Berita

28 Dec 2025

Peduli Warga Kurang Mampu, H.Subandi Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Gedangan dan Waru

KOMINFO, Sidoarjo - Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan secara nyata. Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan sidak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, serta Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Minggu (28/12/2025).Dalam sidak tersebut, Bupati meninjau langsung kondisi rumah milik Lilik Rahayu di Desa Tebel dan rumah milik Mutmainah di Desa Tambaksawah. Kedua rumah tersebut dinilai tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera. Kegiatan ini turut didampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka setempat.Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan renovasi rumah warga yang kondisinya memprihatinkan, khususnya pada bagian atap dan struktur bangunan yang sudah rapuh.“Kita akan segera melakukan renovasi, terutama pada atap rumah yang mulai roboh serta memperbaiki struktur bangunan yang sudah tidak layak huni karena usia bangunan yang sudah tua,” ujar H. Subandi saat meninjau rumah milik Lilik.Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi dengan Baznas agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan, mengingat saat ini telah memasuki musim hujan yang rawan membahayakan keselamatan penghuni rumah.“Saya sudah berkoordinasi dengan Baznas agar pada minggu pertama bulan Januari 2026 nanti perbaikan bisa segera dilakukan, sehingga keluarga dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” tambahnya.Sementara itu, Lilik Rahayu, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku telah tinggal di rumah tersebut dalam kondisi rusak selama beberapa bulan terakhir.“Saya mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur kepada Bapak H. Subandi karena rumah saya yang rusak sejak dua bulan lalu akan segera diperbaiki. Semoga setelah ini saya bisa hidup lebih layak,” ucapnya dengan haru.Melalui program penanganan RTLH ini, Pemkab Sidoarjo terus berkomitmen menghadirkan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Sidoarjo. (Son/Git).

Selengkapnya
28 Dec 2025

Betonisasi Jalan Kureksari-Kepuhkiriman Tuntas, Mulai Bisa Dilewati

KOMINFO,Sidoarjo-  Jalan Kureksari-Kepuhkiriman mulai bisa dilewati, Senin (29/12/2025). Itu karena proyek Betonisasi Jalan Kureksari-Kepuhkiriman telah tuntas dikerjakan. Namun, untuk sementara jalan cor sepanjang 1,340 km itu  hanya dapat dilewati kendaraan roda dua saja. Untuk kendaraan besar, masih menunggu sampai beton benar-benar sudah kuat. Bupati Sidoarjo H. Subandi mengecek langsung kualitas jalan beton tersebut, Minggu, (28/12/2025). Dia memastikan jalan selesai dikerjakan dan siap dilewati kendaraan. “Kureksari hari ini sudah selesai, tinggal pengeringan saja,” ucapnya.Sebelumnya, Bupati H. Subandi juga melihat progres betonisasi Jalan Kedungrejo-Wadungasri. Namun ia sedikit kecewa melihat progres pengerjaan jalan beton sepanjang 1,8 km itu.  Deviasinya 34 persen dari batas waktu kontrak pengerjaannya. Padahal efisiensi waktu tinggal empat hari lagi.“Ini tadi kita hitung, satu sisi (jalan yang dibeton) dia hanya dapat 100 meter, panjangnya 1,8, kalau satu hari 100 meter berarti butuh 18 hari, belum sisi sebelahnya,” ucapnya.Oleh karenanya Bupati Sidoarjo,H. Subandi berharap pengerjaan betonisasi Jalan Kedungrejo-Wadungasri dapat segera selesai. Pasalnya mobilitas jalan tersebut cukup tinggi. Aktifitas industri cukup tinggi di kawasan padat penduduk tersebut. “Inikan daerah padat penduduk, kasihan warga yang ada di daerah Brebek, ini akan menjadi koreksi,” ucapnya.Bupati H. Subandi sendiri menduga kontraktor pelaksana kekurangan modal untuk percepatan betonisasi Jalan Kedungrejo-Wadungasri tersebut. Pasalnya pengerjaan pengecoran sebenarnya dapat dikebut sampai 300 meter perharinya. Dugaan kurang modal kontraktor pelaksana yang diutarakannya bukan tanpa alasan. Bupati H. Subandi mengetahui bahwa pengerjaan beberapa proyek betonisasi jalan di Sidoarjo dikerjakan satu orang yang sama. “Dari Kureksari, Tambakrejo, terus Brebek yang mengerjakan orang satu, apa itu modalnya tidak ada atau gimana, kita tidak tahu, coba kalau modalnya mampu, jangan 100 meter, langsung 300 meter 300 meter, kan bisa selesai, Cuma kita tidak tahu, yang tahukan kontraktor pemenangnya,”ujarnya. Dalam kesempatan itu Bupati H. Subandi tidak hanya melihat proyek betonisasi saja. Ia juga melihat pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Tambak Sawah dengan Tambak Sumur. “Saya pikir jembatan di Tambak Sawah tidak ada kendala, tinggal percepatan pengerjaan saja.”ucapnya. (git)

