Berita

13 Aug 2026

Digitalisasi Retribusi Pasar Sidoarjo Dorong PAD dan Permudah Pembayaran Pedagang

KOMINFO, Sidoarjo – Pembayaran retribusi pasar di Kabupaten Sidoarjo mulai beralih ke sistem digital melalui MyRetribusi, sebagai upaya pemerintah mempermudah transaksi bagi pedagang sekaligus meningkatkan transparansi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).Percepatan digitalisasi tersebut ditandai dengan peluncuran PASAR JAGO (Pasar Sidoarjo Jaringan Go-Digital) dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, pada Kamis (13/8/2026).Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kab. Sidoarjo, Yudi Irianto mengatakan digitalisasi retribusi pasar yang mulai diintensifkan sejak Mei 2026 menunjukkan hasil positif. Dari 19 pasar daerah yang menjadi sasaran, saat ini layanan pembayaran digital MyRetribusi telah diterapkan di 12 pasar.“Sejak awal implementasi pada Mei lalu, tercatat 2.109 transaksi. Hingga pertengahan Agustus 2026, jumlahnya sudah mencapai 26.093 transaksi melalui dashboard MyRetribusi. Ini menunjukkan masyarakat, khususnya pedagang, mulai beradaptasi dengan pembayaran digital,” ujarnya.Menurut Yudi, manfaat digitalisasi tidak hanya dirasakan dari sisi kemudahan transaksi, tetapi juga berdampak terhadap penerimaan daerah. Rata-rata mutasi rekening pasar pada Januari-April 2026 tercatat sekitar Rp1,15 miliar per bulan. Setelah MyRetribusi berjalan pada periode Mei-Juli, rata-rata penerimaan meningkat 23,7 persen menjadi sekitar Rp1,42 miliar per bulan.“Digitalisasi memberikan sistem pembayaran yang lebih tercatat, transparan dan mudah dipantau. Ini penting agar setiap transaksi retribusi yang dibayarkan pedagang dapat masuk dalam sistem dan pada akhirnya memberikan kontribusi optimal terhadap PAD,” jelasnya.Dikatakannya, tren penggunaan transaksi digital juga terus meningkat. Porsi penerimaan digital yang pada Mei baru mencapai 2,7 persen, meningkat menjadi 33,4 persen atau sekitar Rp170 juta pada Agustus 2026.Selain meningkatkan transparansi penerimaan, penerapan MyRetribusi juga ditargetkan mengurangi biaya administrasi pemerintah. Mulai 2027, digitalisasi secara penuh diproyeksikan dapat menghilangkan kebutuhan pencetakan karcis retribusi manual yang selama ini membutuhkan anggaran sekitar Rp500 juta per tahun.Yudi menegaskan keberhasilan transformasi digital tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama para juru pungut retribusi pasar yang menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.“Transformasi digital tidak akan berhasil hanya dengan membangun sistem. Yang paling penting adalah bagaimana sistem tersebut benar-benar digunakan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada para juru pungut yang mau beradaptasi dan menjadi bagian penting dari perubahan ini,” katanya.Ia berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat agar digitalisasi retribusi dapat diperluas ke seluruh 19 pasar di Sidoarjo. Menurutnya, digitalisasi harus dipandang sebagai instrumen untuk membangun tata kelola penerimaan daerah yang semakin efektif, bukan sekadar perubahan cara pembayaran.Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan digitalisasi pasar bukanlah proses yang terjadi secara instan. Upaya tersebut telah dirintis sejak 2017 dan membutuhkan waktu panjang untuk membangun kesiapan pengelola pasar, pedagang maupun masyarakat.“Kalau kita melihat perjalanan sejak 2017 sampai sekarang, tentu bukan waktu yang sebentar. Hampir sembilan tahun kita membangun pemahaman dan kesiapan bersama. Hari ini kita ingin menunjukkan bahwa komitmen digitalisasi itu sudah semakin nyata,” ujarnya.Fenny menyebut kehadiran MyRetribusi menjadi upaya pemerintah daerah untuk mempercepat perubahan di seluruh 19 pasar yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, digitalisasi akan memberikan manfaat apabila masyarakat mendapatkan layanan yang lebih mudah, cepat dan transparan.“Digitalisasi ini bukan hanya soal bagaimana membayar retribusi. Lebih jauh, ini tentang bagaimana pemerintah memberikan pelayanan yang mengikuti kebutuhan masyarakat. Pedagang tidak perlu lagi bergantung pada transaksi tunai dan pemerintah juga memiliki pencatatan penerimaan yang lebih baik,” jelasnya.Ia menambahkan, transformasi digital harus dilakukan secara menyeluruh di berbagai lini pemerintahan daerah. Pembayaran digital diharapkan tidak berhenti pada retribusi pasar, tetapi berkembang menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi dengan pemerintah daerah.“Ke depan, digitalisasi harus masuk ke semua lini. Kita ingin masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital, sehingga pelayanan pemerintah menjadi lebih praktis, transparan dan akuntabel,” tegas Fenny.Perwakilan Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa penguatan sistem pembayaran digital merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem pembayaran sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ekosistem pembayaran yang aman, efisien dan mudah diakses dinilai penting untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi aktivitas masyarakat.Peluncuran PASAR JAGO turut mendapat dukungan Bank Indonesia dan Bank Jatim melalui penguatan ekosistem pembayaran digital, termasuk penyediaan QRIS Experience dan infrastruktur pembayaran retribusi pasar. (Dew)

