Berita

5 Sep 2026

Bupati Subandi Bantu Kursi Roda untuk Tiga Warga Wonoayu, Mereka Senang Dibantu

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi selalu peduli dan perhatian kepada rakyatnya. Kepada tiga warga Kecamatan Wonoayu yang memerlukan bantuan diserahkan tiga kursi roda. Subandi berharap penerima bisa beraktivitas lagi ke luar rumah dan mendukung pemulihan kesehatan mereka. Keluarga mereka berterima kasih.  "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban bagi yang sedang mengalami sakit dan keluarganya," ungkap Subandi yang rajin menjenguk warganya meski sedang libur kerja di akhir pekan pada Sabtu (5/9/2026).  Ada tiga orang yang mendapatkan bantuan kursi roda. Mereka adalah Rodiyah, 65 tahun, yang sudah 13 tahun sakit akibat stroke. Dia tinggal di Dusun Banar RT.19 RW.9 Desa Pilang. Selain itu, Sampurni, 60 tahun, yang tinggal di Desa Wonokasian. Dia mengalami kelainan kaki sejak kecil. Tidak bisa jalan. Sampurni juga mengalami sakit di bagian pinggang sehingga butuh perawatan. Ada juga Badriyah, 56 tahun, warga Desa Wonokasian, Wonoayu, yang juga sakit dan sulit berjalan. Menyaksikan kondisi tiga warga tidak mampu dan sakit tersebut, Subandi menginstruksikan tenaga dan fasilitas kesehatan untuk selalu memberikan pelayanan dan pendampingan medis secara optimal. Mereka harus dilayani dengan baik. Pastikan terdaftar dalam program BPJS Kesehatan agar terjamin mendapatkan layanan kesehatan tanpa kendala biaya. "Sehingga mereka yang sakit dapat perawatan dan bisa kembali beraktivitas di luar rumah. Tidak jenuh terus-menerus berada di dalam rumah," tambah Bupati Subandi.  Bantuan kursi roda dan layanan kesehatan yang baik itu pada akhirnya dapat berkontribusi pada pemulihan kesehatan secara bertahap. Keluarganya juga terbantu dalam merawat yang sakit.  "Semoga keluarga diberikan kesabaran untuk merawat dengan baik," ucapnya. Para penerima bantuan kursi roda mengaku senang atas kepedulian Bupati Subandi dan Pemkab Sidoarjo serta Baznas Sidoarjo. Lebih-lebih mereka juga dapat bantuan sembako. (yu/dew) 

Selengkapnya
5 Sep 2026

Bupati Subandi Minta Baznas Segera Perbaiki Rumah Warga Sakit Komplikasi di Wonoayu

