Berita

16 Jul 2026

Mengapa Warga Randegan Pantang Berjualan Nasi? Menelusuri Jejak Mbah Sosro dan Warisan Leluhur

KOMINFO, Sidoarjo – Di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah tradisi yang masih bertahan di tengah perubahan zaman. Meski berbagai jenis usaha kuliner berkembang, hampir tidak ditemukan warga asli desa yang membuka usaha berjualan nasi.Sebagai gantinya, masyarakat lebih banyak memilih berjualan lontong, mi ayam, bakso, atau jenis makanan lainnya. Bagi warga Randegan, hal tersebut bukan sekadar pilihan usaha, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.Masyarakat meyakini pantangan itu berawal dari titah Suryo Wiryodiharjo, yang lebih dikenal sebagai Mbah Sosro atau oleh sebagian warga disebut Mbah Cokro. Dalam tradisi lisan yang terus hidup, Mbah Sosro dihormati sebagai pembabat alas atau tokoh yang membuka Desa Randegan sekaligus mewariskan petuah yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat.Jejak penghormatan kepada Mbah Sosro masih dapat dijumpai di Punden Kepuh, sebuah kompleks makam tua yang berada di tengah hamparan sawah Desa Randegan. Rindangnya pepohonan besar menaungi kawasan tersebut sehingga menghadirkan suasana teduh dan tenang. Di dalam kompleks itu terdapat lebih dari 20 makam tua dengan nisan batu andesit bermotif flora yang telah aus dimakan usia. Meski belum pernah diteliti secara arkeologis, keberadaan situs ini menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Randegan.Di tempat itulah Suyadhim (72), juru kunci Punden Kepuh, menjaga sekaligus meneruskan cerita yang diterimanya dari para sesepuh desa.Menurut penuturan yang diwariskan kepadanya, suatu ketika Suryo Wiryodiharjo atau Mbah Sosro bersama para pengikutnya melintasi kawasan yang kini menjadi Desa Randegan dalam keadaan lapar. Mereka mendatangi rumah-rumah penduduk untuk meminta nasi, namun tidak ada seorang pun yang memberikan makanan."Dari cerita yang saya terima dari para sesepuh, Mbah Sosro bersama pengikutnya sedang lapar. Beliau meminta nasi kepada warga, tetapi tidak ada yang memberikan," tutur Suyadhim.Dalam tradisi lisan yang berkembang di Randegan, sebagian sesepuh juga menafsirkan bahwa tindakan Mbah Sosro meminta nasi bukan semata-mata karena rombongannya sedang lapar. Menurut cerita yang diwariskan turun-temurun, hal itu dipahami sebagai cara Mbah Sosro menguji kepedulian dan kemurahan hati warga yang ditemuinya. Penafsiran tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat dan belum dapat dibuktikan melalui sumber sejarah tertulis.Setelah peristiwa itu, menurut cerita yang diwariskan masyarakat, Mbah Sosro mengucapkan titah yang kemudian diyakini menjadi asal-usul pantangan berjualan nasi bagi warga Randegan."Yang dipantangkan itu usaha jualan nasi. Kalau jualan lontong, lontong mi, mi ayam, bakso atau makanan lain tidak ada masalah," kata Suyadhim.Menurutnya, masyarakat meyakini pantangan tersebut tetap berlaku meskipun usaha berjualan nasi dilakukan di luar Desa Randegan. Cerita mengenai akibat melanggar pantangan juga masih hidup di tengah masyarakat. Dari penuturan para sesepuh, pelanggaran terhadap titah tersebut diyakini dapat membawa dua kemungkinan, yakni meninggal dunia atau mengalami kehidupan yang serba kekurangan, yang dalam istilah Jawa disebut "sandang, pangan, papane korat-karit." Keyakinan tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat dan belum didukung bukti sejarah maupun penelitian ilmiah.Punden Kepuh di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat setempat meyakini kompleks makam ini merupakan tempat dimakamkannya Suryo Wiryodiharjo atau Mbah Sosro, tokoh yang dihormati sebagai pembabat alas Desa Randegan. (Foto: Irwan Susanto/Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo)Seorang warga Randegan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku keluarganya tetap memegang pantangan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur."Sejak kecil kami diajari orang tua untuk tidak berjualan nasi. Kami menghormati pesan leluhur. Kalau mencari rezeki, masih banyak usaha lain yang bisa dilakukan," ujarnya.Di balik pantangan itu, masyarakat juga meyakini Mbah Sosro membawa keberkahan bagi desa. Kepercayaan tersebut terutama dikaitkan dengan hasil pertanian yang melimpah."Rezekinya dicukupi, hasil panennya bagus dan memuaskan. Tapi pesan para leluhur jangan sampai menonjolkan diri. Tetap hidup sederhana," kata Suyadhim.Rasa syukur itu diwujudkan melalui Tradisi Keleman, yakni syukuran setelah masa tanam padi yang digelar setiap tahun di Punden Kepuh. Warga membawa tumpeng dan hasil bumi untuk didoakan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mengenang jasa para leluhur. Pada malam harinya, tradisi tersebut dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang hingga kini masih dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya desa.Menurut penuturan Suyadhim, para sesepuh juga meyakini Mbah Sosro hidup pada masa kejayaan Kesultanan Mataram. Keterangan tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, keberadaan puluhan makam tua dengan tipologi nisan batu andesit di Punden Kepuh masih membuka peluang untuk dikaji lebih lanjut melalui penelitian sejarah maupun arkeologi.Antropolog Koentjaraningrat menjelaskan bahwa tradisi merupakan bagian dari sistem budaya yang diwariskan antargenerasi dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Dalam konteks Randegan, pantangan berjualan nasi dapat dipahami sebagai tradisi lisan yang membentuk identitas masyarakat. Pandangan tersebut sejalan dengan konsep Warisan Budaya Takbenda yang dikembangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yaitu warisan budaya yang hidup melalui pengetahuan, nilai, dan praktik sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.Bagi masyarakat Randegan, kisah Mbah Sosro bukan sekadar cerita masa lalu. Ia tetap hidup dalam ingatan kolektif, dalam Tradisi Keleman yang terus dilaksanakan setiap tahun, serta dalam pilihan hidup masyarakat yang hingga kini masih menjaga pantangan berjualan nasi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Di tengah perubahan zaman, warisan budaya itu menjadi identitas Desa Randegan yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ir)

