Berita

26 Jun 2026

"Pesona Wastra Sidoarjo" Warnai Peringatan HUT Dekranas ke-46 Tahun 2026

KOMINFO,SIDOARJO -Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 pada Tahun 2026, Dekranasda Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan acara "Pesona Wastra Sidoarjo Tahun 2026" yang bertempat di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.Acara ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 27 Juni 2026 dan secara resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi.Dalam sambutannya, Sriatun menyampaikan bahwa Peringatan HUT ke-46 Dekranas ini merupakan momentum krusial untuk memberikan apresiasi kepada seluruh perajin dan pelaku usaha kerajinan yang telah berkontribusi dalam melestarikan budaya bangsa, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Selama 46 tahun, Dekranas telah menjadi wadah pembinaan, pengembangan, dan promosi berbagai produk kerajinan Indonesia yang kaya akan nilai budaya, kreativitas, dan inovasi.Tema "Pesona Wastra" sangat relevan, merepresentasikan kain tradisional bukan hanya sebagai objek fungsional, melainkan sebagai medium yang sarat makna. Dalam batik dan bordir khas Sidoarjo, terkandung doa, nilai, filosofi sejarah, seni, serta identitas budaya luhur masyarakat. Sidoarjo patut berbangga atas kegigihan dan kreativitas perajin lokalnya. "Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, Dekranasda Kabupaten Sidoarjo berkomitmen penuh untuk mendampingi, memfasilitasi, dan membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku IKM dan UMKM agar dapat meningkatkan kualitas, tidak hanya dicintai di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,"katanyaKegiatan yang berlangsung selama dua hari ini turut dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, antara lain lomba mewarnai "Sidoarjo Kreatif" dan lomba "Cilik Berkain Nusantara" yang melibatkan generasi penerus. Melalui kompetisi-kompetisi ini, diharapkan generasi penerus dapat menumbuhkan rasa bangga dalam mengenakan pakaian adat daerah sejak usia dini."Dan sebagai motor penggerak pelestarian budaya khas masing-masing desa, kita juga akan menyelenggarakan lomba Busana Putri Jenggolo yang akan melibatkan Ibu-Ibu Kepala Desa",ujarnyaSelain itu, keterlibatan dan partisipasi dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Direktur BUMD, BLUD, serta Dinas/Instansi vertikal akan turut serta dalam Pesona Budaya Kecamatan dan Parade Wastra Pinilih."Hal ini membuktikan bahwa seluruh jajaran birokrasi Sidoarjo solid dan berkomitmen sebagai garda terdepan dalam mendukung produk lokal."pungkasnyaKegiatan kolaboratif ini merupakan bukti bahwa keberhasilan pembinaan UMKM dan pelestarian wastra tidak dapat dicapai oleh Dekranasda sendirian. Diperlukan sinergi pentahelix yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas desainer, serta dukungan dari seluruh masyarakat Sidoarjo untuk membeli dan menggunakan produk-produk lokal daerah Sidoarjo.Setelah secara resmi membuka kegiatan Pesona Wastra Sidoarjo Tahun 2026, dr. Sriatun, didampingi oleh Ketua Pelaksana Harian Dekranasda Kab. Sidoarjo, Ketua Dharmawanita Kabupaten Sidoarjo, serta para pengurus, meninjau pelaksanaan lomba mewarnai dan mengunjungi stan-stan pameran produk UMKM Sidoarjo.yu

