Berita

4 Feb 2026

Jalan Rusak Dikebut, PUBMSDA Sidoarjo Targetkan Rampung Sebelum Lebaran

Kominfo, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo menyampaikan bahwa mulai minggu ini, perbaikan jalan akan dilakukan secara serentak di 16 ruas yang tersebar di sejumlah kecamatan, Rabu (4/2/2026).“Alhamdulillah, besok kami mulai menangani 16 ruas jalan yang berada di wilayah Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Sedati, dan Waru. Pekerjaan ini akan kami laksanakan secara serentak oleh Dinas PUBMSDA,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, M.Makhmud.Ia menjelaskan, perbaikan jalan tersebut tidak hanya dilakukan melalui Dinas PUBMSDA, namun juga akan berjalan simultan dengan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Pada minggu berikutnya, Dinas PUBMSDA kembali akan menangani 15 ruas jalan tambahan secara bersamaan.“Insyaallah minggu ini 16 ruas, minggu depan kami lanjutkan lagi 15 ruas. Sementara itu, teman-teman camat juga akan bergerak melalui PIWK. Harapannya, sesuai arahan Bupati Sidoarjo, sebelum Hari Raya seluruh perbaikan ini sudah selesai sehingga bisa dinikmati masyarakat,” jelasnya.Meski fokus pada 16 ruas jalan yang telah ditetapkan, Dinas PUBMSDA tetap membuka kemungkinan penanganan darurat pada titik-titik yang dinilai sangat mendesak. Penambalan jalan akan dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.Untuk memastikan kelancaran pekerjaan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan desk bersama para camat guna memetakan kewenangan penanganan jalan, baik yang ditangani langsung oleh Dinas PUBMSDA maupun melalui PIWK.“Semua sudah kami petakan, tinggal menyinkronkan agar pelaksanaannya bisa berjalan simultan dan optimal,” katanya.Terkait penanganan Jalan Lingkar Timur yang saat ini menjadi perhatian publik, Dinas PUBMSDA juga menyiapkan langkah percepatan dengan dukungan satuan tugas (satgas) serta koordinasi lintas sektor. Bahkan, pihaknya berharap adanya penambahan anggaran guna mempercepat penanganan di kawasan tersebut.Selain itu, Kepala Dinas PUBMSDA mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan perencanaan untuk sekitar 25 paket pekerjaan jalan yang ditargetkan rampung pada Maret 2026. Setelah seluruh perencanaan selesai, proses lelang akan dilakukan secara serentak.“Ke depan, pola ini juga akan kami terapkan untuk perencanaan tahun 2027. Kami sudah berkoordinasi dengan Bappeda agar perencanaan bisa dianggarkan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Dengan sistem serentak, penanganan lebih cepat, lelang lebih cepat, dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Son).

