Berita

24 Feb 2026

Meringankan Beban Warga, Wabup Sidoarjo Serahkan Bantuan Kursi Roda di Porong

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, bersama Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo turun langsung ke lapangan untuk mengulurkan bantuan kursi roda kepada penerima manfaat di wilayah Kecamatan Porong, Selasa (24/2/2026).Bantuan tersebut diberikan kepada Ribowo dan Manis yang berdomisili di Desa Pamotan, serta Seger, warga Desa Candi, Kecamatan Porong. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan alat bantu mobilitas, khususnya kursi roda.Dalam kesempatan tersebut, Mimik Idayana menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan alat bantu kesehatan."Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk hadir memperingan beban masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan alat bantu kursi roda," ucapnya Hj. Mimik Idayana.Sementara itu, Manis, salah satu penerima manfaat yang hidup dalam keterbatasan bersama putrinya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan."Saya bersyukur dan terima kasih kepada Ibu Hj. Mimik Idayana karena sudah memberikan bantuan kursi roda ini. Semoga kursi roda ini dapat membantu saya dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya dengan haru.Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat serta membantu mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. (Son)

Selengkapnya
23 Feb 2026

Pemkab Sidoarjo Dorong Pengadaan Transparan, Bupati Subandi Tekankan Optimalisasi E-Purchasing

KOMINFO, Sidoarjo – Dalam rangka mendukung Pelaksanaan Pengadaan barang dan Jasa di Lingkungan pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam penguatan kebijakan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah melalui E-Purchasing Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) dengan pembahasan tentang kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa melaui E-Purchasing, Senin 23/02/2026 di Pendopo Delta Wibawa.Bupati Sidoarjo H. Subandi SH,M.Kn hadir secara langsung pada kegiatan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig serta  Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyamakan langkah dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Melalui E-Purchasing, untuk pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik. Pengadaan barang dan jasa adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah, melalui pengadaan yang baik, pelayanan publik dapat ditingkatkan, perekonomian daerah tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.“namun proses pengadaan bukanlah hal yang sederhana karena  harus dimulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima hasil pekerjaan dan semua tahapan ini hanya dapat berjalan baik apabila seluruh pelaku pengadaan bekerja secara sinergis.”katanyaIa juga menjelaskan sebagaimana diatur dalam peraturan presiden nomor 46 tahun 2025 dimana terdapat delapan pelaku pengadaan barang/jasa: PA, KPA, PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, Agen Pengadaan, Penyelenggara Swakelola, dan Penyedia, yang menjadi satu kesatuan  tim  bertugas untuk mewujudkan pembangunan daerah. Jika salah satu unsur tidak berjalan, maka tujuan besar pembangunan tidak akan tercapai.“Strategi pengadaan menjadi sangat penting. Meskipun setiap OPD memiliki kewenangan masing-masing, kita perlu menyamakan persepsi agar strategi yang dipilih efisien, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, salah satu strategi yang kini menjadi perhatian adalah metode e-purchasing yang telah diterapkan di berbagai daerah,”ucapnya.Ia pun menjelaskan Sesuai ketentuan perpres 46 tahun 2025, E-Purchasing wajib didahulukan sebelum metode lain. Dimana hal ini nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh bapak Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP, Patria Susantosa, S.Si., M.Si. “Simak dengan seksama penjelasan dari bapak deputi. Jika ada keraguan dalam pelaksanaan pengadaan, segera tanyakan agar tidak terjadi kesalahan. Mari kita jadikan pengadaan barang dan jasa sebagai instrumen untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan menumbuhkan perekonomian daerah,” PungkasnyaSementara ini Assisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig menyampaikan tetang profil Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2026 dengan jumlah tender paket pengerjaan konstruksi kurang lebih 114 paket dengan total nilai 315,5 M, penghargaan langsung pekerjaan konstruksi kurang lebih sebanyak 638 paket dengan total nilai 138.6 M, adapun pengadaan barang dan jasa yang diproses melalui E-Purchasing sebanyak 6.848 paket senilai 665,9 M yang mayoritas untuk pengerjaan jasa lainnya dan barang.“Dari data yang dimaksud saya sampaikan yang pertama bahwa hampir semua paket pekerjaan konstruksi diproses melalui metode pengadaan langsung dan tender,”katanya.Hal ini perlu disikapi mengingat penggunaan metode pemilihan melalui E-Purchasing sudah menjadi kewajiban sesuai amanat Peraturan Presiden No 46 Tahun 2000, meskipun ada pengecualian untuk pembentukan justifikasi dari PPKOM. Secara sistem di E-Katalog versi 6 yang sudah dikembangkan oleh Bapak Deputi dan tim LKPD sudah difasilitasi dari produk jasa konstruksi yang telah tayang di sistem tersebut."Adanya beberapa masalah seperti pemutusan kontrak dan beberapa pekerjaan mengalami keterlambatan penyelesaian, hal ini perlu dicermati agar kondisi tersebut tidak terulang kembali untuk itu mohon kiranya Bapak Bupati dan Deputi untuk memberikan arahan sebagai arah kebijakan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten sebagai arah kebijakan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo agar penganggaran di Kab. Sidoarjo lebih baik lagi,”ucapnya.Yu