Selengkapnya
14 Jul 2026

Kemarau, Pemkab Sidoarjo Terus Genjot Normalisasi Sungai dan Pembersihan Afvoer

KOMINFO Sidoarjo - Bukan cuma saat musim penghujan, normalisasi sungai dan pembersihan afvour juga terus digenjot oleh Pemkab Sidoarjo saat musim kemarau seperti sekarang ini. Tujuannya, supaya aliran air lancar dan tidak terjadi banjir saat penghujan.  Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo menerjunkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer. Alat-alat berat sudah terjun dititik-titik sungai yang mengalami pendangkalan. Begitu pula dengan puluhan orang Satgas Afvoer. Mereka terus bekerja keras membersihkan saluran-saluran irigasi.  Kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan afvoer sudah terjadwal. Seperti hari ini, Selasa, (14/7/2026), Satgas Alat Berat melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang Sidoarjo. Jadwal hari ini juga mereka melakukan pembersihan sampah saluran Porong Kanal Kelurahan Porong dan saluran Mangetan Kanal Desa Dungus.   Selain itu Satgas Alat Berat juga bergerak menormalisasi anak afvoer Kedunguling Desa Ganggangkepuhsari di Kecamatan Balongbendo.  Di hari yang sama, Satgas Afvoer berpencar melakukan pembersihan saluran-saluran irigasi yang tersumbat. Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo membagi Satgas Afvoer per wilayah. Antara lain Satgas Afvoer Wilayah Kota, Satgas Afvoer UPTD Trosobo, Prambon, Porong dan Satgas Afvoer UPTD Sumput.  Untuk Satgas Avoer wilayah kota, hari ini membersihkan afvoer Kedunguling Desa Larangan. Sedangkan untuk Satgas Afvoer UPTD Trosobo melakukan pembersihan Afvoer Buntung Desa Balongbendo, Afvoer Kepucang Desa Jimbaran Wonoayu dan Saluran Kedunguling Desa Temu Prambon. Pembersihan Saluran Kedunguling Desa Temu Prambon hari ini juga dilakukan Satgas Afvoer UPTD Prambon.  Sedangkan Satgas Afvoer UPTD Porong melakukan pembersihan Afvoer Gedek Desa Wates Tanggulangin, Afvoer Ngingas Desa Balongtani Jabon dan Afvoer Kedungkampil Desa Kedungsulo Porong.  Satgas Afvoer UPTD Sumput sendiri melakukan pembersihan Afvoer di lima kecamatan. Yakni Afvoer Bulubendo Desa Sawotratap Gedangan, Afvoer Sumber Desa Kloposepuluh Sukodono, Afvoer Karangbong 2 Desa Wadungasih Buduran serta Afvoer Botokan atau Sinir Desa Pepelegi Waru.  Kemudian Satgas Afvoer UPTD Sumput bergerak membersihkan Afvoer Buntung Desa Wadungasri Waru dan Afvoer Jemundo Desa Kedungturi Taman.  Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Prayitno, mengatakan bahwa normalisasi sungai dan pembersihan Afvoer terus berjalan. Di musim kemarau seperti ini, kegiatan rutin itu dioptimalkan.  Saat ini Satgas Alat Berat sedang melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang Sidoarjo. Panjangnya sekitar 4 kilometer. Diperkirakan normalisasi akan berjalan selama 3 bulan.  "Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah," ucapnya.  Prayitno mengatakan proses pengerukan sedimen tanah dan sampah dilakukan disaluran Kedunguling. Tumbuhan liar yang mempersempit aliran sungai ikut dibersihkan. Selain itu pekerjaan penguatan bibir sungai juga dilakukan saat pengerjaan normalisasi sungai berlangsung.  "Kita berharap perkerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal, menampung curah hujan dengan maksimal," harapnya.  Prayitno mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu upaya menyelesaikan persoalan banjir. Namun semua itu butuh dukungan masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuangnya di sungai. Jika tidak, persoalan banjir  tidak akan pernah terselesaikan.  "Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir,  namun persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang," ujarnya. Git/mas. 