Selengkapnya
26 Jun 2026

Sidak SDN Waung, Bupati Subandi Pastikan Perbaikan Segera Dilaksanakan

KOMINFO,SIDOARJO– Sejumlah ruang kelas SDN Waung Kecamatan Krembung yang roboh beberapa waktu lalu bakal segera diperbaiki. Kepastian itu disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat sidak ke sana,  Jumat (26/6/2026). Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, anggota DPRD Sidoarjo, serta jajaran Forkopimda, Bupati Subandi melihat langsung kondisi ruang kelas yang rusak.  Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan sekolah sekaligus mempercepat langkah penanganan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman dan nyaman bagi para siswa. Menurut Subandi, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan anggaran sekitar Rp800 juta untuk pembangunan kembali tiga ruang kelas yang roboh. Proses pembangunan ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. "Insyaallah pembangunan tiga ruang kelas akan kita laksanakan pada bulan Agustus. Anggaran sudah kita siapkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik," ujar Subandi. Ia menegaskan, pembangunan nantinya tidak hanya berfokus pada pembangunan ruang kelas baru, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi secara menyeluruh. Mulai dari pondasi, lantai, dinding, rangka atap hingga plafon harus dikerjakan sesuai standar teknis agar bangunan lebih kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang. Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan beberapa bagian bangunan telah mengalami kerusakan akibat usia bangunan, termasuk kondisi rangka kayu yang mulai lapuk. Oleh karena itu, seluruh bagian yang sudah tidak layak akan diperbaiki menggunakan material yang berkualitas. "Kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas. Jangan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi mutu bangunan harus benar-benar dijaga sehingga memberikan rasa aman bagi para siswa dan guru," tegasnya. Selain pembangunan tiga ruang kelas, Pemkab Sidoarjo juga akan mengagendakan pembangunan ruang kelas lainnya secara bertahap pada tahun 2027.  Tak hanya itu, area belakang sekolah yang selama ini kerap terdampak banjir juga akan ditinggikan agar genangan air tidak lagi masuk ke lingkungan sekolah. "Kalau hujan, halaman belakang sering tergenang. Ini juga akan kita benahi dengan meninggikan area tersebut supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman," katanya. Bupati H.Subandi juga memberikan perhatian khusus terhadap proses pengawasan proyek. Ia meminta Dinas Pendidikan, konsultan perencana, konsultan pengawas, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengawal seluruh tahapan pembangunan secara ketat agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi. "Saya tidak ingin ada pekerjaan yang asal-asalan. Pengawasan harus dilakukan secara maksimal mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Kontraktor harus bekerja sesuai spesifikasi dan menghasilkan bangunan yang berkualitas," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Subandi kembali menegaskan komitmennya untuk memberdayakan pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Ia berharap proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui penggunaan kontraktor lokal yang memiliki kompetensi maupun penyerapan tenaga kerja asal Sidoarjo. "Uang yang dibelanjakan pemerintah daerah harus memberikan dampak bagi masyarakat Sidoarjo. Saya ingin tenaga kerja lokal ikut terlibat sehingga manfaat pembangunan juga dirasakan oleh warga kita sendiri. Yang terpenting, kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas," pungkasnya.(Son/mas) . 

Selengkapnya
26 Jun 2026

Wabup Mimik Idayana Tanam Pohon Pucuk Merah bersama ASN Sidoarjo

Kominfo,Sidoarjo- Pada hari Jumat, 26 Juni 2026, Wakil Bupati Sidoarjo, Ibu Hj. Mimik Idayana, bersama dengan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Kesehatan, serta Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan kegiatan penanaman pohon pucuk merah di Taman ASEAN Pagerwojo, Sidoarjo. Kegiatan penanaman ini mencakup 12 lokasi taman yang telah ditentukan, dengan total 1300 pohon yang ditanam. Penanaman pohon juga turut dilaksanakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. "Kami berharap bahwa inisiatif penanaman pohon yang dilaksanakan bulan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Sidoarjo dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Kami optimis bahwa Sidoarjo akan menjadi lebih asri, baik, dan sejuk, mengingat setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sidoarjo diwajibkan untuk menanam satu pohon pucuk merah, dan penanaman tersebut telah dilakukan di lokasi yang telah ditentukan."katanya Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Mimik juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Taman Tara, yang berlokasi strategis di pusat kota dan berdekatan dengan Taman ASEAN. Ia berinteraksi langsung dengan para pengunjung taman dan meninjau fasilitas-fasilitas yang tersedia di area tersebut. "Taman ini berlokasi di pusat kota, sehingga memiliki potensi besar untuk menarik masyarakat berkunjung, bersantai, dan menikmati rekreasi gratis. Oleh karena itu, akan sangat baik jika ke depannya ditambahkan fasilitas-fasilitas yang lebih memadai guna meningkatkan daya tarik taman bagi masyarakat," ujarnya Wakil Bupati Mimik mengimbau Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk melakukan inovasi lebih lanjut, misalnya dengan menambahkan spot-spot foto menarik. Hal ini diharapkan dapat menjadikan taman tidak hanya nyaman bagi anakanak, tetapi juga menarik bagi para remaja dan ibu-ibu yang gemar berswafoto. "Peningkatan fasilitas perlu dipertimbangkan untuk menarik minat masyarakat, sehingga tidak hanya terfokus pada area alun-alun",ucapnya Desain ulang serta perbaikan mungkin diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, dengan desain yang lebih menarik dan perbaikan atau penggantian fasilitas yang mulai rusak, mengingat kenyamanan pengunjung adalah prioritas utama. Dengan demikian, warga Sidoarjo dapat bersantai bersama keluarga tanpa perlu mencari destinasi di luar wilayah. "Apabila kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di Sidoarjo, maka masyarakat tidak akan mencari destinasi wisata lain dan akan lebih mencintai Sidoarjo,"pungkasnya.yu.