Selengkapnya
13 Aug 2026

Wabup Mimik Pimpin Ziarah Makam Pahlawan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Pramuka ke-65

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana memimpin upacara ziarah makam pahlawan dalam rangka Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Sidoarjo, Kamis (13/8/2026) pagi. Kegiatan itu menjadi momentum meneguhkan kembali nilai pengabdian, rela berkorban, gotong royong dan cinta tanah air kepada generasi muda. Ziarah dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara penghormatan, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di makam para pahlawan. Unsur pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo turut serta dalam kegiatan tersebut.  Mimik menyampaikan bahwa ziarah makam pahlawan tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan Hari Pramuka. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. “Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara. Semangat rela berkorban, disiplin, gotong royong dan pantang menyerah yang mereka tunjukkan harus terus kita teladani, khususnya oleh generasi muda dan anggota Pramuka,” ujar Mimik. Menurutnya, semangat kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian. Karena itu, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. “Pramuka harus menjadi generasi yang memiliki jiwa pengabdian. Kita ingin semangat para pahlawan ini diteruskan melalui karya, kepedulian dan tanggung jawab dalam membangun bangsa, termasuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” katanya. Mimik juga mengajak seluruh anggota Pramuka untuk terus menjaga rasa cinta tanah air dan memperkuat semangat persatuan. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Namun, nilai perjuangannya tetap relevan untuk diterapkan. “Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan, sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, menjaga persatuan dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” tuturnya. Mimik berrharap momentum Hari Pramuka ke-65 dapat menjadi refleksi bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Sidoarjo untuk semakin meningkatkan semangat pengabdian. "Jadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai teladan. Terus tumbuhkan semangat nasionalisme, gotong royong dan kepedulian. Dengan begitu, Pramuka dapat menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan siap membangun Sidoarjo serta Indonesia,” tandasnya. (Son) 

Selengkapnya
12 Aug 2026

Kukuhkan Ratusan Kepala SD dan SMP Negeri, Bupati Subandi Ingatkan Jabatan Itu Amanah