Selengkapnya
4 Feb 2026

Pemkab Sidoarjo Dukung Program Pemberdayaan Lansia

KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo memberikan perhatian serius terhadap para Lansia/Lanjut Usia. Program pemberdayaan Lansia terus didorong. Karang Werda sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan kembali diperkuatnya.  Agar Lansia di Sidoarjo tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Pemkab Sidoarjo sendiri ingin mewujudkan kabupaten ramah Lansia dengan Usia Harapan Hidup/UHH Lansianya yang terus meningkat.Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta Wara Kusuma mengatakan Komisi Daerah/Komda Lansia Kecamatan akan kembali dihidupkannya. Tugasnya untuk kembali mengaktifkan keberadaan Karang Werda yang ada. Ia menilai selama ini pemberdayaan Lansia di setiap kecamatan kurang terlihat. Oleh karenanya lewat Komda Lansia Kecamatan yang diketuai Sekretaris Camat/Sekcam akan digerakkannya. “Kami ingin kembali menghidupkan (Komda Lansia Kecamatan) yang selama ini program-program di kecamatan belum terlihat sehingga keberadaan beliau-beliau yang Lansia itu bisa tetap produktif,” ucap Mharta saat menghadiri Rapat Koordinasi/Rakor Program Kerja Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo yang digelar di ruang Delta Karya Setda Sidoarjo, Rabu, (4/2).Oleh karenanya Mharta meminta seluruh Sekcam yang hadir dalam Rakor tersebut kembali memperkuat peran Karang Werda di wilayahnya masing-masing. Program pemberdayaan Lansia diharapkan dapat dilakukan Karang Werda di masing-masing wilayah.  Dikatakannya para Lansia masih tetap dibutuhkan kontribusinya terhadap pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Salah satu peran penting Lansia pada aspek pembangunan sosial dan kemasyarakatan.“Jumlah para Lansia ini kan semakin banyak, kita juga belum maksimal memberdayakan mereka padahal para kontribusi para Lansia masih dibutuhkan,”ucapnya.  Mharta menegaskan Pemkab Sidoarjo akan mendukung program pemberdayaan Lansia. Dalam Rakor kali ini ia berharap program pemberdayaan Lansia dapat tersusun dengan baik. Oleh karenanya ia meminta masing-masing Sekcam dapat memberikan saran dan masukan terhadap program kerja yang akan dijalankan Komda Lansia Kabupaten.  “Komda Lansia ini kan dibawah Dinas Sosial Sidoarjo, dan kami akan support kegiatan-kegiatan dari Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo,”ucapnya.Ketua Harian Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo Suyadi mengatakan pemberdayaan Lansia menjadi salah satu fokus program kerja Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 ini. Oleh karenanya keberadaan Karang Werda di setiap desa akan kembali diaktifkan. Dikatakannya Karang Werda menjadi tempat berkumpulnya para Lansia disetiap desa atau kelurahan. Tugas dan fungsinya membentuk kegiatan pembinaan dan pemberdayaan Lansia agar kehidupan para Lansia tetap mandiri, berguna dan berkualitas.“Karang Werda merupakan lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra kerja pemerintah desa atau kelurahan dalam rangka membantu upaya peningkatan dan pemberdayaan Lansia,”ucapnya.Suyadi juga mengatakan keberadaan Karang Werda benar-benar dapat dirasakan manfaatnya jika mampu menjalankan program kerjanya dengan baik.  Ia melihat perkembangan Karang Werda di setiap desa  maupun kelurahan berbeda-beda. Ada yang mampu menampilkan kinerja yang menggembirakan seperti Karang Werda Kelurahan Sekardangan. Karang Werda Yudhistira Kelurahan Sekardangan tersebut mampu berprestasi di tingkat nasional. Namun ada juga Karang Werda yang sudah dibentuk beberapa tahun lamanya tetapi belum mampu menunjukkan kegiatan yang berarti. Oleh karenanya ia meminta perhatian pemerintah agar keberadaan Karang Werda lebih optimal dalam menaungi para Lansia.“Sekarang komunitas Lansia itu semakin banyak, supaya mandiri diharapkan ada upaya-upaya dari pemerintah terhadap keberadaan para Lansia ini,” ucapnya. git