Selengkapnya
13 Jul 2026

Wabup Sidoarjo Minta Solusi Konkret Penanganan Luberan Lumpur Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus berupaya melakukan penanganan luberan lumpur Sidoarjo yang terjadi sejak Jumat kemarin, (10/7). Luberan lumpur terjadi di titik P10D yang berada di sisi Utara dan Barat pusat semburan. Titik tersebut sangat dekat dengan jalur rel kereta api dan jalan raya Porong. Saat ini PPLS sedang melakukan penanganan darurat berupa peninggian tanggul yang bocor.  Pagi tadi kondisi luberan lumpur yang diduga akibat penurunan tanah disekitar tanggul tersebut mendapat perhatian anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Kedatangan wakil rakyat tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dan Kepala  Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu (SNVT) Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mahdani serta Ketua Tim Perencanaan Teknik PPLS Arif Firmanto. Wabup Sidoarjo Mimik Idayana berharap pihak PPLS segera mencarikan solusi kongkret penanganan luberan lumpur yang terjadi. Pasalnya kondisi kebocoran tanggul seperti itu sangat membahayakan. Luberan lumpur itu akan menggenangi jalur vital jika tidak segera dibenahi. Ia berharap dampak bencana lumpur itu tidak terulang kembali. Keselamatan warga Sidoarjo harus menjadi prioritas utama penanganan lumpur Sidoarjo.  “Segera carikan solusinya dan selesaikan agar wargaku selamat. Karena apa? warga yang tertimpa bencana 20 tahun kemarin itu belum selesai, jangan sampai terulang. Segera carikan solusinya, itu harapan saya,” ucapnya. Wabup Sidoarjo Mimik Idayana juga mengatakan Pemkab Sidoarjo terus berkomitmen dalam upaya penanganan lumpur Sidoarjo. Komunikasi dan koordinasi dengan pihakpihak terkait akan terus dilakukan. Ia ingin penanganan luberan lumpur saat ini dapat segera tuntas. Dengan begitu masyarakat Sidoarjo tidak kembali dibayang-bayangi kejadian semburan lumpur 20 tahun silam. “Kita tetap akan komitmen untuk membantu atau komunikasi dengan panjenengan dari Kementerian PU dan DPR RI,” ujarnya. Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono juga meminta luberan lumpur Sidoarjo segera ditangani dengan cepat. Jika tidak akan membahayakan keselamatan masyarakat. Bahkan dampaknya juga pada perekonomian nasional. “Jika tidak segera ditanggulangi, ini akan menjadi lebih besar lagi dan bisa menghambat transportasi publik atau logistic karena ini jalan nasional, jadi tidak hanya membahayakan keselamatan, tapi juga ekonomi kita bisa terhambat, perekonomian di Jawa Timur dan nasional bisa terhambat,” ujarnya. Untuk itu Bambang Haryo Soekartono meminta penanganan serius  luberan lumpur tersebut. Seperti dengan memperbesar volume pembuangan lumpur ke sungai Porong. Terutama volume air lumpur yang harus dipercepat pembuangannya. Selain itu dinding-dinding tanggul lumpur harus diperkuat kembali. “Saya minta untuk serius penanganan pembuangan lumpur menuju ke sungai. Terutama airnya. Jadi airnya yang perlu kita percepat untuk pembuangan. Terus yang kedua, perkuat semua dinding-dinding lumpur Lapindo ini,” mintanya. Bambang Haryo Soekartono juga meminta Pemkab Sidoarjo segera merealisasikan early warning system. Sistem peringatan dini potensi bencana tersebut sangat penting agar warga dapat segera melakukan evakuasi. Dengan begitu korban jiwa dan kerugian material akibat bencana tersebut dapat diminimalisir. “Bu Wabup untuk merealisasikan early warning system, yaitu peringatan dini. Itu supaya warga dapat segera melakukan evakuasi jika terjadi kejadian bencana karena sisi ini ada ribuan atau mungkin ratusan ribu masyarakat yang bisa terdampak,” ucapnya. Sementara itu Ketua Tim Perencanaan Teknik PPLS Arif Firmanto mengatakan penurunan tanah memang terjadi pada tanggul lumpur. Dari data pengukuran yang dilakukannya, penurunan tanggul lumpur rata-rata terjadi setengah meter pertahun. Dari 11 kilometer tanggul lumpur tersebut terdapat titik-titik yang mempunyai kerawanan. Salah satunya di titik P10D. Titik yang berada di sisi Utara dan Barat pusat semburan yang juga berdekatan langsung dengan jalur rel kereta api dan jalan raya Porong. “Jadi penurunannya rata-rata untuk titik ini adalah 0,5 meter per tahun. Tapi dari 11 kilometer ini variatif, Pak. Memang di area tanggul yang sisi Selatan relatif stabil daripada tanggul yang sisi lainnya, terutama yang di sisi Barat ini,” ucapnya. Arif menyampaikan penyebab penurunan tanggul lumpur karena kondisi geologi. Ia menerangkan kondisi geologi di Sidoarjo adalah daerah endapan sedimen. Daerah endapan sedimen tersebut yang mengakibatkan daya dukung tanah rendah. Kemudian pengaruh dari adanya dua sesar atau dua patahan aktif, yaitu sesar Siring dan sesar Watukosek. “Jadi memang kalau kita menghitung stabilitas bahwa beban yang kita timbun itu akan berpengaruh terhadap stabilitas. Ini juga akan kita hitung kembali, Pak. Ini kita perlu lakukan hitung sampai elevasi berapa nanti kita akan lakukan peninggian timbunan yang baru nanti,”jelasnya. Saat ini lanjut Arif, penanganan luberan lumpur Sidoarjo dilakukan dengan peninggian tanggul. Alat berat terus bekerja untuk menambah ketinggian tanggul lumpur. Tingginya sekitar 1 meter. Pekerjaan tersebut masih bersifat darurat sebelum dilakukan penghitungan elevasi untuk menentukan tingginya timbunan tanggul yang baru.  “Ini sebetulnya penanganan darurat, peninggian darurat ini sekitar 1 meter Pak, kita sebetulnya juga tambah 0,7 meter,” ucapnya.  Ia juga pastikan tidak terjadinya penambahan volume semburan yang menyebabkan luberan lumpur. Menurutnya jika dibandingkan 20 tahun lalu, volume semburan memang jauh menurun. Dari awal semburan sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Sedangkan dari pengukuran saat ini, rata-rata adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik per hari. “Kalau kita bandingkan dari 20 tahun lalu memang jauh ada penurunan, Pak. Dari awal-awal 20 tahun itu sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Dari pengukuran kita rata-rata saat ini adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik per hari,” ungkapnya. Git  

