KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi kecewa melihat pesanan perlengkapan sekolah yang digarap pengerajin topi di Desa Punggul Kecamatan Gedangan kebanyakan dari luar daerah. Padahal di Kabupaten Sidoarjo sendiri ada seribu lebih jumlah satuan pendidikan. Kekecewaan itu diutarakannya saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi perajin topi Master Konveksi Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jumat (24/4). Bupati H. Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo terus berupaya meningkatkan perkembangan UMKM Sidoarjo. Upaya tersebut butuh dukungan semua pihak. Terutama dari masyarakat Sidoarjo sendiri. Seperti dengan membeli produk-produk UMKM Sidoarjo. "Warga Sidoarjo mesti nya beli di Sidoarjo, kok malah ini (pemesanan) SMA Negeri Balikpapan," ungkapnya usai melihat pengerajin topi Master Konveksi Desa Punggul. Bupati H. Subandi juga mengatakan membeli produk UMKM sendiri sama juga halnya turut mendukung perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Roda perekonomian masyarakat Sidoarjo akan terus bergerak jika uang dibelanjakan di daerah sendiri. Seperti dengan belanja keperluan perlengkapan sekolah di UMKM Kerajinan Topi Desa Punggul. Oleh karena nya ia akan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo agar turut mendukung keberadaan UMKM Pengerajin topi seperti ini. "Kita akan panggil Dinas Pendidikan, kita akan rapatkan, teman-teman kepala sekolah juga kita harapkan hadir, UMKM UMKM harus kita tingkatkan," ucapnya. H. Subandi juga mengatakan Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan pendampingan penerbitan ijin usaha UMKM. Dengan ijin usaha itu akan memudahkan para pelaku UMKM memperoleh akses permodalan dan bantuan pemerintah. Meski saat ini ijin usaha sudah lewat Online namun masih banyak yang masih belum memanfaatkan nya. Oleh karenanya Pemkab Sidoarjo akan melakukan pendampingan kepada mereka. "Ijin-ijin UMKM akan kita bantu, akan kita kawal agar para pelaku UMKM ini segera memiliki ijin usaha," ujarnya. Fuad, peerajin topi Master Konveksi Desa Punggul mengakui bahwa jarang pesanan datang dari Sidoarjo sendiri. Pesanan kebanyakan dari luar daerah. Dia mengaku sudah mencoba memasarkan produk-produknya kesekolah-sekolah yang ada di Sidoarjo. Namun sedikit sekali yang mengkonfirmasi dirinya untuk melakukan pesanan. "Perna mencoba (memasarkan produk) tapi ditolak, pernah contoh (produk) diterima tapi tidak ada kelanjutannya, hanya bilang nanti dihubungi," ucapnya. Fuad sendiri berharap campur tangan Pemkab Sidoarjo untuk perkembangan UMKM seperti dirinya. Seperti dengan ikut mempromosikan produk yang dihasilkannya ke sekolah yang ada di Kabupaten Sidoarjo.Git/mas
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Waru sekaligus menyalurkan bantuan kursi roda di wilayah Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026).Sidak RTLH dilakukan di kediaman Handoko yang berlokasi di Desa Tropodo, Kecamatan Waru, dengan kondisi rumah yang memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Dalam kegiatan tersebut, Bupati H.Subandi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada dua warga, yakni Sumardi, warga Desa Kebon Anom, dan Linda Julaikha, warga Desa Punggul, Kecamatan Gedangan.Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan DPRD Sidoarjo, Dinas Sosial, Baznas Sidoarjo, perangkat desa, serta RT/RW setempat sebagai bentuk sinergi dalam percepatan penanganan RTLH dan bantuan sosial bagi masyarakat.Dari hasil peninjauan, rumah milik Handoko mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap yang sudah rusak dan lantai rumah yang kerap tergenang air saat hujan.Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa penanganan RTLH membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar hasilnya optimal.