Selengkapnya
22 Feb 2026

Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda dan Pastikan Jaminan Kesehatan

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi menyalurkan bantuan kursi roda sekaligus memastikan jaminan kesehatan bagi sejumlah warga kurang mampu di Kecamatan Waru dan Sedati, Minggu (22/2/2026).Salah satu penerima bantuan adalah Mursinto (68), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, yang menderita stroke. Ia tinggal bersama istrinya yang bekerja serabutan serta seorang anak yang juga mengalami gangguan saraf. Dalam kunjungannya, Subandi menyerahkan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas Mursinto.Tidak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga mengalihkan kepesertaan BPJS Kesehatan Mursinto dari mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga iurannya ditanggung pemerintah. Selain itu, keluarga tersebut mendapatkan bantuan sosial sebesar Rp600 ribu per bulan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.“Momentum Ramadan ini menjadi saat yang tepat untuk saling peduli. Dengan adanya kursi roda ini semoga bisa membantu aktivitas sehari-hari, termasuk saat Lebaran nanti agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga,” ujar Subandi saat menyerahkan bantuan.“Pemerintah hadir di sini untuk memastikan warga yang sakit dan kurang mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan yang layak. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar tidak ada warga yang terabaikan,” tambahnya.Bantuan serupa juga diberikan kepada Ginem (79), warga Desa Berbek, Kecamatan Waru. Lansia tersebut telah lama sakit karena faktor usia dan kini tinggal bersama anaknya yang juga dalam kondisi sakit. Kursi roda diserahkan guna memudahkan aktivitasnya serta memastikan pendampingan sosial terus diberikan.Selanjutnya, bantuan kursi roda juga diserahkan kepada Dasimah (70), warga Desa Betro, Kecamatan Sedati. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui perangkat daerah terkait akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan sosialnya terpenuhi.Dalam penyerahan bantuan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Mharta Wara Kusuma, Camat Sedati, Camat Waru, serta lurah dan perangkat desa setempat.Subandi menegaskan, penyaluran bantuan tersebut bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. "Dengan bantuan ini, saya harapkan warga yang membutuhkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal serta dukungan sosial," tutupnya. (Dew/Yu)

Selengkapnya
22 Feb 2026

Di Akhir Pekan Bupati Subandi Lakukan Sidak RTLH di Kecamatan Sedati

KOMINFO, Sidoarjo - Minggu 22/02/2026 Bupati H. Subandi SH., M.Kn melakukan sidak  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada rumah Bapak Subakin (60 tahun) di Desa Sedati Gede Kecamatan Sedati pada Bersama  Wakil DPRD Sidoarjo H.Warih Andono, SH, Ketua Baznas Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar, Dinas Sosial, Plt Camat, Kepala Desa serta perangkat,  Bupati melihat kondisi rumah yang atapnya sudah lapuk maka ia pun menyampaikan jika dalam waktu dekat rumah Bapak Subakin akan segera diperbaiki, minimal setelah lebaran sudah bisa di mulai pengerjaanya. "Saya mengharapkan perbaikan rumah ini segera bisa dilaksanakan, atap yang sudah lapuk bisa diganti dengan rangka baja ringan dengan finishing plafon agar lebih tahan lama, selain itu juga lantainya bisa dikeramik agar lebih bersih sehingga nyaman untuk ditinggali,"katanya.Pada kesempatan ini Bupati juga mengapresiasi kepada Kepala Desa, pengurus RT/RW  yang bergerak cepat ketika mendapati hunian warganya  layak untuk segera diperbaiki, di ikuti dengan respon cepat pemerintah dengan  melaksanakan sidak sehingga perbaikan dapat segera dilakukan."Pemerintah daerah akan terus hadir dengan turun langsung ke lapangan khususnya di setiap akhir pekan hari sabtu dan minggu agar bisa lebih dekat dengan masyarakat seperti sidak jalan, menjenguk warga yang sakit juga sidak RTLH,"katanyaSudah menjadi tugas pemerintah untuk selalu  hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan keluhan serta memberikan pelayanan dengan maksimal. Selain menggunakan anggaran yang sudah disiapkan  baik melalui APBD ataupun anggaran dari Pusat, Pemerintah bersama Baznas yang menghimpun dan mengelola  Zakat para ASN serta DPRD Kabupaten Sidoarjo memberikan maanfaat dengan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti bantuan pangan juga dengan program perbaikan rumah penduduk."Semoga dengan sidak serta pembagian sembako kepada kaum dhuafa ini, masyarakat menjadi terbantu dan membuat kita semakin dekat masyarakat,"Sementara itu Bapak Subakin yang kesehariannya sebagai pekerja serabutan ini menyampaikan terima kasih atas respon cepat pemerintah untuk segera memperbaiki rumahnya, kerena kondisi rumah yang telah ia tinggali bersama istri dan kedua anaknya ini atapnya sudah lapuk dimakan rayap bahkan di beberapa bagian sudah nyaris ambruk."Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak  Bupati bersama rombongan yang sudah datang dan memperhatikan keadaan kami dengan segera memperbaiki rumah kami," katanya.yu

