Berita

16 Sep 2026

KISI 2026, Bupati Subandi Tekankan Inovasi yang Berdampak dan Jadi Solusi Persoalan

KOMINFO, Sidoarjo – Inovasi pemerintahan tidak cukup berhenti sebagai gagasan atau untuk mengejar penghargaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong setiap inovasi mampu menjawab persoalan sekaligus menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan pesan tersebut saat membuka Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (16/9/2026). Tema yang diusung “Inovasi Berdampak untuk Sidoarjo Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. KISI 2026 diarahkan menjadi instrumen untuk menjawab berbagai persoalan daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik. Subandi mengatakan, kebutuhan inovasi semakin penting karena pemerintah daerah masih menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian secara konkret. Menurutnya, capaian pembangunan yang sudah diperoleh harus terus diikuti dengan perubahan pola kerja dan tata kelola pemerintahan. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2025 mencapai 5,4 persen. Angka kemiskinan berada pada 4,40 persen. Tingkat pengangguran juga terus menjadi perhatian pemerintah. Di sisi lain, persoalan stunting dan lingkungan masih membutuhkan intervensi yang lebih kuat di lapangan. ”Banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan. Objek masalah masih banyak, sehingga kita harus punya inovasi. Ekonomi kita juga masih banyak problem,” ujar Subandi. Ia menekankan bahwa inovasi harus dibangun mulai dari tingkat sekretariat daerah, perangkat daerah, pemerintah desa, hingga pendidik. Komunikasi dan kolaborasi antarlembaga diperlukan agar inovasi yang dikembangkan tidak berjalan sendirisendiri. “Mulai sekda, OPD, sampai tingkat desa harus ada komunikasi. Inovasi ini jangan hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi betul-betul harus dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. Menurut Subandi, penghargaan dalam KISI harus menjadi pemicu perubahan pola pikir aparatur. Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu memudahkan pelayanan dan mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat. Ia menyampaikan, Kabupaten Sidoarjo sebelumnya berhasil mempertahankan predikat sebagai daerah terinovatif. Namun, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan dampak inovasi. “Dengan penghargaan ini harus mengubah mindset. KISI hari ini untuk menunjang bapak dan ibu semua agar memudahkan pelayanan Kabupaten Sidoarjo,” katanya. Pemkab Sidoarjo juga terus memperkuat sistem pengelolaan inovasi melalui pengembangan dashboard inovasi daerah. Platform SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah) saat ini menjadi salah satu sarana pengembangan dan pemantauan inovasi, mulai dari penjaringan gagasan, uji coba, penerapan hingga evaluasi dan pelaporan. Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman mengatakan, inovasi merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kebutuhan dan harapan masyarakat yang terus berkembang menuntut pemerintah untuk membangun ekosistem inovasi yang mampu mendorong kreativitas sekaligus menghasilkan perubahan nyata. “Bukan hanya jumlah inovasinya, tetapi yang paling penting adalah dampaknya,” tegasnya. Karena itu, penguatan gerakan satu perangkat daerah satu inovasi terus didorong. Setiap inovasi diarahkan memenuhi empat pilar utama. Yakni, berdampak, berorientasi pada hasil dan bukti, mendukung Sidoarjo maju melalui modernisasi tata kelola dan peningkatan daya saing, bersifat inklusif dengan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya, serta berkelanjutan sehingga dapat terus dikembangkan dan direplikasi. Ia menegaskan bahwa KISI tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari inovasi terbaik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Dengan demikian, inovasi yang lahir dari KISI diharapkan mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. “Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi instrumen untuk membangun budaya inovasi,” tegasnya. (Dew/Iad) .  