Selengkapnya
4 Feb 2026

Dorong Generasi Cerdas dan Berdaya Saing, Pemkab Sidoarjo Luncurkan 4.000 Beasiswa 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Program Beasiswa Tahun 2026. Program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tersebut menyasar sebanyak 4.000 penerima manfaat dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan dalam APBD Tahun 2026, Rabu (4/2/2026).Program Beasiswa ini bertujuan untuk mencetak generasi Sidoarjo yang cerdas, berkualitas, dan berdaya saing guna mendukung percepatan pembangunan manusia di Kabupaten Sidoarjo. Melalui program ini, Pemkab Sidoarjo berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.Beasiswa diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang menempuh pendidikan di jenjang perguruan Tinggi, dengan kategori penerima meliputi mahasiswa berprestasi akademik maupun nonakademik, mahasiswa dari keluarga kurang mampu, serta jalur keagamaan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menyediakan Beasiswa Yatim bagi peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat, baik negeri maupun swasta.Khusus Beasiswa Yatim, proses pendaftaran dilakukan melalui admin sekolah masing-masing, sehingga tidak dapat diajukan secara mandiri oleh peserta didik. Hal ini dilakukan untuk memastikan validitas data dan ketepatan sasaran penerima bantuan.Pelaksanaan pendaftaran Beasiswa Tahun 2026 dibuka mulai tanggal 1 Februari hingga 28 Februari 2026 dan dilakukan secara online melalui laman resmi beasiswa di alamat beasiswasidoarjokab.go.id. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan melengkapi seluruh persyaratan yang telah ditentukan sesuai jadwal pendaftaran.Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan dengan program ini artinya tidak boleh lagi ada anak-anak Sidoarjo yang gagal untuk melanjutkan Pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi, dengan beasiswa ini pemerintah igin memastikan anak-anak muda yang berprestasi memiliki semangat belajar yang tinggi serta dapat melangkah lebih jauh dalam menuntut ilmu.Dengan beasiswa ini merupakan aksi bagi anak-anak yang tergolong tidak mampu yang mana pemerintah telah memberikan sejumlah kemudahan dan bantuan dengan program-program untuk masyarakat sebagai bagian dari penanggulangan kemiskinan antaranya adalah bantuan operasional sekolah kemudian pemerintah memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu keagamaan akademik maupun non akademik.“Pemerintah telah melakukan investasi pada SDM, biarkan kita bisa bersaing dengan daerah-daerah yang lain yang artinya kita ingin pengangguran kita terus menurun, kalau anak-anak kita berbekal SDM yang mumpuni tentu akan mempunyai skill. Dan hari ini kita sudah memberikan modal yang artinya pemerintah akan mengangkat SDM, dan anak-anak tugasnya belajar yang giat dan meningkatkan prestasi dan inovasi dengan kemampuan yang dimiliki untuk berguna setelah tamat Pendidikan,” Ucap H.Subandi.Dengan adanya Program Beasiswa ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta menciptakan generasi muda yang mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah di masa mendatang. (Son)