Selengkapnya
20 Feb 2026

Membaca Ulang Suara Masa Lalu: Mengapa Naskah Kuno Penting bagi Generasi Digital

KOMINFO, Sidoarjo - Di ruang penyimpanan yang tenang, tersusun lembaran-lembaran rapuh berusia ratusan tahun. Tulisan tangan dengan aksara yang tak lagi umum dibaca itu bukan sekadar benda kuno. Ia menyimpan cerita tentang cara hidup, cara berpikir, dan nilai-nilai masyarakat masa lalu.Naskah kuno-yang ditulis di atas lontar, daluang, atau kertas-menjadi salah satu sumber sejarah tertua yang dimiliki bangsa ini. Namun, di tengah laju teknologi dan budaya instan, keberadaan naskah-naskah tersebut kerap terlupakan.Padahal, kajian terhadap naskah kuno bukan hanya soal masa lalu. Ia juga berkaitan langsung dengan masa depan generasi sekarang, termasuk arah pembangunan manusia dan daerah.Kesadaran akan pentingnya warisan budaya tertulis ini mulai tumbuh di tingkat lokal. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat koordinasi naskah kuno dengan menghadirkan sejarawan, budayawan, filolog, serta keluarga pemilik naskah kuno di wilayah Sidoarjo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari, bertempat di lantai 2 kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo.Rapat koordinasi ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya menyelamatkan serta mendokumentasikan naskah kuno sebagai bagian dari literatur sejarah lokal.Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk memetakan keberadaan naskah kuno yang masih tersimpan di tangan masyarakat.“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin menginventarisasi naskah-naskah kuno yang ada di Sidoarjo sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa naskah tersebut adalah sumber penting bagi penulisan sejarah daerah,” ujar Erna Kusumawati.Ia menambahkan, hasil pendataan naskah kuno ke depan akan menjadi dasar bagi upaya pelestarian dan digitalisasi.“Jika naskah-naskah ini dapat dikaji dan dilestarikan dengan baik, maka masyarakat akan memiliki sumber literatur sejarah yang lebih lengkap. Ini penting untuk mendukung pembangunan manusia yang berakar pada identitas dan nilai lokal Sidoarjo,” tambahnya.Mengapa Naskah Kuno Penting?Menurut filolog dan pakar manuskrip Nusantara, Oman Fathurahman, naskah kuno merupakan sumber pengetahuan yang belum sepenuhnya tergali.“Naskah kuno bukan hanya teks lama, tetapi memuat cara berpikir masyarakat pada zamannya, mulai dari hukum adat, pengobatan, hingga pandangan hidup,” jelas Oman Fathurahman dalam sejumlah kajiannya tentang manuskrip Nusantara.Banyak peristiwa sejarah lokal tidak tercatat dalam buku sejarah resmi, tetapi tersimpan dalam hikayat, babad, atau syair. Tanpa penelitian filologis, isi naskah itu akan sulit dipahami karena menggunakan bahasa dan aksara lama.Kajian naskah kuno menjadi penting untuk:• membuka kembali sejarah yang tersembunyi,• melestarikan identitas budaya bangsa,• serta menyelamatkan pengetahuan tradisional.Dalam konteks daerah seperti Sidoarjo, naskah kuno berpotensi menjadi sumber untuk merekonstruksi sejarah local-tentang asal-usul wilayah, tradisi masyarakat, hingga dinamika sosial dan ekonomi masa lalu. Literatur sejarah berbasis naskah ini melengkapi arsip kolonial dan sumber modern yang selama ini lebih dominan dalam penulisan sejarah.Manfaat bagi Ilmu dan MasyarakatSecara akademik, naskah kuno menjadi bahan penelitian lintas disiplin: filologi, sejarah, linguistik, hingga antropologi. Namun manfaatnya tidak berhenti di ruang kampus.Peneliti manuskrip Nusantara, Henri Chambert-Loir, menyebut bahwa naskah merupakan “arsip ingatan kolektif” masyarakat.“Manuskrip adalah saksi tertulis dari peradaban yang membentuk identitas suatu bangsa,” tulis Chambert-Loir dalam kajiannya tentang khazanah naskah Indonesia.Bagi masyarakat umum, hasil kajian naskah dapat:• memperkaya pemahaman tentang asal-usul budaya,• menjadi sumber pendidikan karakter,• serta menjadi inspirasi karya kreatif, seperti novel sejarah, film, dan konten digital berbasis budaya lokal.Sejarawan pemerhati situs dan prasasti, Sudi Harjanto, menilai bahwa naskah kuno memiliki peran strategis dalam memperkuat literatur sejarah daerah.“Selama ini sejarah daerah banyak bertumpu pada arsip kolonial. Padahal, naskah kuno dapat memberikan perspektif lokal tentang bagaimana masyarakat memahami dirinya sendiri. Ini penting untuk membangun kesadaran sejarah yang lebih seimbang,” ungkap Sudi Harjanto.Menurutnya, literatur sejarah yang kuat akan berdampak pada arah pembangunan daerah.