KOMINFO, Sidoarjo - Ratusan kepala sekolah SD dan SMP negeri menjalani mutasi dan promosi. Total 254 kepala SD dan SMP negeri dikukuhkan oleh Bupati Sidoarjo, Subandi di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (12/8/2026). Tugas besar mereka memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah di Kabupaten Sidoarjo.  “Kepala sekolah harus memastikan tidak ada anak Sidoarjo yang putus sekolah karena alasan ekonomi, dan setiap potensi mendapat kesempatan untuk berkembang,” kata Subandi di hadapan ratusan kepala sekolah serta pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo.  Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Subandi mengucapkan selamat atas  amanah yang diemban sebagai para kepala sekolah. Dia berpesan, kepala sekolah harus mampu memegang teguh tanggung jawab memimpin satuan pendidikan. Harus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo. Jabatan kepala sekolah bukanlah tempat mencari kenyamanan, melainkan ruang untuk menunjukkan kinerja terbaik dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sumber daya manusia.  “Bapak dan Ibu kepala sekolah, ingatlah bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi, melainkan amanah sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak budaya positif, dan penentu arah perubahan,” ucapnya. Subandi menegaskan, sekolah maju lahir dari kepemimpinan yang mampu menggerakkan guru, memastikan setiap anak mendapat pendidikan bermutu, serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak didik. Disampaikan kembali bahwa sekolah merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Visi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2025–2030 adalah “Menata Desa, Membangun Kota: Menuju Sidoarjo Metropolitan Inklusif, Berdaya Saing, Sejahtera, Dan Berkelanjutan”. Visi dan misi itu hanya terwujud dengan sumber daya manusia yang kuat dan berkualitas. “Peran kepala sekolah di sini, membentuk generasi masa depan melalui pendidikan yang inklusif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.Subandi juga meminta seluruh kepala sekolah mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya adalah program 20.000 beasiswa pendidikan. Kepala sekolah harus memastikan tidak ada anak Sidoarjo yang putus sekolah karena alasan ekonomi.  “Pemerintah daerah berkomitmen pada program prioritas, termasuk 20.000 beasiswa pendidikan,” sebutnya. Subandi juga mewanti-wanti para kepala sekolah agar lebih bijak menyikapi kegiatan ODL (outdoor learning). Pelaksanaan pembelajaran di luar kelas tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, pelaksanaan ODL cukup di dalam daerah saja. Cukup di dalam Provinsi Jawa Timur.  “Kadang saya kasihan melihat ODL terlalu jauh. Apalagi ada anak yang tidak mampu. Ini kan jadi kesenjangan yang ada di sekolah. Bapak kelola dengan baik. Tidak usah jauh-jauh. Yang penting teman-teman mampu,” ucapnya. Subandi juga berpesan kepada kepala sekolah yang baru agar cermat dalam mengelola program bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Program perbaikan fasilitas sekolah tersebut diharapkannya dapat dikerjakan dengan baik. Pembangunannya harus sesuai spek. Komunikasi yang baik harus dilakukan dengan kontraktor yang sudah ditunjuk.  "Karena, saya takutnya kepala sekolah yang baru ini butuh adaptasi. Jangan sampai nanti ada kepala sekolah yang baru. Dia, sebagai pengelola swakelola, ternyata pengelolaanya pembangunan tidak sesuai dengan spek, tidak sesuai dengan pembangunan,” tandasnya. Subandi berharap tidak ada kepala sekolah yang tersangkut kasus hukum akibat buruknya pelaksanaan program revitalisasi di sekolahnya. Ia berpesan agar kepala sekolah meminta pendampingan kepada Inpektorat Kabupaten Sidoarjo dalam menjalankan program swakelola tersebut. "Silakan Pak Inspektur kasih pendampingan. Biarkan nanti teman-teman kepala sekolah ini betul-betul mendapat pendampingan dalam program perbaikan yang ada di sekolahnya agar selesai dengan baik. Tidak ada urusan dan masalah dengan APH,” ucapnya. Ia juga menegaskan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah ini bebas dari titipan. Dia meyakinkan bahwa 100 persen tidak ada gratifikasi dalam pengisian pejabat kepala sekolah SD SMP negeri kali ini. Jika suatu saat diketahui ada gratifikasi dalam pengisian jabatan kepala sekolah, sanksinya tegas. Yaitu, diberhentikan dari aparatur sipil negara (ASN) dan guru.  “Kalau sampai terjadi ada gratifikasi, akan kita berhentikan. Satu sebagai ASN. Yang kedua sebagai guru. Ini penting karena Panjenengan semua adalah pembangun generasi. Masa depan anak kita bergantung Panjenengan,” ucapnya. Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih mengatakan, dari 254 kepala sekolah tersebut, 90 kepala sekolah SD negeri merupakan jabatan hasil promosi. Sisanya hanya bergeser tempat, tetap menjabat sebagai kepala sekolah. Sedangkan jabatan promosi kepala sekolah SMP negeri diisi sebanyak 12 orang. Sisanya hanya mutasi ke SMP negeri lain, yaitu sebanyak 15 orang. Menurut dia, poses seleksi pemilihan kepala sekolah dilakukan secara transparan. Serangkaian tahapan mulai seleksi administrasi hingga wawancara telah dilakukan untuk menetapkan seorang ASN lolos menjabat sebagai kepala sekolah. Tim Penilai Kinerja (TPK) dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang menentukan promosi jabatan kepala sekolah. "Kemudian mutasi juga begitu. Ini juga ada penilaian dari PPK yang dipimpin oleh Ibu Sekda. Kemudian ditetapkan oleh SK Bapak Bupati," jelasnya. Proses selanjutnya dilaksanakan melalui aplikasi yang namanya aplikasi SIM KSPSTK (Sistem Informasi dan Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan) dari Kemendikdasmen. Juga ada aplikasi dari BKN. Input dua aplikasi itu disinkronisasi sampai keluar pertek (pertimbangan teknis).  "Pertek-nya turun, kemudian baru bisa dilakukan proses pengukuhan hari ini," bebernya. Git/mas 