“Kalau hanya mengandalkan bantuan sebesar Rp25 juta dari Baznas Sidoarjo tentu tidak cukup. Maka dari itu, kita harus dorong gotong royong bersama, baik dari pemerintah, Baznas, maupun masyarakat sekitar, agar rumah ini benar-benar menjadi layak huni,” ujarnya.Ia menambahkan, perbaikan akan difokuskan pada bagian utama rumah, termasuk rumah induk dan kamar mandi, serta dilakukan peninggian lantai guna mencegah banjir saat musim hujan.“Kita ingin rumah ini tidak hanya diperbaiki, tetapi juga ditata ulang dengan perencanaan yang baik agar nyaman ditempati dan tidak lagi terdampak banjir,” tambahnya.Dikesempatan lainnya, Bupati H.Subandi juga menyampaikan bahwa pemberian bantuan kursi roda merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan alat bantu mobilitas.“Bantuan kursi roda ini diharapkan bisa membantu aktivitas sehari-hari penerima manfaat, sehingga mereka bisa lebih mandiri dan tetap produktif,” ungkapnya saat di kediaman Sumardi.Sementara itu, Handoko, pemilik rumah yang disidak, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Sidoarjo atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Semoga rumah saya bisa segera direnovasi dan menjadi lebih layak untuk ditempati bersama keluarga,” ucapnya.Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan penanganan RTLH serta pemberian bantuan sosial yang tepat sasaran. (Son/Git).
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, memperingati Hari Kartini dengan menggelar kegiatan bakti sosial Jumat Berkah di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Jumat (24/4/2026).Untuk mencapai lokasi yang tergolong terpencil tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan melalui jalur perairan menggunakan perahu kayu. Hal ini disebabkan akses darat menuju dusun tersebut masih belum memadai dan sulit dilalui.Dalam kunjungannya, Mimik menyoroti kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat yang masih berada pada kategori prasejahtera. Berdasarkan data dari perangkat desa, jumlah warga di Dusun Kepetingan sekitar 110 jiwa yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.Mimik juga menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan Kartini melalui peran nyata perempuan di keluarga dan lingkungan sosial. “Alhamdulillah, kebetulan hari ini bertepatan dengan Hari Kartini. Kita harus melanjutkan cita-cita para perempuan hebat, para ibu yang sudah melahirkan generasi, menjadi istri yang baik, hingga menjadi nenek yang membesarkan anak cucu yang sehat dan sukses,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya perhatian serius pemerintah daerah terhadap kawasan terpencil, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hal tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, penyaluran bantuan sosial seperti BLT dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta jaminan layanan kesehatan melalui BPJS."Pemerintah daerah harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan fasilitas yang memadai, kesejahteraan warga di daerah terpencil diharapkan meningkat dan pemerataan pembangunan dapat terwujud," ucapnya.Pada kesempatan itu, Mimik juga menanyakan perkembangan realisasi anggaran pavingisasi jalan desa kepada Kepala Dusun Kepetingan. Kepala Dusun, Edi Iswanto, menjelaskan bahwa anggaran tersebut belum dapat direalisasikan karena saat ini jabatan kepala desa masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt.).Edi menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ia menjelaskan bahwa Dusun Kepetingan merupakan wilayah paling timur Desa Sawohan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai menuju laut.