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo segera memperbaiki rumah Aminah. Di tengah kondisinya yang sakit komplikasi,  warga Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, itu tinggal di rumah yang tidak layak huni. Subandi ingin lansia 60 tahun tersebut bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman.  "Saya minta Baznas segera memperbaiki rumah ini. Dulukan ya rumah Bu Aminah," ungkap Subandi kepada pejabat Baznas Sidoarjo pada Sabtu (5/9/2026). Sabtu pagi itu, Subandi mendatangi rumah Aminah. Kondisi bangunannya sangat memprihatinkan akibat termakan usia. Kondisinya rusak parah. Bahkan, bagian atapnya sudah tidak ada lagi.  Nenek Aminah juga butuh perhatian. Tubuhnya sudah lemah. Penyakit komplikasi membuatnya tidak mampu lagi bekerja. Suaminya pun tak punya pekerjaan tetap. Keadaan ekonomi mereka memerlukan uluran tangan.  Melihat kondisi tersebut, Subandi meminta agar perbaikan rumah keluarga kedua lansia tersebut segera dilakukan. Baznas Sidoarjo diminta cepat turun tangan. Perbaikan diharapkan tidak hanya terhadap bagian atap, tetapi juga plafon dan lantai. Dinding rumah juga perlu pengecatan. Bagian rumah lain yang membutuhkan rehabilitasi diminta diperbaiki.  “Kita upayakan supaya atapnya kembali ada. Plafonnya diperbaiki. Lantainya diperbaiki. Temboknya juga dicat sehingga rumah ini bisa ditempati dengan layak,” ujar Bupati Subandi saat berada di rumah Aminah,  di RT 01/RW 02, Desa Semambung. Menurut dia, Pemkab Sidoarjo hadir untuk memastikan masyarakat yang berada dalam kondisi sulit tetap mendapatkan perhatian. Terlebih bagi warga yang menghadapi persoalan kesehatan sekaligus keterbatasan ekonomi. Kondisi tempat tinggalnya tidak layak pula. "Rumah ini diperbaiki semua nggih, Bu Aminah," ucap Subandi. Kepada Subandi, Aminah menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Sidoarjo dan pihak-pihak yang turut membantu keluarganya. “Terima kasih, Pak Bupati. Sudah peduli kepada rakyat kecil seperti kami. Semoga Bapak yang membantu membangun rumah saya diberi keberkahan, kesehatan, umur panjang ,dan bisa sampai ke Baitullah,” ungkap Aminah kepada tamu-tamu baik yang datang ke rumahnya Sabtu pagi itu.  Dalam kegiatan itu, Bupati Subandi didampingi oleh Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta Wara Kusuma, serta perangkat desa Semambung. Bersama-sama mereka membagikan paket sembako untuk keluarga Aminah dan para tetangga sekitar. Warga sangat senang dengan kedatangan Bupati Subandi.  (Dew) 

Selengkapnya
5 Sep 2026

Bupati Subandi Resmikan Wisata Petik Melon BUMDes Candinegoro

KOMINFO, Sidoarjo – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gapura Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, meluncurkan inovasi wisata edukasi berbasis pertanian modern. Wisata itu secara resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, Sabtu (5/9/2026). BUMDes tersebut menyuguhkan sensasi wisata petik melon hidroponik langsung dari pohonnya. Langkah kreatif warga Desa Candi Negoro ini berdiri di atas lahan greenhouse seluas 400 meter persegi. Sebanyak 1.030 bibit melon varian unggulan, yakni Intanon dan Sakata, dibudidayakan secara intensif oleh pemuda desa setempat. Subandi mengapresiasi tinggi terobosan BUMDes Gapura. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menjadi simbol penguatan ketahanan pangan di tingkat desa, tetapi juga motor penggerak perekonomian masyarakat yang patut dicontoh wilayah lain. "Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melakukan pengawalan dan siap mengucurkan bantuan bagi perkembangan BUMDes. Sebab, setiap desa di Sidoarjo memiliki keunikan dan potensi ekonomi yang berbeda-beda," tegas Subandi usai memetik melon perdana. Subandi menambahkan, pemanfaatan potensi lokal, baik budidaya cabai, sayuran, perikanan, maupun sektor kuliner, harus terus didorong. Jika setiap desa mandiri mengelola potensinya melalui BUMDes, ketahanan ekonomi daerah akan semakin kokoh.  Subandi bersama jajaran pejabat daerah, sempat keliling area greenhouse, memetik, lalu mencicipi langsung melon varietas Intanon yang baru saja dipotong. "Rasanya manis banget, beda dan lebih lezat dari melon pada umumnya," puji Subandi.  Disebutnya, model pertanian modern ini bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan solusi atas ancaman cuaca ekstrim yang kerap menghantui petani konvensional. Di dalam greenhouse, suhu dan kelembapan terkontrol ketat, menjaga tanaman dari serangan hama dan curah hujan berlebih. "Kalau di sawah pas hujan sering gagal. Di sini lebih aman. Sekali tanam butuh waktu 70 hari untuk panen. Pendapatannya juga bagus, sekali panen bisa sampai Rp 35 juta lebih. Desa-desa lain yang punya lahan kosong harus meniru langkah inovatif BUMDes ini," tegasnya. Sementara itu, Ketua BUMDes Gapura Candi Negoro, Ahmad Wildani Arifana, menjelaskan alasan di balik pemilihan komoditas melon. Menurutnya, melon merupakan buah populer yang digemari seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, karena rasanya yang manis dan segar. Pihaknya menerapkan metode smart farming dalam pengelolaan greenhouse tersebut. Integrasi teknologi dalam pertanian hidroponik ini mempermudah pemantauan tumbuh kembang tanaman secara menyeluruh—mulai dari sistem perakaran, batang, hingga pembentukan buah. "Melalui sistem ini, pengelola tidak perlu lagi mengecek kondisi fisik tanaman secara manual setiap pagi dan sore. Pemantauan parameter krusial seperti suhu, pH air, dan kecukupan nutrisi dapat terpantau efisien melalui layar monitor," jelas Wildani. Kualitas melon yang dihasilkan melalui metode hidroponik ini dijamin masuk kategori kelas premium. Karakteristik daging buah lebih renyah, kadar kemanisan tinggi, serta tampilan warna dan bentuk yang lebih presisi ketimbang budidaya konvensional di lahan terbuka. Sistem pemasaran hasil panen ini mengusung konsep wisata edukasi petik langsung dengan harga Rp30.000 per kilogram. Omset panen diperkirakan menembus angka 1,5 ton, dengan bobot per buah bervariasi antara 1,2 kilogram hingga 2,6 kilogram.yu/mas 