Selengkapnya
27 Dec 2025

Proyek Rumah Pompa Kedungpeluk Mengalami Deviasi 46 Persen, Bupati Subandi Minta Perketat Pengawasan

Tambah Lima Pompa untuk Menangani Banjir di TanggulanginKOMINFO, Sidoarjo — Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga titik rumah pompa, Sabtu (27/12/2025). Sidak pertama dilakukan di lokasi proyek pembangunan rumah pompa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, kemudian bergeser ke rumah pompa Kedungbanteng ,dan rumah pompa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin. Sidak dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap progres pembangunan infrastruktur pengendali genangan di wilayah rawan banjir.Saat meninjau rumah pompa Kedungpeluk, Bupati Subandi menyampaikan ketegasannya terhadap kontraktor pelaksana yang dinilai lambat menyelesaikan pekerjaan. Ia menyoroti bahwa proyek telah berjalan selama enam bulan sejak dimulai, namun hingga kini belum juga rampung dan bahkan mengalami deviasi mencapai 46 persen.“Ini sudah enam bulan dikerjakan, tapi progresnya jauh dari target. Deviasinya sampai 46 persen. Saya minta ini menjadi perhatian serius dan tidak ada lagi alasan keterlambatan,” tegas Subandi di lokasi.Sejak awal, lanjut bupati, pihaknya mengingatkan kontraktor agar memperhatikan dan memaksimalkan pengerjaan pada lantai bawah. Sebab, pengerjaan yang paling sulit adalah lantai bawah rumah pompa. “Tapi sepertinya tidak digubris. Buktinya sampai sekarang lantai bawah belum selesai. Sehingga air sungai tidak bisa mengalir karena masih harus ditutup,” lanjutnya.Padahal, penutupan sungai itu berakibat pada banjir di kawasan Kedungbanteng dan sekitarnya yang semakin parah. Karena sungai ini yang mengalirkan air dari kawasan itu sampai ke laut. Subandi juga menjelaskan, sesuai kontrak awal, jatuh tempo pengerjaan rumah pompa Kedungpeluk seharusnya berakhir pada 26 Desember 2025. Namun demikian, proyek tersebut diberikan perpanjangan waktu maksimal 50 hari, terhitung mulai 27 Desember 2025."Kalau sampai pada hari maksimal yang sudah diberikan belum juga selesai, kami akan tandai kontraktor wanprestasi," ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo untuk terus melakukan pengawasan ketat agar proyek dapat diselesaikan sesuai batas waktu tambahan yang telah ditetapkan.Sementara saat sidak di rumah pompa Kedungbanteng dan Banjarpanji, Subandi menjelaskan bahwa akan ada tambahan 5 pompa yang akan dikerahkan di daerah Tanggulangin. "Kami sudah akan menambah lima pompa untuk di wilayah Tanggulangin ini diharapkan dapat mengurangi debit air yang ada di Tanggulangin," katanya. Disela-sela sidak rumah pompa, Bupati Subandi juga melakukan kunjungan di dapur umum. "Kami siapkan makanan tiap hari sebanyak 4000 porsi, siang hari 2.000 dan malam hari 2.000, selain itu juga air bersih, MCK, serta posko kesehatan," jelasnya. Sementara itu, Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menjelaskan bahwa progres pembangunan rumah pompa Kedungpeluk saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Dwi mengungkapkan, salah satu kendala utama di lapangan adalah kondisi tanah di tebing sungai yang sangat gembur. Hal tersebut menyebabkan longsoran ketika mendapat tekanan air, baik dari aliran sungai maupun dari sumber air lain yang dipengaruhi pasang surut laut.“Pasang air laut saat ini mencapai sekitar 120 sentimeter, sehingga debit di seluruh wilayah pesisir ikut meningkat. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan,” jelasnya.Rumah pompa Kedungpeluk dirancang tidak hanya sebagai sarana pompanisasi, tetapi juga sebagai pengendali genangan untuk wilayah pesisir Kecamatan Candi serta tiga desa di Kecamatan Tanggulangin. Sistem ini akan terintegrasi dengan estafet pembuangan air dari rumah pompa Kedungbanteng melalui jalur hilir.DPUBMSDA menargetkan rumah pompa Kedungpeluk memiliki kapasitas dua kali lipat dibandingkan rumah pompa Kedungbanteng, yakni mencapai 2.400 liter per detik. Adapun kapasitas pompa di Kedungbanteng sebesar 1.200 liter per detik, sementara di Banjarpanji sebesar 400 liter per detik.“Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan genangan di wilayah pesisir Kecamatan Candi dan Tanggulangin dapat dikendalikan secara optimal. Selain pompanisasi, kami juga melakukan peningkatan aliran pesisir dan pembangunan dam untuk memperkuat sistem pengendalian air,” pungkasnya. (Dew/Yu/mas)

