yang kosong dan aktivitas pasar belum begitu ramai. Pemerintah harus hadir untuk mencarikan solusi agar pasar kembali hidup dan diminati masyarakat,” tegasnya.Hj. Mimik Idayana juga menyoroti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di luar area pasar yang dinilai memengaruhi aktivitas perdagangan di area dalam pasar. Ke depan, Pemkab Sidoarjo akan mengkaji penataan kembali agar aktivitas jual beli lebih tertata dan merata sehingga tidak merugikan pedagang yang berjualan di dalam pasar.“Keluhan terkait akses jalan yang bergelombang juga menjadi perhatian kami, karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Ini akan segera kami komunikasikan dengan pihak terkait,” tambahnya.Melalui sidak ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan bahan pokok, serta meningkatkan kualitas fasilitas pasar demi kenyamanan pedagang dan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Perbaikan ruas Jalan Kebonagung-Sukodono dan ruas Jalan Sukodono-Ponokawan dilakukan hari ini, Selasa, (24/2). Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo memakai teknik overlay aspal dalam perbaikannya. Teknik penambahan aspal baru diatas permukaan lama itu terbukti meningkatkan kekuatan jalan. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung perbaikan dua ruas jalan di Kecamatan Sukodono tersebut.Bupati H. Subandi akan memastikan perbaikan dua ruas jalan tersebut dikerjakan dengan baik. Ia meminta Dinas PUBMSDA Sidoarjo menggunakan kualitas aspal yang bagus. Perbaikan jalan tersebut dimintanya memakai aspal hotmix. Menurutnya material aspal hotmix terbukti meningkatkan kekuatan jalan aspal sampai 2 tahun. Bupati H. Subandi juga meminta memperhatikan ketebalan aspal. Tebal aspal dimintanya bisa sampai 4 cm agar jalan lebih kuat. “Saya minta tolong kontraktornya agar materialnya betul-betul yang bagus, kalau pakai aspal coolmix tidak mampu, kita harus pakai aspal hotmix, minimal ketinggian tiga sampai empat centi,”pintanya.Bupati H. Subandi mengatakan pemeliharaan ruas Jalan Kebonagung-Sukodono akan dilakukan sepanjang 4 km. Begitu pula pada ruas Jalan Sukodono-Ponokawan dengan panjang 5 km. Perbaikan akan terus dilakukan pada titik-titik jalan yang berlubang di dua ruas jalan tersebut. Perbaikannya akan terus ia kawal agar segera tuntas. Targetnya sebelum lebaran jalan-jalan di Sidoarjo sudah tidak ada yang berlubang. Ia juga meminta semua pihak ikut mengawal perbaikan jalan di Kabupaten Sidoarjo. Laporan jalan rusak dimintanya juga dilaporkan oleh seluruh camat kepada dirinya. “Ini terus kita kawal, ini ada Asisten II, ada Kadis PU, Bu Camat dan Pak Kades agar semua ikut mengawal, mudah-mudahan perbaikan jalan yang kita lakukan hari ini sudah selesai pada bulan Ramadhan ini,”ucapnya.Bupati H. Subandi juga mengungkapkan rencana betonisasi lanjutan Jalan Kebonagung-Sukodono. Pasalnya jalan tersebut termasuk jalan padat lalu lintas kendaraan berat. Banyak truk bahkan kontainer lalu lalang melewatinya. Namun rencana betonisasi lanjutan itu akan dilakukan tahun depan. “Kalau tahun ini betonisasi kita ada 9 tempat, kita lakukan pada kondisi jalan dengan lalu lintas kendaraan berat, seperti ini juga (Jalan Kebonagung-Sukodono), inshaalloh tahun 2027 kita laksanakan betonisasi,” ujarnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) atas laporan adanya atap yang ambruk di SMP Negeri 1 Gedangan, Selasa 24/02/2026.Bupati Subandi melihat langsung kondisi salah satu ruang kelas yang atapnya sudah ambrol dari 4 lokal ruang kelas yang sudah lapuk, selain itu juga kondisi lantai ruang kelas yang kerap tergenang banjir saat hujan deras.Subandi mengatakan perbaikan harus segera dilakukan agar tidak mengganngu kegiatan belajar mengajar serta siswa tetap aman dan nyaman dan Pemkab Sidoarjo akan mempercepat proses dengan skema Perubahan Tidak Terduga (PTT) sambil menunggu kajian teknis.