Selengkapnya
26 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Dorong Percepatan Flyover Gedangan

KOMINFO,SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo terus mendorong percepatanpembangunan Flyover Gedangan. Setiap progres dalam pembangunan itu terus diupdate untuk memastikan semua selesai sesuai rencana. Yang terbaru, Pemkab Sidoarjo menggelar paparan desain Flyover di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Jumat (26/6/2926). Gambar dan video 3D untuk jembatan layang itu dipaparkan detail di sana.“Perencanaan sudah, DED (detail engineering design) juga sudah. Proses pembebasan lahan yang sedang berjalan. Sosialisasinya juga sudah dilakukan,” ujar Bupati Sidoarjo Subandi usai pertemuan.Appraisel diharapkan bisa selesai bulan Juli mendatang. Supaya bulan Agustus bisa dilakukan pembayaran. Sehingga akhir tahun semua lahan sudah siap.“Sekarang sudah ada dana Rp 200 miliar di APBD. Sementara yang dibutuhkan sekira Rp 400 miliar. Nanti bisa kita tambah lewat PAK (perubahan anggaran keuangan) 2026,” lanjut Subandi.Pihaknya mengaku terus mengawal semua progres tersebut. Supaya pembangunan jembatan layang Gedangan bisa direalisasikan tahun 2027 mendatang. Sehingga kemacetan di kawasan itu bisa benar-benar teratasi.Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo M Mahmud menjelaskan, ada beberapa hal yang masih perlu dibahas lebih terkait desain tersebut. Di antaranya terkait stasiun kereta api yang berada di sebelah barat perempatan.“Itu perlu kita bicarakan lebih lanjut dengan KAI dan BBPJN. Kemudian, kami juga usulkan di bagian bawah Flyover ditambah taman-taman. Supaya terlihat estetik dan hijau,” lanjutnya.Hal lain yang disebutnya perlu pembahasan lebih lanjut adalah jalur putar balik yang diharap bisa diperlebar. Karena jalur itu kerap dilewati truk-truk besar dan tronton.“Satu lagi, terkait ketinggian Flyover. Karena tahun 2029 mendatang jalur kereta yang melintas di perempatan Gedangan itu jadi dobel track, tentu perlu penyesuaian,” imbuhnya.Terkait pembebasan lahan, disebutnya ada 105 bidang yang bakal dibebaskan.Lokasinya, Flyover Gedangan dimulai dari sebelah utara di dekat Bank BCA, sampai mendekati pertigaan Puri Surya Jaya.(mas).

