Berita

31 Oct 2026

Meutya Hafid Ingatkan AI Jangan Menyeragamkan Keragaman Indonesia

*Jakarta, 31 Oktober  2026 -* Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) perlu memperhatikan keragaman masyarakat Indonesia agar algoritma tidak membatasi perspektif dan pengalaman warga dari berbagai daerah.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan bahwa teknologi harus mencerminkan keberagaman Indonesia, bukan membuat masyarakat mengikuti pola informasi yang seragam.“Maluku, Papua, Aceh, Medan, Makassar, Bali, Jambi, Kalimantan, inilah teman-teman Indonesia, inilah Indonesia. Karena itu, teknologi tidak boleh membuat kita melihat hal yang sama. Algoritma tidak boleh memaksa anak-anak dari Sabang sampai Merauke, yang memiliki cerita masing-masing, untuk melihat satu hal yang sama,” ujar Meutya dalam acara Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).Ia mengingatkan tanpa pengaman dan pengawasan yang memadai, algoritma dapat membentuk pola informasi dan kebiasaan yang seragam.Kondisi tersebut berisiko mengikis keunikan masyarakat yang justru menjadi kekuatan Indonesia.“Tanpa pengaman yang memadai, kita melakukan hal yang sama dengan kebiasaan yang sama, yang banyak didikte oleh teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Kecenderungan ini perlu kita mitigasi karena dapat membuat kekuatan kita runtuh,” tegas Meutya.Meutya juga menyoroti keterwakilan data sebagai faktor penting untuk mencegah bias AI.Jika data yang digunakan hanya berasal dari Jakarta atau Pulau Jawa, hasil pengolahan AI tidak akan menggambarkan keragaman masyarakat Indonesia dan berisiko menghasilkan informasi yang tidak akurat.“Kalau data kita hanya berasal dari Jakarta atau Pulau Jawa, AI akan menjadi bias. Pertama, datanya tidak valid. Kedua, AI cenderung menyenangkan penggunanya. AI memberikan validasi, bukan informasi, padahal yang kita perlukan untuk produktivitas adalah informasi yang akurat,” jelas Meutya.Meutya menekankan pentingnya keakuratan informasi yang dihasilkan oleh AI, terlebih perkembangan teknologi seperti agentic AI memiliki kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.Pengaman teknologi dibutuhkan agar inovasi tetap berjalan tanpa mengabaikan kendali dan kepentingan manusia.“Keputusan akhir harus ada di tangan manusia. Ini sejalan dengan topik hari ini, yaitu kepemimpinan dalam AI. Kita harus menjadi pemimpin bagi AI itu sendiri,” tutur Meutya.*****Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
30 Oct 2026

Bicara Digital Leadership, Meutya Hafid: Saatnya Anak Muda Menentukan Arah Pemanfaatan AI