“Akses utama warga masih melalui jalur sungai, sementara akses darat belum memadai untuk dilalui. Kami berharap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat segera dipercepat,” jelasnya.Mimik juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan memperkuat semangat gotong royong. “Yang terpenting, masyarakat Dusun Kepetingan tetap guyub rukun, saling membantu, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.Selain melakukan peninjauan, Mimik juga membagikan 300 nasi bungkus dan kue kepada masyarakat dan para siswa sekolah. Ia juga berdialog langsung dengan warga, khususnya lansia dan perempuan, guna menyerap aspirasi mereka.Peringatan Hari Kartini tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah terpencil sekaligus mendorong percepatan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Mar)
Selengkapnya
Di pesisir utara Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Desa Cemandi, berdiri sebuah masjid tua yang menyimpan jejak panjang sejarah Islam di Jawa. Sepintas tampak sederhana, namun gapura di bagian depannya menjadi penanda kuat bahwa bangunan ini bukan masjid biasa.Gapura bertingkat dengan bentuk khas arsitektur Jawa kuno itu masih berdiri kokoh. Ia menjadi saksi bisu masa ketika Islam mulai berkembang di wilayah pesisir, berdampingan dengan budaya lokal yang telah lebih dulu hidup.Sudah Ada Sejak Generasi TerdahuluMasjid yang dikenal sebagai Masjid Al-Barokah ini diyakini telah berdiri sejak ratusan tahun lalu, setidaknya berdasarkan cerita turun-temurun warga.Haji Sulam (sekitar 70 tahun), salah satu takmir masjid, mengatakan bentuk bangunan ini tidak banyak berubah sejak ia masih kecil.“Sejak saya kecil, sudah seperti ini. Orang tua dulu bilang ini peninggalan zaman wali, sudah ada sejak mbah-mbah kami,” ujarnya.Menurutnya, renovasi hanya dilakukan pada bagian tertentu seperti lantai dan pelindung luar, sementara struktur utama tetap dipertahankan.“Gapura depan itu tidak pernah diubah. Itu yang paling dijaga warga,” katanya.Ciri Arsitektur Islam Awal di JawaDari sisi arsitektur, masjid ini menunjukkan ciri khas perpaduan budaya Jawa dan Islam awal. Atap berbentuk tajug, tiang kayu, serta gapura paduraksa menjadi elemen penting yang menandai periode transisi budaya di Jawa.Sejarawan arsitektur Islam Jawa, Dr. Ahmad Fauzan, menilai bentuk seperti ini umum ditemukan pada masjid-masjid tua di wilayah pesisir.“Ini bukan arsitektur Timur Tengah, tapi Jawa. Islam masuk dengan pendekatan budaya, bukan mengganti, tapi mengadaptasi,” jelasnya.Ia memperkirakan model bangunan tersebut berkembang pada abad ke-15 hingga ke-17, bertepatan dengan masa penyebaran Islam oleh para wali.Diduga Masuk Jaringan Dakwah Sunan AmpelSecara geografis, Desa Cemandi berada tidak jauh dari pusat dakwah Sunan Ampel di Surabaya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa masjid tersebut berada dalam jalur penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.Meski begitu, belum ada bukti historis yang menyatakan masjid ini dibangun langsung oleh Walisongo.“Kemungkinan besar ini bagian dari jaringan dakwah mereka, bisa dari murid atau generasi setelahnya,” kata Fauzan.Masjid Tua yang Tetap DigunakanBerbeda dengan bangunan bersejarah lain yang menjadi situs wisata, Masjid Al-Barokah tetap berfungsi aktif sebagai tempat ibadah.Azan berkumandang setiap hari, anak-anak mengaji, dan warga rutin menggelar kegiatan keagamaan.“Yang penting masjid ini masih dipakai. Masih hidup,” ujar Haji Sulam.Warisan Pesisir yang Perlu DijagaKeberadaan masjid tua ini menjadi bukti bahwa sejarah Islam di Jawa tidak hanya tersimpan dalam kitab atau situs besar, tetapi juga hidup di tengah masyarakat desa.Gapura sederhana di Desa Cemandi menjadi penanda bahwa dakwah Islam pernah berjalan melalui jalur budaya—pelan, namun mengakar kuat.Dan hingga kini, jejak itu masih berdiri, di antara angin laut dan kehidupan warga pesisir. (Irwan/Kominfo)
Selengkapnya