Selengkapnya
2 Feb 2026

Pemkab Sidoarjo Gelar Pergelaran Wayang Kulit dan Festival Seni Budaya Harjasda ke-167

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Pergelaran Wayang Kulit dan Festival Seni Budaya pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo..Kegiatan ini menampilkan pertunjukan wayang kulit Ki Campursari Toto Aji, hiburan Cak Percil Cs, penampilan Sanggar Kreasi Dancer, dan dipandu oleh MC Efan dan MC Manda. .Melalui kegiatan ini, Pemkab Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan Harjasda ke-167, sekaligus mendukung pelestarian seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Kabupaten Sidoarjo.

Selengkapnya
2 Feb 2026

Tradisi Desa & Slametan di Sidoarjo: Ritual Kolektif yang Menjaga Solidaritas

2 Februari 2026KOMINFO, Sidoarjo - Di banyak desa di Kabupaten Sidoarjo—dari kampung pesisir hingga wilayah agraris pedalaman—waktu tidak hanya diukur oleh kalender dan jam. Waktu juga ditandai oleh ritus kolektif: slametan desa, bersih desa, tahlilan, hingga selamatan gunungan. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan mekanisme sosial yang menjaga keseimbangan spiritual, solidaritas warga, dan identitas Islam Nusantara yang hidup di tengah masyarakat.Di tengah modernisasi dan industrialisasi yang cepat, ritual-ritual ini tetap bertahan—bahkan menemukan relevansi barunya.Slametan Desa: Kebersamaan yang Senyap tapi KuatIstilah slametan berasal dari kata Jawa slamet, yang berarti selamat, tenteram, dan sejahtera. Di desa-desa Sidoarjo, slametan digelar pada momen-momen penting: awal musim tanam, panen, peristiwa desa, hingga doa keselamatan bersama.Antropolog Koentjaraningrat menempatkan slametan sebagai inti kehidupan sosial Jawa.“Slametan adalah upacara terpenting dalam sistem religi masyarakat Jawa karena berfungsi menjaga keseimbangan sosial dan harmoni hidup bersama.”— Koentjaraningrat, Kebudayaan JawaDalam praktiknya, semua warga duduk sejajar, makan dari hidangan yang sama, dan memanjatkan doa yang sama. Tidak ada jarak status sosial. Kebersamaan itu tidak riuh, tetapi justru kuat karena dilakukan berulang kali lintas generasi.Bersih Desa: Merawat Ruang, Merawat HubunganRitual bersih desa di Sidoarjo menggabungkan kerja bakti, doa bersama, dan makan kolektif. Lingkungan fisik dibersihkan, tetapi yang lebih penting adalah relasi sosial yang dirawat.Sejarawan budaya Jawa Timur Agus Sunyoto melihat tradisi semacam ini sebagai bentuk etika sosial masyarakat Nusantara.“Tradisi bersih desa bukan sekadar ritual simbolik, melainkan cara masyarakat membangun tanggung jawab kolektif terhadap ruang hidupnya.”— Agus Sunyoto, sejarawan & budayawanBersih desa menjadi ruang temu lintas generasi. Anak-anak belajar bahwa desa bukan milik individu, tetapi milik bersama—dan karena itu harus dijaga bersama.Tahlilan Kolektif: Empati Sosial dalam Waktu DukaSaat duka datang, desa tidak membiarkan warganya sendirian. Tahlilan menjadi ruang kolektif untuk berdoa sekaligus menunjukkan empati sosial. Warga hadir, membantu, dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.Cendekiawan Muslim KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menegaskan makna sosial dari tradisi semacam ini:“Agama di Indonesia hidup bukan hanya di kitab, tetapi di tradisi sosial yang menguatkan kemanusiaan.”— KH. Abdurrahman WahidDi desa-desa Sidoarjo, tahlilan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga mekanisme sosial untuk menjaga kohesi komunitas.Gunungan Tempe Sedengan–Mijen–Krian: Simbol Syukur dan Identitas RakyatDi wilayah Sedengan, Mijen, dan Krian, slametan menemukan ekspresi khas melalui Selamatan Gunungan Tempe. Tempe—pangan rakyat—disusun menjadi gunungan, didoakan, lalu dibagikan kepada warga.Tokoh budaya Sidoarjo, (alm.) Mbah Sastro, sesepuh desa Sedengan, pernah menyebut makna gunungan tempe dengan sederhana:“Gunungan tempe itu doa yang bisa dimakan bersama. Supaya rezeki tidak berhenti di satu tangan.”Pernyataan ini mencerminkan filosofi dasar tradisi: syukur, kebersamaan, dan keadilan sosial. Tempe dipilih karena ia merakyat, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan menjadi simbol ketahanan pangan lokal.______________Islam Nusantara yang Hidup di DesaRitual slametan, bersih desa, tahlilan, dan gunungan tempe menunjukkan wajah Islam Nusantara—Islam yang tumbuh bersama budaya lokal, bukan meniadakannya.Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj menegaskan:“Islam Nusantara adalah Islam yang ramah budaya, tidak memutus tradisi, tetapi memaknainya.”Di Sidoarjo, Islam hadir di masjid, pesantren, sekaligus di dapur warga, balai desa, dan halaman tempat gunungan tempe dibagikan.Makna bagi Generasi MudaBagi generasi muda, tradisi desa mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya terdapat nilai-nilai besar:• Kebersamaan di tengah individualisme• Empati sosial di era digital• Identitas kolektif di tengah perubahan cepatTradisi desa bukan romantisme masa lalu, melainkan arsitektur sosial yang membuat masyarakat tetap utuh.Referensi & Sumber• Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa• Clifford Geertz, The Religion of Java• Arsip & kajian Islam Nusantara – PBNU• Dokumentasi budaya desa Sedengan–Mijen–Krian, Sidoarjo• Wawancara dan penuturan tokoh budaya lokal• Dinas Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo

Selengkapnya
1 Feb 2026

Sedengan Mijen Gelar Sedekah Tumpeng Tempe Raksasa, Meriahkan Harjasda ke-167 Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 diwarnai beragam kegiatan sosio-kultural yang sarat nilai tradisi. Salah satunya tradisi ruwat desa atau sedekah bumi yang kembali digelar meriah oleh masyarakat Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.Ikon utama dalam kegiatan ini adalah tumpeng tempe raksasa setinggi sekitar 13–14 meter yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus identitas Sedengan Mijen sebagai desa sentra penghasil tempe. Tumpeng tersebut dibuat dari kurang lebih tiga kuintal kedelai dan disusun secara gotong royong oleh warga.Usai didoakan, ribuan warga yang sejak pagi memadati Lapangan Desa Sedengan Mijen langsung berebut potongan tempe. Suasana penuh kegembiraan tampak mewarnai prosesi tersebut, karena tempe yang dibagikan diyakini membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya.Tidak hanya sedekah tumpeng tempe raksasa, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan 31 tumpeng hasil bumi yang dibawa masing-masing RT. Beragam hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan tersaji dan turut diperebutkan warga, menambah semarak kebersamaan.Camat Krian, Nawari, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi budaya lokal.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Tradisi seperti ini sangat positif karena tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah,” ujar Nawari saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (1/2/2026).Ia menambahkan, apabila terus dilestarikan, kegiatan budaya seperti sedekah tumpeng tempe dapat masuk dalam agenda wisata daerah.Sementara itu, Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, menegaskan bahwa sedekah tumpeng tempe bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud rasa syukur dan kebersamaan warga.“Alhamdulillah seluruh rangkaian ruwat desa berjalan lancar. Ini adalah bentuk syukur masyarakat sekaligus sarana mempererat persatuan. Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang turut bekerja keras menyukseskan acara ini,” ungkapnya.Rangkaian ruwat desa telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, mulai dari istighosah, barikan Khotmil Qur’an, pagelaran wayang kulit, hingga pasar jajanan tradisional. Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi doa bersama dan perebutan tumpeng di lapangan desa. Antusiasme warga terlihat hingga acara berakhir.Tradisi tumpeng tempe raksasa ini pun terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Sedengan Mijen, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sidoarjo. (Mar)

Selengkapnya
1 Feb 2026

Ribuan Warga Sidoarjo Tumpah Ruah di Car Free Day Jalan A. Yani Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Animo masyarakat pada Car Free Day (CFD) di Jalan A. Yani Sidoarjo sangat tinggi. Ribuan warga Sidoarjo menyambut gembira dimulainya kembali pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor tahun ini. Berbagai komunitas masyarakat terlihat hadir. Mulai komunitas senam yang memanfaatkan monumen Jayandaru untuk senam bersama maupun komunitas sepada angin yang terlihat memadati area Car Free Day sisi Barat Jalan A. Yani Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menggerakkan para pelaku UMKM Sidoarjo.  Sisi sebelah Timur Jalan A. Yani Sidoarjo dikhususkan bagi para pelaku UMKM Sidoarjo untuk berjualan. Tidak hanya komunitas masyarakat maupun para pelaku UMKM saja yang memanfaatkan Car Free Day yang dimulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB tersebut. Instansi pemerintah juga ikut memanfaatkannya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti pelayanan cek kesehatan yang dilakukan RSUD Sidoarjo Barat maupun PMI Sidoarjo yang menggelar donor darah. Badan Pelayanan pajak Daerah/BPPD Sidoarjo juga ikut mendirikan tenda pelayanan pembayaran pajak. Tidak ketinggalan Dinas Kominfo Sidoarjo ikut menggelar pelayanan jemput bola terkait pengaduan masyarakat.Pagi tadi, Car Free Day itu resmi dibuka oleh Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati di depan  monumen Jayandaru Alun-alun Sidoarjo, Minggu, (1/2). Ia menyampaikan pelaksanaan Car Free Day menjadi komitmen bupati dan wakil bupati Sidoarjo untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup. Diharapkannya kegiatan yang digelar setiap Minggu tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga. “Ini bentuk komitmen beliau untuk memberikan ruang kepada masyarakat agar indeks kualitas lingkungan hidup Kabupaten Sidoarjo lebih baik, supaya kita semua sehat, setiap pagi senam,”ucapnya.Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati juga meminta masyarakat yang hadir untuk ikut menjaga kebersihan disetiap pelaksanaan Car Free Day. Dikatakanya kesuksesan pelaksanaan Car Free Day tergantung pada masyarakat itu sendiri. Bukan tidak mungkin area Car Free Day akan diperluas jika masyarakat yang hadir mampu menjaga kebersihan dan lingkungan. “Saya berharap bapak ibu semua yang ikut Car Free Day semuanya sehat, tetap menjaga kebersihan, tepat menjaga lingkungan,”pintanya.Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki melihat animo masyarakat begitu tinggi untuk hadir di Car Free Day kali ini. Pasalnya sudah cukup lama pelaksanaan Car Free Day tidak diselenggarakan Pemkab Sidoarjo. Ia bersyukur diawal pelaksanaannya dapat berjalan lancar. Namun ia tidak menampik masih banyak masyarakat yang kebingungan rute jalan pengalihan arus saat Car Free Day.“Nanti kami akan perbanyak sosialisasi dan rambu terkait dengan pengalihan arus, tetapi secara umum menurut kami ini berjalan lancar,” ucapnya. Budi Basuki juga menyampaikan dengan dibukanya Car Free Day di Jalan A. Yani Sidoarjo, arus Jalan Ponti Sidoarjo sisi Barat kembali dibuka. Pasalnya UMKM Street Market yang setiap Minggu pagi berjualan di Jalan Ponti Sidoarjo tersebut digeser berjulan di area Car Free Day di Jalan A. Yani Sidoarjo. “UMKM ini banyak yang dari Street Market yang ada di Jalan Ponti, jadi alhamdulillah Jalan Raya Ponti lancar, tidak ada UMKM yang berjualan di Jalan Ponti,” ucapnya.  Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menyempatkan berkeliling melihat pelaksanaan Car Free Day Jalan A. Yani Sidoarjo. Mulai dari penataan stan UMKM maupun pelayanan pemerintah yang dihadirkan. Ia juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana Alun-alun Sidoarjo dalam menghadirkan ruang terbuka hijau yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Git