Selengkapnya
16 Sep 2026

Pemkab Sidoarjo Raih Penghargaan Jamsostek Award, Bupati Subandi Siapkan Program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih penghargaan Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur. Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi dari Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dalam acara yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Rabu (16/9). Dalam ajang ini, Pemkab Sidoarjo dinobatkan sebagai peringkat pertama penerima penghargaan dari gubernur Jawa Timur tersebut. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan penghargaan Jamsostek Award menjadi bukti komitmen Pemkab Sidoarjo terhadap perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sidoarjo.  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, menurut dia. akan selalu hadir memberikan jaminan sosial tenaga kerja bagi warga Sidoarjo. Khususnya kepada pekerja rentan dan sektor informal seperti perangkat desa, ketua RT, RW sampai kader Posyandu serta petani dan nelayan. “Hari ini kita mendapatkan penghargaan Jamsostek Award juara pertama. Alhamdulillah ini bukti bahwa pemerintah hadir memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada masyarakat Sidoarjo terutama kepada pekerja rentan,” ucapnya.Bupati Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial atau Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Cakupan UCJ akan dikhususkan kepada pekerja rentan dan sektor informal. Saat ini cakupan UCJ berada diangka 46,4%. Cakupan tersebut akan terus digenjot. Salah satunya melalui Program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan. Program tersebut diberlakukan kepada PNS untuk mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.  “Hari ini kita punya inovasi yang luar biasa, di mana satu ASN akan membantu satu pekerja rentan untuk menjamin kepersertaan BPJS Ketenagakerjaannya,  ini bentuk peran serta teman-teman ASN Kabupaten Sidoarjo untuk membantu sesamanya,” kata Subandi. Banyak manfaat ikut BPJS Ketenagakerjaan. Seperti memberikan jaminan perlindungan jaminan sosial keselamatan kerja serta jaminan sosial ekonomi. Manfaatnya pun juga tidak hanya dirasakan peserta BPJS Ketenagakerjaan saja. Namun juga dapat dirasakan oleh keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kalau kata pepatah ikut BPJS Ketenagakerjaan ini adalah "Sedia Payung Sebelum Hujan". Namanya orang itu kan tidak tahu, kadang dia pulang kerja, kecelakaan dan terjadi yang tidak kita harapkan, pemerintah disini akan hadir. Apalagi nanti kalau dia punya anak, anaknya nanti tetap bisa sekolah, bisa kuliah lewat santunan kepada keluarga korban yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Nah, inilah kehadiran pemerintah,” ujarnya. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, Ainun Amalia yang ikut mendampingi bupati menerima penghargaan mengatakan Pemkab Sidoarjo akan segera mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan. Untuk sementara ini program tersebut akan diberlakukan kepada PNS pejabat struktural. Jumlahnya sekitar 600 orang PNS pejabat struktural.  “Implementasinya baru di takaran PNS pejabat strukturalnya dulu, sebelum nanti ke level staf, ke level administrator, fungsional, dan sebagainya. Mereka membawa satu pekerja rentan untuk didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi ini adalah sedekah melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya. Ainun mengatakan implementasi surat edaran program tersebut akan diberlakukan bulan depan. Saat ini masih dimatangkan konsep pembayaran iurannya. Apakah dapat langsung potong gaji saat PNS menerimanya atau penarikan langsung iuran kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan dari PNS.  “Implementasinya insyaallah bulan depan, ini masih kita konsep untuk pembayaran iurannya, apakah langsung diminta dari personal atau mungkin konsepnya dipotong langsung dari gaji kita sebesar Rp. 16.800,” ujarnya. (Git) 

Selengkapnya
16 Sep 2026

Antisipasi Banjir, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat untuk Normalisasi Sungai di Tanggulangin dan Candi