Selengkapnya
24 Dec 2025

Rasa Aman di Malam Natal, Bupati Sidoarjo bersama Forkopimda Sidoarjo Kunjungi Gereja

KOMINFO, Sidoarjo - Malam perayaan Natal dipantau Forkopimda Sidoarjo, Rabu malam, (24/12). Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo beserta OPD berkeliling mengunjungi sejumlah gereja di Sidoarjo. Forkopimda Sidoarjo ingin memastikan perayaan malam Natal 2025 di Sidoarjo berjalan aman dan lancar. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua FKUB Sidoarjo M. Idham Cholid.Rombongan Forkopimda Sidoarjo berangkat dari Pendopo Delta Wibawa pukul 19.00 WIB. Gereja pertama yang dituju adalah Gereja GKJW Waru. Kemudian rombongan bergeser ke Gereja Katolik Santo Paulus Juanda. Tiba di gereja tersebut rombongan disambut Pdt. Romo Sumardiono bersama ratusan jamaah yang merayakan ibadah Natal. Pdt. Romo Sumardiono berterimah kasih atas kehadiran Forkopimda di gerejanya. Ia katakan hal ini bentuk kehadiran negara ditengah-tengah jamaat umat Kristiani yang sedang melaksanakan perayaan ibadah Natal. "Kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu ini memberikan rasa nyaman dan aman karena pemerintah daerah hadir, tentu teman-teman menyambut suka cita kehadiran bapak-bapak TNI, Polri dan para pejabat Kabupaten Sidoarjo," ucapnya. Sementara itu Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa Forkopimda Sidoarjo berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Seperti halnya pada perayaan Natal kali ini. Ia meminta umat Kristiani untuk fokus dan khusyuk merayakan Natal tahun ini. Ia bersama TNI dan Polri akan menjaga situasi perayaan Natal yang kondusif. "Kami atas nama pimpinan daerah akan menjaga ketenangan ibadah Natal umat nasrani tahun 2025. Tujuannya agar ibadah dapat berjalan dengan khidmat dan baik bagi yang merayakannya," ucapnya. Setelah dari Gereja Gereja GKJW Waru, rombongan Forkopimda Sidoarjo menuju Gereja Katolik Santo Paulus Juanda. Kedatangan rombongan diterima Pdt. romo Matius Juli beserta ratusan jamaat gerejanya. Pdt. romo Matius Juli juga mengucapkan terimah kasihnya atas kunjungan Forkopimda Sidoarjo. Menurutnya kunjungan seperti ini akan menambah energi positif bagi perayaan Natal tahun ini. "Kami berterima kasih kepada Bupati Sidoarjo serta Forkopimda Sidoarjo yang tetap memberi dukungan kepada kegiatan kami semua agar dapat berjalan dengan baik dan penuh berkah," ucapnya. Kehadiran Forkopimda Sidoarjo menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sidoarjo. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana perayaan keagamaan yang damai dan harmonis. Git/son/mas