Selengkapnya
25 Jun 2026

Wabup Mimik: Kolaborasi Pemkab Sidoarjo dan HIPMI untuk Tingkatkan Ekonomi Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., menerima audiensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang dipimpin Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo Muh Zakaria Dimas Pratama, di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Kamis (25/6/2026).Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan pelaku usaha muda dalam membahas penguatan sinergi, pengembangan ekonomi daerah, serta upaya menghadirkan manfaat industri bagi masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Mimik menyampaikan bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk kalangan pengusaha, sangat penting agar berbagai aspirasi dapat tersampaikan dengan baik.“Melalui audiensi seperti ini, tali komunikasi bisa tersambung. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa didengar, kemudian kita sinkronkan dengan langkah pemerintah daerah,” ujar Mimik.Ia menilai kolaborasi dengan pelaku usaha perlu diperkuat karena Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi besar sebagai daerah industri. Menurutnya, keberadaan perusahaan, pelaku usaha, dan UMKM di Sidoarjo harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan warga sekitar.“Sidoarjo ini punya banyak potensi. Banyak perusahaan besar, menengah hingga UMKM di sini. Potensinya sangat luar biasa, tinggal bagaimana kita bersama-sama mengelola agar keberadaan mereka juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.Mimik juga mendorong agar sektor swasta dan pemerintah dapat membangun pola kerja sama yang lebih terarah. Menurutnya, pengusaha muda memiliki peran strategis dalam menciptakan peluang kerja serta mengembangkan inovasi ekonomi daerah.“HIPMI ini luar biasa. Sebenarnya pengusaha bisa berjalan sendiri, tetapi memilih datang dan berkolaborasi dengan pemerintah karena memiliki kepedulian terhadap Kabupaten Sidoarjo. Ini yang harus kita apresiasi,” tuturnya.Ia menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan masukan dari berbagai pihak agar program yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat.“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kerja sama, diskusi, dan kolaborasi dengan pengusaha-pengusaha yang ada di sekitar kita, terutama anak-anak muda Sidoarjo yang sudah memiliki kemampuan dan keterampilan. Kita ingin Sidoarjo naik kelas, kita bikin terobosan dan tidak ingin begini-begini saja” katanya.Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo Muh Zakaria Dimas Pratama menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pemerintah daerah melalui berbagai gagasan dan program yang dapat memperkuat perekonomian lokal.Audiensi tersebut diharapkan untuk memperkuat hubungan antara Pemkab Sidoarjo dan dunia usaha, sehingga potensi ekonomi Kabupaten Sidoarjo dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Mar)

Selengkapnya
25 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Gandeng Kreator Digital Perkuat Komunikasi Publik

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas kreator digital guna membangun komunikasi publik yang adaptif dan kreatif. Komitmen ini diwujudkan melalui agenda Gov x Creator Connect Vol. 2 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo di Hotel Luminor, Sidoarjo, Kamis (25/6/2026).Acara bertema "Navigating the Future of Digital Communication for Sidoarjo`s Growth" ini diikuti 110 peserta. Mereka terdiri dari 46 pegiat media sosial, 64 admin media sosial organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan instansi vertikal seperti Polresta Sidoarjo, Kodim 0816/Sidoarjo, PLN, dan Bank Jatim.Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan, birokrasi di era digital dituntut bergerak cepat dan memanfaatkan teknologi secara optimal demi meningkatkan pelayanan masyarakat."Birokrasi Sidoarjo harus siap bergerak dan adaptif. Seluruh jajaran pemerintah harus aktif memanfaatkan ruang digital sebagai bagian dari pelayanan publik," ujar Subandi saat membuka acara.Menurut Subandi, keberhasilan komunikasi publik kini bertumpu pada kemampuan pemerintah membangun sinergi dengan elemen masyarakat, termasuk kreator konten.Oleh karena itu, Diskominfo Sidoarjo diminta menjadi motor penggerak transformasi tersebut, sekaligus memfasilitasi ide-ide kreatif agar informasi pembangunan tersampaikan secara cepat dan akurat.Selain pembenahan komunikasi publik, Subandi memaparkan peta jalan transformasi digital Pemkab Sidoarjo. Saat ini, setiap OPD telah memiliki dashboard digital internal. Pada tahun 2027, seluruh aplikasi tersebut ditargetkan terintegrasi dalam satu dashboard pemerintahan terpadu.Melalui integrasi ini, pemantauan program seperti pendapatan daerah, perizinan, infrastruktur, hingga penanganan banjir dapat dilakukan secara real-time sebagai dasar pengambilan kebijakan.Untuk mendukung inovasi berbasis data tersebut, Pemkab Sidoarjo juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo menjelaskan, Gov x Creator Connect sengaja digelar di dalam daerah guna memberikan dampak langsung pada perputaran ekonomi lokal. Berbeda dengan tahun lalu yang diadakan di Kota Malang."Kami berharap kegiatan ini menyelaraskan persepsi antara komunikasi pemerintah dan harapan pegiat media sosial, sehingga informasi pembangunan berdampak nyata," kata Eri.Dalam lokakarya ini, para peserta mendapatkan pembekalan strategi platform digital dan komunikasi publik dari Social Media Strategist Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Farchan Noor Rachman. Selain itu, sesi berbagi pengalaman mengenai storytelling dan strategi membangun keterikatan (engagement) diisi oleh kreator digital lokal dari sejumlah komunitas yang ada di Sidoarjo. (Tim).

