KOMINFO, Sidoarjo - Perbaikan jalan rusak terus dikebut. Saat ini perbaikan 16 ruas jalan tengah dikerjakan. Perbaikan 25 ruas jalan lagi menjadi daftar Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo selanjutnya. Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta perbaikan jalan dilakukan secara simultan. Dinas PUBMSDA Sidoarjo dan seluruh kecamatan dimintanya serentak melakukan perbaikan jalan. Permintaan tersebut diutarakannya dalam Rapat Koordinasi pelaksanaan PIWK yang dilakukan di ruang Delta Wicaksana kantor Setda Sidoarjo, Rabu kemarin, (18/2). Seluruh camat dan Kasi Pembangunan hadir dalam rapat tersebut. Begitu pula dengan Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo yang juga datang bersama Kabid Jalan dan Jembatan.Bupati H. Subandi meminta perbaikan jalan rusak tuntas sebelum lebaran. Oleh karenanya pelaksanaan perbaikan jalan dapat dilakukan secara bersamaan. Dinas PUBMSDA Sidoarjo dan seluruh kecamatan serentak bergerak bersama menggarap jalan rusak. Pekerjaan perbaikan 25 ruas jalan oleh Dinas PUBMSDA Sidoarjo dapat diimbangi dengan perbaikan jalan seluruh kecamatan lewat pelaksanaan PIWK. “Saya minta tolong pak camat bu camat, karena pada Minggu ini kita ada perbaikan jalan di 25 tempat, yang tidak dalam daftar ini, tolong dari pihak kecamatan segera melakukan perbaikan jalan diwilayahnya masing-masing,” pintanya. Bupati H. Subandi mengatakan masyarakat Sidoarjo menginginkan perbaikan jalan dilakukan dengan segera. Tidak dibiarkan berminggu-minggu jalan berlubang itu ditangani. Warga menuntut perbaikan segera. Oleh karenanya ia berharap pihak kecamatan segera mengelola PIWK yang sengaja difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya keterlibatan seluruh kecamatan akan mempercepat pelaksanaan perbaikan jalan. Pasalnya setiap kecamatan telah memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap kondisi jalan diwilayahnya masing-masing. “Waktu saya jadi wakil bupati bersama Gus Muhdlor. PIWK ini sangat membantu kita,”ucapnya.Bupati H. Subandi juga meminta untuk memperhatikan kualitas aspal yang dipakai. Material aspal yang digunakan harus bagus. Perbaikan jalan juga harus menggunakan aspal hotmix. Menurutnya aspal jenis tersebut terbukti kuat tahan cuaca dan tahan lama. Selain itu ia meminta Dinas PUBMSDA Sidoarjo untuk melakukan perbaikan jalan dengan teknik overlay aspal. Teknik penambahan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama tersebut terbukti meningkatkan kekuatan struktur jalan dan memperpanjang umur jalan.“Kalau kita pakai overlay bisa sampai 2 sampai 3 tahun, ini harus kita lakukan,”pintanya.Bupati H. Subandi juga menyampaikan penanganan kerusakan jalan propinsi juga telah dikoordinasikan dengan Dinas PU Bina Marga Provisi Jatim. Ia meminta koordinasi tersebut kembali disambung Dinas PUBMSDA Sidoarjo. Ia ingin kerusakan jalan provinsi juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.“Terkait jalan propinsi, kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Kadis PU provinsi, tolong dikoordinasikan kembali pak, termasuk jalan di Balongbendo biar nanti segera ada perbaikan,” pintanya kepada Kadis PUBMSDA Sidoarjo Makhmud. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp3.016.350.000 kepada ratusan penerima manfaat di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (17/2/2026). Bantuan tersebut sebagian besar bersumber dari Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp 1.858 miliar, kontribusi dari BUMD sebesar Rp 25 juta, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebesar Rp 1.132 miliar. Total bantuan sebesar Rp3.016.350.000 tersebut dialokasikan untuk berbagai program perlindungan sosial, di antaranya bantuan sosial kepada lansia Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 533 keluarga, bantuan sosial penyandang disabilitas 66 jiwa, bantuan kewirausahaan inklusif dan produktif (KIP) putri jawara 100 jiwa, KIP bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera (PPKS) Jawara 9 jiwa, bantuan permakanan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia 10 jiwa, bantuan bagi pilar sosial (SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana) 77 jiwa, zakat produktif 50 penerima, serta dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa.Khofifah menegaskan bahwa seluruh penyaluran bansos di Jawa Timur ditargetkan rampung sebelum 1 Maret 2026 sebagai bantalan sosial dan ekonomi menjelang Ramadan.“Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya menjelang Ramadan panjenengan semua lebih tenang, karena bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.Menurutnya, program zakat produktif difokuskan bagi pelaku usaha ultra mikro agar mampu meningkatkan pendapatan dan keluar dari kemiskinan ekstrem. Sementara PKH Plus dan bantuan sosial lainnya menyasar kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membantu masyarakat Sidoarjo. Ia memastikan penyaluran bansos di wilayahnya akan dikawal agar tepat sasaran dan tidak terjadi pengurangan alokasi.“Penyesuaian bantuan sosial tidak ada pengurangan. Seluruhnya di-cover dan dialokasikan sesuai peruntukan. Kami pastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai data,” tegas Subandi.Ia menambahkan, bantuan sosial ini menjadi simbol gotong royong antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang menuntut respons cepat.“Atas perintah Ibu Gubernur, Sabtu dan Minggu kemarin juga telah disalurkan bantuan kursi roda dan program bedah rumah. Hari ini bansos untuk Sidoarjo turun. Artinya, kita optimistis angka kemiskinan bisa ditekan dan ekonomi masyarakat meningkat,” ujarnya.Subandi berharap sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo terus diperkuat, termasuk melalui peran pilar sosial seperti TKSK, Tagana, dan pendamping PKH, agar seluruh bantuan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Dew/Git)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H.Subandi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan sosial serta inspeksi langsung rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Tarik, Selasa (17/2/2026).Dalam kegiatan yang didampingi Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Baznas Sidoarjo serta jajaran Forkopimka tersebut, Bupati Sidoarjo menyerahkan bantuan kursi roda kepada tiga warga yang membutuhkan di Kecamatan Wonoayu.Penerima bantuan pertama yakni Achmad Kandek (60), warga Desa Sawocangkring yang mengalami disabilitas akibat saraf kejepit sejak lama. Bantuan juga diberikan kepada M. Khoiril Arifin (65), warga Desa Sawocangkring yang mengalami keterbatasan fisik akibat stroke. Sementara penerima ketiga, Jumali (55), warga Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, yang juga menderita stroke dan membutuhkan kursi roda untuk menunjang aktivitas sehari-hari.H.Subandi menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.“Saya berharap kursi roda ini dapat bermanfaat dan membantu aktivitas sehari-hari serta agar nanti bisa digunakan untuk lebaran ke sanak saudara dan tetangga kanan kiri. Selain kursi roda, mereka juga telah memperoleh layanan BPJS Kesehatan. Pemerintah juga akan terus memantau warga kita yang membutuhkan kursi roda, kaki palsu, dan lainnya,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa program bantuan sosial seperti ini akan terus ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Baznas, serta Dinas Sosial, sehingga penyandang disabilitas tetap merasa diperhatikan dan tidak terabaikan.“Mugi-mugi paringi sabar, panjenengan sedaya paring cobaan nggih,” ujar H.Subandi memberi motivasi kepada para penerima bantuan.Usai penyerahan bantuan, Bupati Sidoarjo melanjutkan kegiatan dengan melakukan sidak RTLH di tiga rumah warga yang membutuhkan bantuan perbaikan, yakni rumah milik Mardiyah warga Desa Kemuning, Ripin warga Desa Gampingrowo, serta Kusno warga Desa Sebani.Dalam sidaknya di rumah milik Ripin, Subandi menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Baznas untuk segera melakukan perbaikan sebelum Hari Raya Idulfitri.