“Jika masyarakat memahami akar sejarah dan budayanya, maka pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan identitas manusia di daerah tersebut,” tambahnya.Tantangan Meneliti Naskah KunoMeneliti naskah kuno bukan perkara mudah. Banyak naskah telah rusak karena usia, iklim tropis, dan kurang perawatan. Sebagian bahkan tersimpan di rumah-rumah warga tanpa perlindungan khusus.Selain itu, aksara yang digunakan tidak lagi umum dikenal, seperti Jawi, Pegon, atau Kawi. Jumlah ahli filologi pun terbatas.Titik Pudjiastuti menegaskan bahwa tantangan terbesar kajian naskah adalah minimnya regenerasi peneliti.“Jumlah naskah sangat banyak, tetapi tenaga ahli yang mampu membaca dan menyuntingnya masih sangat terbatas,” tulisnya dalam jurnal Manuskripta.Filolog dari Museum Mpu Tantular, Agustin Tri Ariyani, menilai bahwa persoalan utama bukan semata rendahnya kesadaran masyarakat.“Literatur sejarah berbasis naskah kuno bukan hanya melengkapi arsip kolonial dan sumber modern yang selama ini lebih dominan dalam penulisan sejarah, melainkan justru membuka pemahaman baru akan ‘cacatnya’ data-data sejarah yang tersedia saat ini. Dengan membuka pengkodean sastra yang tersirat dalam naskah kuno, kita akan mampu melihat sejarah dengan tampilan tiga dimensi,” jelas Agustin.Menurutnya, kendala utama justru terletak pada kurangnya pihak yang mampu menjembatani naskah lama dengan konteks kekinian.“Bukan karena masyarakat tidak memahami nilai ilmiah naskah kuno, sebab masyarakat memahami sisi ilmiahnya dengan caranya sendiri. Kendalanya lebih pada minimnya pelaku yang menjembatani sastra lama ke sastra baru agar pesan leluhur dapat terelevansikan di masa yang berbeda,” ungkapnya.Ia menegaskan bahwa filologi tidak bisa berdiri sendiri.“Oleh karena itu, kajian naskah harus berkolaborasi dengan keilmuan lain. Filologi hanyalah pembuka gerbang menuju disiplin ilmu lainnya,” ujarnya.Agustin juga mengungkapkan kekayaan koleksi Museum Mpu Tantular dari sisi aksara dan bahasa.“Koleksi naskah di Museum Mpu Tantular menggunakan beragam aksara, antara lain Jawa, Bali, Pegon atau Arab, Latin, dan Batak. Bahasanya pun beragam, mulai dari Jawa Kuno, Jawa-kebanyakan aksen pesisiran-Arab, hingga Batak,” jelasnya.Relevansi bagi Generasi DigitalBagi generasi sekarang, naskah kuno bukan hanya dokumen sejarah, tetapi juga sumber nilai. Banyak naskah memuat ajaran tentang kesederhanaan, keadilan, dan harmoni dengan alam—nilai yang masih relevan di tengah krisis sosial dan lingkungan.Digitalisasi menjadi jembatan antara naskah kuno dan generasi muda. Melalui pemindaian dan unggahan daring, manuskrip dapat diakses lewat ponsel dan komputer.Badan dunia seperti UNESCO menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya tertulis merupakan bagian penting dari perlindungan memori kolektif umat manusia.“Warisan digital dan dokumentasi budaya perlu dilestarikan sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang,” tulis UNESCO dalam Charter on the Preservation of Digital Heritage.Dengan pendekatan digital, naskah kuno tidak lagi hanya menjadi koleksi museum, tetapi bisa menjadi bahan ajar, sumber riset, dan inspirasi kreatif. Bagi pemerintah daerah, digitalisasi naskah juga dapat menjadi bagian dari pengembangan literasi sejarah lokal dan promosi kebudayaan.Menjaga Masa Lalu untuk Masa DepanKajian naskah kuno sejatinya adalah upaya menjaga ingatan bangsa. Di balik huruf-huruf tua itu tersimpan jejak peradaban, cara berpikir leluhur, dan nilai yang membentuk masyarakat hari ini.Jika generasi sekarang mampu membaca dan memahami warisan itu, maka naskah kuno tidak akan tinggal sebagai artefak bisu. Ia akan terus berbicara—memberi pelajaran tentang siapa kita dan ke mana kita melangkah.Dalam konteks pembangunan daerah, literatur sejarah berbasis naskah kuno dapat menjadi landasan kultural dalam merumuskan kebijakan. Pembangunan manusia tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang kesadaran sejarah, identitas, dan nilai-nilai lokal yang menuntun arah perubahan sosial.Oleh: Irwan SusantoDinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten SidoarjoSidoarjo, 20 Februari 2026Sumber ReferensiBaried, S. B., dkk. (1994). Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.Chambert-Loir, H., & Fathurahman, O. (1999). Khazanah Naskah: Panduan Koleksi Naskah Indonesia Sedunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan Metode. Jakarta: Prenadamedia Group.Pudjiastuti, T. (2006). “Naskah dan Kajian Naskah.” Manuskripta, 26(1).UNESCO. (2003). Charter on the Preservation of Digital Heritage.