Selengkapnya
5 Sep 2026

Pendopo Terbuka Untuk Kegiatan Keagamaan, Bupati Subandi: Ruang Bersama Masyarakat

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di Pendopo Delta Wibawa. Kebijakan tersebut sebagai upaya untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan ribuan jamaah Al Yasmin pada acara Dzikir, Doa Bersama dan Sholawat bersama Al Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (5/9/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajarannya serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi turut hadir.  Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan apresiasi kepada jamaah Al Yasmin yang telah hadir dan bersama-sama memanjatkan doa untuk Kabupaten Sidoarjo. “Terima kasih atas doa untuk Sidoarjo. Semoga seluruh jamaah yang hadir diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan,” kata Subandi. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga. Karena itu, pemerintah daerah perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan secara positif. Subandi mengatakan, Pendopo Delta Wibawa tidak hanya digunakan untuk kegiatan pemerintahan. Namun, terbuka bagi kegiatan keagamaan masyarakat. “Pendopo ini terbuka. Pemkab Sidoarjo membuka lebar untuk kegiatan pengajian dan kegiatan keagamaan masyarakat,” tegasnya. Ia menyebutkan, sejumlah organisasi keagamaan masyarakat telah rutin memanfaatkan Pendopo Delta Wibawa untuk kegiatan pengajian. Di antaranya Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah. Subandi berharap, keterbukaan ruang publik tersebut dapat terus mendorong tumbuhnya kegiatan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. “Dengan kebersamaan dan doa masyarakat, kita berharap Sidoarjo semakin aman, kondusif dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya. (Dew) 