*Jakarta, 30 Oktober  2026 -* Generasi muda Indonesia perlu mengambil peran dalam menentukan arah pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) agar teknologi tersebut menghasilkan manfaat bagi masyarakat.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya kepemimpinan digital melalui kemampuan berpikir kritis, keberanian menciptakan inovasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.“Dalam 20 tahun menuju Indonesia Emas 2045, kita juga perlu bertanya, apakah Indonesia akan menjadi bangsa pengguna teknologi yang diciptakan oleh bangsa lain, atau kita ingin bergerak menjadi bangsa yang ikut menciptakan teknologi, pengetahuan, dan juga solusi bagi dunia. Kalau ini saya yakin teman-teman memilih yang nomor dua, betul?” ujar Meutya dalam acara Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).Indonesia memiliki modal besar dalam ekonomi digital dengan sekitar 260 juta pengguna internet dan kontribusi mencapai 30 persen dari total ekonomi digital ASEAN.Namun, tingginya adopsi teknologi harus diikuti peningkatan produktivitas, kapasitas inovasi, dan perlindungan masyarakat.Meutya menegaskan transformasi digital harus berjalan melalui tiga agenda yang saling melengkapi, yakni terhubung, bertumbuh, dan terjaga.“Kalau pertumbuhan ekonominya tercapai 360 juta dolar di 2030, tapi anak-anaknya tidak terjaga, anak-anaknya terpapar pornografi, anak-anaknya terpapar judi _online,_ bangsa malah terpecah belah, itu juga tidak layak. Tidak ada pertumbuhan ekonomi setinggi apa pun yang layak dikejar kalau nilai-nilai kemanusiaan kita menjadi hilang, diterabas oleh mesin-mesin ini,” tegasnya.Perkembangan AI juga mengubah kebutuhan tenaga kerja.Dalam proyeksi 2030 yang dipaparkan Meutya, sebanyak 92 juta pekerjaan diperkirakan tergantikan, tetapi akan muncul 170 juta pekerjaan baru.Perubahan ini menuntut generasi muda menguasai keterampilan yang relevan, terutama di bidang teknologi dan kemampuan berkolaborasi dengan AI.Sebanyak 62 persen perusahaan mencari tenaga kerja yang mampu bekerja dengan AI, sedangkan 77 persen melakukan peningkatan dan pengembangan keterampilan pekerja.“Pekerjaan yang sifatnya rutin, repetitif, terstruktur, relatif mudah distandardisasi, memang akan menjadi kelompok yang paling rentan untuk terotomatisasi. Kemudian, ada pekerjaan-pekerjaan yang justru akan semakin tinggi jumlahnya di _big data, fintech, artificial intelligence,_ dan _machine learning_ serta _software development,”_ jelas Meutya.Untuk menyiapkan talenta digital, pemerintah mendorong penguatan pendidikan sains dan teknologi, riset, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, _startup,_ dan investor.Melalui Garuda Spark Innovation Hub, pemerintah telah mengembangkan 10 Innovation Hub, menjangkau 15.700 talenta, membina 80 startup, serta mencatat investasi langsung sebesar Rp429,5 miliar.“Kita memerlukan fondasi yang saling melengkapi, infrastruktur digital dan komputasi yang memadai, tata kelola dan ketersediaan data yang berkualitas, pengembangan talenta, riset, dan inovasi, serta akses pembiayaan dan pasar,” papar Meutya.Selain pengembangan ekosistem, pemerintah memperkuat tata kelola AI melalui pengajuan Peraturan Presiden tentang Etika AI dan Peta Jalan AI.Regulasi diperlukan untuk memastikan inovasi berkembang secara aman dan bertanggung jawab, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko teknologi yang berkembang semakin cepat.“Bukan untuk menghambat inovasi, tapi untuk membuat sebuah inovasi itu aman dan secure, karena pemerintah juga tugasnya adalah melakukan perlindungan bagi rakyatnya dalam hal apa pun,” tegasnya.Meutya menyebut tiga kemampuan utama yang harus dimiliki generasi muda untuk menjadi pencipta dampak melalui AI, yakni berpikir kritis dan berani bertanya, berani menciptakan inovasi, serta bertanggung jawab.Kemudahan teknologi tidak boleh membuat anak muda hanya menjadi pengguna, tetapi harus mendorong lahirnya karya dan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.“Ilmu ini yang justru bisa membuat kita pindah dari pengguna teknologi menjadi pencipta yang memberi dampak. Kemudian, berani, _be courageous enough to create._ Menjadi pengguna itu memang nyaman sekali, teman-teman. Saking nyamannya, kita cenderung akan memilih menjadi pengguna saja,” ajak Meutya.Pemanfaatan AI, lanjut Meutya, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.Ia mencontohkan penggunaan AI dan _Internet of Things_ (IoT) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lumbung padi di Sragen, membantu petambak ikan nila di Sukabumi menghemat listrik, serta mendukung UMKM membaca data pelanggan.Pengembangan AI juga harus didukung data yang beragam agar tidak bias dan mampu merepresentasikan kebutuhan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.“AI baru menjadi bisa dipertanggungjawabkan ketika dia mengoleksi data yang beragam. Selama belum, maka dia menjadi teknologi yang sangat bias. Dia cenderung menyenangkan penggunanya saja, dia memberi validasi, bukan informasi, padahal yang kita perlukan untuk produktivitas bukan validasi, tapi informasi yang akurat,” jelasnya.Menutup paparannya, Meutya menegaskan bahwa manusia harus tetap memegang kendali atas AI, termasuk dalam pengambilan keputusan.Menjelang 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028, ia mengajak generasi muda menyatukan pengetahuan, inovasi, dan teknologi untuk memajukan Indonesia tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan kecintaan terhadap tanah air.“Meskipun teknologi sudah bisa seperti itu, keputusan akhir harus ada di manusia. Kita harus jadi pemimpin dari AI itu sendiri. Ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan, ada empati, dan juga terakhir yang paling utama, cinta tanah air, karena AI tidak punya tanah air,” pungkas Meutya.*****Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
30 Oct 2026