Selengkapnya
24 Dec 2025

Hidup di Tengah Keterbatasan, Pemkab Sidoarjo Percepat Bantuan Perbaikan

KOMINFO, Sidoarjo - Kondisi memprihatinkan dialami Arif Kholig (55), warga Desa Temu, Kecamatan Prambon. Di tengah keterbatasan ekonomi serta kondisi kesehatan yang menurun akibat penyakit Hepatitis B, Arif Kholig kini sudah tidak lagi bekerja.Namun Arif Kholig masih bisa bersyukur akan keadaannya. Meski memiliki rumah sendiri, tempat tinggal yang ia huni bersama istri, satu anak, dan satu cucunya tersebut tergolong tidak layak huni. Keinginan untuk memiliki rumah yang layak huni selama ini hanya menjadi harapan yang sulit terwujud bagi keluarga tersebut.Harapan itu mulai menemukan titik terang setelah Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turun langsung meninjau kondisi rumah Arif Kholig, Rabu (24/12). Dalam kunjungan tersebut, Subandi memastikan rumah Arif akan segera direnovasi melalui program bedah rumah.“Kondisi rumah ini memang sudah tidak layak huni. Atapnya bocor dan temboknya pecah-pecah. Ini harus segera diperbaiki agar keluarga bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar Subandi saat berada di lokasi.Selain direnovasi, rumah Arif Kholig juga akan ditinggikan karena sering terdampak banjir. Subandi pun meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo untuk segera melakukan perbaikan.“Rumah ini kalau hujan banjir. Kalau tidak segera diperbaiki, kasihan keluarga yang tinggal di sini,” pintanya kepada Baznas yang turut mendampingi.Arif Kholig bersama keluarganya mengaku sangat gembira karena rumahnya akan masuk program bedah rumah. Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga menanyakan kondisi kesehatan Arif Kholig. Diketahui, Arif telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan rutin menjalani pengobatan setiap bulan.Subandi berharap, melalui program bedah rumah tersebut, Arif Kholig dan keluarganya dapat segera menempati rumah yang lebih layak dan sehat. Ia juga mendoakan agar Arif diberikan kesembuhan serta kekuatan dalam menjalani pengobatan.“Semoga segera diberikan kesehatan dan kesabaran. Nanti tahun 2026 kita punya program Bedah Warung. Per warung itu Rp10 juta. Warungnya niki didandani, dodolan ben tambah lancar,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
24 Dec 2025