KOMINFO Sidoarjo- Generasi muda Sidoarjo diajak mengangkat potensi desanya masing-masing. Caranya dengan menarasikan keunikan desanya lewat konten kreatif dan teknologi AI (Artificial Intelligence). Selain itu dapat dilakukan lewat publikasi jurnalistik desa. Ajakan tersebut dilakukan Pemkab Sidoarjo bersama DPRD Sidoarjo dan Wartawan Sidoarjo lewat kegiatan Kopilaborasi (Ngopi Sambil Berkolaborasi) “Narasi Desa-Expose Potensi Lewat Cerita dan Karya,” kemarin malam, Rabu, (22/4). Seratus orang pemuda di Kecamatan Sukodono diajak berdiskusi di Cafe Teras Manzela Sidoarjo. Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo, Anggota DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan serta Ketua Forum Wartawan Sidoarjo/Forwas HM. Taufik hadir dihadapan mereka. Kolaborasi Pentahelix dari unsur pemerintah dan media tersebut ingin mengajak mereka untuk ikut mendorong kesejahteraan masyarakat desa.Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengatakan Kabupaten Sidoarjo memiliki beragam potensi desa yang menonjol. Potensi desa itu perlu diangkat dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karenanya dibutuhkan peran generasi muda yang akrab dengan teknologi. Ia yakin generasi muda Sidoarjo memiliki kreativitas dan inovasi dalam mengelola potensi desa menjadi nilai ekonomis.“Saya berharap generasi muda Sidoarjo ikut mengangkat potensi desa yang memungkinkan bisa kita angkat. Kita masukkan teknologi di dalamnya, nanti kita kemas bareng-bareng, kita angkat potensi desa itu, kalau itu bisa jalan, saya yakin mungkin Sukodono ini bisa menjadi pilot project bagaimana mengangkat potensi desa dengan melibatkan generasi muda,”ucapnya.Eri mencontohkan saat dirinya membuat inovasi aplikasi BMW (Berkas Melaku Dewe). Aplikasi yang dibuat saat dirinya menjabat Sekretaris Kecamatan Sukodono itu membawa dampak besar bagi pelayanan pemerintah. Masyarakat dimudahkan dalam pengurusan administasi kependudukan. “Itu salah satu contoh bagaimana kalau kita bisa membuat sebuah ide, terus kemudian melaksanakannya, itu akan membawa dampak bagi sekitar. Alhamdulillah pada waktu itu tahun 2014, aplikasi BMW itu bisa membawa nama Sukodono sampai tingkat nasional," ujarnya.Eri mengatakan perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Disrupsi teknologi begitu cepat berkembang. Otomatisasi dapat mengancam lapangan pekerjaan. Alih tenaga manusia menjadi mesin bukanlah hal yang tidak mungkin. Oleh karenanya generasi muda saat ini harus dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan teknologi informasi.“Kita harus meningkatkan kompetensi diri kita untuk menghadapi disrupsi teknologi yang begitu cepat berkembang, teknologi yang begitu cepat maju, yang nantinya bisa jadi akan mengambil alih tenaga manusia menjadi mesin, menjadi otomatisasi," ujarnya.Sementara itu Anggota DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan berharap generasi muda Sidoarjo dapat mengeluarkan potensi desanya dengan caranya masing-masing. Ia melihat semua desa di Kabupaten Sidoarjo mempunyai potensi yang harus dikembangkan. Salah satunya Desa Sukodono. Namun untuk mengangkat potensi desa itu tergantung kreatifitas generasi muda. “Semua desa punya potensi, tergantung pemuda yang ada di sini kreatif apa ndak,” ucapnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengajak seluruh perempuan di Sidoarjo menjadi agen perubahan dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2026 yang mengusung tema “Kartini Masa Kini: Saling Menjaga, Saling Menguatkan” di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (22/4/2026). “Kami mengajak seluruh kader PKK dan perempuan di Sidoarjo untuk terus bersinergi, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Jadilah perempuan tangguh, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak,” tegasnya.Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani semangat juang R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesetaraan gender.