Mulai Puslatkab, Sidoarjo Bidik Juara Umum Porprov Jatim 2027

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027. Bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo, saat ini dimatangkan persiapan atlet melalui Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab). Targetnya, membidik 1.000 poin sekaligus merebut gelar juara umum melalui program bertajuk The Golden Generation of Sidoarjo. Ketua KONI Kabupaten Sidoarjo M. Rafi Wibisono mengatakan, persiapan dilakukan lebih awal agar para atlet memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kemampuan, mengasah strategi, serta memperkuat mental bertanding. Puslatkab tahap pertama dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2026 dengan melibatkan 287 atlet dan 86 pelatih. Pada tahap ini, pembinaan difokuskan pada cabang olahraga (cabor) individu dengan mempertimbangkan potensi perolehan medali. ”Untuk mencapai terget, tidak ada kemenangan yang instan, maka kita harus mempersiapkan diawal. Nah, untuk cabor individu kita awali karena merupakan cabor terukur yang dapat kita ukur perolehan medali emas,” ujarnya. Lebih lanjut, Rafi menjelaskan, pada tahap kedua yang dilaksanakan Januari 2027, akan melibatkan seluruh cabor, baik individu maupun beregu. Jumlah atlet diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang. Selanjutnya, tahap ketiga menjadi bagian dari pemantapan akhir menjelang pelaksanaan Porprov pada Juli 2027. “Pemetaan atlet dilakukan bersama masing-masing pengurus cabor melalui penjaringan internal. Potensi atlet yang berpeluang menyumbangkan medali akan dipantau dan dievaluasi selama proses Puslatkab berlangsung,” katanya.KONI juga mendorong atlet untuk mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional untuk pengukuran kemampuan. Sebab, persaingan di Porprov akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Rafi meminta seluruh atlet dan pelatih menjaga semangat serta fokus menjalani program latihan. “Prestasi tidak hanya ditentukan hanya dari kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga strategi, mental, dan karakter saat bertanding,” ungkapnya.  Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung pembinaan atlet melalui Puslatkab. Ia meminta agar potensi atlet daerah dijaga dengan baik. Dengan begitu, tidak ada lagi atlet berprestasi asal Sidoarjo yang berpindah untuk membela daerah lain. “Saya tidak ingin lagi ada atlet Sidoarjo yang pindah ke daerah lain. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial ini tetap kita jaga, kita bina, dan kita berikan perhatian agar mereka bangga membela Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya. Subandi juga berpesan kepada seluruh pelatih dan atlet agar menjalani program latihan dengan disiplin, serius, serta mengikuti arahan pelatih. Menurutnya, persiapan menuju Porprov Jatim X Tahun 2027 harus dilakukan sejak dini dengan kerja keras dan kesungguhan.  “Anak-anakku para atlet, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Mari harumkan nama keluarga dan Kabupaten Sidoarjo. Kita harus punya semangat dan target untuk menjadi juara, minimal mampu mempertahankan posisi runner-up,” pesannya. Selain pembinaan dan peningkatan prestasi, Subandi memastikan masa depan atlet. Apresiasi terhadap atlet berprestasi tidak hanya diberikan melalui bonus, tetapi juga dukungan pendidikan, kesehatan, hingga peluang karier setelah mereka menyelesaikan masa sebagai atlet. “Kami akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi agar atlet berprestasi mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan. Dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit juga akan disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama latihan maupun pertandingan,” jelasnya. Untuk membuka peluang karier di dunia kerja, Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo juga mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan melalui Forum CSR yang telah dibentuk. “Kemarin kita sudah membentuk Forum CSR. Selanjutnya akan kita koordinasikan kebutuhan dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo. Harapannya, tenaga kerja yang terserap merupakan warga Sidoarjo, termasuk atletatlet berprestasi yang nantinya memiliki kesempatan untuk berkarier di dunia usaha,” ungkapnya. (Dew/iad/mas) 