Selengkapnya
11 Aug 2026

Ketika Delta Brantas Menjadi Awal Sebuah Peradaban

BABAD SIDOARJO Seri I: Babad Kahuripan Menelusuri Jejak Airlangga dan Awal Peradaban Delta Brantas “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya.” — Ir. SoekarnoKOMINFO, Sidoarjo - Jauh sebelum berdiri sebagai sebuah kabupaten, wilayah yang kini dikenal sebagai Sidoarjo merupakan bagian dari bentang alam Delta Brantas. Sungai Brantas beserta cabang-cabangnya membentuk hamparan tanah aluvial yang subur, jalur perdagangan yang ramai, dan pusat pertumbuhan permukiman sejak lebih dari seribu tahun silam.Dalam lintasan sejarah Jawa Timur, kawasan ini pernah menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Airlangga. Kerajaan yang berdiri pada awal abad ke-11 itu menjadi tonggak kebangkitan Jawa Timur setelah keruntuhan Kerajaan Medang akibat peristiwa Mahapralaya.Meski para ahli masih memperdebatkan letak pasti ibu kota Kahuripan, hampir semua sepakat bahwa kawasan Delta Brantas memiliki peran penting sebagai pusat pertanian, jalur transportasi sungai, dan penggerak roda perekonomian kerajaan.Mahapralaya yang Mengubah Arah SejarahSekitar tahun 1016 Masehi, Kerajaan Medang mengalami kehancuran akibat serangan Haji Wurawari. Peristiwa itu dikenal dalam historiografi Jawa sebagai Mahapralaya. Istana luluh lantak, Raja Dharmawangsa Teguh gugur, sementara seorang pangeran muda bernama Airlangga berhasil menyelamatkan diri bersama pengikut setianya, Narottama. Kisah pelarian itu kemudian terekam dalam Prasasti Pucangan, salah satu sumber primer terpenting mengenai kehidupan Airlangga.Setelah beberapa tahun hidup dalam pengasingan, Airlangga berhasil menghimpun kembali kekuatan politik dan militer. Pada sekitar tahun 1019 Masehi, ia dinobatkan sebagai raja dan mendirikan Kerajaan Kahuripan—sebuah nama yang berasal dari kata hurip atau kehidupan, melambangkan harapan akan lahirnya kembali ketenteraman setelah masa peperangan panjang.Prasasti Pucangan adalah sebuah batu prasasti penting peninggalan masa pemerintahan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan yang berangka tahun 963 Saka (1041/1042 Masehi) - Source doc foto Instagram Hilmar Farid - Sejarawan, Aktivis dan PengajarDelta Brantas, Nadi Kehidupan KerajaanKeberhasilan Airlangga tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militernya, tetapi juga oleh kemampuannya mengelola sumber daya air. Sungai Brantas menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan mobilitas penduduk. Wilayah yang kini menjadi Kabupaten Sidoarjo berada di bagian hilir sistem sungai tersebut, sehingga memiliki posisi yang sangat strategis dalam jaringan ekonomi kerajaan.Salah satu bukti nyata perhatian Airlangga terhadap pengelolaan air adalah pembangunan Bendungan Waringin Sapta, yang dicatat dalam Prasasti Kamalagyan. Prasasti tersebut ditemukan di wilayah Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, dan menjadi bukti bahwa kawasan ini telah memiliki arti penting dalam pembangunan infrastruktur dan pengendalian banjir sejak abad ke-11.Prasasti Pucangan, Sumber Utama Sejarah AirlanggaKetua Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia, Dr. Ninie Susanti, menegaskan bahwa Prasasti Pucangan merupakan sumber sejarah yang sangat penting untuk memahami perjalanan hidup Airlangga."Prasasti Pucangan merupakan peninggalan penting di Nusantara, karena prasasti tahun 1037 Masehi itu berisi tentang riwayat hidup Raja Airlangga yang paling lengkap," ujarnya.Menurut Ninie Susanti, prasasti tersebut bukan hanya menceritakan silsilah Airlangga, tetapi juga merekam proses kebangkitan kembali Jawa Timur setelah masa kehancuran. Karena itu, Prasasti Pucangan menjadi rujukan utama para