Selengkapnya
18 Feb 2026

Bupati Minta Kecamatan dan Dinas PUBMSDA Sidoarjo Simultan Garap Perbaikan Jalan

KOMINFO, Sidoarjo - Perbaikan jalan rusak terus dikebut. Saat ini perbaikan 16 ruas jalan tengah dikerjakan. Perbaikan 25 ruas jalan lagi menjadi daftar Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo selanjutnya. Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta perbaikan jalan dilakukan secara simultan. Dinas PUBMSDA Sidoarjo dan seluruh kecamatan dimintanya serentak melakukan perbaikan jalan. Permintaan tersebut diutarakannya dalam Rapat Koordinasi pelaksanaan PIWK yang dilakukan di ruang Delta Wicaksana kantor Setda Sidoarjo, Rabu kemarin, (18/2). Seluruh camat dan Kasi Pembangunan hadir dalam rapat tersebut. Begitu pula dengan Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo yang juga datang bersama Kabid Jalan dan Jembatan.Bupati H. Subandi meminta perbaikan jalan rusak tuntas sebelum lebaran. Oleh karenanya pelaksanaan perbaikan jalan dapat dilakukan secara bersamaan.  Dinas PUBMSDA Sidoarjo dan seluruh kecamatan serentak bergerak bersama menggarap jalan rusak. Pekerjaan perbaikan 25 ruas jalan oleh Dinas PUBMSDA Sidoarjo dapat diimbangi dengan perbaikan jalan seluruh kecamatan lewat pelaksanaan PIWK.  “Saya minta tolong pak camat bu camat, karena pada Minggu ini kita ada perbaikan jalan di 25 tempat, yang tidak dalam daftar ini, tolong dari pihak kecamatan segera melakukan perbaikan jalan diwilayahnya masing-masing,” pintanya. Bupati H. Subandi mengatakan masyarakat Sidoarjo menginginkan perbaikan jalan dilakukan dengan segera. Tidak dibiarkan berminggu-minggu jalan berlubang itu ditangani.  Warga menuntut perbaikan segera. Oleh karenanya ia berharap pihak kecamatan segera mengelola PIWK yang sengaja difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya keterlibatan seluruh kecamatan akan mempercepat pelaksanaan perbaikan jalan. Pasalnya setiap kecamatan telah memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap kondisi jalan diwilayahnya masing-masing.  “Waktu saya jadi wakil bupati bersama Gus Muhdlor. PIWK ini sangat membantu kita,”ucapnya.Bupati H. Subandi juga meminta untuk memperhatikan kualitas aspal yang dipakai. Material aspal yang digunakan harus bagus. Perbaikan jalan juga harus menggunakan aspal hotmix. Menurutnya aspal jenis tersebut terbukti kuat tahan cuaca dan tahan lama. Selain itu ia meminta Dinas PUBMSDA Sidoarjo untuk melakukan perbaikan jalan dengan teknik overlay aspal. Teknik penambahan lapisan aspal baru di atas permukaan jalan lama tersebut terbukti meningkatkan kekuatan struktur jalan dan memperpanjang umur jalan.“Kalau kita pakai overlay bisa sampai 2 sampai 3 tahun, ini harus kita lakukan,”pintanya.Bupati H. Subandi juga menyampaikan penanganan kerusakan jalan propinsi juga telah dikoordinasikan dengan Dinas PU Bina Marga Provisi Jatim. Ia meminta koordinasi tersebut kembali disambung Dinas PUBMSDA Sidoarjo. Ia ingin kerusakan jalan provinsi juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.“Terkait jalan propinsi, kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Kadis PU provinsi, tolong dikoordinasikan kembali pak, termasuk jalan di Balongbendo biar nanti segera ada perbaikan,” pintanya kepada Kadis PUBMSDA Sidoarjo Makhmud. Git