Selengkapnya
29 Oct 2026

Pemkab Sidoarjo Buka Pendaftaran Online Job Fair Hybrid 2026, Fasilitasi Pencari Kerja Penyandang Disabilitas

KOMINFO Sidoarjo- Pendaftaran Bursa Kerja Terbuka atau Job Fair Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi  dibuka. Seperti tahun sebelumnya,  Job Fair tahun ini kembali dilaksanakan secara hybrid (Online dan Ofline). Pendaftaran secara online sudah dimulai hari ini tanggal 29 Oktober sampai 5 November 2026. Pencari kerja dapat melakukan pendaftaran pada laman https://siapkerja.sidoarjokab.go.id/. Di web tersebut pencari kerja diwajibkan membuat akun serta melengkapi profil, dan mendaftarkan diri pada event Job Fair 2026. Seluruh proses pendaftaran dan pelamaran dilakukan secara terpusat melalui platform digital resmi tersebut. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo juga memfasilitasi para  pencari kerja penyandang disabilitas. Mereka dapat melakukan pendaftaran pada laman https://bit.ly/jobfairsidoarjo2026disabilitas. Bagi pelamar yang berhasil mendaftar secara online, sistem akan menerbitkan bukti pelamaran berupa QR Code lengkap dengan nomor antrean. QR Code tersebut wajib diunduh dan dicetak untuk dibawa saat tahapan Verifikasi Lamaran atau Walk-in Interview secara langsung dengan perusahaan saat pelaksanaan Job Fair Offline di Mall Pelayanan Publik Sidoarjo. Job Fair Offline akan digelar di Mall Pelayanan Publik Sidoarjo mulai tanggal 3-4 November 2026 untuk peserta umum dan 5 November 2026 untuk peserta disabilitas.  Waktu pelaksanaannya mulai Pukul 07.30–16.00 WIB. Pelaksanaan wawancara luring dibagi menjadi lima sesi per hari sesuai jadwal yang tertera pada QR Code. Peserta diimbau hadir maksimal 30 menit sebelum jadwal verifikasi dimulai. Jika terlambat atau hadir tidak sesuai jadwal, fasilitas walk-in interview dengan perusahaan tidak dapat diberikan oleh panitia. Kepala Disnaker Sidoarjo Dwieko Saptono mengatakan Job Fair Hybrid 2026 menjadi bagian dari pelaksanaan program prioritas Bupati Sidoarjo dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Job Fair sendiri dirancang untuk menjembatani pencari kerja dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA) secara mudah, transparan, dan terstruktur.  “Job Fair Hybrid 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya. Dwieko mengatakan sampai saat ini sudah ada 48 perusahaan dan 12 lembaga pendukung yang ikut berpartisipasi dalam Job Fair Hybrid 2026. Puluhan perusahaan tersebut menyediakan lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karenanya ia berharap masyarakat Sidoarjo dapat memanfaatkan kesempatan kali ini dengan sebaik-baiknya. Peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing dapat diperoleh dalam kegiatan Job Fair Hybrid 2026 seperti ini. “Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat umum maupun penyandang disabilitas, mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.  Kabid Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Yulita Indah Prasetiari, mengatakan pengumuman lengkap Job Fair Hybrid 2026 dapat diakses melalui website resmi https://disnaker.sidoarjokab.go.id/ serta media sosial Disnaker Sidoarjo seperti Instagram: @disnakersidoarjo, YouTube: Disnaker Sidoarjo. Disnaker Sidoarjo juga menyediakan layanan helpdesk di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo pada hari kerja (Senin–Jumat) pukul 08.30–14.00 WIB. Bagi masyarakat atau pencari kerja yang membutuhkan informasi lebih lanjut seputar Job Fair Hybrid 2026 juga dapat menghubungi nomer hotline di 082359634501.  “Disnaker Sidoarjo menegaskan bahwa seluruh tahapan penyelenggaraan Bursa Kerja Terbuka Tahun 2026 ini tidak dipungut biaya alias gratis,” pungkasnya. Git 