“Semangat Kartini harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi perempuan di Sidoarjo. Perempuan masa kini dituntut menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berdaya tanpa meninggalkan peran sebagai ibu dan pendidik utama di keluarga,” ujarnya.Ia menegaskan, melalui gerakan PKK perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga. Keluarga yang kuat, menurutnya, akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.Dalam kesempatan itu, Sriatun juga mengapresiasi para peserta yang tampil anggun mengenakan kebaya. Ia menekankan bahwa kecantikan tidak harus mahal dan tidak hanya terlihat dari luar.“Cantik itu dari hati. Perempuan memiliki hati yang penuh kasih dan memaafkan. Mari kita saling menghormati tanpa membedakan suku, agama, dan lainnya,” ungkapnya.Ia juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Jawa Timur. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mencegah hal tersebut.“Kita harus aktif bertanya kepada anak tentang perasaannya di sekolah. Jangan sampai anak lebih memilih curhat ke teman sebaya yang belum tentu memberikan solusi tepat. Diperlukan kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah agar lingkungan belajar aman dan nyaman,” ujarnya.Sriatun menegaskan, Hari Kartini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa perempuan memiliki potensi besar dan tidak boleh menyerah menghadapi tantangan.“Jangan takluk pada rasa putus asa. Kita harus optimis dan terus semangat. Semoga kita menjadi perempuan yang memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya.Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sidoarjo, Ainur Amalia menyampaikan bahwa perempuan masa kini juga perlu memiliki kecerdasan dalam berpenampilan.“Berdandan itu termasuk kecerdasan. Dengan berpenampilan yang anggun dan cantik tentunya kita memiliki value yang tinggi. Di rumah pun tetap perlu berdandan. Selain penting untuk penampilan, juga bisa lebih irit pengeluaran jika dilakukan dengan tepat,” ujarnya.Ia mengapresiasi kegiatan Hari Kartini yang tidak hanya menampilkan sisi estetika, tetapi juga edukasi seperti praktik berdandan yang baik hingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.“Saya ucapkan selamat Hari Kartini. Tanggal 21 April bukan sekadar simbol, tetapi pengingat agar kita menjadi perempuan profesional, memiliki nilai tinggi, serta pondasi sebagai wanita hebat dan kuat,” tambahnya.Kegiatan tersebut juga diisi dengan talkshow kesehatan perempuan yang menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M. Kes, Sri Andari dari Pokja IV PKK Kabupaten Sidoarjo, serta Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Gerdaning Tyas Jadmiko. Kegiatan peringatan Hari Kartini ini juga dirangkai dengan beauty class sebagai edukasi praktis bagi perempuan untuk merawat diri secara mandiri. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Masalah sampah di Kabupaten Sidoarjo terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Sidoarjo, H. Subandi menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder.Hal tersebut disampaikan usai melakukan pendampingan di tiga desa, yakni Desa Kepadangan dan Desa Kebaron Kecamatan Tulangan, serta Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (22/4/2026).Subandi menyoroti optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS 3R). Terkait pemetaan TPS 3R yang tidak berjalan, Subandi telah menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pendampingan intensif, terutama pada TPS 3R yang saat ini tidak beroperasi secara maksimal."Kita sudah sampaikan ke Plt. Kepala DLHK, apabila ada pengelolaan TPS 3R yang tidak jalan, ini harus kita kawal. Persoalannya apa? Apakah di pengelolaan, tempatnya, atau ada hal lainnya? Ini akan kita mapping semua," ujarnya.Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk melakukan evaluasi rutin setiap bulan, bahkan pemantauan harian, untuk memastikan setiap kendala di lapangan segera mendapat solusi. Subandi juga mengingatkan bahwa penanganan sampah membutuhkan kerja keras dan kesadaran masyarakat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan berasal dari luar wilayah desa.Sebagai langkah tegas dalam menegakkan tata tertib (tatib) pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana menggandeng pihak kepolisian. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang melanggar aturan."Kalau sudah diingatkan tapi masih melanggar, nanti akan kita libatkan kepolisian untuk menindaklanjuti. Ini bagian dari upaya kita agar penanganan sampah bisa berjalan efektif," tegasnya.Sementara itu, Plt. Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, mengungkapkan bahwa banyak desa sebenarnya sudah memiliki struktur pengurus pengelolaan sampah, namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya.“Masalah pertama adalah manajemennya yang kurang bagus. Pengurus sudah ada tapi tidak jalan. Kalau manajemennya baik, hasil pemilahan bisa dijual dan residunya kami bantu angkut. Masalah kedua, ada tungku tapi tidak dimanfaatkan, artinya kita akan dampingi untuk pembakaran yang benar menggunakan insinerator,” ujarnya. Ia menekankan bahwa iuran masyarakat - baik itu Rp 15.000, Rp 20.000, hingga Rp 25.000 - harus dikelola dengan transparansi tinggi. Dana tersebut idealnya dialokasikan secara mendetail untuk petugas pemilah, transportasi, dan residu ke TPA.Arif Mulyono memperingatkan jika ditemukan adanya oknum pengurus yang tidak amanah dalam mengelola dana iuran, hal tersebut dapat masuk ke ranah hukum pidana.“Kalau masyarakat gregetan (kesal) bisa mengadu. Sudah bayar tapi tidak dikelola. Kita akan dampingi untuk membentuk kepengurusan baru yang lebih akuntabel dan istiqomah,” tambahnya.Subandi kembali mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan sampah sangat bergantung pada sinergi mulai dari tingkat tertinggi hingga akar rumput."Sampah ini adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari Bupati, DLHK, Camat, Kepala Desa, sampai tingkat RT/RW. Kita sekarang sedang berjuang melawan sampah, dan ini bisa selesai apabila semua stakeholder ikut berperan serta," pungkasnya. (Mas/Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Kondisi bangunan SDN Putat Tanggulangin cukup mengkhawatirkan. Rangka atap penyangga genting sekolah tersebut terlihat melengkung. Genting rawan jatuh menimpa siswa jika tidak segera dilakukan perbaikan. Plavon disatu ruang kelas juga terlihat berlubang. Kekhawatiran akan kondisi itu dirasakan pihak sekolah belakangan ini. Rasa khawatir itu juga dirasakan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana saat mendatangi SDN Putat Tanggulangin tersebut, Rabu, (22/4).Wabup Hj. Mimik Idayana meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi yang mendampinginya untuk segera merevitalisasi bangunan sekolah tersebut. Ia meminta anggaran revitalisasi satuan pendidikan dari APBD Sidoarjo dapat dipergunakan untuk perbaikan. Perbaikannya juga akan diupayakan melalui Banpres Pendidikan tahun ini. Ia akan pastikan renovasi total jika melihat kondisi bangunan sekolah tersebut.“Memang sudah waktunya renovasi total karena kondisinya seperti ini, InsyaAllah nanti kita juga mintakan bantuan Banpres, mudah-mudahan di ACC,” ucapnya usai berkeliling melihat setiap ruang kelas. Wabup Hj. Mimik Idayana juga akan pastikan perbaikannya dapat dilakukan tahun ini. Atap penyangga genting serta kusen-kusen pintu dan jendela sekolah yang lapuk dimakan rayap akan diganti. Selain itu perbaikan bangunan bekas rumah dinas guru dan rumah dinas kepala sekolah akan dilakukan. Dua bangunan tersebut akan dialihfungsikan untuk ruang serbaguna dan musholla.