sejarawan dalam merekonstruksi sejarah Kahuripan.Garudamukha lancana adalah cap atau lambang kerajaan berbentuk muka burung Garuda yang digunakan oleh Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan pada abad ke-11 Masehi - source doc foto Museum Indonesia.Garudamukha: Simbol Kebangkitan dan Legitimasi KekuasaanTidak hanya tercatat dalam lembaran aksara Kawi, jejak kekuasaan Airlangga juga ditandai dengan penggunaan simbol Garudamukha Lancana—lambang resmi Kerajaan Kahuripan pada abad ke-11 Masehi yang dipahat pada bagian puncak prasasti-prasasti keluarannya.Nama Garuda berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam mitologi Hindu, Garuda digambarkan sebagai kendaraan (wahana) Dewa Wisnu—salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) yang dipercaya sebagai Sang Pemelihara Alam Semesta. Garuda dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor, dan moncong burung elang, serta tubuh, tangan, dan kaki seorang manusia.Bagi Airlangga, penggunaan simbol Garuda bukan sekadar hiasan, melainkan legitimasi spiritual bahwa pemerintahannya hadir untuk memulihkan dan memelihara kembali kedamaian Jawa Timur pascakehancuran. Keagungan lambang Garuda ini kelak terus dipakai dan diwarisi oleh raja-raja Kerajaan Jenggala (abad ke-14–15 Masehi), yang dianggap sebagai penerus sah Kerajaan Airlangga di kawasan Delta Brantas.Perspektif SejarawanGuru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Prof. Agus Aris Munandar, menjelaskan bahwa Prasasti Pucangan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam historiografi Jawa karena merupakan prasasti yang dikeluarkan langsung oleh raja."Prasasti Pucangan adalah sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja atau raja, sehingga memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai sumber sejarah pemerintahan Airlangga," katanya.Menurut Agus Aris Munandar, sumber-sumber primer seperti prasasti harus menjadi landasan utama dalam menafsirkan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Timur, sehingga setiap rekonstruksi sejarah memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.Prasasti Kamalagyan adalah piagam batu bersejarah dari tahun 959 Saka (1037 Masehi) yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Kahuripan - Source doc foto its.ac.idJejak Kahuripan di SidoarjoWalaupun belum ada bukti yang menyatakan pusat pemerintahan Kahuripan berada persis di wilayah Kabupaten Sidoarjo saat ini, sejumlah tinggalan sejarah menunjukkan bahwa kawasan Delta Brantas merupakan bagian penting dari jaringan ekonomi dan transportasi kerajaan.Keberadaan Prasasti Kamalagyan di Krian menjadi bukti bahwa wilayah Sidoarjo telah berperan dalam pembangunan infrastruktur air sejak masa Airlangga. Sistem irigasi yang baik memungkinkan pertanian berkembang pesat dan menopang kehidupan masyarakat di sepanjang aliran Brantas.Fondasi inilah yang kemudian menjadi titik tolak berkembangnya kawasan delta, yang pada abad-abad berikutnya melahirkan Kerajaan Jenggala, Singhasari, hingga Majapahit.Merawat Jejak PeradabanSejarah Kahuripan mengajarkan bahwa kemajuan sebuah wilayah tidak hanya dibangun melalui kekuatan politik, tetapi juga melalui kemampuan mengelola alam, menjaga persatuan, dan membangun kesejahteraan masyarakat.Bagi Kabupaten Sidoarjo, mengenali sejarah Kahuripan berarti memahami akar identitas daerah yang telah tumbuh sejak lebih dari seribu tahun lalu. Sungai, sawah, saluran irigasi, hingga permukiman yang berkembang di Delta Brantas hari ini merupakan bagian dari perjalanan panjang peradaban yang layak dikenali, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Ir) Bersambung ke Babad Sidoarjo — Seri II: Babad Kahuripan, tulisan berikutnya.