Selengkapnya
18 Feb 2026

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp3,016 Miliar, Bupati Subandi Pastikan Tepat Sasaran

KOMINFO, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp3.016.350.000 kepada ratusan penerima manfaat di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (17/2/2026). Bantuan tersebut sebagian besar bersumber dari Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp 1.858 miliar, kontribusi dari BUMD sebesar Rp 25 juta, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebesar Rp 1.132 miliar. Total bantuan sebesar Rp3.016.350.000 tersebut dialokasikan untuk berbagai program perlindungan sosial, di antaranya bantuan sosial kepada lansia Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 533 keluarga, bantuan sosial penyandang disabilitas 66 jiwa, bantuan kewirausahaan inklusif dan produktif (KIP) putri jawara 100 jiwa, KIP bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera (PPKS) Jawara 9 jiwa, bantuan permakanan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia 10 jiwa, bantuan bagi pilar sosial (SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana) 77 jiwa, zakat produktif 50 penerima, serta dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa.Khofifah menegaskan bahwa seluruh penyaluran bansos di Jawa Timur ditargetkan rampung sebelum 1 Maret 2026 sebagai bantalan sosial dan ekonomi menjelang Ramadan.“Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya menjelang Ramadan panjenengan semua lebih tenang, karena bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.Menurutnya, program zakat produktif difokuskan bagi pelaku usaha ultra mikro agar mampu meningkatkan pendapatan dan keluar dari kemiskinan ekstrem. Sementara PKH Plus dan bantuan sosial lainnya menyasar kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membantu masyarakat Sidoarjo. Ia memastikan penyaluran bansos di wilayahnya akan dikawal agar tepat sasaran dan tidak terjadi pengurangan alokasi.“Penyesuaian bantuan sosial tidak ada pengurangan. Seluruhnya di-cover dan dialokasikan sesuai peruntukan. Kami pastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai data,” tegas Subandi.Ia menambahkan, bantuan sosial ini menjadi simbol gotong royong antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang menuntut respons cepat.“Atas perintah Ibu Gubernur, Sabtu dan Minggu kemarin juga telah disalurkan bantuan kursi roda dan program bedah rumah. Hari ini bansos untuk Sidoarjo turun. Artinya, kita optimistis angka kemiskinan bisa ditekan dan ekonomi masyarakat meningkat,” ujarnya.Subandi berharap sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo terus diperkuat, termasuk melalui peran pilar sosial seperti TKSK, Tagana, dan pendamping PKH, agar seluruh bantuan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Dew/Git)

Selengkapnya
17 Feb 2026

Peduli Warga Rentan, Bupati H.Subandi Berikan Bantuan Kursi Roda dan Sidak Rumah Tak Layak Huni di Wilayah Wonoayu-Tarik

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H.Subandi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan sosial serta inspeksi langsung rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Tarik, Selasa (17/2/2026).Dalam kegiatan yang didampingi Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Baznas Sidoarjo serta jajaran Forkopimka tersebut, Bupati Sidoarjo menyerahkan bantuan kursi roda kepada tiga warga yang membutuhkan di Kecamatan Wonoayu.Penerima bantuan pertama yakni Achmad Kandek (60), warga Desa Sawocangkring yang mengalami disabilitas akibat saraf kejepit sejak lama. Bantuan juga diberikan kepada M. Khoiril Arifin (65), warga Desa Sawocangkring yang mengalami keterbatasan fisik akibat stroke. Sementara penerima ketiga, Jumali (55), warga Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, yang juga menderita stroke dan membutuhkan kursi roda untuk menunjang aktivitas sehari-hari.H.Subandi menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.“Saya berharap kursi roda ini dapat bermanfaat dan membantu aktivitas sehari-hari serta agar nanti bisa digunakan untuk lebaran ke sanak saudara dan tetangga kanan kiri. Selain kursi roda, mereka juga telah memperoleh layanan BPJS Kesehatan. Pemerintah juga akan terus memantau warga kita yang membutuhkan kursi roda, kaki palsu, dan lainnya,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa program bantuan sosial seperti ini akan terus ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Baznas, serta Dinas Sosial, sehingga penyandang disabilitas tetap merasa diperhatikan dan tidak terabaikan.“Mugi-mugi paringi sabar, panjenengan sedaya paring cobaan nggih,” ujar H.Subandi memberi motivasi kepada para penerima bantuan.Usai penyerahan bantuan, Bupati Sidoarjo melanjutkan kegiatan dengan melakukan sidak RTLH di tiga rumah warga yang membutuhkan bantuan perbaikan, yakni rumah milik Mardiyah warga Desa Kemuning, Ripin warga Desa Gampingrowo, serta Kusno warga Desa Sebani.Dalam sidaknya di rumah milik Ripin, Subandi menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Baznas untuk segera melakukan perbaikan sebelum Hari Raya Idulfitri.“Saya telah koordinasi dengan Baznas untuk segera memperbaiki rumah bapak Ripin sebelum Hari Raya Idulfitri yang sangat membutuhkan pembangunan tembok dan atap yang masih dari bambu serta pembangunan kamar mandi yang layak bagi keluarga,” tuturnya.Para penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Mereka berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, mempermudah aktivitas sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi keluarga. (Dew/Son)