“Atap, plavon, pintu dan jendela-jendela yang dimakan rayap di semua gedung dan bangunan yang akan dijadikan musholla dan ruang serbaguna juga harus segera dibenahi,” ucapnya.Dalam kesempatan tersebut Wabup Hj. Mimik Idayana juga akan mengupayakan siswa SDN Putat Tanggulangin untuk mendapatkan program MBG. Ia akan coba mencarikan dapur SPPG terdekat yang bisa memenuhi kebutuhan gizi 100 siswa yang bersekolah disitu.“Kita carikan dapur terdekat didaerah sini dimana, diusahakan dapat, cuma 100 anak saja,” ucapnya.Sementara itu Kepala Sekolah SDN Putat Tanggulangin Rizky Febrianto mengatakan sudah lama sekolahnya tidak tersentuh renovasi. Ia perkirakan renovasi terakhir kali dilakukan 10 tahun lalu. Namun hanya bangunan gedung Utara saja yang diperbaiki. Gedung satunya yang berada di sebelah Selatan belum disentuh perbaikan sama sekali. Bantuan revitalisasi satuan pendidikan yang diterimanya kemarin juga hanya untuk perbaikan pagar dan pemavingan sekaligus peninggian halaman sekolah.“Ruang yang berada di Selatan itu kan atapnya melengkung, takutnya kalau jatuh kan bahaya,” ucapnya. Oleh karenanya Rizky berharap perbaikan gedung sekolahnya dapat segera dilakukan. Ada enam kelas di dua gedung yang membutuhkan perbaikan segera. Selain itu perbaikan bekas rumah dinas guru dan rumah dinas kepala sekolah juga diharapkan ikut dilakukan. Kondisi dua bangunan tersebut sudah tidak dapat dimanfaatkan. Bekas rumah dinas kepala sekolah itu sudah hampir roboh. Begitu juga bekas rumah dinas guru. Padahal dua bangunan tersebut sangat dibutuhkan untuk kegiatan penunjang pembelajaran sekolah. Sebelumnya dua bangunan itu juga sudah ia ajukan untuk beralih fungsi menjadi musholla dan ruang serbaguna.“Yang bagian depan itu (rumah dinas kepala sekolah) akan saya alih fungsikan untuk mushollah, soalnya kita punya pembiasaan setiap hari Jumat anak-anak sholat dhuha, saat ini anak-anak kalau sholat dhuha dihalaman,” ucapnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Kabupaten Sidoarjo terpilih sebagai tuan Garuda AI Impact Summit 2026 Regional Sidoarjo. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Garuda AI, Binar, Microsoft, dan Kementerian Komdigi dengan Pemkab Sidoarjo. 150 ASN admin medsos OPD Sidoarjo serta 50 pelaku UMKM diundang menjadi pesertanya. Acara yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo pagi tadi, Selasa, (21/4) dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo Ainun Amalia.Empat narasumber dihadirkan dalam Garuda AI Impact Summit 2026 Regional Sidoarjo. Antara lain Dita Aisyah yang menjabat sebagai Direktur Binar, Abdul Mughits dari pegiat UMKM dan AI Jawa Timur serta Yuliar M Zega Widyaiswara Kementerian Komunikasi dan Digital RI serta Sinar Hadi Wijaya yang merupakan CEO Dapoer Digital Kreatif. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan Garuda AI Impact Summit 2026 menjadi langkah strategis dalam akselerasi teknologi daerah. Disampaikannya Artificial Intelligence (AI) saat ini bukan lagi sekadar tren teknologi. Melainkan instrumen vital untuk memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.“Hari ini, Sidoarjo tidak hanya menjadi saksi, tetapi menjadi kontributor utama dalam agenda strategis nasional melalui Garuda AI Impact Summit 2026,” ucapnya. Ainun Amalia mengatakan implementasi pemerintah digital di Sidoarjo bukan sekadar wacana. Kabupaten Sidoarjo telah membangun fondasi ekosistem digital yang kokoh dan inklusif. Hal tersebut menjadi bentuk komitmen nyata transformasi daerah yang dilakukan Kabupaten Sidoarjo. “Kehadiran AI harus kita pandang sebagai "pengungkit" yang akan memperkuat tiga pilar utama pembangunan kita,” ujarnya.Tiga pilar utama pembangunan tersebut ungkap Ainun Amalia yakni akselerasi tata kelola pemerintahan (smart governance), transformasi komunikasi publik yang responsive serta Inklusivitas ekonomi digital bagi UMKM. Disampaikannya bahwa integrasi AI dalam sistem pemerintahan daerah ditujukan