Selengkapnya
10 Aug 2026

Wabup Mimik: Penghuni Rusunawa Berhak Mendapat Fasilitas dan Pelayanan yang Layak

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana bersama Dinas P2CKTR Sidoarjo serta jajaran forkopimka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan Pucang, Kecamatan Sidoarjo, Senin (10/8/2026). Dalam sidak tersebut, Mimik menemukan sejumlah persoalan yang dikeluhkan penghuni, mulai dari kebersihan lingkungan, fasilitas umum, kondisi bangunan hingga aspek keamanan.Sidak dilakukan dengan melihat langsung kondisi tiga gedung Rusunawa, yakni Gedung A, B dan C. Mimik juga berdialog dengan sejumlah penghuni yang menyampaikan berbagai keluhan terkait pengelolaan Rusunawa.Mimik mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus hadir memastikan penghuni Rusunawa memperoleh hak pelayanan yang layak. Terlebih, para penghuni setiap bulan telah membayar biaya sewa sesuai ketentuan.“Ini tugas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, di mana penghuni yang ada di Rusunawa ini mendapatkan haknya. Karena mereka sudah membayar setiap bulan, tetapi haknya belum terpenuhi, seperti fasilitas umum dan kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujar Mimik.Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah minimnya tenaga kebersihan. Mimik menyebut, tiga gedung yang masing-masing terdiri dari lima lantai hanya ditangani oleh dua petugas kebersihan.“Kondisinya sangat tidak layak. Tiga gedung mulai lantai satu sampai lantai lima hanya diurus dua orang tenaga kebersihan. Ini tidak manusiawi. Halamannya juga kotor dan penuh sampah,” tegasnya.Menurutnya, kondisi tersebut harus segera mendapatkan penanganan. Selain kebersihan, sejumlah fasilitas lain juga dinilai perlu dibenahi, terutama penerangan, keamanan serta kondisi bangunan yang mengalami kebocoran.Mimik menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk merumuskan langkah perbaikan. Pemasangan CCTV juga menjadi salah satu usulan untuk meningkatkan keamanan penghuni Rusunawa.“Yang segera kita usulkan adalah perbaikan fasilitas, terutama penerangan, kebersihan dan CCTV untuk keamanan. Ada juga gedung yang banyak mengalami kebocoran, sehingga harus segera dilakukan pembenahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.Rusunawa Pucang tersebut memiliki tiga gedung dengan total 297 ruangan. Saat ini tercatat sebanyak 226 keluarga menjadi penghuni, atau tingkat hunian sekitar 85 persen.Besaran sewa yang dibayarkan penghuni berbeda berdasarkan lantai. Untuk unit di lantai bawah, tarif sewanya mencapai sekitar Rp545 ribu per bulan yang sudah termasuk biaya listrik dan air.Mimik juga menyoroti pengelolaan pendapatan dari sewa Rusunawa. Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga Juni pendapatan dari lima Rusunawa di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai sekitar Rp7,3 miliar.Menurut Mimik, pendapatan tersebut semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung biaya pemeliharaan, perawatan maupun renovasi Rusunawa.“Pendapatan dari Rusunawa ini harus dikembalikan untuk biaya renovasi atau perawatan. Jangan hanya melihat dari kantor, tetapi harus turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.Ia menilai pengelolaan pelayanan kepada penghuni Rusunawa saat ini masih belum maksimal. Karena itu, Mimik meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan kepada penghuni dapat ditingkatkan.Selain persoalan internal Rusunawa, Mimik juga menerima keluhan warga terkait dugaan asap dan bau yang disebut berasal dari aktivitas pabrik di sekitar kawasan Rusunawa.Menindaklanjuti keluhan tersebut, Mimik kemudian melakukan audiensi dengan pihak PT Sekar Laut Tbk beserta beberapa perwakilan penghuni Rusunawa. Letak perusahaan bersebelahan dengan Rusunawa Pucang.Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan sebelumnya, asap yang dikeluhkan masyarakat bukan berasal dari aktivitas pabrik. Meski demikian, perusahaan berkomitmen untuk melakukan pengecekan ulang guna memastikan sumber asap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.“Alhamdulillah, berdasarkan pengecekan ternyata asap tersebut bukan dari pabrik. Tetapi nanti akan kita cek ulang sebenarnya asap itu berasal dari mana. Masyarakat juga sudah menyampaikan secara langsung dan dari pihak pabrik berkomitmen untuk menindaklanjuti aduan masyarakat,” kata Hj.Mimik Idayana.Ia mengatakan, pengecekan lebih lanjut juga akan dilakukan terhadap keluhan mengenai bau dan polusi yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan pabrik.“Termasuk bau dan polusi nanti kita cek. Yang penting perusahaan sudah berkomitmen untuk menindaklanjuti,” pungkasnya.Mimik berharap koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pengelola Rusunawa, penghuni dan pihak perusahaan dapat menghasilkan solusi konkret. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di Rusunawa maupun warga di sekitar kawasan industri dapat memperoleh lingkungan hunian yang bersih, aman, sehat dan nyaman. (Son)

Selengkapnya
10 Aug 2026

Pemkab Sidoarjo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Ekosistem Mangrove