“Hari ini kita sidak bersama wakil ketua DPR, Dinas Pendidikan, Camat, dan Kades untuk melihat secara langsung kondisi sekolah dan melihat seperti ini tentu harus segera diperbaiki. Anak-anak butuh sekolah yang aman dan dukungan pemerintah daerah,” katanyaIa pun menyampaikan bahwa kerusakan paling mendesak membangun kembali atap yang telah ambruk kemudian dilanjutkan mengganti konstruksi atap yang kayunya sudah keropos. Selain itu, lantai ruang kelas perlu ditinggikan karena kerap kemasukan air saat hujan.“Ini urgent, terutama pembangunan atap dan peninggian lantai karena sering banjir. Sekalian kita naikkan lantainya supaya tidak banjir lagi dan tidak kerja dua kali,” ucapnya.Anggaran sementara diperkirakan sekitar Rp250 juta per ruang kelas, namun nilai final masih menunggu perencanaan teknis, termasuk opsi penggunaan material seperti baja ringan.Bupati menargetkan untuk proses kajian dan rapat teknis segera agar pengerjaan bisa dipercepat, sehingga setelah Lebaran siswa sudah bisa belajar di ruang kelas yang layak. Ia pun menyatakan jika Pemkab Sidoarjo telah memiliki masterplan pembangunan pendidikan yang mencakup seluruh sekolah di wilayahnya. Data kondisi bangunan telah dipetakan berdasarkan tingkat kerusakan untuk menentukan prioritas perbaikan tiap tahun.“Mudah-mudahan setelah Lebaran anak-anak sudah bisa menikmati kelas yang bagus dan nyaman, tanpa kekhawatiran atap roboh,” pungkasnya.yu
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Anggota DPR RI Komisi V memanfaatkan masa Reses nya dengan melakukan Kunjungan Kerja/Kunker ke Jawa Timur. Pagi tadi, puluhan anggota dewan itu mendatangi Terminal Purabaya yang berada di Kabupaten Sidoarjo, Senin, (23/2). Kedatangan mereka untuk melihat infrastruktur terminal bus tipe A terbesar di Jawa Timur itu dalam menghadapi mudik lebaran nanti. Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae disambut Sekdaprov Jatim Adhy Karyono serta Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dan Direktur Prasarana Transportasi Jalan (DPTJ) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI Toni Tauladan. Setelah dari Terminal Purabaya, rombongan bertolak ke kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda Sidoarjo untuk menggelar rapat koordinasi percepatan infrastruktur dan transportasi di Jatim. Dalam rapat tersebut juga dibahas dukungan anggaran, sinkronisasi program, serta percepatan realisasi proyek infrastruktur transportasi di Jawa Timur.Sebelumnya Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengucapkan selamat datang kepada pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI. Disampaikannya kunjungan kali ini menjadi moment strategis dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap melalui kegiatan seperti ini akan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan begitu lanjut Hj. Mimik, akan memperkuat terwujudnya program-program prioritas infrastruktur di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo."Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat datang, semoga kunjungan kali ini akan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan program-program prioritas infrastruktur di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ucapnya. Dalam kesempatan itu Wabup Hj. Mimik Idayana menyampaikan berbagai persoalan infrastruktur di wilayahnya. Seperti persoalan jalan rusak serta banjir yang masih dikeluhkan masyarakat. Ia mengungkapkan, hampir setiap hari menerima laporan terkait kondisi jalan berlubang serta banjir yang belum tertangani secara optimal.“Hampir tiap hari kami menerima telepon dari masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan yang hadir di ruang rapat ini. Kami berharap ada dukungan penuh atas keluhan masyarakat kami, serta kemudahan akses transportasi di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Wabup Hj. Mimik.Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menegaskan komitmen Komisi V untuk menampung aspirasi daerah dalam percepatan realisasi program pembangunan. Dikatakannya Komisi V akan mendorong percepatan pembangunan di beberapa sektor yang menjadi kewenangannya. Seperti pada sektor perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta pembangunan desa dan daerah tertinggal."Melalui forum rapat ini kami berharap kelas jalan baik, kabupaten, provinsi dan kelas jalan nasional tidak ada yang berlubang lagi, Sebab, misalnya terjadi lakalantas di area kelas jalan kabupaten yang bertanggungjawab bupati atau walikota, begitu juga provinsi dan nasional. Oleh sebab itu melalui rapat koordinasi ini kita tampung aspirasi masyarakat mana saja yang perlu kita dukung," ujarnya saat memimpin rapat. Sementara itu Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai gerbang perekonomian kawasan Timur Indonesia. Oleh karenanya diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, khususnya dalam peningkatan kualitas dan kemantapan jalan nasional maupun provinsi."Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 98 persen, sedangkan jalan provinsi berada di kisaran 86 persen," ucapnya.Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim akan mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran. Diproyeksikan akan ada pergerakan jutaan penumpang melalui moda transportasi darat, laut, dan udara. Adhy Karyono juga mengatakan Pemprov Jatim mendorong pengembangan transportasi massal di kawasan Surabaya Raya. "Salah satu rencana strategis yang akan kita lakukan adalah proyek kereta rel listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pengembangan moda transportasi berbasis rel lainnya guna mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,"ujarnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, bersama Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo turun langsung ke lapangan untuk mengulurkan bantuan kursi roda kepada penerima manfaat di wilayah Kecamatan Porong, Selasa (24/2/2026).Bantuan tersebut diberikan kepada Ribowo dan Manis yang berdomisili di Desa Pamotan, serta Seger, warga Desa Candi, Kecamatan Porong. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan alat bantu mobilitas, khususnya kursi roda.Dalam kesempatan tersebut, Mimik Idayana menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan alat bantu kesehatan."Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk hadir memperingan beban masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan alat bantu kursi roda," ucapnya Hj. Mimik Idayana.Sementara itu, Manis, salah satu penerima manfaat yang hidup dalam keterbatasan bersama putrinya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan."Saya bersyukur dan terima kasih kepada Ibu Hj. Mimik Idayana karena sudah memberikan bantuan kursi roda ini. Semoga kursi roda ini dapat membantu saya dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya dengan haru.Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat serta membantu mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Dalam rangka mendukung Pelaksanaan Pengadaan barang dan Jasa di Lingkungan pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam penguatan kebijakan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah melalui E-Purchasing Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) dengan pembahasan tentang kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa melaui E-Purchasing, Senin 23/02/2026 di Pendopo Delta Wibawa.Bupati Sidoarjo H. Subandi SH,M.Kn hadir secara langsung pada kegiatan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig serta Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyamakan langkah dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Melalui E-Purchasing, untuk pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik. Pengadaan barang dan jasa adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah, melalui pengadaan yang baik, pelayanan publik dapat ditingkatkan, perekonomian daerah tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.