Selengkapnya
13 Jul 2026

Hari Pertama Sekolah, Bupati Subandi Apresiasi Para Guru dan Orang Tua Siswa

KOMINFO, Sidoarjo - Memasuki Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada Senin (13/7/2026), Bupati Sidoarjo Subandi memberikan perhatian khusus kepada para tenaga pendidik. Ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menitipkan pesan mendalam kepada para guru yang menjadi garda terdepan dalam membentuk masa depan generasi muda Sidoarjo. Bupati Subandi memberikan apresiasi tinggi atas kesabaran dan dedikasi Bapak dan Ibu Guru dalam menyambut kehadiran murid-murid baru di sekolah. Menurutnya, peran guru sangat krusial dalam menentukan kenyamanan anak di awal fase pendidikan mereka. ”Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Pendidik yang dengan penuh kesabaran menyambut anak-anak kita sebagai murid baru. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Bupati Subandi. Bupati juga menekankan bahwa tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga moralitas anak didik. Ia mengajak para "Pahlawan tanpa Tanda Jasa" di Sidoarjo untuk berkolaborasi aktif dalam membangun pondasi karakter anak bangsa. ”Mari kita rawat dan jaga setiap anak kita agar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tegasnya. Di samping memberikan pesan kuat untuk para guru, Bupati Subandi juga tidak melupakan peran penting orang tua. Dia mengapresiasi para orang tua yang menyempatkan diri mengantar putra-putrinya masuk ke sekolah di hari pertama. Karena itu sebagai bentuk dukungan moral yang luar biasa. "Kehadiran orang tua adalah sumber keberanian dan rasa percaya diri yang akan selalu dikenang oleh anak," tambahnya. Kepada para siswa-siswi baru, Bupati Subandi turut membakar semangat mereka agar tidak takut mencoba hal baru dan berani bermimpi tinggi demi masa depan. ”Jangan takut mencoba. Jangan malu bertanya. Jangan pula berhenti bermimpi demi mencapai cita-cita. Kabupaten Sidoarjo ada di tangan kalian,” pungkasnya memotivasi.(mas) .  

Selengkapnya
12 Jul 2026

Wabup Sidoarjo Apresiasi Komunitas Penggiat Lingkungan Ikut Tuntaskan Sampah

KOMINFO, Sidoarjo - Puluhan komunitas penggiat lingkungan dari berbagai bank sampah diseluruh Kabupaten Sidoarjo berkumpul di Perumahan Taman Surya Kencana, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Minggu pagi, (12/7). Mereka datang untuk menguatkan komitmennya dalam menuntaskan sampah lewat sarasehan antar penggiat lingkungan di wilayah Sidoarjo. Kegiatan yang digelar Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo itu juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana hadir langsung dalam kesempatan tersebut. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengapresiasi kehadiran komunitas penggiat lingkungan tersebut. Pasalnya mereka ikut andil dalam menuntaskan permasalahan sampah di Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya dukungan komunitas penggiat lingkungan seperti ini sangat dibutuhkan pemerintah daerah. “Sangat mengapresiasi apa yang menjadi kegiatan panjenengan. Terima kasih. Tanpa kepedulian panjenengan terhadap lingkungan, pemerintah tidak akan sanggup sendiri dalam mengatasi permasalahan sampah,” ucapnya. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meminta komunitas penggiat lingkungan juga dapat mengajak masyarakat untuk ikut peduli dengan lingkungannya. Menurutnya kepedulian lingkungan dapat dimulai dari rumah. Yakni mengelola sampahnya masing-masing dengan cara memilahnya. Dengan kepedulian pengelolaan sampah seperti ini ia yakin permasalahan sampah akan terselesaikan dari sumbernya sebelum masuk ke TPA. “Kebersihan dapat dimulai dari diri kita sendiri. Kalau diri kita peduli dengan lingkungan mulai dari rumah kita sendiri, keluarga kita, insyaallah nanti akan merambat dengan sendirinya kepedulian lingkungan itu,” ucapnya. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana akan mensupport kegiatan kepedulian lingkungan seperti ini. Ia akan ajak komunitas penggiat lingkungan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia yakin dengan dukungan seperti ini permasalahan sampah dapat dituntaskan bersama. “Alhamdulillah, saya, Pak Bupati, sangat mengapresiasi apa yang sudah menjadi kegiatan panjenengan. Insyaallah nanti ke depannya kita akan selalu berkomunikasi,” ujarnya. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berharap Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo dapat terus melakukan pendampingan kepada seluruh bank sampah yang ada. Ia ingin setiap Dasa Wisma/Dawis terdapat tempat sampah khusus untuk setiap jenis sampah. Dari bak sampah khusus itulah pengelolaan sampah dapat dilakukan. Bahkan ia yakinkan sampah akan bernilai ekonomis jika pengelolaannya dilakukan dengan benar. “Terutama sampah plastik itu sangat meresahkan. Kita ini harus mengurangi sampah plastik karena plastik sendiri tidak bisa diurai. Tetapi, di tangan Ibu-ibu yang penuh kreasi ini, akan menjadikan cuan. Dari sampah plastik bisa dijadikan berbagai macam kerajinan, ada yang bisa dijadikan bunga, tas, dan lain-lain,” ujarnya. Ketua Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo, Mailiya Hurmatud Diniyah menyampaikan sarasehan antar penggiat lingkungan menjadi agenda rutinnya. Kegiatannya tersebut mendapat dukungan dari pihak-pihak yang peduli lingkungan. Salah satunya dari Environment Activis Community. Ia ingin lewat kegiatan tersebut keberadaan bank sampah yang ada di Kabupaten Sidoarjo dapat aktif kembali.   “Lewat sarasehan ini kita ingin kembali mengaktifkan lagi bank sampah yang ada karena beberapa bank sampah itu kan sudah lesu. Akhir-akhir ini sudah banyak yang bilang, "Ah malas, gak ono kegiatane, duwike tambah titik," ucapnya. Mailiya mengatakan ada sekitar seratus orang penggiat lingkungan yang tergabung dalam paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan anggota bank sampah yang tergabung di paguyubannya masih 76 bank sampah. Ia akan terus melakukan pendampingan kepada puluhan bank sampah yang tersebar di berbagai kecamatan tersebut. Namun ia juga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo dapat ikut serta melakukan pendampingan pengelolaan sampah yang dilakukan anggotanya. “Mereka itu semua adalah pengurus bank sampah (penggiat lingkungan). Kalau anggota di grup WA kami hampir 200, tapi yang terdata dikami 76 bank sampah. Kita akan terus mendampingi mereka untuk mengelola sampahnya,” ucapnya. Git  