Selengkapnya
4 Sep 2026

Pemkot Jakarta Barat Studi Tiru Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan studi tiru pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Tujuannya, mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, khususnya pengurangan sampah dari sumber serta penerapan Teknologi Eco Lindi. Rombongan dipimpin langsung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah. Mereka diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono. Kunjungan studi tiru itu merupakan upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat untuk memperkuat pengelolaan sampah di wilayahnya. Rombongan yang terdiri atas unsur perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta jajaran terkait, mengawali kunjungan di Kantor DLHK Kabupaten Sidoarjo.  Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pengelolaan sampah, yakni TPS 3R Pelangi, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, dan TPA Griyo Mulyo. Rombongan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah mulai dari tingkat TPS 3R hingga tempat pemrosesan akhir. Pengalaman itu menjadi bagian dari pembelajaran untuk melihat bagaimana pengurangan dan pengolahan sampah dapat diperkuat sejak dari sumber. Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyampaikan bahwa penguatan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu hal penting yang ingin dipelajari dalam kunjungan ke Sidoarjo. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan penanganan di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga membutuhkan penguatan pada titik pengurangan dan pengolahan sampah sebelum masuk ke TPA. "Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Iin. Kunjungan ke sejumlah titik pengelolaan sampah di Sidoarjo juga memberikan gambaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berjenjang. Selain TPS 3R, rombongan melihat langsung pengelolaan sampah di TPA Griyo Mulyo, termasuk penerapan Teknologi Eco Lindi. Teknologi tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kunjungan. Eco Lindi diterapkan dalam pengelolaan lindi dan menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan di kawasan TPA. “Yang menarik di sini, ada cairan Eco-Lindi yang disemprotkan untuk menghilangkan bau,” kata Iin. Setelah melihat secara langsung penerapan pengelolaan sampah di Sidoarjo, Iin menyampaikan bahwa pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk dikembangkan di Jakarta Barat. Salah satu rencana yang disampaikan adalah pengembangan TPS 3R percontohan di Meruya Selatan dengan mengadaptasi pembelajaran yang diperoleh dari kunjungan ke Sidoarjo. “Insyaallah kami akan menjadikan ini sebuah semangat untuk membentuk atau membangun TPS 3R percontohan yang berada di Meruya Selatan dengan kolaborasi dan aksi nyata setelah itu,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, menyambut baik kunjungan studi tiru tersebut. Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pengelolaan lingkungan dan persampahan. Kunjungan itu juga menjadi kesempatan bagi Sidoarjo untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan sampah. Sekaligus membuka ruang untuk mendapatkan pembelajaran dari daerah lain. Hal senada disampaikan Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak. Arif menegaskan bahwa Sidoarjo tidak memposisikan diri sebagai daerah yang paling baik dalam pengelolaan sampah. Sebaliknya, setiap daerah memiliki pengalaman dan pendekatan yang dapat saling dipelajari dan dikembangkan. “Sidoarjo merasa kita pun juga tidak yang terbaik. Ini akan berkolaborasi bahwa temanteman juga membawa ilmu yang bisa kita adopsi untuk bisa kita optimalkan dalam pengelolaan sampah di Sidoarjo,” jelas Arif. Menurut Arif, perbedaan karakteristik wilayah dan masyarakat membuat masingmasing daerah memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Karena itu, pertukaran pengalaman menjadi penting untuk menemukan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. Penguatan pengelolaan sampah di tingkat TPS 3R juga menjadi salah satu bagian penting. Pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Melalui studi tiru ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat tidak hanya berbagi pengalaman mengenai teknologi dan praktik pengelolaan sampah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardaerah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi dan aksi nyata dalam pengurangan serta pengelolaan sampah, baik di Sidoarjo maupun Jakarta Barat.(red) .  