“Saya telah koordinasi dengan Baznas untuk segera memperbaiki rumah bapak Ripin sebelum Hari Raya Idulfitri yang sangat membutuhkan pembangunan tembok dan atap yang masih dari bambu serta pembangunan kamar mandi yang layak bagi keluarga,” tuturnya.Para penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Mereka berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, mempermudah aktivitas sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi keluarga. (Dew/Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak di sejumlah titik tidak boleh hanya dilakukan dengan tambal sulam. Menurutnya, jalan yang menjadi lintasan kendaraan bertonase besar membutuhkan penanganan lebih serius agar hasilnya tahan lama.Hal tersebut disampaikan Subandi saat meninjau kondisi jalan rusak di Jl. Setiabudi Krian, Jl. Kemangsen dan Jl. Jabaran Balongbendo yang dikeluhkan warga, Selasa (17/2/2026). Ia menekankan bahwa metode perbaikan harus menggunakan overlay, bukan sekadar tambal.“Ini lintasan jalan dengan angkutan besar, tonasenya tinggi. Maka kita harus tingkatkan betonisasi. Kita siapkan mulai tahun 2026 dengan panjang kurang lebih 500 meter. Tapi antisipasinya sekarang, kita harus overlay, tidak boleh hanya tambal karena kalau hanya ditambal, aspalnya lepas lagi karena dasarannya tidak kuat. Yang penting minggu ini langsung dikerjakan dulu dengan overlay, biar jalan ini bagus minimal dua tahun tidak rusak sambil menunggu betonisasi,” tegasnya.Subandi juga meminta agar pelaksanaan proyek tidak mengulang permasalahan tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kualitas bahan. “Jangan sampai terulang kegiatan 2025. Pekerjaan banyak, yang mengerjakan hanya satu-dua. Masyarakat Sidoarjo ingin merasakan, wong Sidoarjo ya kerja di Sidoarjo. Harus transparan, bahannya berkualitas supaya masyarakat bisa menikmati,” tegasnya.Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan banjir saat hujan yang menyebabkan jalan semakin cepat rusak. “Keluhan banjir ini karena normalisasi sungai kanan-kiri nya tidak jalan. Kalau nanti betonisasi, normalisasi juga harus jalan,” ujarnya.Ia menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo telah menganggarkan sekitar Rp59 miliar untuk normalisasi sungai dan meminta seluruh pihak terkait bekerja maksimal. “Saya sudah perintahkan Kepala Dinas PUBMSDA M. Makhmud, normalisasi sungai harus tetap jalan terus. Kita anggarkan kurang lebih Rp59 miliar. PIWK jalan, PU jalan, Lebaran ini harus selesai semua,” tegasnya.Subandi menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada masyarakat yang menambal jalan di Sukodono secara swadaya. “Kalau ada masyarakat swadaya, saya sebagai pimpinan daerah terima kasih. Itu bentuk kepedulian yang baik,” ucapnya.Subandi menyebutkan bahwa perbaikan jalan sudah dilakukan di lima kecamatan dan akan segera diperluas ke wilayah lainnya. “Sudah lima kecamatan yang kita tangani. Habis ini enam kecamatan, lalu sisanya. Besok saya lihat progres PIWK, yang kemarin kita perintahkan sudah jalan atau belum,” katanya.Ia berharap seluruh perbaikan jalan dapat dikebut agar saat Lebaran nanti masyarakat tidak lagi menemui kondisi jalan rusak parah. “Saya juga kaget ada jalan seperti ini. Maka kita turun terus sambil melihat progres di lapangan. Mudah-mudahan Lebaran nanti sudah tidak ada jalan seperti ini,” pungkasnya. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Kenaikan harga pangan pokok seringkali terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional/HBKN. Pemkab Sidoarjo mengantisipasi fenomena tersebut dengan rencana Gerakan Pangan Murah/GPM. Penjualan kebutuhan pokok bersubsidi akan dilakukan. Pemkab Sidoarjo berharap harga kebutuhan pangan pokok selama bulan Ramadhan tetap stabil. Pagi tadi, Tim Pengendali Inflasi Daerah/TPID Kabupaten Sidoarjo menggelar High Level Meeting/HLM menghadapi HBKN dan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Kamis, (12/2). HLM digelar di pendopo Delta Wibawa. Berbagai instansi pemerintah hadir. Selain instansi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, juga hadir Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, anggota DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo serta Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo. Pihak Bank Indonesia/BI juga turut hadir. Bupati Sidoarjo H. Subandi memimpin langsung pertemuan penting tersebut.Bupati H. Subandi meminta seluruh pihak untuk menjaga inflasi di Kabupaten Sidoarjo. Upaya menjaga stabilisasi harga pangan pokok menjelang bulan Ramadhan dimintanya. Ia berharap harga kebutuhan pangan pokok menjelang bulan Ramadhan tetap stabil. Tidak terjadi kenaikan yang akan memberatkan masyarakat untuk membelinya.