Selengkapnya
9 Jul 2026

Marak Aktivitas Hiburan Ilegal, Pemkab Sidoarjo Tata Ulang Kawasan Tol HK

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melakukan penataan ulang kawasan di sekitar Tol HK, Kecamatan Jabon, sebagai tindak lanjut maraknya aktivitas hiburan yang menjadi sorotan masyarakat. Hal ini sebagai upaya Pemkab melindungi masyarakat dari dampak negatif praktik hiburan ilegal, seperti dugaan prostitusi, peredaran minuman keras, dan aktivitas lain yang bertentangan dengan ketertiban umum.Langkah ini dilakukan setelah tim gabungan beberapa waktu lalu menggelar razia dan penertiban di kawasan Tol HK.Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum dan kewenangan pengelolaan lahan.“Kami ingin bertindak tegas karena persoalan ini sudah menjadi perhatian masyarakat. Namun kawasan tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Karena itu kami akan berkoordinasi dan mengajukan surat resmi untuk pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar kawasan tersebut dapat ditata dan dikelola secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya saat audiensi di ruang rapat Wakil Bupati pada Kamis (9/7/2026). Menurut Mimik, kawasan tersebut sebelumnya juga pernah ditertibkan. Namun bangunan liar kembali bermunculan bahkan semakin meluas hingga ke arah Tlocor, Jabon. Karena itu diperlukan penataan yang lebih komprehensif agar persoalan serupa tidak terus berulang.“Kami tidak mempermasalahkan keberadaan angkringan maupun pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara tertib dan sesuai aturan. Fokus pemerintah adalah menertibkan bangunan liar serta menghentikan praktik prostitusi, peredaran minuman keras, dan aktivitas ilegal lainnya yang meresahkan masyarakat,” jelasnya. Untuk mendukung langkah tersebut, Mimik meminta Camat Jabon bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera melakukan pendataan terhadap bangunan liar, pelaku usaha, hingga pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Pendataan identitas, termasuk nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), akan menjadi dasar dalam proses penataan kawasan.Berdasarkan data Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, terdapat 64 bangunan liar di sisi utara kawasan dan sekitar 80 bangunan liar di sisi selatan. Secara keseluruhan terdapat 298 bangunan di sepanjang kanan dan kiri kawasan yang didominasi warung dan angkringan yang beroperasi pada malam hari. Perwakilan BBWS Brantas Jawa Timur, Yudi menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu menyampaikan surat resmi beserta hasil pendataan sebagai dasar pelaksanaan penertiban sesuai kewenangan. “Setelah pendataan dilakukan, kami akan melaksanakan sosialisasi kepada para pemanfaat lahan dan memberikan teguran atas pelanggaran yang terjadi sebelum proses penertiban dilaksanakan bersama pemerintah daerah,” ucapnya. Sebagai tindak lanjut, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap. Dalam jangka pendek, pemerintah akan melakukan pendataan warga yang melakukan pelanggaran, sosialisasi oleh BBWS, pemberian teguran, hingga penertiban bangunan liar oleh Satpol PP sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig berharap setelah proses tersebut tidak ada lagi praktik prostitusi, karaoke ilegal, maupun aktivitas lain yang melanggar hukum beroperasi di kawasan Tol HK.“Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif menjaga hasil penataan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar kawasan tersebut tidak kembali berkembang menjadi lokasi praktik prostitusi maupun aktivitas ilegal lainnya,” tuturnya. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, BBWS, pemerintah kecamatan, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.“Dalam jangka panjang, kawasan Tol HK direncanakan dikembangkan menjadi sentra UMKM yang tertata dan legal serta dilengkapi ruang terbuka hijau. Penataan ini akan mengubah wajah kawasan menjadi ruang publik yang lebih indah, sehat, produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambah Amig. (Dew)

