KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut disampaikannya di sela audiensi di ruang transit Pendopo Delta Wibawa pada Senin (2/3/2026) dengan jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur.Dalam kesempatan itu, Subandi menyampaikan apresiasi atas perkembangan Safe n Lock sebagai kawasan industri halal di Sidoarjo. Ia mengungkapkan bahwa sertifikasi halal melalui Dinas Pertanian juga telah berjalan dan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.“Alhamdulillah, saya bersyukur bahwa industri halal sudah ada di Sidoarjo. Terkait sertifikasi halal di Dinas Pertanian juga sudah berjalan. Mudah-mudahan dengan kehadiran Mas Fauzi hari ini, kita bisa mengajak UMKM yang belum memiliki sertifikasi untuk segera mendaftar, sehingga seluruh produk yang dipasarkan benar-benar sudah bersertifikat halal,” ujarnya.Subandi meminta koordinasi antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendata secara detail jumlah UMKM yang telah dan belum memiliki sertifikat halal. “Tadi disampaikan masih ada biaya Rp200 ribu dengan kuota gratis yang cukup besar. Kalau kuota itu habis, minimal Pemkab Sidoarjo bisa memfasilitasi agar seluruh UMKM di Sidoarjo bisa memiliki sertifikat halal,” tegasnya.Subandi juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi produk halal di tengah dinamika perdagangan internasional. Menurutnya, sebagai daerah dengan mayoritas penduduk Muslim, produk UMKM yang dikelola harus memiliki kejelasan dan jaminan halal.Sementara itu, Muhammad Fauzi, perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur menyampaikan bahwa terhitung mulai 18 Oktober 2026, seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal, termasuk UMKM. Karena itu, percepatan sertifikasi harus dilakukan agar pelaku usaha tetap bisa beroperasi dan menjaga perputaran ekonomi.“BPJPH menyiapkan 1.350.000 kuota sertifikat halal gratis, dengan alokasi Jawa Timur 216.986 kuota. Nah, jika hingga Juni mampu menghabiskan kuota tersebut, maka setelah itu di awal Juni kita bisa memperebutkan kuota nasional. Sementara Sidoarjo baru mencapai 38.000 sertifikat, sehingga perlu dukungan Pemkab dan kolaborasi lintas OPD untuk fasilitasi tambahan serta harus bergerak cepat agar UMKM tetap bisa berusaha dan perekonomian tetap berputar. Selain itu, diharapkan pembentukan ekosistem halal seperti Zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat) guna memperkuat pemasaran produk UMKM,” ujar Muhammad Fauzi.Subandi berharap para pelaku UMKM berlomba-lomba mengurus sertifikasi halal demi meningkatkan daya saing produk Sidoarjo. “Harapannya kita tahu data secara detail, mana yang sudah dan mana yang belum. Dengan data yang update, mekanisme tersebut akan memudahkan kita dalam pemasaran, terutama untuk penjualan barang yang betul-betul sudah ada sertifikasinya,” pungkasnya. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung penguatan kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sidoarjo dan manajemen ritel modern di Sidoarjo terkait pengelolaan kotak infaq di seluruh gerai se-Kabupaten Sidoarjo.Subandi menegaskan, program tersebut menjadi contoh konkret bagaimana partisipasi masyarakat, sektor swasta, dan lembaga dapat bersatu dalam memperkuat kesejahteraan daerah.“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama kita. Ketika pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial berjalan bersama, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh fakir miskin dan dhuafa,” ujar Subandi di sela audiensi di ruang transit Pendopo Delta Wibawa pada Senin (2/3/2026).Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen Indomaret, Alfamart, serta Lazisnu yang telah mendukung program sosial melalui pengumpulan dan penyaluran infaq secara lebih rapi dan transparan."Dengan cara seperti ini kesejahteraan akan tercapai dan kemiskinan akan kian turun," harapnya. Perwakilan Pengurus Cabang (PC) NU Care LAZISNU Sidoarjo, Dodik Dyauddin menjelaskan, kerja sama tersebut difokuskan pada optimalisasi pengelolaan kotak infaq yang telah tersebar di ratusan gerai Indomaret. Dari total sekitar 400 gerai Indomaret di Sidoarjo, sebanyak 380 gerai telah terpasang kotak infaq yang ditempatkan di bagian depan pintu masuk toko agar mudah dijangkau masyarakat.