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) normalisasi Sungai Gedangrowo di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (16/9/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan antisipasi dan penanganan banjir saat musim hujan. Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi memastikan pengerahan lima alat berat untuk mempercepat proses normalisasi. Hingga saat ini, baru tiga unit ekskavator yang turun mengeruk sungai.  Bupati Subandi meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo segera menurunkan semua kebutuhan alat berat tersebut. Lima alat berat harus segera beroperasi agar normalisasi sejumlah sungai dapat dimaksimalkan sebelum memasuki musim hujan. “Sudah saya telepon dinas PU, kenapa alat-alatnya belum dikirim semua. Saya minta PU memastikan besok lima alat berat sudah turun semua," ujarnya Rabu (16/9/2026). Bupati Subandi ingin memastikan bahwa pada musim hujan, semua sungai dan avfour di wilayah Kecamatan Candi dan Tanggulangin telah dinormalisasi. Antisipasi sudah berjalan.  "Yang penting hari-hari ini normalisasi kita maksimalkan,” katanya. Bupati Subandi menanbahkan, kondisi beberapa sungai mengalami pendangkalan. Salah satunya sungai di Kalidawir, Tanggulangin. Jadi, pengerahan alat berat difokuskan lebih dulu untuk normalisasi sungai dan avfour di Tanggulangin dan Candi. Normalisasi, lanjut dia, menjadi salah satu langkah antisipasi guna menghadapi ancaman banjir di kedua wilayah tersebut. Selain pengerahan alat berat, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan penanganan lain melalui program Pembangunan Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK). Melalui program tersebut, camat-camat diminta berkolaborasi dengan Dinas PU BM SDA Sidoarjo untuk memetakan lokasi dan kondisi sungai yang tidak dapat dijangkau alat berat. Termasuk, bagaimana langkah-langkah menanganinya. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh. Dari bagian hulu hingga hilir. “Untuk normalisasi yang lokasinya tidak bisa dijangkau dengan alat-alat berat, minimal Pak Camat bisa berkolaborasi dengan PU. Kita petakan agar semua sungai di daerah Tanggulangin dan Candi betul-betul siap saat musim hujan,” ujarnya. Selain normalisasi, Pemkab Sidoarjo menyiapkan rencana pembangunan embung di Desa Kedungbanteng. Rencana tersebut diusulkan untuk menampung air. Sekaligus menjadi salah satu solusi menghadapi persoalan banjir dan penurunan tanah di kawasan setempat. Bupati Subandi menyebutkan, terdapat lahan sekitar 15 hektare di RT 08, Desa Kedungbanteng, yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan embung. Pemkab Sidoarjo akan memasukkan solusi tersebut dalam perencanaan dan upaya pembebasan lahannya. “Tujuannya untuk menampung air. Kalau bisa pembebasan lahannya kita usahakan 2027. Kalau tidak bisa, 2028. Setelah itu tanahnya bisa diserahkan kepada desa untuk dikelola. Termasuk kemungkinan menjadi kawasan wisata,” jelasnya. Bupati Subandi juga menyoroti kondisi penurunan tanah yang terjadi di wilayah Kedungbanteng. Untuk mengetahui kondisi tersebut secara lebih terukur, Pemkab Sidoarjo berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengkaji tingkat penurunan tanah di kawasan tersebut. Sebenarnya, Pemkab Sidoarjo telah melakukan betonisasi jalan di kawasan Kedungbanteng yang tergenang banjir.  Tapi, ternyata posisi jalan yang dibetonisasi masih banjir. Ini menjadi pekerjaan rumah. Maka dari itu, kita sampaikan ke Pak Camat. Bahwa penanganan dari hulu sampai hilir ini harus selesai,” pungkas Bupati Subandi. (Mar) 