Selengkapnya
9 Jul 2026

ASKOMPSI Gandeng Perusahaan Siber Asal Korsel Perkuat Keamanan Siber Pemkab Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo mendapat dukungan penguatan keamanan siber dari perusahaan siber sekuriti terkemuka asal Korea Selatan (Korsel), LSWare Inc. Dukungan tersebut tindak lanjut dari keberlanjutan penandatangan MoU (Nota Kesepakatan) Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dengan LSWare Inc di Korsel tahun lalu. Kesepakatan tersebut berfokus pada penguatan cyber security serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya Pemkab Sidoarjo yang berkesempatan mengikuti pelatihan langsung dari LSWare Inc di Korsel.Pagi tadi, Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun bersama Direktur Eksekutif ASKOMPSI, Edy Santoso berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (9/7). Mereka diterima langsung Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati bersama Asisten Administrasi Umum Setda Sidoarjo, Benny Airlangga dan Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo di kantor Setda Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut pihak LSWare Inc memaparkan sistem keamanan siber yang dimilikinya. Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyampaikan Pemkab Sidoarjo berkomitmen terhadap percepatan transformasi digital pemerintah daerah. Digitalisasi layanan publik pun terus dilakukan. Meski begitu, Pemkab Sidoarjo tidak mengabaikan aspek keamanan siber. Oleh karenanya sistem keamanan siber juga menjadi perhatian dalam upaya percepatan digitalisasi layanan publik di Kabupaten Sidoarjo.“Keamanan siber menjadi elemen penting dalam menjaga kerahasiaan dan ketersediaan data pemerintah,”ucapnya.Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, berharap dukungan LSWare Inc seperti ini akan menguatkan tata kelola layanan digital di Sidoarjo. Dengan begitu sistem digitalisasi layanan publik Pemkab Sidoarjo akan semakin responsif terhadap berbagai potensi risiko serangan siber. Disampaikannya insiden keamanan sistem digitalisasi layanan publik dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah. Oleh karenanya keamanan siber perlu diperkuat agar kebocoran data dapat dihindari."Dengan penguatan kapasitas ini, tata kelola layanan digital di Sidoarjo diharapkan semakin responsif terhadap berbagai potensi risiko serangan siber," ungkap Fenny.Sementara itu Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun menyampaikan LSWare memiliki pengalaman yang luas dalam bidang keamanan siber, termasuk keamanan server, manajemen akses istimewa (privileged access management), dan solusi manajemen kerentanan. LSWare juga telah menjalin kemitraan dengan SUCOFINDO.“Kami telah memperoleh sertifikasi SecuMS dan Omniguard dari BSSN, dan kami terus menjalankan pedoman keamanan siber serta program kerja sama teknis,” ucapnya.Kim Mansun mengatakan percepatan transformasi digital secara global juga terjadi pada layanan pemerintah. Layanan masyarakat kini semakin bergantung pada sistem TI. Namun, digitalisasi yang pesat juga membawa peningkatan ancaman siber yang signifikan."Secara khusus, pemerintah daerah seringkali menghadapi keterbatasan dalam hal infrastruktur keamanan dan tenaga ahli, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap serangan siber seperti ransomware, peretasan, dan kebocoran data."Kim Mansun berharap melalui upaya-upaya seperti ini, pemerintah daerah dapat membangun lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh, serta memberikan layanan yang dapat diandalkan bagi masyarakat.“Kami berharap momen ini dapat menjadi awal dari kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi masyarakat Sidoarjo,” harapnya. git

Selengkapnya
9 Jul 2026

Wabup Sidoarjo Apresiasi Prestasi Kanaya Syakira Pramudya, Putri Berbakat I Jatim yang Angkat Budaya Sidoarjo Lewat Tari Tradisional