Selengkapnya
29 Oct 2026

Bupati Subandi Tugasi Kades dan Lurah Kawal Terus Perkembangan Gerai KDKMP

*KOMINFO, Sidoarjo* – Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn meminta pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus dikawal agar program tersebut berjalan sesuai ketentuan dan berkelanjutan. Kades dan lurah diperintah agar  Di antara total 346 gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo,  205 gerai telah selesai dibangun. Bahkan, 142 gerai telah melalui proses verifikasi dan validasi pembangunan fisik dan 63 gerai lainnya menunggu proses yang sama. Subandi menegaskan, seluruh gerai KDKMP harus mendapat pengawasan, terutama gerai yang pembangunannya belum selesai. Dia meminta kepala desa dan lurah ikut bertanggung jawab mengawal pelaksanaan program KDKMP di wilayah masing-masing. “Saya minta tolong gerai KDKMP dijaga betul karena ini program Bapak Presiden. Gerai yang belum selesai harus tetap diawasi prosesnya oleh kepala desa dan lurah. Verifikasi ini menjadi tanggung jawab kepala desa,” tegas Subandi saat sambutan kegiatan penandatanganan berita acara hasil verifikasi dan validasi pembangunan fisik gerai KDKMP di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, pada Kamis (29/10/2026). Menurut Subandi, pengawasan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik gerai. Koperasi yang sudah berjalan juga harus terus dipantau agar kegiatan usahanya berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dia meminta kepala desa dan lurah aktif berkoordinasi dengan ketua KDKMP untuk mengetahui perkembangan koperasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan administrasi. “Jangan sampai program ini hanya berjalan sebentar,” tegas Subandi.  Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Mochammad Hudori mengatakan, penandatanganan berita acara hasil verifikasi dan validasi pembangunan fisik gerai KDKMP dilakukan untuk menyamakan data seluruh pihak sebelum diunggah ke sistem Koperasi Desa Merah Putih. “Melalui verifikasi dan validasi ini, kami berharap ada kesamaan data dari seluruh pihak. Hasilnya akan diunggah ke sistem Koperasi Desa Merah Putih sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya. Hudori berharap pendataan dan verifikasi dapat berjalan tertib sehingga pembangunan gerai KDKMP dapat terpantau dengan baik.  “Kami berharap seluruh proses ini berjalan sesuai ketentuan. Sehingga, pelaksanaan program KDKMP dapat mendukung terwujudnya koperasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya. (Dew/iad) 

Selengkapnya
29 Oct 2026

MTsN 4 Sidoarjo Luncurkan Antologi Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo, Rekam Kiprah Wabup Mimik Idayana