Selengkapnya
16 Sep 2026

Bupati Sidoarjo : Kegiatan ODL Jangan Membebani Wali Murid

KOMINFO, Sidoarjo – Outing Day Learning (ODL) yang digelar di sejumlah sekolah sedang menjadu perhatian sejumlah wali murid menyampaikan aduan dan keluhan langsung pimpinan daerah.  Menindak lanjuti itu, Bupati Sidoarjo Subandi meminta pihak sekolah tidak memaksakan kegiatan yang dapat menambah beban pengeluaran para wali murid. Subandi memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo mengevaluasi pelaksanaan ODL di sejumlah sekolah, baik tingkat SD maupun SMP negeri dan swasta. Evaluasi tersebut juga diminta ditindaklanjuti oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman. Hal tersebut disampaikan Subandi saat memberikan sambutan dalam Launching Kompetensi Inovasi Sidoarjo (KISI) Award 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (16/9/2026). Dalam acara itu juga dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Subandi menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah keluhan wali murid mengenai biaya kegiatan ODL. Salah satu aduan menyebut kegiatan ODL ke Jogja dikenakan biaya sekitar Rp1,2 juta. Menurut Subandi, pelaksanaan kegiatan sekolah perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi wali murid. Kegiatan ODL diharapkan tetap memberikan pengalaman dan manfaat bagi siswa tanpa menambah beban pengeluaran orang tua. “Saya minta mulai dari kepala sekolah jangan memaksakan ODL yang memberatkan para wali murid. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi,” ujar Subandi. Subandi juga menyampaikan bahwa kegiatan ODL tidak harus dilaksanakan ke luar daerah apabila biaya yang dibutuhkan cukup besar. Sekolah dapat memilih lokasi yang lebih dekat dengan tetap memperhatikan tujuan kegiatan pembelajaran. “Kalau ODL ini mengganggu dan memberatkan Bapak-Ibu wali murid, lebih baik ODL tidak usah jauh-jauh. Sudah ODL di alun-alun atau di destinasi wisata yang ada di Sidoarjo, jalan-jalan,” katanya. Subandi mencontohkan laporan mengenai kegiatan ODL siswa SMP ke Malang yang membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta lebih untuk kegiatan selama dua hari. “Acara di Malang, ODL anak SMP, dikenakan satu juta berapa, dua hari. Ini tidak boleh,” tegasnya. Untuk itu, Subandi meminta Dispendikbud bersama jajaran sekolah menindaklanjuti evaluasi pelaksanaan ODL agar kegiatan sekolah tetap berjalan sesuai ketentuan dan memperhatikan kondisi wali murid. Selain biaya kegiatan, Subandi juga meminta sekolah memberikan kesempatan yang terbuka dalam penggunaan jasa transportasi. Sekolah tidak diminta terpaku pada penyedia kendaraan tertentu selama kendaraan yang digunakan memenuhi aspek keselamatan dan kelayakan. “Masyarakat Sidoarjo banyak yang punya bus, pakai itu kalau busnya bagus. Tidak usah ada intervensi bus dan yang lainnya,” ujarnya. “Kondisi ekonomi seperti ini, mari kita lihat dampaknya kepada masyarakat, yang dirasakan oleh masyarakat. Jangan sebentar-sebentar ODL, ternyata masih ada warga yang komplain,” pungkasnya.(mas) . 

Selengkapnya
15 Sep 2026

Sidoarjo Jadi Salah Satu Kabupaten Percontohan Proyek InCircular Jatim, Bupati Subandi Dorong Penguatan Pengelolaan Sampah Plastik

KOMINFO, Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terpilih sebagai daerah percontohan dalam Proyek InCircular. Proyek yang merupakan bagian dari upaya mendukung Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045.  Program tersebut resmi diluncurkan dalam kegiatan bertajuk “Dari Daerah, Menuju Masa Depan Ekonomi Sirkular Indonesia” yang digelar di Hotel DoubleTree by Hilton, Kota Surabaya, Selasa (15/9/2026). Total ada lima daerah di Jawa Timur yang menjadi percontohan dalam program ini. Yakni Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Probolinggo.  Program ini diarahkan untuk memperkuat regulasi, kapasitas tata kelola, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta pengelolaan sampah di tingkat kabupaten/kota. Di Jawa Timur, fokus material dalam proyek tersebut diarahkan pada alur material sampah kemasan dan residu.  Melalui pendekatan ekonomi sirkular, pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan pembuangan, tetapi juga bagaimana material yang masih memiliki nilai dapat digunakan kembali, didaur ulang, dan dimanfaatkan secara lebih optimal. Peluncuran Kabupaten/Kota Percontohan Proyek InCircular dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ GmbH) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jerman melalui Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ). Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, terpilihnya Jawa Timur sebagai salah satu provinsi percontohan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus peluang strategis untuk memperkuat transformasi menuju pembangunan yang lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya, rendah limbah, dan berkelanjutan. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Republik Federal Jerman, serta GIZ Indonesia atas kerja sama dan dukungannya dalam mendorong pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur,” ujar Emil. Menurutnya, pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan penting di Jawa Timur. Timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, sementara baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal. Tantangan tersebut, lanjut Emil, tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kapasitas kelembagaan, konsistensi pemilahan sampah dari sumber, dukungan pembiayaan, serta keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha. “Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyambut baik terpilihnya Sidoarjo sebagai salah satu daerah percontohan Proyek InCircular. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Subandi mengatakan, pemetaan terhadap keberadaan tempat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk TPS 3R, menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pengelolaan sampah yang lebih efektif di daerah. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah plastik dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat bank sampah hingga tempat pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kawasan. “Pengelolaan sampah plastik ini penting. Mulai dari tingkat bank sampah sampai tingkat TPS 3R harus benar-benar kita perkuat dan memiliki komitmen yang besar,” ujar Subandi. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha maupun pihak lain. Kerja sama dengan GIZ dan Pemerintah Jerman melalui Proyek InCircular diharapkan dapat memperkuat sistem yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pengurangan sampah. H.Subandi berharap keterlibatan Sidoarjo dalam Proyek InCircular dapat memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sampah sekaligus memperkuat budaya pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber. Kerangka berpikir dari lima kabupaten/kota percontohan, lanjut Emil, perlu dipaparkan agar implementasi InCircular dapat melahirkan solusi yang sesuai dengan kondisi daerah, memperkuat sistem yang telah berjalan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Praktik-praktik yang telah dilakukan dan kerangka pengembangan yang nantinya dibawa kepada Kementerian PPN/Bappenas serta GIZ Indonesia–ASEAN diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan direplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. Terpilihnya Sidoarjo sebagai salah satu daerah percontohan menjadi peluang untuk memperkuat sinergi pengelolaan sampah sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular secara lebih nyata di tingkat daerah. Dengan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. (Son/mas) .  