Bupati Sidoarjo Instruksikan Penanganan Cepat Bantaran Sungai Longsor di Prambon

KOMINFO, Sidoarjo - Laporan adanya longsoran bantaran sungai di Desa Temu, Kecamatan Prambon, langsung direspons cepat Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Untuk memastikan kondisi di lapangan, ia melakukan peninjauan langsung dengan didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, Plt. Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano, dan jajaran Forkopimka setempat, Rabu (24/12).Berdasarkan hasil peninjauan, longsoran bantaran sungai terpantau cukup panjang dan masuk ke alur sungai yang mengalir di sekitar wilayah Desa Temu. Longsoran tersebut diduga terjadi akibat kikisan derasnya aliran sungai yang berlangsung cukup lama, ditambah tingginya intensitas curah hujan.Menanggapi kondisi tersebut, Subandi menginstruksikan Dinas PU Bina Marga dan SDA untuk segera melakukan penanganan sementara dengan menempatkan pring bongkotan sebagai penahan, yang pemasangannya didukung penggunaan alat berat.Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono menjelaskan bahwa normalisasi saluran saat ini sedang dilaksanakan pada tahun ini. “Normalisasi sedang dilaksanakan tahun ini. Namun di kanan-kiri banyak bangunan dan terdapat jalan inspeksi, sehingga di sisi ini pengerjaannya memang belum maksimal. Untuk sementara akan kami lakukan perbaikan terlebih dahulu. Material sedang kami siapkan dan segera nanti langsung kami pasang sampai selesai,” jelasnya.Selain itu, disampaikan pula bahwa terdapat sejumlah pintu air yang direncanakan akan diganti pada tahun 2026. “Purboyo juga ada beberapa pintu air akan kami ganti pada tahun 2026 dengan menggunakan metode pengunci lainnya karena banyak yang hilang, bukan rusak,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyampaikan kesiapan alat berat untuk mendukung pekerjaan normalisasi sungai. Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pekerjaan normalisasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai rencana demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. (Mar/mas)

Selengkapnya
24 Dec 2025

Bupati Sidoarjo Serahkan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga Prambon

KOMINFO, Sidoarjo - Lina Listiana Ariani tidak bisa menyembunyikan wajah harunya. Mata ibu dua anak itu tampak berkaca-kaca saat Bupati Sidoarjo H. Subandi datang ke rumahnya di Desa Watutulis Kecamatan Prambon, Rabu (24/12) dengan membawa kursi roda. Kursi roda itu bukan untuk ibunya namun untuk anaknya Naysha Aulia Farzana yang terlahir dengan kondisi Down syndrome. Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyampaikan dukungan moral sekaligus memastikan bantuan sosial terus mengalir kepada keluarga Lina. Ia meminta keluarga tetap kuat, sabar, dan senantiasa bersyukur dalam menghadapi cobaan hidup.“Semoga ananda Naysha diberikan kesehatan. Keluarga juga diberikan kekuatan dan kesabaran. Tidak semua orang mendapat perhatian seperti ini, yang penting tetap bersyukur. Semua cobaan itu pasti bisa dilalui,” ujar Subandi.Subandi mengatakan dukungan kepada warga Sidoarjo seperti ini akan terus dilakukannya. Diharapkan dukungan Pemkab Sidoarjo seperti ini dapat mengurangi beban Lina dalam menghidupi keluarganya.“Kita lihat kondisi ananda Naysha yang saat ini berusia 8 tahun hanya bisa berbaring saja di kamar, dengan bantuan kursi roda dari pemerintah daerah minimal bisa keluar rumah untuk menghirup udara segar,” ucapnya.Subandi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi warga yang membutuhkan. Ia memastikan berbagai bantuan telah dan akan diberikan, mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan, dukungan dari Dinas Sosial, hingga bantuan tambahan dari Baznas. “Tadi sudah saya sampaikan, bantuan dari BPJS ada, Dinas Sosial juga ada. Nanti ada tambahan lagi Rp600 ribu per bulan yang akan diambilkan dari Baznas,” jelasnya.Sementara itu, Lina menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan pemerintah daerah. Bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya dalam merawat dan memenuhi kebutuhan kesehatan Naysha. “Alhamdulillah, nek diparingi ngeten, saget didhamel beraktivitas,” ucapnya. (Mar)