“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah, dari Bulog dengan penjualan beras SPHP, teman-teman DPRD Sidoarjo juga gitu, memanfaatkan masa resesnya untuk menggelar kegiatan penjualan Sembako murah, saya yakin dengan kebersamaan seperti ini, inshaalloh harga-harga yang biasanya naik ini bisa kita tekan,”ucapnya.Bupati H. Subandi juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo untuk kembali melakukan operasi pasar murah penjualan beras SPHP. Ia juga meminta seluruh OPD Sidoarjo mendukung penyaluran beras SPHP. Begitu pula dengan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo yang dimintanya kembali melakukan penjualan beras SPHP kepada masyarakat. “Pak Bulog tolong dibantu biar beras SPHP dapat dirasakan masyarakat Sidoarjo,”pintanya.Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan instansinya akan melakukan berbagai upaya menghadapi inflasi menjelang HBKN. Selain engadakan Gerakan Pangan Murah, dirinya juga akan membentuk kios pangan. Selain itu Satgas Pangan akan dioptimalkan untuk melakukan pemantauan stok dan harga beras di retaill modern maupun pasar tradisional. Untuk menjaga stok ketersediaan beras di Sidoarjo, dirinya juga akan membuat MoU antara BUMDes dengan Lembaga Penggilingan Gabah/LPG. MoU tersebut mengharuskan BUMDes membeli gabah petani.“Kita juga membuat surat edaran bupati kepada para petani untuk tunda jual sebanyak 10 persen dari hasil pertaniannya, terutama petani yang mendapatkan bantuan bibit, pupuk dan Alsintan, dengan cara itu petani tidak merasakan dampak inflasi jika terjadi,”ucapnya.Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan upaya pengendalian harga dan ketersedian bahan pokok juga akan dilakukannya. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah. Ia akan melaksanakan empat kegiatan pendistribusian bahan pokok murah sampai bulan Maret besok. Salah satunya distribusi minyak goreng merk Minyak Kita di tiga pasar tradisional. "Distribusi Minyak Kita akan lakukan di pasar-pasar besar seperti Pasar Larangan, Pasar Porong dan Pasar Krian," ucapnya. Widiyantoro juga menyampaikan beberapa bahan pangan pokok saat ini mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi/HET. Diantaranya beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita serta cabe rawit merah. Untuk harga rata-rata pasar di bulan Februari ini, HET beras premium Rp. 14.900 menjadi Rp. 15.326 per kg. Sedangkan HET beras medium Rp. 13.500 menjadi Rp. 13.785. Sedangkan pada minyak goreng Minyak Kita, HET dipatok Rp. 15.700 perliter menjadi Rp. 16.916 untuk kemasan pouch dan Rp. 17.172 kemasan botol. Cabe rawit merah sendiri mengalami kenaikan yang cukup besar. Dari HET Rp. 40.000 sampai Rp. 57.000 menjadi Rp. 76.810."Khusus beras medium, kami sudah membuat edaran kepada kecamatan yang dilanjutkan kepada desa-desa agar beras medium tidak dijual lebih dari Rp. 13.500," ucapnya. Namun secara keseluruhan lanjut Widiyantoro, harga rata-rata pasar untuk bahan pangan pokok di bulan Februari ini banyak mengalami penurunan dari HET. Seperti yang terjadi pada harga gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi serta cabe merah besar keriting. "Untuk Sembako yang lain fluktuatif, naik turun, khususnya harga gula turun," ucapnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Program Renovasi Warung Rakyat kembali digulirkan. Tahun 2026 ini ada 400 unit warung rakyat yang akan mendapatkan bantuan perbaikan. Pagi tadi, Rabu, (11/2), salah satu program prioritas bupati dan wakil bupati Sidoarjo itu disosialisasikan kepada ratusan kepala desa. Sosialisasi dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo di pendopo Delta Wibawa. Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut. Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan Program Renovasi Warung Rakyat menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan perekonomian rakyat. Dikatakannya sejak awal digulirkan, program renovasi warung rakyat telah melampaui target sasarannya. Ia juga akan pastikan salah satu program unggulan bupati dan wakil bupati Sidoarjo itu akan terus berlanjut untuk lima tahun kedepan hingga mencapai 2 ribu warung rakyat yang direnovasi.“Program yang menjadi janji bupati dan wakil bupati Sidoarjo inshaalloh hadir untuk lima tahun kedepan,”ucapnya.Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Edi Kurniadi mengatakan pelaksanaan Program Renovasi Warung Rakyat tahun ini sedikit berbeda. Pelaksanaanya dibagi menjadi dua wilayah. Wilayah Timur dan Barat. Tahun ini akan dikerjakan diwilayah Barat di 9 Kecamatan. Antara lain Kecamatan Waru, Sedati, Gedangan, Buduran, Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Porong dan Jabon. “Sisa sembilan kecamatan akan dilaksanakan ditahun 2027,”ucapnya.Edi juga mengatakan 400 warung rakyat yang akan renovasi tahun ini tersebar di 9 kecamatan. Per warung disiapkan anggaran maksimal sebesar Rp. 10 juta untuk perbaikannya. Anggaran tersebut meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2025 kemarin yang hanya sebesar Rp. 5 juta. Untuk desa alokasi anggaran perbaikannya memakai anggaran desa melalui Bantuan Keuangan Khusus/BKK. Sedangkan kelurahan dialokasikan melalui anggaran kecamatan.“Yang juga membedakan pelaksanaan renovasi warung rakyat dengan tahun kemarin adalah terkait dengan penganggaran, anggaran yang disedian tahun ini adalah Rp. 10 juta untuk setiap warungnya,”ucapnya.Edi menyampaikan tambahan biaya perbaikan tersebut untuk mencover tambahan biaya perbaikan lainnya. Seperti untuk perbaikan instalasi listrik, atap maupun plavon warung. Ia berharap pelaksanaan program renovasi warung rakyat tahun ini benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Salah satunya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat didesa.“Nilai Rp. 10 juta itu sudah mencover keseluruhan,”ucapnya. Ia juga menyampaikan pelaksanaan renovasi warung rakyat dilakukan di triwulan 3. Nantinya akan ada pendampingan oleh instansinya terkait pelaksanaannya. Ia akan turun langsung ke kecamatan-kecamatan agar pelaksanaan program tersebut berjalan lancar. Edi juga menyampaikan program renovasi warung rakyat tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik saja. Nantinya akan ada pembekalan lanjutan kepada pemilik warung agar usahanya lebih berdaya saing. Ia juga mengatakan Pemkab Sidoarjo juga berencana mencover penerima program renovasi warung rakyat dengan BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk pekerja warung tersebut untuk bisa diikut sertakan dalam kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.“Nantinya ada pelatihan-pelatihan dan kami juga akan memfasilitasi mereka untuk memperoleh bantuan permodalan usaha lewat Kurda,”ujarnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Bank Jatim meluncurkan program undian berhadiah bertajuk Dijapri (Digital Jayandaru Tax Prize). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bertransaksi di objek pajak yang telah menggunakan alat perekam transaksi sebagai upaya mendukung transparansi pajak daerah.Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembayaran pajak. “Pajak daerah menjadi salah satu sumber utama pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk semakin sadar pajak, salah satunya dengan bertransaksi di tempat usaha yang sudah menggunakan alat perekam transaksi,” ujar Subandi.Melalui program Dijapri, masyarakat cukup mengunggah struk belanja untuk memperoleh poin undian. Poin yang terkumpul dapat digunakan untuk mengikuti undian berhadiah dengan berbagai hadiah menarik.Adapun cara mengikuti program Dijapri cukup mudah. Pertama, masyarakat memastikan transaksi dilakukan di objek pajak yang telah terpasang X-Banner alat perekam transaksi. Selanjutnya, masyarakat dapat memindai QR Code pada X-Banner atau mengakses tautan bit.ly/sdastruk. Setelah itu, peserta memilih objek pajak, mengunggah foto struk, serta melengkapi data yang diminta.Dalam ketentuannya, setiap transaksi belanja dengan nominal yang tercantum