KOMINFO, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo bersama Pemerintah Kabupaten/Kota Pesisir Pantai Utara Jawa menyatakan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.  Deklarasi tersebut dibacakan dalam rangkaian Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove, di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kelestarian dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan langkah tindak lanjut dalam mengembangkan model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis ekosistem mangrove.Para kepala daerah yang hadir menegaskan bahwa ekosistem mangrove tidak hanya penting sebagai benteng alami pantai, tetapi juga sebagai fondasi ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.  “Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Bupati Sidoarjo Subandi.Ada lima poin komitmen bersama yang disepakati para kepala daerah dalam pertemuan itu. Pertama, komitmen memperkuat pemberdayaan inklusif dan partisipatif : melalui pendataan kelompok sasaran, pemetaan potensi, peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga penguatan peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove.Kedua, mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis mangrove : dengan mengoptimalkan potensi silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata, serta UMKM lokal yang bernilai tambah dan berdaya saing.Ketiga, memperkuat kelembagaan dan ekonomi lokal : melalui pengembangan kelompok usaha, koperasi, BUM Desa/BUM Desa Bersama agar mampu membangun kemitraan, mengakses pembiayaan, dan mengelola usaha secara profesional.Keempat, meningkatkan sinergi multipihak : dengan dukungan kebijakan, riset, inovasi, investasi, teknologi, akses pasar, hingga tanggung jawab sosial lingkungan untuk mempercepat terwujudnya masyarakat pesisir yang mandiri dan sejahtera.Kelima, menyusun dan memantau rencana aksi bersama : menetapkan prioritas wilayah, sasaran penerima manfaat, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi berkala agar dampaknya nyata dan berkelanjutan.Pemkab Sidoarjo meyakini, dengan kolaborasi erat, inovasi, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, ekosistem mangrove tidak hanya akan lestari. Lebih dari itu, mangrove akan menjadi sumber kesejahteraan, ketahanan ekonomi, dan warisan berharga bagi generasi saat ini dan mendatang.(mas).

Selengkapnya
9 Aug 2026

Wabup Mimik Hadiri Khususiyah Kubro dan Pelantikan Pengurus DPD ITQON Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P. menghadiri Khususiyah Kubro sekaligus Pelantikan Pengurus DPD ITQON Sidoarjo Tahun 2026–2031 di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Minggu (9/8/2026).Kegiatan tersebut turut dihadiri Al Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah KH. Ahmad Tamim Romly dan Nyai Hj. Muflihah, S.Pd., Ketua DPW ITQON Jawa Timur Dr. KH. Shobih Hanan, Ketua DPD ITQON Sidoarjo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikam KH. Chabibul Mahbub, para kiai dan imam khususnya, serta jajaran DPD ITQON Sidoarjo, Forkopimka Tanggulangin, serta ratusan jamaah.Dalam sambutannya, Mimik menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPD ITQON Sidoarjo yang akan mengemban amanah untuk periode lima tahun ke depan.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD ITQON Sidoarjo yang baru dilantik. Selamat mengemban amanah, semoga berkah, bisa menjalankan organisasi dengan kompak, istikamah, dan tentunya membawa manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” ujar Mimik.Menurutnya, organisasi kemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan kepengurusan, tetapi juga harus mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Karena organisasi itu bukan hanya soal kepengurusan, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa hadir dan memberikan manfaat,” tuturnya.Mimik juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan pembangunan. “Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh panjenengan semua, termasuk peran ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat. Mari bersama-sama membangun Sidoarjo supaya lebih baik lagi,” ujarnya.Melalui kegiatan Khususiyah Kubro, Mimik mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dan saling mendoakan. Ia juga meminta doa agar para pemimpin Kabupaten Sidoarjo diberikan kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan amanah.“Saya titip doanya agar para pemimpin Kabupaten Sidoarjo diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah sebaik mungkin. Doakan Sidoarjo agar semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pembangunannya semakin baik, dan tentunya senantiasa diberikan keamanan, ketertiban, serta keberkahan. Karena sekuat apa pun pemerintah bekerja, tetap membutuhkan doa dan dukungan dari panjenengan semuanya,” pungkasnya.Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun Sidoarjo. (Mar)