Selengkapnya
24 Jun 2026

Bupati Sidoarjo Dampingi Menko AHY Tinjau Pembangunan Kembali Ponpes Al-Khoziny

KOMINFO, Sidoarjo - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6). Pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan mengutamakan keselamatan para santri.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, khususnya Kepala Kanwil dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Kakanwil Kementerian Agama, Bupati Sidoarjo H. Subandi, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, Forkopimda, serta Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny dan Ketua Yayasan Ponpes Al-Khoziny.Sebelumnya, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengucapkan selamat datang kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat datang dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny. Ini menjadi bentuk kepedulian bersama agar para santri mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik, aman, dan nyaman. Kami berharap pembangunan ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan kembali oleh para santri,” ujar Subandi.Subandi juga menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memastikan pembangunan berjalan dengan baik sesuai standar yang telah ditentukan.“Kami bersama pemerintah pusat akan terus mengawal proses pembangunan ini. Harapannya, Ponpes Al-Khoziny nantinya menjadi tempat pendidikan yang representatif, tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga mencetak generasi yang berkualitas,” tambahnya.Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny di Jalan Siwalanpanji II, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo terus berjalan sesuai target. Pebangunan yang menggunakan anggaran APBN sekitar Rp122 miliar tersebut ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan bangunan.“Saat ini progresnya sudah lebih dari 50 persen. Dan tentunya tuntaskan proyek pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Kabupaten Sidoarjo. semoga membawa keberkahan untuk semua santri dan masyarakat sekitar dari musibah menjadi berkah,” ujar AHY.Ia menjelaskan, pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny mencakup tiga bangunan utama yang saling terintegrasi. Bangunan pertama berupa asrama santri yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 830 hingga 850 penghuni, mulai dari santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga sebagian ustaz.“Yang pertama adalah untuk hunian, untuk asrama, untuk tempat tinggal para santri. Itu bisa mengakomodasi sekitar 830-an atau 850-an santri,” jelasnya.Selain asrama, pemerintah juga membangun masjid empat lantai yang mampu digunakan sekitar 1.200 jamaah. Sementara bangunan ketiga berupa fasilitas pendidikan yang terdiri atas sejumlah ruang kelas dengan kapasitas sekitar 30 santri setiap kelas.“Yang ketiga adalah bangunan pendidikan atau kelas-kelas yang akan disiapkan bagi para santri. Ada sekian kelas, setiap kelas itu bisa untuk 30-an santri,” katanya.AHY menegaskan, seluruh proses pembangunan dilakukan dengan pengawasan ketat oleh Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor pelaksana Waskita, serta tim konsultan agar sesuai dengan standar kelayakan.“Saya tadi berpesan agar selesaikan semua proses pembangunan dengan sebaik mungkin, tidak boleh ada yang sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan standar keselamatan,” tegas AHY.Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan memenuhi standar kelayakan. Pemerintah berharap lingkungan baru tersebut mampu mendukung para santri dalam menuntut ilmu, memperdalam nilai-nilai keagamaan, serta membentuk generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Mar)