Selengkapnya
1 Feb 2026

Peringati Ke 167 Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Kembali Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim

Kominfo, Sidoarjo - Dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-167 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim di Pendopo Delta Wibawa, Minggu 01/02/2026.Tampak hadir diantara Jama`ah Sholawatan dan Doa Bersama Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Mochammad Hudori, P3AKB Kab. Sidoarjo Heni Kristiani, Kepala Disporapar Yudhi Irianto, Kabag Hukum Setda. Kab. Sidoarjo Komang Rai Darmawan, Kabag. Kesra Setda Kab.Sidoarjo Musfofi Al Mahalli, LKSA, Baznas serta pengasuh Yayasan Yatim-Piatu se Kabupaten SidoarjoDalam sambutannya Sekretaris menyampaikan permohonan lantunan doa bersama untuk kemlasahatan di Kabupaten Sidoarjo serta untuk Sidoarjo yang lebih baik. Dengan usia ke 167 Kabupaten Sidoarjo bukan usia yang muda  lagi untuk itu dengan usia yg cukup matang ini hendaknya masyarakat Sidoarjo untuk lebih kokoh serta kompak lagi dalam membangun Kabupaten Sidoarjo."Mari kita sepakati bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo, untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang luar biasa, sehingga jangan sampai ditemukan anak-anak di Sidoarjo yang tidak bersekolah, atau anak yang dalam kondisi sakit tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena di Kabupaten Sidoarjo hanya dengan membawa KTP saja sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan gratis", ucapnyaIa pun menambahkan pada moment peringatan ini bukan sekadar memperingati sebuah momen bersejarah, melainkan untuk mengingatkan kepada semua tentang nilai kemanusiaan yang harus terus terpelihara, perlu bersama-sama untuk hijrah dari baik menjadi lebih baik, lebih baik menjadi sangat baik. Selain itu sebagai masyarakat yang berhubungan langsung dengan masyarakat hendaknya mau menegur atau mengingatkan orang yang berperilaku kurang bagus."Mari ingatkan jika mungkin ditemukan orang yang melakukan tindak perusakan fasilitas umum, membuang sampah tidak pada tempatnya maka saya mohon kepada masyarakat saling mengingatkan", tandasnyaKegiatan ini juga diisi dengan penyerahan secara simbolis bantuan dan sumbangan dari berbagai elemen masyarakat kepada anak-anak yatim piatu yang hadir  yang mana bukan hanya sekedar memberikan donasi, namun menjadi wujud nyata dari rasa syukur dan tanggung jawab sosial bersama terhadap generasi penerus.Dan pada acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini berakhir dengan penuh pengharapan akan setiap doa  yang dipanjatkan akan membawa berkah dan kemakmuran bagi Kabupaten Sidoarjo.