“Ke depan akan kami rapikan seluruh gerai yang belum terpasang kotak infaq agar bisa terdistribusi merata. Pelaporan juga akan dilakukan secara berkala dan transparan,” jelasnya.Dana yang terkumpul dari kotak infaq tersebut rata-rata mencapai lebih dari Rp10 juta per bulan. Seluruh dana disalurkan (tasharuf) untuk membantu fakir miskin dan dhuafa, termasuk program berbagi nasi bungkus setiap hari di Kantor PCNU Sidoarjo, santunan seribu anak yatim, serta berbagai kegiatan sosial lainnya."Seluruh infaq yang terkumpul akan kami salurkan kepada fakir miskin dan dhuafa yang benar-benar membutuhkan," tegaskan. Sementara itu, Wakil Kepala Cabang Sidoarjo PT. Indomarco Prismatama (Indomaret), Riki Mario menyampaikan bahwa dengan adanya kerja sama ini perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung agar dana infaq yang dihimpun benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.“Melalui sistem yang terkoordinasi, kami berharap transparansi semakin kuat dan kepercayaan masyarakat terus meningkat,” ujarnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi, menerima audiensi jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo di ruang transit Pendopo Delta Wibawa, Senin (2/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dan dukungan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan PHDI dalam pelaksanaan berbagai kegiatan dan program keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.Ketua PHDI Sidoarjo, Antok Rudianto, dalam kesempatan itu berkomitmen untuk terus mendukung program pembangunan yang dijalankan Pemkab Sidoarjo.“Kami siap mendukung seluruh program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kami juga berharap PHDI selalu dilibatkan dan dapat berkoordinasi dalam setiap agenda kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan umat serta penguatan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.Ia menambahkan, sinergi yang terjalin selama ini sudah berjalan baik dan perlu terus ditingkatkan.“Kami ingin komunikasi yang sudah baik ini semakin diperkuat, sehingga setiap kegiatan yang bersentuhan dengan umat Hindu dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas,” tambahnya.Bupati Sidoarjo, Subandi, menyambut positif komitmen tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.“Kami menyambut baik dukungan dari PHDI. Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif di Sidoarjo,” katanya.Subandi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai toleransi dan menjaga persatuan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya."Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkokoh kerukunan umat beragama sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo," tutupnya. Sebagai informasi, jumlah umat Hindu di Kabupaten Sidoarjo tercatat sekitar 3.500 kepala keluarga atau sekitar 7.000 hingga 8.000 jiwa. Saat ini terdapat enam tempat ibadah umat Hindu yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidoarjo. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan komitmennya untuk mempererat sinergi dalam mendorong kemajuan dan kemakmuran masjid di Sidoarjo. Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo H. Subandi di sela audiensi di ruang transit Pendopo Delta Wibawa pada Senin (2/3/2026) bersama jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi dan mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan DMI. Menurutnya, sejumlah kegiatan seperti pelatihan kurban dan program bersih-bersih masjid merupakan langkah positif yang patut didukung bersama. “Alhamdulillah, kalau kita melihat di Sidoarjo ini kurang lebih ada 1.492 masjid dan hampir 4.000 musholla. Saya yakin program-program yang disampaikan Ketua DMI dapat berjalan dengan baik apabila seluruh pengurus ikut terlibat aktif,” ujarnya.Subandi juga menyinggung insentif bagi imam masjid yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sebesar Rp2,5 juta per tahun. Ia berharap ke depan marbot masjid juga dapat memperoleh perhatian serupa.Ia mengakui saat ini kondisi fiskal daerah menghadapi tantangan, menyusul pemotongan transfer pusat ke daerah sebesar Rp450 miliar yang berdampak pada defisit anggaran sekitar Rp151 miliar. Meski demikian, ia menegaskan akan tetap berupaya mencari solusi agar insentif bagi marbot dapat diperjuangkan, baik melalui penyesuaian anggaran tahun 2026 maupun 2027. “Nanti kita hitung kembali total kebutuhannya. Kalau tidak terlalu berat, insyaallah akan kita ajukan sebagai bentuk penghargaan Pemkab kepada para marbot,” tegasnya.Selain itu, Subandi juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan takmir dan pembinaan masjid, termasuk pemetaan untuk mencegah potensi penyimpangan paham radikal. “Alhamdulillah, hari ini kita sudah membangun kebersamaan. Kegiatan-kegiatan keagamaan di Sidoarjo semakin kompak dan harmonis,” katanya.Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sidoarjo, Imam Mukozali, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati Sidoarjo terhadap program-program DMI di antaranya sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pelaksanaan Halaqah Zakat dan Halaqah Kurban, program “Bersih-Bersih Masjid Berkah”, serta program “Eco-Green Masjid” untuk mendorong masjid yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan lahan kosong untuk penghijauan dan tanaman produktif.Imam Mukozali menyebutkan telah terjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan syariah serta lembaga lainnya guna memberikan perlindungan keselamatan kerja bagi para marbot dan perhatian khusus yang dikemas dengan “Paket Lebaran Marbot Bahagia”.Di akhir sambutannya, Subandi berharap kepengurusan DMI ke depan dapat terus berlanjut dan semakin solid dalam memakmurkan masjid serta memperkuat ukhuwah Islamiah di Kabupaten Sidoarjo. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFOSidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial serta inspeksi mendadak (sidak) rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Krian, Minggu (1/3/2026).Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Martha Wara Kusuma, Baznas Sidoarjo, Camat Krian Nawari, anggota DPRD Sidoarjo M. Nizar, serta jajaran Forkopimka Krian. Dalam kesempatan itu, Subandi menyerahkan bantuan kursi roda kepada dua warga di Kecamatan Krian yang membutuhkan dukungan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.Penerima pertama adalah Siti Maimunah (63), warga Kelurahan Tambak Kemerakan, yang mengalami disabilitas karena usia lanjut. Bantuan serupa juga diberikan kepada Dwi Sri Wahyuningsih (60), warga Desa Jerukgamping, yang menderita stroke.Subandi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus. “Saya berharap kursi roda ini bisa membantu aktivitas sehari-hari dan bisa digunakan untuk bersilaturahmi dengan tetangga saat Lebaran,” ujarnya.Ia menambahkan, program bantuan sosial akan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, Baznas, dan Dinas Sosial agar para penyandang disabilitas tetap merasa diperhatikan dan tidak terabaikan. “Mudah-mudahan kursi roda ini bermanfaat dan keluarga diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan,” tutur Subandi memberi semangat kepada para penerima bantuan.Setelah penyerahan bantuan, Subandi melanjutkan agenda dengan melakukan sidak RTLH di dua rumah warga yang memerlukan perbaikan, yakni rumah Rokanah di Dusun Gresikan, Kelurahan Tambak Kemerakan dan Ony Murdianto di Desa Kraton.Saat meninjau rumah milik Rokanah, Subandi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Baznas untuk segera melakukan renovasi setelah Hari Raya Idulfitri."Semoga setelah Lebaran rumah ini segera diperbaiki. Temboknya dibenahi, atapnya diperbaiki, lantainya dikeramik, dan kamar mandinya yang masih darurat bisa dibuat lebih layak. Supaya panjenengan bisa berteduh dengan nyaman, juga untuk salat dan aktivitas lainnya,” jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, Subandi juga meninjau rumah milik Ony Murdianto (50), korban PHK yang telah lima tahun menganggur. Rumah tersebut juga masuk kategori tidak layak huni dan direncanakan segera mendapatkan program bedah rumah. Rencananya, bagian atap akan dibenahi, rumah dicat ulang, disediakan kloset yang layak dengan atap dan plafon, sehingga hunian menjadi lebih asri dan bersih. “Dengan kehadiran kita bersama, mudah-mudahan Pak Ony dan keluarga selalu sehat, dan kita bisa terus membantu warga yang membutuhkan,” tuturnya.Para penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Mereka berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup, mempermudah aktivitas sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi keluarga. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengajak jamaah Majelis Taklim Qurrota Ayun untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya kepada warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat menghadiri buka bersama anak yatim Nusantara yang digelar oleh Majelis Taklim Qurrota Ayun di Sun Hotel Sidoarjo, Sabtu (28/2/2026).Selain buka puasa bersama, acara juga diisi dengan doa bersama serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim.Dalam sambutannya, Mimik menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran Pemkab Sidoarjo akan terus peduli terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah.“Kami akan terus peduli dengan rakyat Sidoarjo. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.Ia juga mengatakan pentingnya peran masyarakat dalam membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang belum tersentuh bantuan sosial.“Apabila ada di sekitar panjenengan yang membutuhkan bantuan dari pemerintah, silakan disampaikan. Insyaallah kami siap membantu sesuai dengan kewenangan yang ada,” tegasnya.Momentum tersebut juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-55. Di hadapan para jamaah, Mimik memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.“Saya mohon doa agar diberikan kesehatan dan kemampuan untuk terus mengabdi kepada masyarakat Sidoarjo,” ungkapnya."Saya juga berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga," tambahnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H.Subandi bersama Dinas PUBM Sidoarjo terus menggenjot percepatan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Tulangan, Candi, dan Porong. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus menunjang kelancaran mobilitas dan perekonomian warga, Sabtu (28/2/2026).Dalam peninjauan lapangan di sejumlah titik di tiga kecamatan tersebut, ditemukan bahwa kondisi aspal jalan yang ada sudah cukup tua dan membutuhkan penanganan serius. Perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.Ke depan, pemerintah daerah berencana menyusun master plan penanganan jalan yang ditargetkan rampung pada tahun 2027. Melalui perencanaan tersebut, akan dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi jalan di seluruh wilayah, termasuk menentukan ruas jalan yang perlu dilakukan betonisasi, overlay, maupun perawatan rutin.Bupati Sidoarjo, H.Subandi menegaskan bahwa perencanaan yang matang menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur tidak lagi dilakukan secara tambal sulam.“Kita ingin ada master plan yang jelas, sehingga penanganan jalan bisa tepat sasaran. Mana yang harus dibetonisasi, mana yang cukup overlay, dan mana yang perawatan rutin. Jangan sampai anggaran terbuang karena perencanaannya tidak matang,” tegasnya.Ia juga menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi seperti pemetaan menggunakan drone akan dilakukan untuk melihat kondisi jalan secara menyeluruh, termasuk menentukan kapasitas tonase kendaraan pada ruas jalan yang akan ditingkatkan kualitasnya.Saat ini tercatat 16 titik jalan rusak telah selesai diperbaiki dan sekitar 25 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan di wilayah Tulangan, Candi, dan Porong. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan seluruh pekerjaan tersebut rampung sebelum Hari Raya Idulfitri.“Target kita sebelum Lebaran seluruh pekerjaan selesai. Ini tanggung jawab kita kepada rakyat. Masyarakat sudah membayar pajak, maka mereka harus bisa menikmati jalan yang mulus dan aman,” ujar Bupati H.Subandi.Untuk menjamin kualitas pekerjaan, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap kontraktor pelaksana. Kontraktor yang tidak memenuhi standar kualitas pekerjaan tidak akan diberikan perpanjangan kontrak.Selain itu, H.Subandi mengajak seluruh stakeholder, termasuk camat, pemerintah desa, media, serta masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.“Silakan diawasi bersama. Kalau pekerjaannya tidak sesuai, laporkan. Kita ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan infrastruktur jalan yang layak, aman, dan berkelanjutan. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sabtu 28/02/2026, Bupati Sidoarjo Subandi bersama Kepala Dinas PUBM Muhammad Makhmud serta Camat Candi meninjau DAM Kedungpeluk yang telah selesai pengerjaannya, namun Subandi menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilai belum maksimal hasilnya dan meminta kontraktor perbaikan segera melakukan perbaikan."Bisa dikatakan pembangunan ini selesai ya selesai namun ada masih ada beberapa pengerjaan yang kurang bagus, banyak catatan-catatan yang harus diperbaiki karena terkesan dipaksakan dan kita sampaikan ke Kadis PU agar dikoreksi karena ingin kontraktor yang bagus dan berkualitas,” katanyaIa pun menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan memperketat pengawasan proyek infrastruktur agar tidak lagi terjadi keterlambatan maupun kualitas rendah. Menurutnya, kontraktor yang terlambat akan tetap dikenai denda sesuai aturan.“Kalau sudah terlambat ya dendanya tetap berjalan. Tidak mungkin dapat apa-apa kalau deviasi tinggi dan pekerjaan terlambat. Kalau kejar waktu biasanya kualitas tidak maksimal. Ini yang kita koreksi,” tegasnya.Bupati mengharapkan agar DAM Kedungpeluk ini dapat membantu mengurangi banjir di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya. Meski demikian, perbaikan tetap harus dilakukan agar fasilitas dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman.“Yang penting sekarang sudah selesai dan bisa difungsikan walaupun ada kekurangan harus segera dibenahi, begitupun pada area terdampak pembangunan dalam satu minggu ini kontraktor harus sudah merapikan, termasuk pemadatan tanah dan pembersihan sisa material,” ucapnya.Sementara itu Kepala Dinas PUBM Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan bahwa progres pembangunan Dam Kedungpeluk telah mencapai 100 persen. Namun masih ditemukan sejumlah kekurangan teknis yang sedang dicatat untuk disampaikan ke kontraktor.“Kalau hitungan tim pengawas sudah 100 persen namun masih ada kekurangan di beberapa titik dan Itu sedang kami inventarisir dan akan kami sampaikan ke kontraktor untuk diperbaiki,” katanyaIa menambahkan, beberapa dampak pekerjaan seperti jalan terdampak dan aliran air yang meluber ke permukiman juga akan menjadi tanggung jawab penyedia jasa untuk dikembalikan seperti semula.“Dampak pekerjaan seperti jalan dan aliran air yang berubah harus dikembalikan seperti kondisi awal. Itu kewajiban kontraktor dan sudah kami catat,” pungkasnya.yu
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pengelolaan sampah di Sidoarjo mendapat pengakuan pemerintah pusat. Dari total 514 kabupaten/kota se-Indonesia, Kabupaten Sidoarjo masuk dalam 35 daerah penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih tahun 2025. Bahkan, masuk dalam 10 besar. Predikat tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1048 Tahun 2026 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025.Plakat penghargaan diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartika, Jakarta, Rabu (25/2).Adapun kriteria penilaian meliputi aspek anggaran dan kebijakan, sumber daya manusia dan fasilitas pengelolaan sampah, serta capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan.Secara nasional, hasil penilaian tahun 2025 terbagi dalam beberapa kategori, yakni Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Menuju Kota Bersih, Kabupaten/Kota dalam Pembinaan, dan Kabupaten/Kota dalam Pengawasan. Namun, tahun ini belum ada daerah yang meraih Adipura maupun Adipura Kencana.Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan kinerja pengelolaan sampah secara nasional."Ini dari penilaian kinerja pengelolaan sampah nasional kita. Tentu belum seluruhnya sempurna tata cara penilaiannya, tetapi kita berupaya untuk sekomprehensif mungkin. Jadi kita tidak menilai di mukanya kota atau mukanya kabupaten, kita langsung di belakangnya, di dapur, sungai, dan seterusnya," ujar Hanif Faisol.Hanif menegaskan, hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten/kota yang memenuhi syarat untuk mendapatkan predikat kota bersih luar biasa. Predikat tertinggi yang diberikan baru sebatas sertifikasi menuju kota bersih."Paling tinggi dari pelaksanaan tata kelola sampah hanya pada sertifikasi menuju kota bersih. Jadi itu didedikasikan pada 35 kabupaten kota yang terbaik. Hanya dua terbaik untuk klaster kota," jelasnya.Ada sejumlah perubahan indikator penilaian tahun 2025. Salah satunya, porsi anggaran pengelolaan sampah minimal tiga persen dari total APBD menjadi komponen dengan