Selengkapnya
15 Sep 2026

Wabup Mimik Resmikan Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat, Permudah Akses Cuci Darah

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana meresmikan Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) pada Selasa (15/9/2026). Fasilitas tersebut dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan memudahkan masyarakat. Khususnya, wilayah Sidoarjo bagian barat yang membutuhkan layanan dialisis atau cuci darah. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya sangat mengapresiasi hadirnya layanan ini. Sekarang, masyarakat Sidoarjo, khususnya di wilayah barat, sudah tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan dialisis atau cuci darah,” ujarnya. Menurut Mimik, layanan tersebut memang telah ditunggu dan dibutuhkan masyarakat. Saat ini sudah ada sebanyak 30 pasien yang mendaftar untuk mendapatkan layanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran RSUD Sidoarjo Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Jawa Timur, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dan berkontribusi dalam mewujudkan layanan tersebut. Mimik berharap fasilitas Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat ini semakin baik.  Didukung tenaga kesehatan yang amanah serta memberikan kenyamanan kepada pasien. Karena, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan obat-obatan dan fasilitas medis, tetapi juga pelayanan yang humanis dan memberikan rasa nyaman. “Orang sakit itu bukan hanya cari obat. Kalau kita melayani dengan ikhlas, memberikan senyuman, keramahan dan doa, insya Allah itu salah satu obat yang paling mujarab,” ungkapnya. Mimik berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar selalu mengedepankan keramahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Baik tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit. “Layani masyarakat kita dengan senyuman dan keramahan karena ini yang paling dibutuhkan oleh pasien,” tegasnya. Mimik menambahkan, pendirian rumah sakit tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas. Kepuasan serta kenyamanan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama. Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Segaf Al Hadad menjelaskan, rumah sakitnya mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan, alat kesehatan, serta sarana dan prasarana, untuk mendukung pelayanan Instalasi Dialisis. Saat ini tersedia 14 mesin dialisis. Terdiri atas 12 mesin untuk pasien reguler, 1 mesin pasien hepatitis, dan 1 mesin lainnya disiapkan sebagai cadangan. RSUD Sidoarjo Barat juga telah melatih dokter umum dan perawat serta memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui tahapan kredensialing. Semua itu sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan pelayanan instalasi dialisis. “Mulai 1 September 2026, Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat telah resmi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abdillah. Menurut dia, sejak mulai beroperasi hingga saat ini, layanan tersebut telah mendapatkan respons positif dari masyarakat. Puluhan pasien telah mendapatkan pelayanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat. Mendengar penjelasan itu, Wabup Mimik Idayana menegaskan bahwa dirinya berharap hadirnya Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat semakin banyak membantu masyarakat serta menjadikan rumah sakit tersebut semakin berkembang dan dipercaya. (Mar/Iad) 

Selengkapnya
15 Sep 2026

Wabup Mimik Resmikan Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat, Permudah Akses Cuci Darah