Selengkapnya
31 Jan 2026

Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas Pabean Asri Sedati

Kominfo, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi meresmikan Masjid Al Ikhlas yang berada di Perumahan Pabean Asri, Kecamatan Sedati, Sabtu (31/01/2025). Peresmian masjid tersebut disambut antusias oleh ratusan jamaah yang turut hadir dan memanjatkan doa bersama demi keberkahan Masjid Al Ikhlas Pabean Asri.Acara peresmian ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, para tokoh agama, serta warga masyarakat Pabean Asri. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya dukungan dan kebersamaan dalam pembangunan sarana ibadah di lingkungan masyarakat.Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kemakmuran masjid serta mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bermanfaat. Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga.“Masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang baik dan tempat silaturahmi yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar H. SubandiLebih lanjut, H. Subandi menyampaikan bahwa berdirinya Masjid Al Ikhlas sejak peletakan batu pertama pada tahun 2021 hingga dapat diresmikan saat ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara takmir masjid dan masyarakat yang terlibat secara aktif."Allhamdulillah, apa yang kami awali sejak 2021 kini menjadi kenyataan. Masjid ini adalah milik seluruh warga Pabean Asri tanpa terkecuali," ujarnya.Di akhir sambutannya, Bupati Sidoarjo berharap agar Masjid Al Ikhlas Pabean Asri dapat terus dijaga dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. (Son)

Selengkapnya
30 Jan 2026

Peringatan Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Kebersamaan

KOMINFO, Sidoarjo — Tahun 2026 ini Kabupaten Sidoarjo sudah menapaki usianya yang ke-167. 31 Januari 1859 menjadi tonggak perjalanan panjang dalam membangun daerah. Komitmen Kabupaten Sidoarjo untuk bertransformasi menjadi daerah yang maju dan berkembang terus diperlihatkan. Usia lebih dari satu setengah abad tersebut menjadi bukti kerja keras, kebersamaan, serta kuatnya semangat gotong royong masyarakat Sidoarjo dalam mewujudkan pembangunan daerah. Kamis malam, (30/1), sebagai ucapan rasa syukur digelar tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo/Harjasda ke 167 tahun 2025 di Pendopo Delta Wibawa. Tasyakuran dengan suasana penuh syukur itu dihadiri Forkopimda Sidoarjo. Antara lain Bupati Sidoarjo H. Subandi, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing serta Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten  Sidoarjo Warih Andono. Hadir pula Danpasmar 2 Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, Kas Sub Kogartap 0816/Sda Mayor Laut (PM) Aan Hendrawan serta Kepala BNNK Sidoarjo Kombespol Gatot Soegeng Soesanto. Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dan seluruh pejabat Sidoarjo juga hadir dalam kesempatan tersebut. Selain itu hadir pula para kyai Sidoarjo. Diantaranya Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo KH. DR. Ahmad Muhammad, KH. Abdul Aziz Munif, KH. Rofiq Siroj serta KH. Abdi Manaf dan Habib Najib Al Hadad. Para kyai Sidoarjo tersebut saling bergantian mendoakan untuk kebaikan Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan bahwa Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremoni tahunan saja. Namun juga sebagai momentum refleksi atas capaian pembangunan yang telah diraih. Selain itu, peringatan tersebut menjadi ajang untuk menata langkah ke depan dengan visi pembangunan yang lebih jelas dan terarah. “Sudah saatnya kita saling bergandeng tangan, bahu-membahu, dan bekerja cerdas demi mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” ucapnya. Bupati H. Subandi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmonisasi kehidupan sosial dengan saling menghargai dan memperkuat persaudaraan. Menurutnya persatuan dan kesatuan bangsa merupakan fondasi utama agar masyarakat terhindar dari politik adu domba yang dapat menghambat pembangunan. Ia juga meminta untuk terus menumbuhkan nilai-nilai gotong royong, guyub rukun, dan kebersamaan di tengah masyarakat. "Dengan kebersamaan, saya yakin Sidoarjo akan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,"ujarnya. Pada kesempatan tersebut Bupati H. Subandi mengajak seluruh undangan yang hadir untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Kabupaten Sidoarjo senantiasa dijaga dari segala macam bahaya dan bencana. Ia juga mengajak semuanya untuk berdoa agar Kabupaten Sidoarjo selalu dilimpahi keberkahan dalam setiap langkah pembangunan. Ia juga berharap Kabupaten Sidoarjo dapat terus berkembang menjadi daerah yang lebih baik, harmonis, dan sejahtera menuju kabupaten yang baldatun thayyibatun warobbun ghofur. "Saya ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Sidoarjo, mari kita terus melangkah bersama demi Sidoarjo yang semakin maju dan sejahtera,"ucapnya. Git

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 940909