“namun proses pengadaan bukanlah hal yang sederhana karena harus dimulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima hasil pekerjaan dan semua tahapan ini hanya dapat berjalan baik apabila seluruh pelaku pengadaan bekerja secara sinergis.”katanyaIa juga menjelaskan sebagaimana diatur dalam peraturan presiden nomor 46 tahun 2025 dimana terdapat delapan pelaku pengadaan barang/jasa: PA, KPA, PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, Agen Pengadaan, Penyelenggara Swakelola, dan Penyedia, yang menjadi satu kesatuan tim bertugas untuk mewujudkan pembangunan daerah. Jika salah satu unsur tidak berjalan, maka tujuan besar pembangunan tidak akan tercapai.“Strategi pengadaan menjadi sangat penting. Meskipun setiap OPD memiliki kewenangan masing-masing, kita perlu menyamakan persepsi agar strategi yang dipilih efisien, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, salah satu strategi yang kini menjadi perhatian adalah metode e-purchasing yang telah diterapkan di berbagai daerah,”ucapnya.Ia pun menjelaskan Sesuai ketentuan perpres 46 tahun 2025, E-Purchasing wajib didahulukan sebelum metode lain. Dimana hal ini nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh bapak Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP, Patria Susantosa, S.Si., M.Si. “Simak dengan seksama penjelasan dari bapak deputi. Jika ada keraguan dalam pelaksanaan pengadaan, segera tanyakan agar tidak terjadi kesalahan. Mari kita jadikan pengadaan barang dan jasa sebagai instrumen untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan menumbuhkan perekonomian daerah,” PungkasnyaSementara ini Assisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig menyampaikan tetang profil Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2026 dengan jumlah tender paket pengerjaan konstruksi kurang lebih 114 paket dengan total nilai 315,5 M, penghargaan langsung pekerjaan konstruksi kurang lebih sebanyak 638 paket dengan total nilai 138.6 M, adapun pengadaan barang dan jasa yang diproses melalui E-Purchasing sebanyak 6.848 paket senilai 665,9 M yang mayoritas untuk pengerjaan jasa lainnya dan barang.“Dari data yang dimaksud saya sampaikan yang pertama bahwa hampir semua paket pekerjaan konstruksi diproses melalui metode pengadaan langsung dan tender,”katanya.Hal ini perlu disikapi mengingat penggunaan metode pemilihan melalui E-Purchasing sudah menjadi kewajiban sesuai amanat Peraturan Presiden No 46 Tahun 2000, meskipun ada pengecualian untuk pembentukan justifikasi dari PPKOM. Secara sistem di E-Katalog versi 6 yang sudah dikembangkan oleh Bapak Deputi dan tim LKPD sudah difasilitasi dari produk jasa konstruksi yang telah tayang di sistem tersebut."Adanya beberapa masalah seperti pemutusan kontrak dan beberapa pekerjaan mengalami keterlambatan penyelesaian, hal ini perlu dicermati agar kondisi tersebut tidak terulang kembali untuk itu mohon kiranya Bapak Bupati dan Deputi untuk memberikan arahan sebagai arah kebijakan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten sebagai arah kebijakan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo agar penganggaran di Kab. Sidoarjo lebih baik lagi,”ucapnya.Yu
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi menyalurkan bantuan kursi roda sekaligus memastikan jaminan kesehatan bagi sejumlah warga kurang mampu di Kecamatan Waru dan Sedati, Minggu (22/2/2026).Salah satu penerima bantuan adalah Mursinto (68), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, yang menderita stroke. Ia tinggal bersama istrinya yang bekerja serabutan serta seorang anak yang juga mengalami gangguan saraf. Dalam kunjungannya, Subandi menyerahkan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas Mursinto.Tidak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga mengalihkan kepesertaan BPJS Kesehatan Mursinto dari mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga iurannya ditanggung pemerintah. Selain itu, keluarga tersebut mendapatkan bantuan sosial sebesar Rp600 ribu per bulan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.“Momentum Ramadan ini menjadi saat yang tepat untuk saling peduli. Dengan adanya kursi roda ini semoga bisa membantu aktivitas sehari-hari, termasuk saat Lebaran nanti agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga,” ujar Subandi saat menyerahkan bantuan.