*Kominfo, Sidoarjo* - Perjalanan hidup dan kiprah Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menginspirasi lahirnya sebuah karya literasi. Sebanyak 30 penulis yang terdiri atas siswa, guru, dan wali murid MTs Negeri 4 Sidoarjo berkolaborasi menerbitkan buku antologi berjudul “Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo”, Kamis (29/10/2026). Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup dan dedikasi Mimik Idayana. Dari aktivitasnya sebelum terjun ke dunia politik, menjadi anggota legislatif, hingga mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Sidoarjo. Kepala MTsN 4 Sidoarjo Islakha Wahyuni mengatakan, karya itu merupakan bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat budaya literasi. Sekaligus memperkenalkan figur perempuan inspiratif kepada para siswa. Buku antologi tersebut ditulis oleh 26 siswa, tiga guru, dan satu wali murid. Setiap penulis menghadirkan sudut pandang serta cerita yang berbeda mengenai sosok Mimik Idayana. Proses penyusunannya berlangsung selama kurang lebih dua bulan."Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk menuangkan gagasan, mengenal tokoh inspiratif, sekaligus menumbuhkan keberanian dalam menulis dan meraih cita-cita,” ujar Islakha. Ia mengungkapkan, ide penulisan buku berawal dari diskusi bersama para siswa tentang tokoh yang dapat dijadikan teladan. Dari diskusi tersebut muncul ketertarikan untuk mengangkat sosok perempuan yang berhasil menorehkan prestasi dan dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan. "Ketika saya bertanya kepada anak-anak perempuan tentang cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi seperti tokoh perempuan yang kini memegang peran penting. Karena itu, saya mendorong mereka untuk menulis dan belajar dari perjalanan hidup tokoh yang mereka kagumi,” tuturnya. Islakha menjelaskan, MTsN 4 Sidoarjo terus mendorong penguatan literasi melalui berbagai karya tulis. Mulai puisi, antologi, cerita pendek, hingga buku pantun. Para guru dan kepala madrasah turut terlibat dalam kegiatan menulis tersebut sebagai bentuk teladan bagi para siswa. Melalui penerbitan buku itu, pihak madrasah berharap semakin banyak siswa yang berani berkarya, memiliki kepercayaan diri dalam berkomunikasi, serta menghasilkan tulisan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas kreativitas siswa, guru, dan wali murid MTsN 4 Sidoarjo yang telah menghasilkan karya tentang sosok perempuan inspiratif. Ia berharap buku tersebut menjadi pijakan awal bagi lahirnya karya-karya lain yang mengulas perjalanan dan keteladanan tokoh-tokoh Sidoarjo lainnya. "Semoga ini jadi contoh bagi sekolah lain. Jangan berhenti pada buku tentang perempuan yang menginspirasi, nantinya juga ada tulisan tentang tokoh-tokoh lain. Ini bukti bahwa anak-anak dan guru kita punya potensi besar untuk berkarya dan mengharumkan nama Sidoarjo,” katanya. Mimik juga mendorong para siswa agar tidak takut mencoba maupun berbuat salah, serta terus mengasah kemampuan menulis. Menurutnya, tulisan yang dibuat hari ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di masa depan. "Jangan takut mencoba, jangan takut salah. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jangan pernah berhenti menginspirasi,” pesannya. Di hadapan para siswa, Mimik turut menekankan pentingnya amanah, tanggung jawab, dan komunikasi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus dijawab dengan kerja nyata dan kemauan mencari solusi atas setiap persoalan. “Jangan sampai kita menzalimi masyarakat atau membuat masyarakat mengeluh karena kepemimpinan kita. Kita bekerja karena dipercaya dan diberi amanah oleh masyarakat. Kalau ada masalah, mari duduk bersama, berkomunikasi, dan cari jalan keluarnya supaya persoalan bisa diselesaikan,” katanya. Mimik pun berbagi cerita tentang kehidupannya sebelum menjadi anggota dewan dan Wakil Bupati Sidoarjo. Baginya, berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat merupakan kunci untuk memahami persoalan sekaligus membangun kedekatan dengan warga. (Mar) 

Selengkapnya
29 Oct 2026

Bupati Subandi Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Dorong CSR Dukung Pembangunan Daerah

Kominfo, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn mengukuhkan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (29/10/2026). Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, perwakilan perusahaan anggota Forum TJSLP, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Diperlukan keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Saya berharap perusahaan-perusahaan di Sidoarjo berperan aktif melalui program CSR yang terencana dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya. Bupati Subandi menjelaskan, Forum-forum TJSLP memiliki peran strategis dalam menyelaraskan kontribusi perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah. Baik pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, maupun pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Bupati Subandi juga mendorong agar program CSR diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak jangka panjang. Khususnya, dukungan kepada pendidikan anakanak dari keluarga kurang mampu dan anak yatim.  Menurut dia, keterlibatan perusahaan melalui program beasiswa dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo. Kalau perusahaan-perusahaan yang ada di Sidoarjo bisa berkolaborasi, misalnya membantu anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, tentu manfaatnya sangat besar.  "Karena itu, saya berharap Forum TJSLP segera menyusun perencanaan yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya. Selain mendorong optimalisasi CSR, Bupati Subandi mengajak pengurus forum untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha. Ia berharap forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membahas berbagai kebutuhan pembangunan. Sekaligus menyerap persoalan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan usahanya. Bupati Subandi juga menegaskan bahwa pengelolaan program CSR harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah, lanjut dia, akan mendukung penguatan koordinasi tanpa mengintervensi keputusan perusahaan dalam menentukan program tanggung jawab sosialnya. Sementara itu, Ketua Forum TJSLP Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029 Herty Achmayant menyampaikan, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan. Pengukuhan ini juga momentum untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah. “Forum TJSLP harus menjadi wadah komunikasi, koordinasi, konsultasi, dan evaluasi agar program CSR perusahaan semakin terarah. Selain itu, memberikan manfaat yang terukur serta selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya. Herty menambahkan, pihaknya akan mendorong penguatan komunikasi antar perusahaan, peningkatan kualitas perencanaan program, serta transparansi dalam pelaksanaan dan evaluasi kegiatan CSR. Sinergi dengan Bappeda Sidoarjo dan perangkat daerah terkait juga akan diperkuat. Agar program yang dijalankan benarbenar menjawab kebutuhan masyarakat. Bupati Subandi mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Sidoarjo untuk terus berpartisipasi sesuai karakteristik dan kemampuan masing-masing perusahaan. Tetap mengedepankan semangat gotong royong dan tanggung jawab kepada lingkungan. Melalui pengukuhan Forum TJSLP periode 2026–2029 ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat. Dengan begitu, program tanggung jawab sosial perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.(Son) 