Kominfo, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP meresmikan Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) pada Selasa (15/9/2026). Fasilitas tersebut dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan memudahkan masyarakat. Khususnya, wilayah Sidoarjo bagian barat yang membutuhkan layanan dialisis atau cuci darah.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya sangat mengapresiasi hadirnya layanan ini. Sekarang, masyarakat Sidoarjo, khususnya di wilayah barat, sudah tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan dialisis atau cuci darah,” ujarnya.Menurut Mimik, layanan tersebut memang telah ditunggu dan dibutuhkan masyarakat. Saat ini sudah ada sebanyak 30 pasien yang mendaftar untuk mendapatkan layanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat.Dia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran RSUD Sidoarjo Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Jawa Timur, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dan berkontribusi dalam mewujudkan layanan tersebut.Mimik berharap fasilitas Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat ini semakin baik.  Didukung tenaga kesehatan yang amanah serta memberikan kenyamanan kepada pasien. Karena, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan obat-obatan dan fasilitas medis, tetapi juga pelayanan yang humanis dan memberikan rasa nyaman.“Orang sakit itu bukan hanya cari obat. Kalau kita melayani dengan ikhlas, memberikan senyuman, keramahan dan doa, insya Allah itu salah satu obat yang paling mujarab,” ungkapnya.Mimik berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar selalu mengedepankan keramahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Baik tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit.“Layani masyarakat kita dengan senyuman dan keramahan karena ini yang paling dibutuhkan oleh pasien,” tegasnya.Mimik menambahkan, pendirian rumah sakit tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas. Kepuasan serta kenyamanan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat dr Abdillah Segaf Al Hadad menjelaskan, rumah sakitnya mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan, alat kesehatan, serta sarana dan prasarana, untuk mendukung pelayanan Instalasi Dialisis. Saat ini tersedia 14 mesin dialisis. Terdiri atas 12 mesin untuk pasien reguler, 1 mesin pasien hepatitis, dan 1 mesin lainnya disiapkan sebagai cadangan.RSUD Sidoarjo Barat juga telah melatih dokter umum dan perawat serta memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui tahapan kredensialing. Semua itu sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan pelayanan instalasi dialisis.“Mulai 1 September 2026, Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat telah resmi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abdillah.Menurut dia, sejak mulai beroperasi hingga saat ini, layanan tersebut telah mendapatkan respons positif dari masyarakat. Puluhan pasien telah mendapatkan pelayanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat.Mendengar penjelasan itu, Wabup Mimik Idayana menegaskan bahwa dirinya berharap hadirnya Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat semakin banyak membantu masyarakat serta menjadikan rumah sakit tersebut semakin berkembang dan dipercaya. (Mar/iad)

Selengkapnya
13 Sep 2026

Apresiasi Gebyar HUT RI di Grabagan, Wabup Mimik: Semoga Warga Semakin Guyub dan Sejahtera

KOMINFO, Sidoarjo – Ribuan warga meramaikan Gebyar HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Minggu (13/9/2026). Puncak rangkaian perayaan yang dikemas dengan hiburan rakyat, parade budaya, bazar UMKM hingga pengundian berbagai hadiah itu berlangsung meriah. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., turut hadir bersama jajaran Forkopimka Tulangan. Mimik mengapresiasi Pemerintah Desa Grabagan dan panitia sebagai penyelenggara serta tingginya antusiasme warga. ”Desa Grabagan ini ternyata tiap tahun mengadakan acara yang penuh spektakuler dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di antaranya acara parade budaya. Warganya juga selalu disiplin dengan membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun Pemerintah Desa Grabagan. Antusiasme masyarakat yang hadir sungguh luar biasa,” ujar Mimik. Tak hanya menampilkan parade budaya, rangkaian Gebyar HUT ke-81 RI di Desa Grabagan juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan pasar rakyat. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat. ”Kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh sekaligus menjadi wadah melestarikan seni dan budaya masyarakat. Semoga ekonomi masyarakat semakin bergerak dan Desa Grabagan semakin maju serta warganya semakin guyub dan sejahtera,” ucapnya. Sesi pengundian hadiah menjadi bagian acara yang paling dinantikan masyarakat. Kemeriahan semakin terasa saat Wabup Mimik Idayana melakukan pengundian. Salah satu penerima hadiah adalah Ibu Made yang mendapatkan sepeda listrik. Sementara itu, hadiah ibadah umrah diraih Al Fatah, remaja 14 tahun yang hadir bersama keluarganya. Suasana haru pecah saat nama Al Fatah diumumkan sebagai pemenang. Sang ibu yang mendampingi putranya tak kuasa menahan tangis. Al Fatah merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sang ibu pun menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menunaikan ibadah umrah. Mimik turut menyampaikan rasa syukurnya atas hadiah umrah yang diterima Al Fatah. Ia memaknai keberangkatan ke Tanah Suci sebagai bagian dari panggilan Allah. ”Selamat kepada ananda Al Fatah. Semoga hadiah umrah ini menjadi berkah. Yang namanya panggilan, dengan cara apa pun, nek wayahe budal pasti budal. Sangat bersyukur sekali, karena umrah ini adalah salah satu panggilan Allah,” tutur Mimik. Menurut Mimik, semangat masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI tidak sekadar menjadi ajang perayaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. (Mar) 