Selengkapnya
4 Sep 2026

Pemkab Sidoarjo Bagikan 1.000 Paket Beras Untuk Pengemudi Ojol

Bentuk Kepedulian Sekaligus Solidaritas Memperingati Setahun Wafatnya Affan Kurniawan KOMINFO, Sidoarjo – Perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap para pengemudi ojek online (ojol) kembali diwujudkan. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo, pemkab membagikan 1.000 paket beras kepada pengemudi ojol di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (4/9). Setiap paket bantuan berisi beras seberat 5 kilogram. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada para pengemudi ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan. Mereka menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian Pemkab Sidoarjo bersama Forkopimda kepada sesama pengemudi ojol. Terlebih, pembagian bantuan dilakukan untuk memperingati satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol di Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan kebutuhan pokok. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kepedulian sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. “Kolaborasi dengan Forkopimda akan terus kita lakukan untuk menjaga Sidoarjo agar tetap aman dan kondusif. Kami juga ingin memastikan masyarakat, termasuk pengemudi ojol, mendapatkan perhatian,” ujar Subandi. Menurut dia, pengemudi ojol memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Aktivitas mereka tidak hanya berkaitan dengan jasa transportasi, tetapi juga pengantaran makanan, barang, hingga berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu hadir memberikan perhatian kepada mereka. Salah satunya melalui bantuan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga. Subandi berharap bantuan beras tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerimanya. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengemudi ojol yang selama ini turut membantu kelancaran aktivitas masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk panjenengan semua,” ucapnya. Pembagian bantuan berlangsung di Mapolresta Sidoarjo. Para pengemudi ojol yang telah terdata dapat mengambil bantuan dengan persyaratan administrasi yang relatif sederhana. Salah satu penerima bantuan, Syahrul, mengaku senang mendapatkan paket beras tersebut. Menurutnya, proses pengambilan bantuan juga cukup mudah. Penerima hanya perlu menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai persyaratan. “Alhamdulillah, saya bahagia mendapat sembako ini. Syaratnya hanya KTP dan langsung mendapatkan beras,” ungkapnya. Syahrul menilai perhatian pemerintah terhadap pengemudi ojol menjadi hal yang positif. Sebab, para pengemudi setiap hari harus bekerja di jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara konsisten sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak pengemudi ojol. “Semoga kegiatan seperti ini bisa konsisten dan terus memberikan manfaat bagi ojol,” katanya. Hal senada disampaikan Sani, pengemudi ojol lainnya. Dia mengapresiasi langkah Pemkab Sidoarjo dan Forkopimda yang memberikan perhatian kepada para pengemudi ojol. Menurut Sani, pekerjaan sebagai pengemudi ojol memiliki tantangan tersendiri. Hampir setiap hari mereka berada di jalan untuk mengantarkan penumpang maupun barang, dengan berbagai kondisi lalu lintas dan cuaca. “Syaratnya KTP saja, mudah, cukup fotokopi KTP. Kami berharap ojol bisa lebih diperhatikan karena kami ini bekerja sebagai pejuang aspal,” kata Sani. Dia berharap bantuan sosial seperti pembagian beras dapat terus dilanjutkan. Bahkan, menurutnya, jumlah penerima bisa ditambah sehingga semakin banyak pengemudi ojol yang memperoleh manfaat. “Senang mendapat bantuan ini. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya. (Dew) 