Selengkapnya
29 Oct 2026

Tutup Kesenjangan Talenta Digital, Anak Muda Indonesia Timur Harus Kuasai AI

Jakarta, 30 Oktober  2026 - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi anak muda Indonesia Timur, tetapi peluang itu membutuhkan keterampilan yang memadai.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Makassar berperan menyiapkan talenta digital di Indonesia Timur agar mampu mengadopsi teknologi baru, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.“Buat kaum muda, kita jangan takut dengan teknologi ini. Kita kuasai, kita jadikan AI sebagai pendamping, sebagai alat, sebagai mitra untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun proyek-proyek yang sedang kita tekuni. Dengan bantuan AI, hasilnya akan lebih optimal,” ujar Wamen Nezar dalam sesi diskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).Wamen Nezar menyebut Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur.Karena itu, BBLSDM Komdigi Makassar perlu memperluas pelatihan untuk menutup kesenjangan talenta digital dan membekali anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, pemerintahan, dan usaha.“Kita perlu menutup gap talenta digital yang ada dengan melatih lebih banyak anak muda di Indonesia Timur dengan keterampilan digital, teknologi baru, dan mengajak mereka untuk mengadopsi teknologi ini di sektor-sektor tempat mereka bergerak,” jelas Wamen Nezar.Penguatan keterampilan digital juga diarahkan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi guna meningkatkan produktivitas.Wamen Nezar menekankan pelatihan harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekosistem digital di Indonesia Timur.“Kita juga membantu banyak UMKM yang mencoba mengadopsi teknologi digital. Intinya, bagaimana balai pelatihan yang sudah cukup berpengalaman ini bisa semakin kuat dan semakin berdampak bagi ekosistem digital yang ada di Indonesia Timur,” ungkap Wamen Nezar.Wamen Nezar mengingatkan anak muda untuk memahami perkembangan AI yang bergerak cepat, mulai dari AI generatif hingga AI agent dan agentic AI yang mampu menjalankan berbagai tugas secara otonom.Perubahan ini menuntut anak muda untuk terus belajar dan menguasai teknologi agar dapat memanfaatkannya secara tepat.“Gelombang teknologi baru artificial intelligence atau kecerdasan artifisial ini memang luar biasa, sangat dinamis, dan hampir setiap hari kita mendengar berita tentang AI dan inovasi baru. Perkembangannya betul-betul mengejutkan banyak orang. Teknologi ini tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Begitu satu teknologi diadopsi, muncul inovasi-inovasi yang lain,” paparnya.Wamen Nezar menegaskan manusia harus tetap menjadi pusat kendali dalam pemanfaatan AI.Teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan dan proyek, bukan sebagai pihak yang mengendalikan manusia.“Jangan jadikan AI itu sebagai tuan kita, jadikan dia sebagai pekerja kita. Kita tetap ada di pusatnya, jadi human in the center atau human in the loop itu yang paling penting. Untuk itu, kuasai teknologinya,” tegasnya. ***Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
29 Oct 2026