Selengkapnya
13 Sep 2026

Resmi Dikukuhkan, Pengurus KONI Sidoarjo Periode 2025-2029 Siap Berkolaborasi demi Sidoarjo Juara

KOMINFO, Sidoarjo -  Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo periode 2025-2029 menjalani prosesi pengukuhan di Pendopo Delta Wibawa pada Minggu (13/9/2026). Disaksikan oleh Bupati Sidoarjo Subandi, Ketua Umum KONI Sidoarjo terpilih M. Rafi Wibisono resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil.  Sebagai Dewan Pelindung, Bupati Subandi meminta pengurus KONI Sidoarjo yang baru dilantik agar senantiasa menjaga amanah serta tidak mengecewakan para atlet kebanggaan Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo merupakan sentra pengembangan atlet berbakat. Tantangan ke depan akan semakin besar seiring dengan proses seleksi atlet yang terus berjalan. "Sidoarjo memiliki banyak atlet berbakat sehingga generasi muda diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi aset daerah yang unggul demi mengharumkan nama Sidoarjo," ujarnya. Subandi menambahkan, pemerintah akan terus memberikan dukungan sistem bagi KONI Sidoarjo. Namun, dukungan itu perlu diimbangi dengan komitmen generasi muda yang tangguh, cerdas, dan pekerja keras guna membawa perubahan positif bagi KONI Sidoarjo. Lebih-lebih saat ini merupakan masa persiapan Porprov. Perlu dipersiapkan langkah strategis dalam mempersiapkan para atlet untuk dapat meraih dan mempertahankan gelar juara. "Keberhasilan akan tercapai melalui kolaborasi strategis. Pemberian dukungan yang saling berkelanjutan serta sinergi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan pengurus KONI," tegas Subandi.  Ketua Umum KONI Sidoarjo (2025-2029)  Muhammad Rafi Wibisono menyampaikan, proses untuk bisa menjadi Ketua Umum KONI Sidoarjo bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui hingga bisa sampai pada tahap terpilih sebagai Ketua Umum KONI Sidoarjo periode 2025-2029. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Kabupaten Sidoarjo yang telah melaksanakan serangkaian proses penjaringan dan pendalaman sehingga agenda pelantikan ini dapat terlaksana dengan baik," katanya. Rafi Wibisono menyampaikan apresiasi atas peluang yang diberikan kepada generasi muda untuk berkontribusi dan memegang peran kepemimpinan. Generasi muda bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan investasi masa depan yang perlu dibimbing serta diberi ruang untuk berkembang. KONI Sidoarjo berkomitmen untuk merealisasikan rencana kerja strategis melalui program "Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara". Itu merupakan visi strategis KONI Sidoarjo untuk empat tahun ke depan. Konsep Atlet Unggul mengintegrasikan pembinaan berjenjang dengan peningkatan kesejahteraan atlet.  Sebagai upaya berkelanjutan dalam mencapai prestasi, KONI Sidoarjo berkomitmen mengoptimalkan pembinaan sejak usia dini hingga muda. Serta, menjamin pemenuhan kesejahteraan bagi para atlet berprestasi. "Program pembinaan berjenjang ini dilaksanakan sebagai bentuk persiapan menuju Porprov 2027. Bagi para atlet berprestasi, kami berkomitmen untuk mengupayakan pemberian bonus, beasiswa pendidikan, serta jaminan pengembangan karier dan kesejahteraan masa depan mereka," ungkap Rafi Wibisono.  KONI Sidoarjo juga berkomitmen untuk senantiasa bersinergi dengan pemerintah, BUMN, dan BUMD dalam mempersiapkan serta menjamin kesejahteraan atlet berprestasi. Peningkatan kualitas pelatih juga menjadi pilar utama dalam program Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara. Mengapa? Karena prestasi tidak hanya lahir dari atlet-atlet yang kompeten, tetapi juga dari dukungan para pelatih yang hebat. "Sidoarjo Juara" memiliki arti bahwa KONI Sidoarjo telah memiliki target terukur. Seperti pada persiapan Porprov 2027 mendatang, Sidoarjo harus bisa masuk dalam urutan 2 besar.  "Sidoarjo merupakan pusat pembibitan atlet potensial. Kita harus optimistis dalam meraih prestasi puncak. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan penuh dari pemerintah serta kontribusi CSR. Mengingat, KONI tidak dapat mengupayakan pencapaian gelar juara dan kesejahteraan atlet secara mandiri," pungkasnya. (yu) 