“Pemerintah hadir di sini untuk memastikan warga yang sakit dan kurang mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan yang layak. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar tidak ada warga yang terabaikan,” tambahnya.Bantuan serupa juga diberikan kepada Ginem (79), warga Desa Berbek, Kecamatan Waru. Lansia tersebut telah lama sakit karena faktor usia dan kini tinggal bersama anaknya yang juga dalam kondisi sakit. Kursi roda diserahkan guna memudahkan aktivitasnya serta memastikan pendampingan sosial terus diberikan.Selanjutnya, bantuan kursi roda juga diserahkan kepada Dasimah (70), warga Desa Betro, Kecamatan Sedati. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui perangkat daerah terkait akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan sosialnya terpenuhi.Dalam penyerahan bantuan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Mharta Wara Kusuma, Camat Sedati, Camat Waru, serta lurah dan perangkat desa setempat.Subandi menegaskan, penyaluran bantuan tersebut bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. "Dengan bantuan ini, saya harapkan warga yang membutuhkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal serta dukungan sosial," tutupnya. (Dew/Yu)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Minggu 22/02/2026 Bupati H. Subandi SH., M.Kn melakukan sidak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada rumah Bapak Subakin (60 tahun) di Desa Sedati Gede Kecamatan Sedati pada Bersama Wakil DPRD Sidoarjo H.Warih Andono, SH, Ketua Baznas Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar, Dinas Sosial, Plt Camat, Kepala Desa serta perangkat, Bupati melihat kondisi rumah yang atapnya sudah lapuk maka ia pun menyampaikan jika dalam waktu dekat rumah Bapak Subakin akan segera diperbaiki, minimal setelah lebaran sudah bisa di mulai pengerjaanya. "Saya mengharapkan perbaikan rumah ini segera bisa dilaksanakan, atap yang sudah lapuk bisa diganti dengan rangka baja ringan dengan finishing plafon agar lebih tahan lama, selain itu juga lantainya bisa dikeramik agar lebih bersih sehingga nyaman untuk ditinggali,"katanya.Pada kesempatan ini Bupati juga mengapresiasi kepada Kepala Desa, pengurus RT/RW yang bergerak cepat ketika mendapati hunian warganya layak untuk segera diperbaiki, di ikuti dengan respon cepat pemerintah dengan melaksanakan sidak sehingga perbaikan dapat segera dilakukan."Pemerintah daerah akan terus hadir dengan turun langsung ke lapangan khususnya di setiap akhir pekan hari sabtu dan minggu agar bisa lebih dekat dengan masyarakat seperti sidak jalan, menjenguk warga yang sakit juga sidak RTLH,"katanyaSudah menjadi tugas pemerintah untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan keluhan serta memberikan pelayanan dengan maksimal. Selain menggunakan anggaran yang sudah disiapkan baik melalui APBD ataupun anggaran dari Pusat, Pemerintah bersama Baznas yang menghimpun dan mengelola Zakat para ASN serta DPRD Kabupaten Sidoarjo memberikan maanfaat dengan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti bantuan pangan juga dengan program perbaikan rumah penduduk."Semoga dengan sidak serta pembagian sembako kepada kaum dhuafa ini, masyarakat menjadi terbantu dan membuat kita semakin dekat masyarakat,"Sementara itu Bapak Subakin yang kesehariannya sebagai pekerja serabutan ini menyampaikan terima kasih atas respon cepat pemerintah untuk segera memperbaiki rumahnya, kerena kondisi rumah yang telah ia tinggali bersama istri dan kedua anaknya ini atapnya sudah lapuk dimakan rayap bahkan di beberapa bagian sudah nyaris ambruk."Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati bersama rombongan yang sudah datang dan memperhatikan keadaan kami dengan segera memperbaiki rumah kami," katanya.yu