pada struk hingga Rp50.000 akan mendapatkan 1 poin undian dan berlaku kelipatan. Sebagai contoh, struk belanja sebesar Rp121.000 akan mendapatkan 2 poin, sedangkan transaksi belanja sebesar Rp771.000 akan memperoleh 15 poin undian. Struk yang dapat diikutsertakan dalam undian merupakan struk transaksi pembelanjaan dengan periode transaksi mulai 25 Desember 2025 hingga 30 April 2026.Subandi berharap program tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berbelanja di tempat usaha yang taat pajak sekaligus memperkuat budaya transparansi pencatatan transaksi. “Saya berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam program ini. Selain berkesempatan mendapatkan hadiah, partisipasi ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Sidoarjo,” ungkapnya.Bagi masyarakat yang ingin melihat daftar objek pajak yang telah terpasang alat perekam transaksi sekaligus mengetahui detail ketentuan poin undian, dapat mengakses tautan bit.ly/undiandijapri1. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sidoarjo Bersholawat dan Tabligh Akbar Bersama Gus Iqdam digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo/Harjasda, selasa malam, (10/2). Kegiatan yang digelar di halaman parkir Mal Pelayanan Publik/MPP Lingkar Timur dihadiri ribuan jamaah. Sejak sore jamaah Gus Iqdam yang menyebut dirinya sebagai ST Nyell sudah datang kelokasi. Meski sempat hujan, antusias jamaah yang khas dengan jargon Dekengan Pusat itu memenuhi pelataran MPP. Staf Ahli Bupati Mochammad Hudori yang hadir mewakili Bupati H. Subandi mengucapkan selamat datang kepada Gus Iqdam di Bumi Delta Sidoarjo. Menurutnya kehadiran pemimpin majelis ta`lim Sabilu Taubah itu menjadi kado istimewa peringatan Harjasda ke-167 tahun ini.“Kehadiran panjengengan Gus Iqdam ditengah-tengah peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 adalah kado yang luar biasa bagi kami dan masyarakat Sidoarjo,”ucapnya.Mochammad Hudori juga menyampaikan kegiatan seperti ini tidak hanya untuk merayakan usia Kabupaten Sidoarjo yang semakin matang. Namun juga ikhtiar untuk mengetuk pintu langit agar Kabupaten Sidoarjo semakin maju dan berkembang. “Lewat pengajian dan sholawat ini, kita berharap Sidoarjo tidak hanya maju infrastrukturnya, tidak hanya lancar fly overnya atau megah gedungnya, tapi adem rakyanya dan berkah daerahnya,”ucapnya. Mochammad Hudori juga menyampaikan perayaan Harjasda ke 167 tahun 2026 ini dapat digunakan sebagai momentun ngaji diri. Lewat kegiatan peringatan seperti ini, Ia ingin Kabupaten Sidoarjo menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja. Termasuk merangkul semua kalangan tanpa ada perbedaan seperti filosofi yang selalu dibawa Gus Iqdam dalam setiap pengajiannya. “Sidoarjo adalah daerah yang dinamis, di usianya yang ke 167 tahun ini, tantangan kedepan tentu tidak mudah, oleh karena itu kami memohon doa dari Gus Iqdam dan seluruh jamaah agar pemimpin Sidoarjo diberi kekuatan, kesabaran, kejujuran dan kerukunan dalam melayani masyarakat,”ujarnya.Mochammad Hudori juga berharap lewat kegiatan keagamaan seperti ini, Kabupaten Sidoarjo senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari segala musibah. Menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur. Daerah yang baik, subur, makmur, dengan masyarakat yang beriman dan diridai Allah SWT.“Ikan bandeng asli Sidoarjo, dimasak presto enak rasanya, bersama Gus Iqdam kita berdoa, Sidoarjo semakin jaya dan mulia,” tutup bupati lewat pantun yang disampaikan Mochammad Hudori. git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Sekretaris Daerah dr. Fenny Apridawati, M.Kes memberikan apresiasi yang luar biasa atas peran serta IWAPI dalam membangunan perekonimian, hal ini di sampaikan saat memberikan sambutan pada HUT ke 51 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Selasa 10/02/2026 di Pendopo Delta Wibawa."Memperkuat Pondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia emas 2045" diangkat sebagai tema yang mempunyai makna yang menegaskan bahwa IWAPI untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya dalam menghadapi era digital, mengembangkan inovasi serta