Selengkapnya
24 Jun 2026

Kolaborasi Pemkab dan IKA UNAIR Dukung Pembangunan Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan daerah. Salah satunya melalui audiensi dengan pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Sidoarjo yang berlangsung di Opsroom pada Rabu (24/6/2026). Dalam audiensi tersebut, Ketua Pengurus Cabang IKA UNAIR Sidoarjo, dr. Berlian Aniek Herlina menyampaikan sejumlah program yang akan dijalankan organisasinya sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat Sidoarjo.Di bidang kesehatan, IKA UNAIR akan menggelar Airlangga Kahuripan Run Fest 5K 2026 sebagai kampanye hidup sehat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.Di bidang pendidikan, IKA UNAIR akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual kepada pelajar. “Program ini kami nilai penting mengingat tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo yang memerlukan perhatian bersama melalui langkah pencegahan dan edukasi sejak dini,” katanya. Sementara itu, di bidang lingkungan, IKA UNAIR akan menggencarkan gerakan bank sampah guna mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.“Sebagai bagian dari masyarakat Sidoarjo, kami ingin memberikan kontribusi melalui berbagai program yang telah kami sebutkan,” ungkapnya. Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen IKA UNAIR yang siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.“Terimakasih kepada IKA UNAIR atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Program-program yang telah disiapkan sangat bermanfaat mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan. Ini merupakan bentuk dukungan kepada pembangunan Sidoarjo,” ujar Subandi. Ia mengatakan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah, daerah dituntut untuk lebih kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.Menurutnya, salah satu upaya yang terus didorong Pemkab Sidoarjo adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan di daerah.Kalau memiliki usaha di Sidoarjo, maka NPWP nya juga di Sidoarjo. Pajaknya dibayarkan di Sidoarjo sehingga manfaatnya bisa kembali untuk pembangunan Sidoarjo dan pelayanan masyarakat,” katanya. Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo juga telah menerapkan kebijakan pembayaran pajak lebih awal di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk keteladanan sekaligus upaya memperkuat penerimaan daerah.“Nah hal ini bisa dibantu IKA UNAIR untuk ikut mengajak masyarakat tertib membayar pajak guna mempercepat pembangunan dan peningkatan keseja masyarakat. Karena uang rakyat ini akan kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan,” ungkapnya. (Dew)

Selengkapnya
24 Jun 2026

Bupati Subandi Dukung HIPMI Sidoarjo Perkuat Iklim Usaha dan Dorong UMKM Naik Kelas

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung upaya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo dalam memperkuat iklim usaha dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong UMKM naik kelas agar mampu bersaing dan terhubung dengan sektor industri. Hal tersebut didampingi Bupati Sidoarjo, Subandi saat menerima audiensi pengurus HIPMI Sidoarjo di Opsroom Pemkab Sidoarjo pada Rabu (24/6/2026).Dalam audiensi tersebut, berbagai isu strategis dibahas mulai dari penguatan investasi, pengembangan kewirausahaan, peningkatan daya saing UMKM, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.Subandi mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini harus disikapi dengan semangat berusaha dan inovasi.“Saya akan support dan mendukung. Hari ini kita dihadapkan situasi yang sangat sulit. Pasang surut itu biasa bagi entrepreneur,” kata Subandi.Ia mengatakan dukungan pemerintah akan dilakukan melalui berbagai program dan anggaran yang melekat pada perangkat daerah. Menurutnya, HIPMI memiliki peran penting sebagai wadah pengusaha muda yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.“Mudah-mudahan bentuk support dan dukungan yang melekat di dinas-dinas bisa membantu HIPMI sebagai ujung tombak lahirnya entrepreneur. Kalau sifatnya berjuang dan membesarkan usaha, pemerintah akan tetap mendukung,” ujarnya.Subandi juga berharap semakin berkembangnya dunia usaha di Kabupaten Sidoarjo dapat berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Jika dunia usaha ini berkembang khususnya anak-anak muda Sidoarjo, maka selain berdampak pada PAD juga ikut menciptakan lapangan kerja baru di Sidoarjo,” jelasnya. Sementara itu, Ketua HIPMI Sidoarjo, Zakaria Dimas Peratama menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2025 mencapai 5,63 persen. Ke depan, HIPMI menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat hingga 7 sampai 8 persen melalui penguatan investasi dan sektor usaha produktif.Menurutnya, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo. Namun hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang belum terhubung dengan rantai pasok industri (supplay chain) sehingga belum memperoleh manfaat maksimal dari pertumbuhan sektor tersebut.“Banyak UMKM yang belum terhubung dengan rantai pasok industri. Selama ini masih banyak yang bergerak di sektor ritel. Karena itu perlu ada jembatan dan intervensi agar UMKM bisa naik kelas dan menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih besar,” ujarnya.Selain itu, HIPMI juga menilai masih terdapat aset daerah yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pengembangan klaster usaha dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterhubungan antara UMKM dengan pelaku usaha skala besar sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Happy Setianingtyas menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan HIPMI. Ia memastikan program-program yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah akan disinergikan untuk memperkuat sektor usaha dan industri di Kabupaten Sidoarjo.“Program kegiatan HIPMI yang bisa diadopsi akan kami sinergikan dengan program pemerintah daerah,” katanya. (Dew)