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Di ruang penyimpanan yang tenang, tersusun lembaran-lembaran rapuh berusia ratusan tahun. Tulisan tangan dengan aksara yang tak lagi umum dibaca itu bukan sekadar benda kuno. Ia menyimpan cerita tentang cara hidup, cara berpikir, dan nilai-nilai masyarakat masa lalu.Naskah kuno-yang ditulis di atas lontar, daluang, atau kertas-menjadi salah satu sumber sejarah tertua yang dimiliki bangsa ini. Namun, di tengah laju teknologi dan budaya instan, keberadaan naskah-naskah tersebut kerap terlupakan.Padahal, kajian terhadap naskah kuno bukan hanya soal masa lalu. Ia juga berkaitan langsung dengan masa depan generasi sekarang, termasuk arah pembangunan manusia dan daerah.Kesadaran akan pentingnya warisan budaya tertulis ini mulai tumbuh di tingkat lokal. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat koordinasi naskah kuno dengan menghadirkan sejarawan, budayawan, filolog, serta keluarga pemilik naskah kuno di wilayah Sidoarjo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari, bertempat di lantai 2 kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo.Rapat koordinasi ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya menyelamatkan serta mendokumentasikan naskah kuno sebagai bagian dari literatur sejarah lokal.Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk memetakan keberadaan naskah kuno yang masih tersimpan di tangan masyarakat.“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin menginventarisasi naskah-naskah kuno yang ada di Sidoarjo sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa naskah tersebut adalah sumber penting bagi penulisan sejarah daerah,” ujar Erna Kusumawati.Ia menambahkan, hasil pendataan naskah kuno ke depan akan menjadi dasar bagi upaya pelestarian dan digitalisasi.“Jika naskah-naskah ini dapat dikaji dan dilestarikan dengan baik, maka masyarakat akan memiliki sumber literatur sejarah yang lebih lengkap. Ini penting untuk mendukung pembangunan manusia yang berakar pada identitas dan nilai lokal Sidoarjo,” tambahnya.Mengapa Naskah Kuno Penting?Menurut filolog dan pakar manuskrip Nusantara, Oman Fathurahman, naskah kuno merupakan sumber pengetahuan yang belum sepenuhnya tergali.“Naskah kuno bukan hanya teks lama, tetapi memuat cara berpikir masyarakat pada zamannya, mulai dari hukum adat, pengobatan, hingga pandangan hidup,” jelas Oman Fathurahman dalam sejumlah kajiannya tentang manuskrip Nusantara.Banyak peristiwa sejarah lokal tidak tercatat dalam buku sejarah resmi, tetapi tersimpan dalam hikayat, babad, atau syair. Tanpa penelitian filologis, isi naskah itu akan sulit dipahami karena menggunakan bahasa dan aksara lama.Kajian naskah kuno menjadi penting untuk:• membuka kembali sejarah yang tersembunyi,• melestarikan identitas budaya bangsa,• serta menyelamatkan pengetahuan tradisional.Dalam konteks daerah seperti Sidoarjo, naskah kuno berpotensi menjadi sumber untuk merekonstruksi sejarah local-tentang asal-usul wilayah, tradisi masyarakat, hingga dinamika sosial dan ekonomi masa lalu. Literatur sejarah berbasis naskah ini melengkapi arsip kolonial dan sumber modern yang selama ini lebih dominan dalam penulisan sejarah.Manfaat bagi Ilmu dan MasyarakatSecara akademik, naskah kuno menjadi bahan penelitian lintas disiplin: filologi, sejarah, linguistik, hingga antropologi. Namun manfaatnya tidak berhenti di ruang kampus.Peneliti manuskrip Nusantara, Henri Chambert-Loir, menyebut bahwa naskah merupakan “arsip ingatan kolektif” masyarakat.“Manuskrip adalah saksi tertulis dari peradaban yang membentuk identitas suatu bangsa,” tulis Chambert-Loir dalam kajiannya tentang khazanah naskah Indonesia.Bagi masyarakat umum, hasil kajian naskah dapat:• memperkaya pemahaman tentang asal-usul budaya,• menjadi sumber pendidikan karakter,• serta menjadi inspirasi karya kreatif, seperti novel sejarah, film, dan konten digital berbasis budaya lokal.Sejarawan pemerhati situs dan prasasti, Sudi Harjanto, menilai bahwa naskah kuno memiliki peran strategis dalam memperkuat literatur sejarah daerah.