Selengkapnya
4 Sep 2026

Wakil Kepala BGN Apresiasi Penanganan Kasus Keracunan Makanan MBG di Kabupaten Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Mayjen TNI Trenggono mengapresiasi penanganan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo. Ia pastikan kondisi 748 korban keracunan makanan tersebut sudah membaik. Tinggal 22 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.  Pagi tadi, Jumat, (4/9), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Mayjen TNI Trenggono bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi memastikannya langsung kondisi korban ke Kabupaten Sidoarjo. Ia datang bersama lima orang Tim Kantor Presiden (KSP). Di antaranya  Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Tuejeh, Lindsey Arsari Puteri, Irhamna dan Irhash Ahmady.  Mayjen TNI Trenggono yang didampingi Bupati Sidoarjo H. Subandi  melihat langsung kondisi korban di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Ia juga mendatangi Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat Tanggulangin untuk memastikan kondisi para santri yang menjadi korban keracunan makanan itu. Selain itu ia juga ingin mengetahui langsung kronologi awal mula terjadinya musibah itu dari pengasuh pondok pesantren. Dalam kesempatan itu Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Mayjen TNI Trenggono juga menyempatkan melihat SPPG Al-Amanah Junwangi yang berada di lokasi Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian. Mayjen TNI Trenggono memastikan kondisi seluruh korban keracunan makanan dalam keadaan membaik. Ia sampaikan ada 748 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang menjadi korban keracunan. Sebagaian besar sudah kembali ke pondok setelah menjalani perawatan. Tinggal 22 orang yang masih menjalani perawatan di 9 rumah sakit. Kondisinya saat ini sudah berangsur-angsur membaik dan siap pulang. “Saya sampaikan bahwa dari laporan pengasuh pondok pesantren, yang terdampak adalah 740-an. Kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di 9 rumah sakit atau tempat kesehatan. Dan semua sudah dalam kondisi pulih, sudah dalam kondisi baik,” ucapnya. Mayjen TNI Trenggono mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas penanganan keracunan massal makanan yang disajikan dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin tersebut. Ia melihat gerak cepat bupati Sidoarjo bersama jajarannya dalam penanganan ratusan korban keracunan makanan itu. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah bertindak cepat, sehingga semuanya tertangani dengan baik. Itu yang utama adalah harus tertangani dengan baik,” ucapnya. Dalam kesempatan itu ia juga  menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dan ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur SPPG nya. Ia sampaikan BGN akan melaksanakan investigasi atas kejadian fatal tersebut. Ia akan pastikan apakah kelalaian itu dilakukan secara sengaja atau tidak oleh SPPG Kalitengah Tanggulangin. Apakah SOP-nya sudah dilaksanakan atau tidak akan dilakukan investigasi terlebih dahulu. “Kami juga menyampaikan permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur, sehingga adanya kejadian fatal ini,” ucapnya. Ia katakan untuk sementara ini BGN meng-suspend SPPG Kalitengah Tanggulangin. Dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin tidak diperbolehkan beroperasional lagi untuk melayani program MBG. BGN juga mencopot kepala dapur SPPG Kalitengah. “Sementara kita suspend, suspend berat, artinya kita evaluasi, kita adakan investigasi. Kemudian juga kepala dapur kita copot, kita berhentikan. Nanti kita cek apakah ada hal-hal unsur lain yang kira-kira membuat kejadian fatal ini,” ujarnya. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Mayjen TNI Trenggono mengatakan bahwa sebenarnya BGN selama ini melakukan pengawasan dapur-dapur SPPG di seluruh wilayah cukup ketat. Bahkan setiap pagi dilakukan zoom meeting dengan seluruh penanggung jawab SPPG diseluruh provinsi. Dari rapat zoom tersebut diketahui langsung perkembangan SPPG di tiap-tiap provinsi.  “Kami mengecek secara langsung melalui Zoom mulai dari penerimaan barang mentah sampai dengan pengecekan, baik-buruknya bahan-bahan ini. Sampai dengan jam 2 malam, itu ada kegiatan mulai dari pembersihan bahan-bahan, masak, sampai dengan pendistribusian, termasuk porsian,” ujarnya.  Sementara itu Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengatakan bila dibutuhkan, PPPA akan melakukan pendampingan kepada anak-anak yang mengalami trauma keracunan makanan. Ia siap diajak berkolaborasi untuk mendampingi korban pasca keracunan makanan.  PPPA akan membantu proses pemulihan psikologis dan emosional anak-anak agar siap kembali ke sekolah. “Kalau memang pihak pondok pesantren bisa melakukan pendekatan trauma healing untuk anak-anak, ya alhamdulillah. Tapi seandainya masih membutuhkan, kami siap untuk berkolaborasi agar anak-anak ini siap kembali ke sekolah,” ucapnya. Mar/git/yu/mas 

Selengkapnya
3 Sep 2026

Pemkab Sidoarjo Lakukan Rapid Asesmen dan Dampingi Kesehatan Jiwa Santri Ponpes Manbaul Hikam