Selengkapnya
17 Feb 2026

Bupati Sidoarjo Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Harus Overlay

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak di sejumlah titik tidak boleh hanya dilakukan dengan tambal sulam. Menurutnya, jalan yang menjadi lintasan kendaraan bertonase besar membutuhkan penanganan lebih serius agar hasilnya tahan lama.Hal tersebut disampaikan Subandi saat meninjau kondisi jalan rusak di Jl. Setiabudi Krian, Jl. Kemangsen dan Jl. Jabaran Balongbendo yang dikeluhkan warga, Selasa (17/2/2026). Ia menekankan bahwa metode perbaikan harus menggunakan overlay, bukan sekadar tambal.“Ini lintasan jalan dengan angkutan besar, tonasenya tinggi. Maka kita harus tingkatkan betonisasi. Kita siapkan mulai tahun 2026 dengan panjang kurang lebih 500 meter. Tapi antisipasinya sekarang, kita harus overlay, tidak boleh hanya tambal karena kalau hanya ditambal, aspalnya lepas lagi karena dasarannya tidak kuat. Yang penting minggu ini langsung dikerjakan dulu dengan overlay, biar jalan ini bagus minimal dua tahun tidak rusak sambil menunggu betonisasi,” tegasnya.Subandi juga meminta agar pelaksanaan proyek tidak mengulang permasalahan tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kualitas bahan. “Jangan sampai terulang kegiatan 2025. Pekerjaan banyak, yang mengerjakan hanya satu-dua. Masyarakat Sidoarjo ingin merasakan, wong Sidoarjo ya kerja di Sidoarjo. Harus transparan, bahannya berkualitas supaya masyarakat bisa menikmati,” tegasnya.Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan banjir saat hujan yang menyebabkan jalan semakin cepat rusak. “Keluhan banjir ini karena normalisasi sungai kanan-kiri nya tidak jalan. Kalau nanti betonisasi, normalisasi juga harus jalan,” ujarnya.Ia menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo telah menganggarkan sekitar Rp59 miliar untuk normalisasi sungai dan meminta seluruh pihak terkait bekerja maksimal. “Saya sudah perintahkan Kepala Dinas PUBMSDA M. Makhmud, normalisasi sungai harus tetap jalan terus. Kita anggarkan kurang lebih Rp59 miliar. PIWK jalan, PU jalan, Lebaran ini harus selesai semua,” tegasnya.Subandi menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada masyarakat yang menambal jalan di Sukodono secara swadaya. “Kalau ada masyarakat swadaya, saya sebagai pimpinan daerah terima kasih. Itu bentuk kepedulian yang baik,” ucapnya.Subandi menyebutkan bahwa perbaikan jalan sudah dilakukan di lima kecamatan dan akan segera diperluas ke wilayah lainnya. “Sudah lima kecamatan yang kita tangani. Habis ini enam kecamatan, lalu sisanya. Besok saya lihat progres PIWK, yang kemarin kita perintahkan sudah jalan atau belum,” katanya.Ia berharap seluruh perbaikan jalan dapat dikebut agar saat Lebaran nanti masyarakat tidak lagi menemui kondisi jalan rusak parah. “Saya juga kaget ada jalan seperti ini. Maka kita turun terus sambil melihat progres di lapangan. Mudah-mudahan Lebaran nanti sudah tidak ada jalan seperti ini,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
12 Feb 2026

Stabilisasi Harga pangan Menjelang Bulan Ramadhan, Pemkab Sidoarjo Akan Gelar Gerakan Pangan Murah