Wamen Nezar Patria Minta Balmon SFRID Awasi Kualitas Infrastruktur Digital hingga ke Lapangan

Jakarta, 29 Oktober  2026 - Cakupan jaringan telekomunikasi yang mendekati 99 persen belum menjamin masyarakat menikmati layanan yang optimal.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta pengawasan infrastruktur digital memperhatikan kondisi nyata di lapangan, termasuk menara yang tidak berfungsi dan gangguan jaringan.Pengawasan tersebut penting untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun benar-benar mendukung konektivitas masyarakat.“Kalau kita lihat secara kuantitatif, memang sudah tergelar, tetapi belum berfungsi optimal. Masih ada kesenjangan infrastruktur yang harus kita atasi,” ujar Wamen Nezar dalam sesi diskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).Wamen Nezar menegaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital (Balmon SFRID) memiliki peran penting dalam mengawasi kualitas infrastruktur, tidak hanya penggunaan spektrum frekuensi radio.Pengawasan Balmon SFRID juga diperlukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun berfungsi dan mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat.“Pengawasannya bukan hanya frekuensi dan spektrum, tetapi juga infrastruktur digital,” ujar Wamen Nezar.Menurut Wamen Nezar, infrastruktur digital harus menghasilkan konektivitas bermakna (meaningful connectivity), yakni konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Karena itu, jaringan yang tersedia perlu mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, komunikasi sosial, layanan keuangan, dan kesehatan, bukan sekadar tercatat sebagai infrastruktur yang telah dibangun.Wamen Nezar menambahkan pemanfaatan infrastruktur digital juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia.Kemkomdigi menargetkan pemenuhan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 agar konektivitas dapat mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.Karena itu, pengawasan infrastruktur dan pengembangan talenta perlu berjalan beriringan dalam mendukung transformasi digital nasional.“Kita membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 untuk memanfaatkan konektivitas bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya,” pungkasnya. ***Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
28 Oct 2026

Jalin Kolaborasi Strategis, Desa Cemandi-Kalanganyar Kembangkan Potensi Bandeng dan Wisata Pesisir bersama KKN Internasional UPN "Veteran" Jawa Timur

KOMINFO, Sidoarjo – Potensi perikanan dan produk olahan bandeng menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Sidoarjo. Desa Cemandi dan Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui penguatan produk unggulan, pengenalan wisata pesisir, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.Dalam upaya mengenalkan potensi tersebut, Desa Cemandi dan Desa Kalanganyar menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Khusus Kolaborasi Internasional yang melibatkan mahasiswa dari Indonesia, Timor-Leste, dan Brunei Darussalam. Program kolaborasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Universidade Dili (Undil), dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) ini meliputi pemetaan potensi desa, pengenalan produk olahan bandeng, wisata cabut duri bandeng, praktik memasak, serta kunjungan ke tambak, pemancingan, dan pasar ikan.Kepala Desa Cemandi, Dra. Rusilah, menyampaikan bahwa potensi perikanan dan olahan bandeng perlu terus diperkenalkan agar produk lokal semakin dikenal dan memberikan peluang pengembangan ekonomi bagi masyarakat.“Potensi perikanan dan olahan bandeng di Desa Cemandi perlu terus dikembangkan agar semakin dikenal luas dan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusilah.Koordinator Program dari UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Zainal Abidin Achmad, menjelaskan bahwa kolaborasi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali potensi desa dan aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung. Pemetaan potensi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan produk lokal, promosi wisata pesisir, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengenali potensi perikanan, produk olahan bandeng, dan wisata pesisir secara langsung. Hasil pengenalan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan potensi lokal yang memberikan peluang manfaat bagi masyarakat,” ujar Zainal.Selain pengenalan potensi lokal, pengembangan UMKM desa juga dapat didukung melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Promosi melalui media digital dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk olahan bandeng kepada masyarakat yang lebih luas, menyediakan informasi produk, serta memudahkan konsumen menemukan dan mengakses produk lokal. Upaya ini menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesempatan penjualan bagi pelaku UMKM.Penguatan promosi produk lokal dan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat serta memperkuat perekonomian desa di Kabupaten Sidoarjo. (Lai/naw/sav)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2358828