Selengkapnya
23 Dec 2025

Pemkab Sidoarjo Segera Renovasi Rumah Kakek Pencari Rongsokan

KOMINFO, Sidoarjo - Usia Sutikno sudah mencapai 81 tahun. Namun ia masih bergelud dengan dunia. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Sutikno harus rela berkeliling mencari rongsokan. Namun Sutikno masih bisa bersyukur akan kondisinya. Memiliki tempat tinggal sendiri adalah salah satu alasannya untuk tetap bersyukur. Meski rumah yang ditempatinya terbilang tidak layak huni. Memiliki rumah yang nyaman untuk ditinggali bersama istri, anak serta menantu dan tiga cucunya cuma menjadi angan-angannya saja selama ini. Akhirnya harapan Sutikno untuk tinggal dirumah yang nyaman itu terwujud. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi datang kerumahnya di Desa Pranti Kecamatan Sedati, Selasa, (23/12). Bupati membawa kabar gembira kepada Sutikno. H. Subandi memastikan rumah reot itu akan direnovasi. "Kondisi rumah ini betul-betul tidak layak huni, atapnya yang masih kayu pring dan banjir, mudah-mudahan segera diperbaiki biar bapak ini segera menempati rumah layak huni," ucapnya. Bupati H. Subandi juga mengatakan rumah Sutikno juga akan dilakukan peninggian. Pasalnya rumah itu kerap kebanjiran ketika hujan turun. Ia meminta Baznas Sidoarjo secepatnya merenovasi rumah Sutikno. "Rumah ini kalau hujan banjir, kalau tidak segera diperbaiki kasihan bapaknya yang sudah tua ini, kesehatannya dapat terganggu," pintanya kepada Baznas Sidoarjo yang ikut mendampingi. Sutikno bersama istrinya mengaku gembira kabar  rumahnya akan diperbaiki. Dikatakannya rumah yang ditinggalinya bersama tujuh orang anggota keluarganya itu kerap banjir. Bahkan banjir semakin parah jika banjir rob datang. Tingginya bisa mencapai lutut orang dewasa. "Nek udan tok namung sak monten (kalau hujan saja segini)," ucap Sutikno sambil menunjuk dibawah lututnya. Git

Selengkapnya
23 Dec 2025

Sidoarjo Puncaki Kualitas SDM di Jawa Timur

KOMINFO, Sidoarjo - Kabupaten Sidoarjo menorehkan catatan emas dalam peta pembangunan regional tahun 2025. Dengan raihan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,35, Sidoarjo resmi mengukuhkan diri sebagai kabupaten dengan kualitas sumber daya manusia terbaik di Jawa Timur. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan potret nyata dari denyut nadi perbaikan kualitas hidup masyarakatnya.Keberhasilan menempati peringkat tertinggi di tingkat kabupaten se-Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi publik telah membuahkan hasil konkret. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan IPM Sidoarjo pada 2025 mencapai 0,82 persen, sebuah lompatan yang mencerminkan keberhasilan dalam mengelola tiga pilar utama: umur panjang, pengetahuan, dan standar hidup layak.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Isma`il, S.Si., M.Ec.Dev., menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi pembangunan jangka panjang."Angka 83,35 ini menempatkan Sidoarjo dalam kategori `Sangat Tinggi`. Ini adalah buah dari perbaikan di semua lini, terutama pada dimensi umur panjang dan hidup sehat di mana Umur Harapan Hidup saat lahir telah menyentuh 76,08 tahun, serta dimensi pengetahuan dengan Harapan Lama Sekolah mencapai 15,23 tahun," ujar Isma’il.Di sektor ekonomi, daya beli masyarakat tetap terjaga meski dihantam dinamika global. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan kini berada di angka Rp 16.366.000 per tahun. Hal ini didorong oleh sektor UMKM dan industri manufaktur yang tetap resilien sebagai tulang punggung ekonomi wilayah penyangga ibu kota provinsi ini.Namun, di balik kebanggaan tersebut, terdapat catatan reflektif. Realisasi 83,35 tersebut masih menyisakan selisih tipis sebesar 0,16 poin dari target ambisius 83,51. Isma’il menjelaskan bahwa kesenjangan kecil ini dipengaruhi oleh dinamika demografi yang kompleks."Sidoarjo adalah magnet bagi kaum urban. Tingginya laju migrasi penduduk ke Sidoarjo memberikan tekanan tersendiri pada fasilitas publik. Pemerintah harus bekerja ekstra keras memastikan infrastruktur pendidikan dan kesehatan tetap mampu melayani populasi yang terus bertambah agar kualitas hidup tidak terdelusi oleh kuantitas penduduk," tambahnya.Menatap masa depan, tantangan Sidoarjo adalah memeratakan kualitas hingga ke wilayah pinggiran. Target 83,51 bukan sekadar angka, melainkan janji kesejahteraan yang menuntut akselerasi digitalisasi layanan publik dan penguatan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Sidoarjo kini tidak lagi sekadar bergerak menjadi kabupaten maju, melainkan sedang bertransformasi menjadi mercusuar keunggulan sumber daya manusia di Jawa Timur.Menanggapi itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengaku senang. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama semua pihak. Bukan cuma pemerintah, tapi berbagai stake holder yang selama ini berkiprah di Kabupaten Sidoarjo. “Berbagai Pembangunan tidak mungkin hanya bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Makanya, kita terus menguatkan sinergi dengan pihak-pihak lain. Supaya Sidoarjo terus berkembang dan maju. Serta berdampak pada kesejahteraan Masyarakat,” kata bupati.Diharapkan pula, tingginya SDM di Sidoarjo bisa merata di semua wilayah. Demikian pula pertumbuhan ekonomi, bukan hanya di Kawasan perkotaan saja, tapi diupayakan bisa merata ke semua desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo.(Hums).