berkolaborasi.Dalam usia yang sudah matang ini diharapkan IWAPI mampu menggerakkan dan menjadi contoh kepada wanita-wanita yang lain sebagai pengusaha handal agar bisa berdaya, untuk itu apresiasi yang luar biasa kepada IWAPI mudah-mudahan makin berdaya dan mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sidoarjo."Dengan tema yang diangkat ini memiliki arti bahwa IWAPI harus sejalan dan senafas dengan program strategis nasional serta program dari Pemkab Sidoarjo," katanyaFenny pun menambahkan dalam penerapan percepatan digitalisasi daerah ini telah memperoleh rangking dua di tingkat kabupaten se-indonesia dan perolehan ranking ini tentunya tidak lepas dari peran IWAPI, hal ini terbukti dari capaian-capaian pembangunan di Sidoarjo yang menunjukkan sesuatu hal yang menggembirakan dan ini tentunya tidak akan tercapai tanpa peran dari IWAPI.Seperti capaian Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index Sidoarjo memiliki rating tinggi Kabupaten se-jawa timur dengan angka 83,35 persen dan peningkatan Human Index Development ini memiliki tolak ukur salah satunya peran serta IWAPI yang luar biasa dalam bidang pendidikan, kesehatan serta pembangunan perekonomian "Monggo dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mengambil peran serta untuk pembangunan Kabupaten Sidoarjo manfaatkan akses ini sebaik mungkin seperti akses permodalan, pengentasan kemiskinan, perkrutan tenaga kerja, karena ini akan menjadi peran IWAPI yang luar biasa, dengan seperti akomodir tenaga-tenaga kerja yang ada di kabupaten Sidoarjo khususnya bagi yang ber KTP Sidoarjo itu juga jadi perang penting anggota IWAPI di Kabupaten Sidoarjo"Sementara itu Ketua DPC IWAPI Sidoarjo yang juga merupakan Wakil Ketua IWAPI Jawa Hj. Shofiyah menyampaikan sebagai bagian dari IWAPI, DPD IWAPI Jawa Timur memiliki peran penting dalam mendorong pengusaha perempuan agar mampu bersaing di era digital melalui pelatihan pendampingan UMKM serta kerjasama lintas sektor, serta siap menyokong program pemerintah dalam penyediaan jasa serta produk lokal, selain itu diharapkan anggota IWAPI semakin maju dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah."IWAPI berkomitmen akan terus bersinergi dengan pemerintah maupun sektor swasta, selain itu dengan duaelengggarakan secara hyvrid ini mendorong seluruh anggota agar melek teknologi digital dalam pembangunan usahanya,"katanya.Sebagai penanda bertambahnya usia IWAPI ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati yang diserahkan kepada Ketua DPC IWAPI Sidoarjo Hj. Shofiyah.yu
Selengkapnya
Perlawanan Wong Cilik, Pesantren, dan Filosofi Negeri Air10 Februari 2026Sejarah Sidoarjo tidak hanya dibentuk oleh raja dan adipati, tetapi juga oleh rakyat biasa dan ulama pesantren. Dari perlawanan sporadis wong cilik hingga pendidikan agama yang meneguhkan identitas lokal, kota ini menampilkan dua jalur perlawanan berbeda yang saling melengkapi, membentuk ketahanan sosial dan kultural masyarakat.Sarip: Suara Wong Cilik yang MelawanSarip tidak meninggalkan arsip resmi, tidak pula memimpin pasukan besar. Namun namanya hidup lama dalam ingatan rakyat Sidoarjo. Ia dikenang sebagai simbol perlawanan wong cilik terhadap ketidakadilan kolonial.“Dalam arsip kolonial, Sarip memang dicatat sebagai pengacau. Tetapi dalam tradisi lisan masyarakat Sidoarjo, ia justru dipandang sebagai simbol perlawanan rakyat kecil terhadap pajak tanah, kerja paksa, dan lurah-lurah yang menjadi perpanjangan tangan kolonial,”kata sejarawan lokal Sidoarjo, Drs. M. Mashuri, dalam kajian sejarah sosial Sidoarjo.Mashuri menjelaskan, perlawanan Sarip bersifat personal dan sporadis, namun memiliki makna simbolik yang kuat.“Sarip tidak melawan negara kolonial secara terbuka, tetapi ia melawan ketidakadilan yang dirasakan langsung oleh rakyat desa. Karena itu kisahnya hidup dalam ludruk, cerita tutur, dan memori kolektif,” ujarnya.Dalam perspektif sejarah sosial, Sarip mewakili bentuk perlawanan rakyat yang tidak tercatat secara resmi, tetapi justru berakar kuat dalam budaya lokal.Kyai Hasan Mukmin: Perlawanan Lewat PesantrenBerbeda dengan Sarip, Kyai Hasan Mukmin bergerak melalui jalur yang lebih sunyi, tetapi berdampak panjang: pendidikan dan agama.