“Selama ini sejarah daerah banyak bertumpu pada arsip kolonial. Padahal, naskah kuno dapat memberikan perspektif lokal tentang bagaimana masyarakat memahami dirinya sendiri. Ini penting untuk membangun kesadaran sejarah yang lebih seimbang,” ungkap Sudi Harjanto.Menurutnya, literatur sejarah yang kuat akan berdampak pada arah pembangunan daerah.“Jika masyarakat memahami akar sejarah dan budayanya, maka pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan identitas manusia di daerah tersebut,” tambahnya.Tantangan Meneliti Naskah KunoMeneliti naskah kuno bukan perkara mudah. Banyak naskah telah rusak karena usia, iklim tropis, dan kurang perawatan. Sebagian bahkan tersimpan di rumah-rumah warga tanpa perlindungan khusus.Selain itu, aksara yang digunakan tidak lagi umum dikenal, seperti Jawi, Pegon, atau Kawi. Jumlah ahli filologi pun terbatas.Titik Pudjiastuti menegaskan bahwa tantangan terbesar kajian naskah adalah minimnya regenerasi peneliti.“Jumlah naskah sangat banyak, tetapi tenaga ahli yang mampu membaca dan menyuntingnya masih sangat terbatas,” tulisnya dalam jurnal Manuskripta.Filolog dari Museum Mpu Tantular, Agustin Tri Ariyani, menilai bahwa persoalan utama bukan semata rendahnya kesadaran masyarakat.“Literatur sejarah berbasis naskah kuno bukan hanya melengkapi arsip kolonial dan sumber modern yang selama ini lebih dominan dalam penulisan sejarah, melainkan justru membuka pemahaman baru akan ‘cacatnya’ data-data sejarah yang tersedia saat ini. Dengan membuka pengkodean sastra yang tersirat dalam naskah kuno, kita akan mampu melihat sejarah dengan tampilan tiga dimensi,” jelas Agustin.Menurutnya, kendala utama justru terletak pada kurangnya pihak yang mampu menjembatani naskah lama dengan konteks kekinian.“Bukan karena masyarakat tidak memahami nilai ilmiah naskah kuno, sebab masyarakat memahami sisi ilmiahnya dengan caranya sendiri. Kendalanya lebih pada minimnya pelaku yang menjembatani sastra lama ke sastra baru agar pesan leluhur dapat terelevansikan di masa yang berbeda,” ungkapnya.Ia menegaskan bahwa filologi tidak bisa berdiri sendiri.“Oleh karena itu, kajian naskah harus berkolaborasi dengan keilmuan lain. Filologi hanyalah pembuka gerbang menuju disiplin ilmu lainnya,” ujarnya.Agustin juga mengungkapkan kekayaan koleksi Museum Mpu Tantular dari sisi aksara dan bahasa.“Koleksi naskah di Museum Mpu Tantular menggunakan beragam aksara, antara lain Jawa, Bali, Pegon atau Arab, Latin, dan Batak. Bahasanya pun beragam, mulai dari Jawa Kuno, Jawa-kebanyakan aksen pesisiran-Arab, hingga Batak,” jelasnya.Relevansi bagi Generasi DigitalBagi generasi sekarang, naskah kuno bukan hanya dokumen sejarah, tetapi juga sumber nilai. Banyak naskah memuat ajaran tentang kesederhanaan, keadilan, dan harmoni dengan alam—nilai yang masih relevan di tengah krisis sosial dan lingkungan.Digitalisasi menjadi jembatan antara naskah kuno dan generasi muda. Melalui pemindaian dan unggahan daring, manuskrip dapat diakses lewat ponsel dan komputer.Badan dunia seperti UNESCO menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya tertulis merupakan bagian penting dari perlindungan memori kolektif umat manusia.“Warisan digital dan dokumentasi budaya perlu dilestarikan sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang,” tulis UNESCO dalam Charter on the Preservation of Digital Heritage.Dengan pendekatan digital, naskah kuno tidak lagi hanya menjadi koleksi museum, tetapi bisa menjadi bahan ajar, sumber riset, dan inspirasi kreatif. Bagi pemerintah daerah, digitalisasi naskah juga dapat menjadi bagian dari pengembangan literasi sejarah lokal dan promosi kebudayaan.Menjaga Masa Lalu untuk Masa DepanKajian naskah kuno sejatinya adalah upaya menjaga ingatan bangsa. Di balik huruf-huruf tua itu tersimpan jejak peradaban, cara berpikir leluhur, dan nilai yang membentuk masyarakat hari ini.Jika generasi sekarang mampu membaca dan memahami warisan itu, maka naskah kuno tidak akan tinggal sebagai artefak bisu. Ia akan terus berbicara—memberi pelajaran tentang siapa kita dan ke mana kita melangkah.Dalam konteks pembangunan daerah, literatur sejarah berbasis naskah kuno dapat menjadi landasan kultural dalam merumuskan kebijakan. Pembangunan manusia tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang kesadaran sejarah, identitas, dan nilai-nilai lokal yang menuntun arah perubahan sosial.Oleh: Irwan SusantoDinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten SidoarjoSidoarjo, 20 Februari 2026Sumber ReferensiBaried, S. B., dkk. (1994). Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.Chambert-Loir, H., & Fathurahman, O. (1999). Khazanah Naskah: Panduan Koleksi Naskah Indonesia Sedunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan Metode. Jakarta: Prenadamedia Group.Pudjiastuti, T. (2006). “Naskah dan Kajian Naskah.” Manuskripta, 26(1).UNESCO. (2003). Charter on the Preservation of Digital Heritage.
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Perbaikan jalan rusak terus dikebut. Saat ini perbaikan 16 ruas jalan tengah dikerjakan. Perbaikan 25 ruas jalan lagi menjadi daftar Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo selanjutnya. Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta perbaikan jalan dilakukan secara simultan. Dinas PUBMSDA Sidoarjo dan seluruh kecamatan dimintanya serentak melakukan perbaikan jalan. Permintaan tersebut diutarakannya dalam Rapat Koordinasi pelaksanaan PIWK yang dilakukan di ruang Delta Wicaksana kantor Setda Sidoarjo, Rabu kemarin, (18/2). Seluruh camat dan Kasi Pembangunan hadir dalam rapat tersebut. Begitu pula dengan Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo yang juga datang bersama Kabid Jalan dan Jembatan.Bupati H. Subandi meminta perbaikan jalan rusak tuntas sebelum lebaran. Oleh karenanya pelaksanaan perbaikan jalan dapat dilakukan secara bersamaan. Dinas PUBMSDA Sidoarjo dan seluruh kecamatan serentak bergerak bersama menggarap jalan rusak. Pekerjaan perbaikan 25 ruas jalan oleh Dinas PUBMSDA Sidoarjo dapat diimbangi dengan perbaikan jalan seluruh kecamatan lewat pelaksanaan PIWK. “Saya minta tolong pak camat bu camat, karena pada Minggu ini kita ada perbaikan jalan di 25 tempat, yang tidak dalam daftar ini, tolong dari pihak kecamatan segera melakukan perbaikan jalan diwilayahnya masing-masing,” pintanya. Bupati H. Subandi mengatakan masyarakat Sidoarjo menginginkan perbaikan jalan dilakukan dengan segera. Tidak dibiarkan berminggu-minggu jalan berlubang itu ditangani. Warga menuntut perbaikan segera. Oleh karenanya ia berharap pihak kecamatan segera mengelola PIWK yang sengaja difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya keterlibatan seluruh kecamatan akan mempercepat pelaksanaan perbaikan jalan. Pasalnya setiap kecamatan telah memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap kondisi jalan diwilayahnya masing-masing. “Waktu saya jadi wakil bupati bersama Gus Muhdlor. PIWK ini sangat membantu kita,”ucapnya.Bupati H. Subandi juga meminta untuk memperhatikan kualitas aspal yang dipakai. Material aspal yang digunakan harus bagus. Perbaikan jalan juga harus menggunakan aspal hotmix. Menurutnya aspal jenis tersebut terbukti kuat tahan cuaca dan tahan lama. Selain itu ia meminta Dinas PUBMSDA Sidoarjo untuk melakukan perbaikan jalan dengan teknik overlay aspal. Teknik penambahan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama tersebut terbukti meningkatkan kekuatan struktur jalan dan memperpanjang umur jalan.“Kalau kita pakai overlay bisa sampai 2 sampai 3 tahun, ini harus kita lakukan,”pintanya.Bupati H. Subandi juga menyampaikan penanganan kerusakan jalan propinsi juga telah dikoordinasikan dengan Dinas PU Bina Marga Provisi Jatim. Ia meminta koordinasi tersebut kembali disambung Dinas PUBMSDA Sidoarjo. Ia ingin kerusakan jalan provinsi juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.“Terkait jalan propinsi, kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Kadis PU provinsi, tolong dikoordinasikan kembali pak, termasuk jalan di Balongbendo biar nanti segera ada perbaikan,” pintanya kepada Kadis PUBMSDA Sidoarjo Makhmud. Git
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 971764