Selengkapnya
21 Dec 2025

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

KOMINFO, Sidoarjo - Dipenghujung Tahun 2025 Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo menggelar Festival Kota Lama Sidoarjo 2025 yang diselenggarakan dengan meriah di Parkir Timur Gor Sidoarjo, Minggu 21/12/2025.Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan optimalisasi potensi wisata, optimalisasi ekonomi kreatif UMKM dan semua mintra yang berkaitan dengan potensi lokal.Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati hadir dengan membuka secara langsung kegiatan ini, dalam acara yang dikemas dalam  tema "Harmoni Masa lalu dan Masa Kini " diwarnai dengan Pasar Tempoe Doeloe yang diikuti oleh seluruh OPD dan BUMD yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang menyajikan makanan berbahan dasar petis. Dalam sambutan Fenny menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata atas suksesnya penyelenggaraan acara hari ini.Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan merupakan upaya kolektif  untuk melestarikan budaya dan sejarah lokal, serta menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan cagar budaya Sidoarjo, serta memperkenal bahan makanan khas Sidoarjo. Dengan menikmati suasana tempo dulu, disini juga bisa mencicipi kuliner khas SidoarjoPemerintah Kabupaten Sidoarjo, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, berharap kegiatan ini dapat menjadi akselerator kebangkitan ekonomi kreatif lokal, mendorong UMKM, serta menjadikan Sidoarjo sebagai destinasi wisata yang menarik."Apa yang ada di Kabupaten Sidoarjo hari ini ada di festival kota lama Sidoarjo ini, untuk itu mari kita dongkrak perekonomian di Kabupaten Sidoarjo ini bersama-sama, kita belanjakan uang kita di Kabupaten Sidoarjo, dengan membelanjakan uang kita di UMKM Sidoarjo itu adalah bentuk komitmen kita bagaimana supaya uang kita berputar di sidoarjo saja sehingga perekonomian di Sidoarjo bisa kuat," katanya.Dengan memperkenalkan produk andalan Sidoarjo dengan blusukan kekampung-kampung olahan petis sama artinya dengan memperkenalkan bahwa Kabupaten Sidoarjo selain Kota  udang dan Bandeng sidoarjo juga termasuk kota penghasil petis."Mari kita apresiasi kegiatan ini, dimana selain lebih mengenalkan makanan berbahan dasar petis juga untuk memecahkan rekor Muri terbanyak memasak olahan makanan berbahan dasar petis," ucapnya.Pada kesempatan ini selain disediakan makan gratis sebanyak 3000 porsi makanan olahan petis,  pentas seni dan musik, pengolahan makanan petis bersama Chef Kong serta mecahan rekor MURI dengan sajian masakan olahan berbahan petis terbanyak juga melaunching Kalender Event Tahun 2025 Kabupaten Sidoarjo .Yu

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 910711