“Pesantren pada masa kolonial bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi ruang aman pembentukan kesadaran sosial dan identitas umat,” ujar Prof. Azyumardi Azra dalam kajiannya tentang Islam Nusantara.Kyai Hasan Mukmin dikenal sebagai ulama yang menanamkan nilai kemandirian, etika sosial, dan keteguhan iman di tengah tekanan kolonial. Melalui pengajian dan jaringan santri, ia membangun daya tahan masyarakat dari bawah.“Perlawanan seperti yang dilakukan Kyai Hasan Mukmin ini tidak frontal, tetapi berumur panjang. Ia membentuk mental masyarakat agar tidak tunduk sepenuhnya pada kekuasaan kolonial,” jelas KH. Ahmad Mun’im DZ, peneliti sejarah pesantren Jawa Timur.Model perjuangan ini kerap disebut sebagai perlawanan kultural—tidak tercatat dalam laporan militer, tetapi nyata dalam ketahanan sosial masyarakat.Dua Jalan, Satu TujuanSarip dan Kyai Hasan Mukmin menempuh jalan yang berbeda, tetapi bertemu pada tujuan yang sama: menjaga martabat rakyat Sidoarjo.“Jika Sarip adalah suara perlawanan spontan wong cilik, maka Kyai Hasan Mukmin adalah arsitek ketahanan kultural masyarakat. Keduanya sama-sama penting dalam sejarah lokal,”kata Budayawan Jawa Timur, Radhar Panca Dahana.Mereka menunjukkan bahwa sejarah Sidoarjo tidak hanya dibentuk oleh raja, adipati, dan kebijakan kolonial, tetapi juga oleh keberanian rakyat desa dan keteguhan ulama pesantren.Jayandaru: Simbol Filosofi Negeri AirJayandaru bukan sekadar monumen lalu lintas di jantung Kota Sidoarjo. Ia adalah simbol yang lahir dari ingatan kolektif masyarakat tentang air, kehidupan, dan keberlanjutan.Nama Jayandaru berasal dari dua kata bahasa Jawa Kuno:jaya, yang berarti kejayaan atau kemakmuran, dan daru, yang dimaknai sebagai anugerah, cahaya kehidupan, atau sesuatu yang memberi keselamatan. Dalam konteks Sidoarjo—wilayah delta, rawa, dan tambak—makna itu berpaut langsung dengan air.“Sejak masa kerajaan hingga kolonial, kehidupan Sidoarjo selalu bergantung pada air. Maka simbol daerahnya pun tidak bisa dilepaskan dari ekosistem perairan,” jelas Drs. M. Mashuri, sejarawan lokal Sidoarjo.Monumen Jayandaru menampilkan dua ikon utama: udang dan bandeng. Keduanya bukan simbol yang dipilih secara acak. Udang dan bandeng telah menjadi komoditas utama wilayah Sidoarjo sejak berabad-abad lalu, jauh sebelum istilah “industri tambak” dikenal.Dalam prasasti dan catatan sejarah Jawa Timur, wilayah delta Brantas—termasuk Sidoarjo—disebut sebagai kawasan penghasil hasil perairan yang menopang kerajaan, mulai dari masa Kahuripan hingga Majapahit. Tradisi tambak berlanjut pada masa Islam, kolonial, hingga Indonesia modern.“Udang dan bandeng adalah metafora ketahanan masyarakat pesisir. Hidup di antara air asin dan tawar, tetapi tetap tumbuh,” kata Budayawan Jawa Timur, Radhar Panca Dahana, dalam kajian simbol budaya daerah.Secara filosofis, Jayandaru merepresentasikan pandangan hidup Sidoarjo: kejayaan tidak lahir dari penaklukan alam, melainkan dari harmoni dengannya. Air diperlakukan bukan sebagai musuh yang harus dikeringkan, tetapi sebagai sahabat yang dikelola.Makna ini menjadi semakin relevan pasca-bencana lumpur Porong 2006. Di tengah luka ekologis dan sosial, Jayandaru berdiri sebagai pengingat bahwa Sidoarjo adalah negeri air—dan air selalu membawa dua sisi: kehidupan dan tantangan.“Jayandaru mengajarkan bahwa identitas Sidoarjo bukan pada gedung atau pabriknya, melainkan pada kemampuannya bertahan dan bangkit di tengah perubahan alam,” ujar peneliti budaya lokal BPK Jawa Timur.PenutupSidoarjo adalah kota yang terus bergerak. Dari peradaban sungai, wilayah agraris Islam, kabupaten kolonial, hingga kawasan industri modern. Sejarahnya bukan nostalgia, melainkan arah. Selama air masih mengalir, Sidoarjo akan terus bertahan—dan mencari jati dirinya. (irwan/diskominfo Sidoarjo)Sumber Referensi:Arsip Kolonial Hindia Belanda (ANRI), laporan kolonial Jawa Timur abad XIXMashuri, M., Sejarah Sosial Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten SidoarjoBalai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 961730