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., memberikan apresiasi kepada Kanaya Syakira Pramudya, siswi SMP Negeri 1 Sidoarjo yang berhasil meraih Prestasi Putri Berbakat I pada Grand Final Putra Putri Siswa Jawa Timur Kategori SMP. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sidoarjo, Kamis (9/7/2026).Kanaya hadir didampingi Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Sidoarjo, Aris Efendi, beserta orang tuanya. Pada ajang tersebut, Kanaya menampilkan Tari tradisional Solah Ketingan, yang mengangkat kekayaan budaya khas Sidoarjo melalui cerita tentang bandeng dan udang windu sebagai ikon daerah. Menurut Mimik, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi duta budaya sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas."Selamat kepada Ananda Kanaya Syakira yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Putri Berbakat I. Prestasi ini sangat membanggakan. Teruslah semangat berlatih, kembangkan bakat yang dimiliki, dan ajak teman-teman untuk berani berprestasi sesuai kemampuan masing-masing," ujar Mimik.Ia berharap prestasi tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak generasi muda Sidoarjo yang berani menunjukkan kemampuan di berbagai bidang, baik seni, budaya, akademik, maupun nonakademik.Mimik juga mendorong agar Kanaya bersama teman-temannya dapat mengambil peran sebagai pelopor kepedulian lingkungan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama di ruang-ruang publik seperti kawasan Car Free Day."Prestasi akan semakin bermakna apabila dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap Kanaya bisa menjadi contoh, mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, serta terus menyebarkan semangat mencintai Kabupaten Sidoarjo," tuturnya.Selain itu, Mimik juga menyampaikan bahwa talenta-talenta muda seperti Kanaya dapat dilibatkan dalam berbagai agenda Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui kolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Menurutnya, penampilan seni tradisional dalam berbagai kegiatan daerah akan menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Sidoarjo.Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Sidoarjo, Aris Efendi, menyampaikan bahwa keberhasilan Kanaya merupakan hasil pembinaan yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang seni dan budaya. Selain tari tradisional, SMP Negeri 1 Sidoarjo juga aktif membina berbagai cabang seni seperti karawitan, ansambel musik, musik tradisi, dan tari kreasi yang rutin mewakili Kabupaten Sidoarjo pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional Tahun 2026 (FLS3N)."Alhamdulillah, prestasi Kanaya menjadi kebanggaan bagi SMP Negeri 1 Sidoarjo sekaligus Kabupaten Sidoarjo. Kami terus berupaya membina potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan seni. Tahun ini, selain tari tradisional, SMP Negeri 1 Sidoarjo juga mewakili Kabupaten Sidoarjo pada beberapa cabang FLS3N, seperti ansambel musik, musik tradisi atau karawitan, dan tari kreasi. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan seni di sekolah terus berjalan dan menghasilkan prestasi," ungkap Aris.Menutup pertemuan tersebut, Wabup Mimik kembali menegaskan pentingnya melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman."Budaya adalah identitas daerah yang harus terus kita jaga. Saya ingin anak-anak Sidoarjo tetap mencintai tari tradisional, karawitan, dan berbagai kesenian daerah lainnya. Mari bersama-sama menguri-uri budaya sekaligus menjadi generasi yang berprestasi, peduli lingkungan, dan membawa nama baik Kabupaten Sidoarjo di tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
9 Jul 2026

Bupati H.Subandi Launching 4.000 Beasiswa Pendidikan Tahun 2026, Perkuat Investasi SDM Kabupaten Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 yang dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Kamis (9/7/2026).Launching beasiswa dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, unsur Forkopimda, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, para Kepala OPD, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta ratusan penerima beasiswa.Dalam sambutannya, Bupati H.Subandi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi paling penting bagi masa depan Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, pemerintah daerah terus meningkatkan perhatian terhadap dunia pendidikan agar generasi muda memiliki daya saing yang lebih baik."Investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah investasi pada sumber daya manusia. Kalau anak-anak kita memiliki pendidikan yang baik dan SDM yang unggul, mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.H.Subandi mengatakan, pada periode kepemimpinan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyalurkan sekitar 10.000 beasiswa. Bersama Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana, program tersebut ditingkatkan menjadi 20.000 beasiswa selama masa kepemimpinan saat ini sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait masih adanya anak-anak putus sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, tingginya angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi, juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah."Kita harus memastikan setiap tahun angka anak putus sekolah terus berkurang. Jangan sampai pemerintah sudah memberikan kesempatan melalui beasiswa, tetapi setelah lulus justru masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena itu kualitas SDM harus terus kita tingkatkan," tegasnya.Bupati H.Subandi juga berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yatim. Bupati meminta agar mereka mendapatkan pendampingan penuh sehingga tetap memperoleh akses pendidikan mulai jenjang SD, SMP hingga SMA tanpa terkendala kondisi ekonomi.Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menjelaskan bahwa Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 merupakan bagian dari program koordinasi dan sinkronisasi pemenuhan hak pemuda dan peserta didik di tingkat kabupaten.Menurutnya, program tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat berprestasi maupun kurang mampu, memberikan apresiasi kepada siswa dan mahasiswa berprestasi, serta mencetak generasi muda Kabupaten Sidoarjo yang kompeten, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah."Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyalurkan beasiswa kepada 4.000 penerima yang tersebar di beberapa perangkat daerah," jelas Yudhi.Ia merinci, sebanyak 1.000 penerima berasal dari program Disporapar untuk kategori prestasi akademik dan nonakademik. Selanjutnya, Dinas Sosial menyalurkan 1.000 beasiswa yang terdiri atas 500 mahasiswa dan 500 siswa SMA/sederajat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 1.500 beasiswa bagi anak yatim jenjang SD hingga SMP/sederajat, sedangkan 500 beasiswa lainnya dialokasikan untuk kategori bidang keagamaan.Yudhi menambahkan, proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara bertahap melalui verifikasi administrasi, verifikasi data, hingga pengecekan lapangan. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara transparan dan akuntabel agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan.Salah satu penerima beasiswa kategori prestasi akademik, M. Miftakhul Zulfiansyah, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo, mengaku bersyukur dan mengapresiasi program beasiswa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana atas kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui penyelenggaraan program beasiswa tersebut."Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Sidoarjo yang telah menyelenggarakan program beasiswa ini. Semoga program ini terus berlanjut ke depannya dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya untuk membantu mahasiswa dan pelajar dalam menempuh pendidikan serta meraih prestasi yang lebih baik," ungkapnya.Melalui Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat terus memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo. (Son)

Selengkapnya
8 Jul 2026

Masjid Bahauddin Ngelom, Sidoarjo: Menyusuri Jejak Ulama dan Warisan Dakwah Islam