untuk menyederhanakan birokrasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven policy). “Kita ingin menciptakan birokrasi yang lebih ramping namun lebih cerdas dalam melayani,” ucapnya. Ainun Amalia juga menyampaikan Kabupaten Sidoarjo terus mewujudkan transformasi komunikasi publik yang responsive. Seluruh ASN di Sidoarjo harus mampu menjadi garda terdepan dalam diseminasi informasi yang cepat, akurat, dan adaptif. “AI hadir sebagai mitra strategis untuk mendeteksi isu secara dini dan menyusun narasi publik yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya. Selain itu lanjut Ainun Amalia Kabupaten Sidoarjo akan memastikan inklusivitas ekonomi digital bagi para pelaku UMKM Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo akan memastikan bahwa kecanggihan teknologi tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar. Tetapi juga menjadi alat produksi bagi UMKM Sidoarjo untuk naik kelas dan bersaing di pasar global. “Ini adalah peluang emas bagi 150 ASN dan 50 pelaku UMKM terpilih untuk mendapatkan keterampilan aplikatif yang nyata melalui sesi penyampaian materi dan diskusi nanti. Jadikan forum kolaboratif lintas sektor ini sebagai ruang untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengatakan penyelenggaraan Regional AI Summit kali ini memiliki beberapa sasaran utama. Salah satunya untuk menghasilkan Peta Jalan Komitmen AI Lokal (Local AI Commitment Roadmap). Peta Jalan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah Kabupaten Sidoarjo. “Hasil dari peta jalan lokal ini akan dikonsolidasikan ke dalam Buku Kebijakan AI (AI Policy White Paper) yang akan diluncurkan pada puncak acara National AI Summit mendatang,”ucapnya. Ia juga berharap penyelenggaraan Garuda AI Impact Summit 2026 Regional Sidoarjo dengan tema "AI For Digital Economic" akan membangun fondasi ekosistem digital yang inklusif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan ekonomi digital bagi UMKM. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kondisi jalan rusak di Desa Bohar, Kecamatan Taman, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo.Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang dinilai semakin parah. Ruas jalan tersebut diketahui menjadi akses penting bagi warga serta jalur alternatif bagi kendaraan.Dalam sidak tersebut, Mimik menemukan kondisi jalan mengalami kerusakan cukup serius di beberapa titik. Sebagian ruas terlihat sudah beraspal, namun pada bagian lainnya masih menggunakan paving yang kondisinya rusak dan tidak rata.Menurutnya, penggunaan paving pada jalan tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan intensitas lalu lintas yang ada. Hal ini disebabkan karena jalan tersebut kini sering dilalui berbagai macam kendaraan.“Saya langsung sidak, ternyata memang jalannya parah. Ada beberapa meter yang rusak, sementara di sisi lain sudah diaspal. Ini jalan kabupaten dan juga menjadi jalur alternatif, sehingga sudah tidak layak lagi menggunakan paving,” ujar Mimik.Ia menegaskan bahwa solusi yang tepat untuk perbaikan jalan tersebut adalah dengan pengaspalan. Hal ini agar konstruksi jalan tetap menyatu dengan ruas lain yang sudah terlebih dahulu diaspal.“Ke depan harus diaspal, bukan dibeton, agar menyambung dengan ruas yang sudah ada. Kalau memungkinkan, bulan ini segera dikerjakan, karena kondisinya berbahaya dan bisa menimbulkan korban,” lanjutnya.Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan tersebut akan menggunakan anggaran dari APBD dan ditangani oleh Dinas PU. “Perbaikan menggunakan APBD dan saya minta PU segera menindaklanjuti, karena kondisinya sudah sangat parah dan membahayakan,” tegasnya.Dengan adanya sidak ini, diharapkan perbaikan jalan di Desa Bohar dapat segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (Mar)
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1625889