KOMINFO, Sidoarjo - Kenaikan harga pangan pokok seringkali terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional/HBKN. Pemkab Sidoarjo mengantisipasi fenomena tersebut dengan rencana Gerakan Pangan Murah/GPM. Penjualan kebutuhan pokok bersubsidi akan dilakukan. Pemkab Sidoarjo berharap harga kebutuhan pangan pokok selama bulan Ramadhan tetap stabil. Pagi tadi, Tim Pengendali Inflasi Daerah/TPID Kabupaten Sidoarjo menggelar High Level Meeting/HLM menghadapi HBKN dan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Kamis, (12/2). HLM digelar di pendopo Delta Wibawa. Berbagai instansi pemerintah hadir. Selain instansi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, juga hadir Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, anggota DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo serta Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo. Pihak Bank Indonesia/BI juga turut hadir.  Bupati Sidoarjo H. Subandi memimpin langsung pertemuan penting tersebut.Bupati H. Subandi meminta seluruh pihak untuk menjaga inflasi di Kabupaten Sidoarjo. Upaya menjaga stabilisasi harga pangan pokok menjelang bulan Ramadhan dimintanya. Ia berharap harga kebutuhan pangan pokok menjelang bulan Ramadhan tetap stabil. Tidak terjadi kenaikan yang akan memberatkan masyarakat untuk membelinya.“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah, dari Bulog dengan penjualan beras SPHP, teman-teman DPRD Sidoarjo juga gitu, memanfaatkan masa resesnya untuk menggelar kegiatan penjualan Sembako murah, saya yakin dengan kebersamaan seperti ini, inshaalloh harga-harga yang biasanya naik ini bisa kita tekan,”ucapnya.Bupati H. Subandi juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo untuk kembali melakukan operasi pasar murah penjualan beras SPHP. Ia juga meminta seluruh OPD Sidoarjo mendukung penyaluran beras SPHP. Begitu pula dengan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo yang dimintanya kembali melakukan penjualan beras SPHP kepada masyarakat. “Pak Bulog tolong dibantu biar beras SPHP dapat dirasakan masyarakat Sidoarjo,”pintanya.Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan instansinya akan melakukan berbagai upaya menghadapi inflasi menjelang HBKN. Selain engadakan Gerakan Pangan Murah, dirinya juga akan membentuk kios pangan. Selain itu Satgas Pangan akan dioptimalkan untuk melakukan pemantauan stok dan harga beras di retaill modern maupun pasar tradisional. Untuk menjaga stok ketersediaan beras di Sidoarjo, dirinya juga akan membuat MoU antara BUMDes dengan Lembaga Penggilingan Gabah/LPG. MoU tersebut mengharuskan BUMDes membeli gabah petani.“Kita juga membuat surat edaran bupati kepada para petani untuk tunda jual sebanyak 10 persen dari hasil pertaniannya, terutama petani yang mendapatkan bantuan bibit, pupuk dan Alsintan, dengan cara itu petani tidak merasakan dampak inflasi jika terjadi,”ucapnya.Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan upaya pengendalian harga dan ketersedian bahan pokok juga akan dilakukannya. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah. Ia akan melaksanakan empat kegiatan pendistribusian bahan pokok murah sampai bulan Maret besok. Salah satunya distribusi minyak goreng merk Minyak Kita di tiga pasar tradisional. "Distribusi Minyak Kita akan lakukan di pasar-pasar besar seperti Pasar Larangan, Pasar Porong dan Pasar Krian," ucapnya. Widiyantoro juga menyampaikan beberapa bahan pangan pokok saat ini mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi/HET. Diantaranya beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita serta cabe rawit merah. Untuk harga rata-rata pasar di bulan Februari ini, HET beras premium Rp. 14.900 menjadi Rp. 15.326 per kg. Sedangkan HET beras medium Rp. 13.500 menjadi Rp. 13.785. Sedangkan pada minyak goreng Minyak Kita, HET dipatok Rp. 15.700 perliter menjadi Rp. 16.916 untuk kemasan pouch dan Rp. 17.172 kemasan botol. Cabe rawit merah sendiri mengalami kenaikan yang cukup besar. Dari HET Rp. 40.000 sampai Rp. 57.000 menjadi Rp. 76.810."Khusus beras medium, kami sudah membuat edaran kepada kecamatan yang dilanjutkan kepada desa-desa agar beras medium tidak dijual lebih dari Rp. 13.500," ucapnya. Namun secara keseluruhan lanjut Widiyantoro, harga rata-rata pasar untuk bahan pangan pokok di bulan Februari ini banyak mengalami penurunan dari HET. Seperti yang terjadi pada harga gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi serta cabe merah besar keriting. "Untuk Sembako yang lain fluktuatif, naik turun, khususnya harga gula turun," ucapnya. Git/mas

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1458586