Selengkapnya
12 Sep 2026

Harlah ke-27 Ponpes Tanwirul Afkar, Wabup Mimik Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Akhlak

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menghadiri pengajian umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah Ke-27 Pondok Pesantren (Ponpes) Tanwirul Afkar Kecamatan Krian pada Sabtu (12/9/2026). Dia meminta doa para kiai dan jamaah agar pejabat Sidoarjo selalu amanah dalam menjanlankan tugas.  Kegiatan peringatan Maulid dan Harlah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.  Para kiai, pengasuh pondok pesantren, dan wali santri hadir bersama jajaran Forkopimka Krian serta perangkat Desa Tempel, Kecamatan Krian.  Dalam sambutannya, Wabup Mimik Idayana menyampaikan rasa syukur. Dirinya bisa bersilaturahmi bersama keluarga besar Ponpes Tanwirul Afkar dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati perjalanan 27 tahun pondok pesantren tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat Harlah Ke27 untuk Pondok Pesantren Tanwirul Afkar. Usia 27 tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Pasti sudah banyak perjuangan, suka duka, dan tantangan yang telah dilalui,” ungkap Wabup Mimik Idayana. Keberadaan pondok pesantren, lanjut dia, memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memberikan dukungan kepada pendidikan pesantren. Dukungan itu merupakan upaya menciptakan masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga memiliki keimanan dan akhlak yang baik. “Kita ingin Sidoarjo tidak hanya maju pembangunannya, tetapi juga maju masyarakatnya. Kuat imannya dan bagus akhlaknya. Ilmu itu penting, tetapi akhlak jauh lebih penting,” tuturnya. Wabup Mimik Idayana berharap, Ponpes Tanwirul Afkar semakin solid, berkembang, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain itu, terus melahirkan generasi penerus yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus akhlak mulia. Wabup Mimik Idayana juga menitipkan doa kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, wali santri, dan seluruh jamaah yang hadir. Semoga para pemimpin dan pejabat di Kabupaten Sidoarjo senantiasa diberi amanah dalam menjalankan tugas mereka. “Saya titip doa. Kalau bisa setiap hari dan setiap selesai salat. Doakan semoga para pemimpin, terutama pemimpin Kabupaten Sidoarjo beserta para pejabatnya, selalu menjadi pemimpin yang amanah. Doakan juga agar masyarakat Sidoarjo semakin sejahtera dan Sidoarjo semakin baik serta semakin maju,” pinta Wabup Mimik Idayana. Dia berharap seluruh doa yang dipanjatkan pada malam itu mendapat ijabah dari Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga besar Ponpes Tanwirul Afkar maupun Kabupaten Sidoarjo. “Semoga Sidoarjo menjadi lebih baik dan lebih maju, serta masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas Wabup Mimik Idayana. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Ke-27 Ponpes Tanwirul Afkar tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang memiliki bekal ilmu pengetahuan, keimanan dan akhlak mulia. (Son) 

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2327229