Selengkapnya
24 Jun 2026

Pemusnahan 9 Juta Lebih Rokok Ilegal di SIHT Porong, Wabup Mimik Ajak Perkuat Sinergi Pemberantasan BKC Ilegal

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) berupa Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang dilaksanakan di kawasan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Desa Candipari, Kecamatan Porong, Rabu (24/6/2026).Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, jajaran Forkopimda, Kepala KPPBC TMP B Sidoarjo Rudy Hery Kurniawan, Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan, serta perwakilan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Gresik.Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan bahwa pemusnahan barang kena cukai ilegal merupakan bukti nyata sinergi antara Bea Cukai Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memerangi peredaran barang ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai."Peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai, memberikan dampak yang sangat merugikan. Selain menyebabkan kerugian pendapatan negara dan daerah karena menurunkan potensi penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, juga mengancam kesehatan masyarakat karena diproduksi tanpa melalui kontrol kualitas dan prosedur resmi," ujarnya.Ia menambahkan bahwa keberadaan rokok ilegal juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi industri hasil tembakau yang taat terhadap peraturan perundang-undangan.Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat upaya pemberantasan melalui pengumpulan informasi, operasi pasar terpadu, serta penindakan bersama Satpol PP, Bea Cukai, TNI, Polri dan unsur Forkopimda. Selain penegakan hukum, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran terhadap bahaya dan dampak negatif peredaran rokok ilegal."Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan peredaran barang kena cukai ilegal. Upaya ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, instansi terkait, pelaku industri, serta peran aktif masyarakat demi terciptanya iklim usaha yang sehat dan tertib," tegasnya.Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan menjelaskan bahwa tren temuan rokok ilegal di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, jumlah rokok ilegal yang diamankan mencapai sekitar 17.800 batang. Angka tersebut meningkat menjadi 288.000 batang pada tahun 2024 dan kembali naik menjadi 551.000 batang pada tahun 2025. Hingga Juni 2026, jumlah rokok ilegal yang berhasil diamankan telah mencapai sekitar 317.000 batang.“Berbagai modus peredaran rokok ilegal terus berkembang, mulai dari penjualan secara terselubung hingga pengiriman melalui jasa ekspedisi. Karena itu, kita akan terus meningkatkan koordinasi dengan Bea Cukai, TNI, Polri, serta instansi terkait guna memperkuat upaya pemberantasan jaringan peredaran rokok ilegal yang menyasar pabrik besar sesua arahan Wakil Bupati”, tuturnya.Pada kesempatan yang sama, Kepala KPPBC TMP B Sidoarjo Rudy Hery Kurniawan menyampaikan bahwa barang yang dimusnahkan telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).“Total Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang dimusnahkan mencapai 9.096.760 batang rokok ilegal hasil penindakan di wilayah kerja Kantor Bea Cukai Sidoarjo yang meliputi Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kota Surabaya. Barang hasil penindakan tersebut memiliki estimasi nilai barang sekitar Rp13,5 miliar dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp8,8 miliar”,ucapnya.Rudy menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan ini menjadi bentuk komitmen seluruh pihak dalam menegakkan aturan di bidang cukai serta memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan kewajiban pembayaran pajak dan cukai sesuai ketentuan yang berlaku.Hingga saat ini, Bea Cukai Sidoarjo bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah telah melaksanakan 168 dokumen penindakan terhadap pelanggaran di bidang cukai. Penindakan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri.Selain aspek penerimaan negara, Rudy juga menekankan pentingnya pengendalian konsumsi rokok demi menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum harus tetap dibarengi dengan pendekatan edukatif dan persuasif agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan di bidang cukai semakin meningkat.Melalui kegiatan pemusnahan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Bea Cukai berharap peredaran barang kena cukai ilegal dapat terus ditekan, sehingga penerimaan negara tetap terjaga, iklim usaha yang sehat dapat tercipta, serta masyarakat memperoleh perlindungan dari produk yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan.Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, Bea Cukai, TNI, Polri, Satpol PP, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas penerimaan negara, melindungi masyarakat dari produk ilegal, serta menciptakan persaingan usaha yang adil bagi industri hasil tembakau yang mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.(Son)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2094891