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berupaya maksimal untuk membantu para korban dugaan keracunan masal menu MBG di Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin. Kamis (3/9/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Tanggulangin, dan Tim Puskesmas Jabon melaksanakan rapid asesmen dan pendampingan kesehatan jiwa (Keswa) bagi para santri.  Kegiatan tersebut bertujuan memantau kondisi psikologis santri pascainsiden yang menyebabkan ratusan santri dirawat di rumah sakit. Mereka dirawat setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, rapid asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa 59 santri. Sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan pascainsiden. Menurut dia, asesmen awal penting dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis santri lebih dini. Hasil asesmen menjadi dasar untuk menentukan pendampingan yang dibutuhkan. “Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian. Melalui rapid asesmen ini, kami mendeteksi awal untuk mendampingi mereka apabila ada santri yang membutuhkan dukungan lebih lanjut,” jelasnya.dr. Lakhsmie menegaskan, pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis. Para santri diberi ruang untuk menyampaikan kondisi dan perasaan yang dialami pascainsiden tersebut. “Kami tidak hanya melihat kondisi fisiknya, tetapi juga psikologisnya. Anak-anak perlu mendapatkan rasa aman dan dukungan setelah mengalami situasi seperti ini. Jika dari hasil asesmen ditemukan santri yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, tentu akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhannya,” katanya. Kegiatan asesmen dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Desa Putat, Tanggulangin; dan di Balongdowo, Candi. Itu karena Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Balongdowo, Kecamatan Candi, merupakan tempat tinggal santri yang juga bersekolah di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Kecamatan Tanggulangin. "Jadi, kami memberikan pendampingan di kedua tempat itu agar asesmen dan perhatian terhadap kondisi kesehatan jiwa santri dapat dilakukan secara menyeluruh,” tambahnya.  Kegiatan asesmen ini merupakan tindakan responsif Dinas Kesehatan Sidoarjo terhadap masyarakat yang memerlukan penanganan segera. Pemkab Sidoarjo berupaya menangani santri-santri agar memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal. Kegiatan asesmen diharapkan dapat mendukung pemulihan psikologis santri pascainsiden. Sehingga, mereka dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren dengan rasa aman dan nyaman. (Mar) 

Selengkapnya
3 Sep 2026

Jajaran Direksi Delta Tirta yang Baru Resmi Bekerja, Tanda Tangani Kontrak Kinerja 5 Tahun

KOMINFO, Sidoarjo – Peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Masa Kerja Tahun 2026-2031. Kontrak kinerja tersebut menjadi pijakan bagi jajaran direksi untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperluas manfaat pelayanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo. Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman mengatakan, kontrak kinerja yang ditandatangani harus menjadi komitmen untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Berbagai kekurangan yang masih ada perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti, termasuk persoalan tingkat kebocoran air (TKA). “Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana tingkat kehilangan airnya. Harapannya targettarget yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (3/9/2026). Menurut Ainur, tingkat kehilangan air menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan kinerja Perumda Delta Tirta. Penurunan tingkat kebocoran menjadi salah satu target yang harus diwujudkan melalui langkah perbaikan yang terukur. “Kalau tingkat kehilangan air bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” katanya. Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Luhur Pambudi Mulyono mengatakan, seluruh target yang telah dituangkan dalam kontrak kinerja telah disusun untuk menjadi arah kerja perusahaan selama lima tahun ke depan. Target tersebut harus dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pelayanan masyarakat. “Target yang ada sudah kita persiapkan untuk lima tahun ke depan dan harus kita laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas dan tentu ada konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” ujarnya. Salah satu fokus utama adalah menurunkan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah teknis, salah satunya pengaturan tekanan air (pressure) pada jaringan distribusi. “Contohnya, untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya untuk menekan kehilangan air sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelas Luhur. Selain menekan kehilangan air, Perumda Delta Tirta juga menargetkan peningkatan cakupan pelayanan air bersih. Saat ini cakupan pelayanan masyarakat masih berada di kisaran 30 persen dan ditargetkan dapat mendekati bahkan melampaui 50 persen dalam lima tahun mendatang. Perumda Delta Tirta juga menargetkan penambahan jumlah pelanggan secara signifikan. Dari kondisi saat ini, perusahaan menargetkan cakupan pelanggan dapat mencapai sekitar 90 ribu sambungan dalam lima tahun ke depan. "Untuk cakupan pelayanan, targetnya 90 ribu sampai lima tahun ke depan. Saat ini masih sekitar 21 ribu target hingga tahun ini, sehingga ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkapnya. Luhur menambahkan, keberadaan sumber air Umbulan juga menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di Sidoarjo. Dengan pengelolaan sumber daya air dan jaringan distribusi yang semakin baik, kapasitas pelayanan diharapkan dapat terus ditingkatkan. “Yang utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik, karena hal ini juga masuk di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo,” tutupnya. (Dew) 