KOMINFO, Sidoarjo – Setiap bangunan tua menyimpan cerita. Namun, tidak semua mampu menjaga denyut sejarahnya hingga melintasi zaman. Di Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, berdiri sebuah masjid yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pusat penyebaran Islam, pendidikan pesantren, dan pembinaan masyarakat. Masjid itu adalah Masjid Bahauddin Ngelom, sebuah rumah ibadah yang tidak hanya merekam perjalanan dakwah para ulama, tetapi juga mewariskan tradisi keilmuan yang terus hidup hingga hari ini.Memasuki ruang utama masjid, suasana teduh begitu terasa. Empat saka utama berdiri kokoh menopang bangunan, sementara mihrab yang menghadap kiblat menjadi pusat perhatian setiap jemaah. Kesederhanaan arsitekturnya seolah menegaskan bahwa kemuliaan sebuah masjid tidak diukur dari kemegahan fisiknya, melainkan dari ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Islam yang diwariskan kepada umat.Sejarah panjang Masjid Bahauddin tidak dapat dipisahkan dari sosok Mbah Raden Ali, ulama yang oleh masyarakat Ngelom dikenang sebagai pelopor dakwah Islam di kawasan tersebut. Berdasarkan tradisi yang diwariskan keluarga besar Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah dan terdokumentasi dalam sejumlah penelitian, Raden Ali merupakan seorang bangsawan Jawa yang datang ke Ngelom sekitar akhir abad ke-17 untuk menyebarkan ajaran Islam.Penelitian Achmad Ghani Rahardjo, peneliti Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, menjelaskan bahwa kedatangan Raden Ali menjadi titik awal berkembangnya kehidupan keagamaan di Ngelom. Melalui sebuah langgar sederhana yang didirikan sebagai tempat salat dan mengaji, beliau mengajarkan Al-Qur`an, fikih, dan akhlak kepada masyarakat. Dari pengajian yang semula hanya diikuti segelintir warga, perlahan tumbuh sebuah komunitas santri yang kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Kabupaten Sidoarjo.Tradisi keluarga Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah juga menyebutkan bahwa Mbah Raden Ali memiliki hubungan silsilah dengan kalangan bangsawan Mataram yang ditelusurkan hingga Ki Ageng Selo. Silsilah tersebut merupakan bagian dari memori sejarah keluarga yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini tetap dijaga oleh keturunannya."Masjid Bahauddin sejak awal bukan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi pusat pendidikan agama. Dari sinilah masyarakat belajar mengaji, memahami ajaran Islam, dan lahir para santri yang kemudian menyebarkan dakwah ke berbagai daerah," demikian keterangan almarhum KH. Muhammad Sholeh Qosim, sesepuh Yayasan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, yang terdokumentasi dalam penelitian Achmad Ghani Rahardjo.Dalam kajiannya, Achmad Ghani Rahardjo menjelaskan bahwa perkembangan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah tidak dapat dipisahkan dari fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran Islam. Aktivitas mengaji yang semula berlangsung secara sederhana kemudian berkembang menjadi sistem pendidikan pesantren yang terus bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi salaf yang menjadi ciri khasnya.Di balik nama besar masjid ini, tersimpan kisah yang sarat makna. Bahauddin bukanlah nama pendiri masjid, melainkan putra sulung Mbah Raden Ali. Menurut riwayat keluarga, Bahauddin berangkat ke Makkah untuk menuntut ilmu agama. Namun, beliau wafat di Tanah Suci sebelum sempat kembali ke Nusantara dan dimakamkan di sana. Untuk mengenang semangatnya dalam mencari ilmu, keluarga kemudian mengabadikan nama Bahauddin sebagai nama masjid dan pondok pesantren."Nama Bahauddin dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada putra pertama Mbah Raden Ali yang wafat ketika menuntut ilmu di Makkah. Semangat mencari ilmu itulah yang terus diwariskan kepada generasi pesantren," demikian penjelasan almarhum KH. Muhammad Sholeh Qosim dalam dokumentasi penelitian tersebut.Bagi Achmad Ghani Rahardjo, keberlangsungan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah menunjukkan bahwa masjid memiliki fungsi yang jauh melampaui tempat ibadah. Dalam penelitiannya, ia menegaskan bahwa masjid merupakan pusat pendidikan, pembinaan masyarakat, dan simpul penyebaran dakwah Islam yang membentuk kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Ngelom hingga sekarang.Kini, ketika kawasan Taman tumbuh menjadi wilayah perkotaan yang semakin berkembang, Masjid Bahauddin tetap berdiri sebagai penanda sejarah. Azan masih berkumandang lima kali sehari, para santri masih tekun membuka lembar demi lembar kitab kuning, dan masyarakat masih menjadikan masjid sebagai tempat belajar, bermusyawarah, sekaligus mempererat persaudaraan.Masjid Bahauddin Ngelom mengajarkan bahwa warisan sejarah tidak hanya diwariskan melalui bangunan yang tetap tegak berdiri, tetapi juga melalui ilmu yang terus diajarkan, akhlak yang terus diteladankan, dan dakwah yang terus hidup di tengah masyarakat. Selama nilai-nilai itu tetap dijaga, jejak Mbah Raden Ali dan para penerusnya akan terus menjadi bagian penting dari khazanah sejarah Islam di Kabupaten Sidoarjo. (Irwan Susanto)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1981121