bobot besar dalam penilaian.Selain itu, ketersediaan SDM, termasuk penyuluh persampahan yang efektif, serta capaian kinerja pengurangan dan penanganan sampah juga menjadi perhatian utama.Penghargaan tersebut juga dikaitkan dengan penguatan program kebersihan daerah yang selaras dengan kebijakan pusat, termasuk Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.Bupati Sidoarjo H. Subandi berbangga Sidoarjo bisa menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah. Penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, termasuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. "Upaya ini butuh peran bersama agar terus konsisten menjaga lingkungan bersih dan asri selaras dengan program Presiden Prabowo," kata Subandi. Subandi menegaskan pengelolaan lingkungan tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir namun penguatan kebiasaan sejak dari sumber. Karena itu, edukasi pemilahan sampah, pengurangan limbah rumah tangga, serta pemanfaatan kembali material yang masih bernilai terus diperkuat melalui berbagai program di tingkat masyarakat. Termasuk dengan meningkatkan partisipasi masyarakat lewat berbagai program seperti Jumat Bersih. (Mas).
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (26/2/2026). Para aktivis mahasiswa dari PMII itu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.Bupati Sidoarjo Subandi menanggapi tuntutan para mahasiswa itu dengan sejumlah program strategis. Ia memaparkan empat rencana induk (masterplan) pembangunan 2026 saat menemui massa aksi.Empat sektor prioritas tersebut meliputi pendidikan, perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan taman atau ruang terbuka hijau, serta pembenahan sistem irigasi dan normalisasi sungai.Dalam dialog bersama mahasiswa, Subandi menegaskan bahwa seluruh perencanaan telah disusun berbasis data dan pemetaan kebutuhan hingga tingkat kecamatan. Penyusunan tersebut dilakukan bersama Institut Teknologi Sepuluh (ITS) pada 2025.“Terkait masterplan pendidikan, semuanya sudah terdata. Kecamatan mana saja yang masih tertinggal, insyaallah tahun 2026 akan kita bangun sesuai perencanaan bersama ITS. Saya minta ini dikawal. Silakan beraudiensi dengan dinas terkait,” ujarnya. Bupati juga menyinggung evaluasi di sektor infrastruktur jalan. Menurutnya, perbaikan kini dilakukan di 26 titik di sejumlah kecamatan, dengan pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan. Bahkan, pergantian pejabat di Dinas PU PR telah dilakukan menyusul temuan proyek jalan yang cepat rusak. Terkait pembangunan sirkuit balap resmi, Subandi menyebut desain dan perencanaan teknis telah disiapkan dan ditargetkan mulai 2027 dengan penyelesaian bertahap selama lima tahun. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menekan praktik balap liar di jalan umum.Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah daerah mengklaim terus mengintensifkan pelatihan kerja dan mendorong perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan fiskal akibat berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp 450 miliar pada 2026. Paparan tersebut disampaikan Subandi setelah menemui puluhan mahasiswa PC PMII Sidoarjo yang menggelar aksi bertajuk “Marhaban Ya Melawan”. Aksi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan orasi bergantian dan pembentangan spanduktuntutan. Ketua PC PMII Sidoarjo, Muhammad Alfien Ananta, menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik. “Ini bukan sekadar aksi turun ke jalan, tetapi komitmen moral mahasiswa untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat. Kami akanterus menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujarnya.Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada Pemkab dan DPRD Sidoarjo, meliputi prioritas pendidikan, percepatan perbaikan jalan, evaluasi drainase dan tata ruang, kebijakan ketenagakerjaan untuk tenaga lokal, pembangunan sirkuit resmi, keterbukaan program MBG, publikasi data anggaranpusat kreativitas, serta kejelasan progres proyek daerah. Aksi berlangsung hingga malam hari. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal realisasi program yang telah dipaparkan pemerintah daerah serta memastikan adanya tindak lanjut konkret atas tuntutan yang disampaikan.(mas)
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1539401