Selengkapnya
3 Sep 2026

Masyarakat Diminta Segera Melapor Ketika Melihat Pohon Berisiko Tumbang

KOMINFO, Sidoarjo - Masyarakat diminta untuk segera melapor jika melihat pohon berisiko tumbang. Seperi pohon dengan batang miring, keropos, maupun cabang rapuh. Utamanya pohon-pohon di pinggir jalan yang berpotensi tumbang ke jalan raya.  Laporan bisa langsung ditujukan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, agar dapat segera dilakukan pengeprasan. Layanan pengajuan pengeprasan pohon itu gratis tanpa dipungut biaya.  Caranya, pemohon atau warga yang melapor cukup melayangkan surat permohonan pengeprasan pohon kepada DLHK Sidoarjo. Petugas akan meninjau langsung dan segera melakukan pengeprasan setelah verifikasi surat selesai dilakukan.  DLHK Sidoarjo sendiri rutin melakukan pemeliharaan pohon diseluruh ruas jalan di Sidoarjo. Perantingan pohon-pohon besar di sejumlah titik sudah terjadwalkan. DLHK Sidoarjo memprioritaskan perantingan pohon dari laporan masyarakat. Terutama dijalan-jalan protokol yang padat lalu lintas kendaraan. Seperti jadwal yang  sedang dilakukan di jalan Gading Fajar Sidoarjo dan Jalan Kalijaten Taman, Kamis, (3/9/2026). Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi mengatakan pemeliharaan pohon rutin dijadwalkan. Lokasinya selalu berpindah-pindah. Prioritas utamanya pohon-pohon dijalan protokol berdasarkan laporan masyarakat.  “Kegiatan rutin pemeliharaan pohon ini sebagai antisipasi kejadian pohon tumbang yang dapat menimpa pengguna jalan,” ujarnya. Vira mengatakan DLHK Sidoarjo menurunkan tim kepras untuk melakukan pemeliharaan dan perapian pohon. Ada dua tim kepras yang dilengkapi kendaraan skylift dan truk angkut. Dua tim tersebut dipencar untuk menangani pohon-pohon yang mengkhawatirkan rawan tumbang. “Dua tim kita terjunkan untuk menangani pemeliharaan pohon, masing-masing tim berjumlah sepuluh orang yang dilengkapi kendaraan skylift dan truk angkut,”ujarnya. Ia mengatakan laporan masyarakat menjadi perhatian utamanya dalam penanganan pohon berisiko tumbang.  Warga dapat mengajukan surat permohonan pengeprasan pohon kepada DLHK Sidoarjo jika melihat pohon di pinggir jalan  yang dinilai membahayakan.  “Laporan penanganan pohon yang datang kepada kami sangat banyak, selain dari masyarakat, juga dari pihak desa maupun kecamatan,” ujarnya. Ia juga mengatakan perantingan pohon memerlukan penanganan khusus. Terutama yang berdekatan dengan kabel listrik. Penanganannya harus ekstra hati-hati. Oleh karenanya perantingan pohon dengan kondisi seperti itu tidak bisa dilakukan dengan cepat. Butuh waktu yang cukup lama untuk memastikan perantingan betul-betul aman dilakukan. “Penanganan pohon satu dengan yang lainnya tidak sama, apalagi perantingan pohon-pohon yang berdekatan dengan kabel listrik, keselamatan petugas dan pengguna jalan menjadi prioritas yang harus didahulukan,” ucapnya. Git 

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2185387