Selengkapnya
9 Aug 2026

Diikuti Seribu Pramuka Siaga, Wabup Sidoarjo Buka Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Seribu anak Pramuka Siaga mengikuti Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026 di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir Sidoarjo, Minggu, (9/8). Kegiatan Pramuka anak-anak SD kelas 1 hingga 4 itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Mereka berasal dari seluruh SD yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Peserta Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026  akan diajak belajar sambil bermain sekaligus mengasah keterampilan lewat berbagai kegiatan. Selain itu mereka akan dikenalkan dengan budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo lewat berbagai kegiatan lomba. Peserta juga akan diajak berpetualangan melewati berbagai tantangan. Konsep petualangan dengan mengusung tema “Pencarian Harta Karun” sengaja dipilih sebagai cara untuk mengenalkan budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo kepada generasi saat ini. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan Pesta Siaga menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk dapat menanamkan nilai-nilai positif. Seperti kejujuran, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab. Semua itu dapat diperoleh lewat berbagai kegiatan lomba yang akan dilakukan. “Hari ini kita akan berpetualang dalam “Pencarian Harta Karun Jenggala”. Kalau dengar kata-kata harta karun, mungkin yang kalian dibayangkan adalah emas atau uang yang banyak, tapi di sini enggak, ya, Anak-anakku. Karena hari ini kita akan mencari harta karun yang jauh lebih berharga, yaitu kejujuran, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab. Inilah harta karun yang akan kalian dapatkan nanti,” ucapnya.Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berharap anak-anak dapat menemukan berbagai pengalaman, persahabatan serta keberanian, dan karakter yang mulia lewat berbagai kegiatan yang akan dilakukan. Ia berpesan untuk tidak takut mencoba tantangan. Pramuka Siaga harus berani mencoba dan mau belajar serta saling membantu.“Nanti kalau ada teman yang kesulitan, ya kita bantu. Kalau ada teman yang belum bisa, ya kita ajari. Dan kalau ada perbedaan, kita juga harus saling menghargai. Karena Pramuka Siaga itu harus ceria, ramah, rajin, berani, dan suka berbuat baik,” pesannya.Ketua Pelaksana kegiatan Pesta Siaga Ifa Ratnasari mengatakan  kegiatan Pesta Siaga diikuti seribu anak Pramuka Siaga. Terdapat 125 Barung yang mengikutinya. Setiap Barung yang berjumlah 8 anak di dampingi satu Pembina. Sehingga total seluruh peserta Pesta Siaga tahun ini berjumlah 1.125 orang.“Barung itu adalah satuan terkecil dalam kelompok Pramuka Siaga yang beranggotakan 6 sampai 8 anak. Pesertanya dari seluruh sekolah SD se-Kabupaten Sidoarjo dan di ikuti 18 Kwartir Ranting,” ucapnya.Andalan Bina Muda Golongan Siaga Kabupaten Sidoarjo itu menyampaikan bahwa ada berbagai kegiatan permainan yang akan dilakukan. Seperti permainan lempar bola dalam keranjang, pemecahan sandi, menata puzzle, jualan di kedai, scouting skill dan kreasi gambar anyaman. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dibagi menjadi lima anjungan. Setiap anjungan terdapat pos-posnya masing-masing. Total secara keseluruhan kegiatan ada 10 pos. Mereka bukan hanya diasah kreatifitasnya, namun juga diharapkan dapat mengusung nilai-nilai budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo.“Untuk pos-posnya, di anjungan 1 itu ada pos untuk Bakul Lepau atau Kedai Jenggala, ada scouting skill, dan menggambar menganyam. Jadi kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan motivasi belajar Adik-adik, tapi juga meningkatkan nilai daya kreativitas dari Adik-adik,” ujarnya.Ifa mengatakan tema “Pencarian Harta Karun” dipilih untuk mengangkat budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya ia melihat generasi saat ini hampir tidak mengetahui Kerajaan Jenggala pernah ada di Kabupaten Sidoarjo. Cara kembali mengenalkan budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo itu akan di balutnya lewat kegiatan lomba dengan tema “Perburuan Harta Karun”. Oleh karenanya ia berharap kegiatan Pesta Siaga atau yang biasa disebut dengan Persari atau Perkemahan Sehari itu nantinya dapat menjaga budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo. “Lewat Pesta Siaga, adik-adik selain juga berkegiatan, belajar, bermain, juga bisa mengenal nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya. git

Selengkapnya
8 Aug 2026

Prasiaga Pramuka Jadi Sarana Bangun Karakter Anak Sejak Dini

KOMINFO, Sidoarjo – Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak, selain kemampuan akademik. Karena itu, nilai kemandirian, kedisiplinan, keberanian, gotong royong hingga kepedulian terhadap sesama perlu dibiasakan sejak usia dini melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, saat menghadiri Pesta Pramuka Prasiaga di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (8/8/2026). Menurutnya, kegiatan seperti Prasiaga dapat menjadi salah satu cara mengenalkan nilai-nilai tersebut melalui aktivitas yang menyenangkan.“Anak-anak belajar banyak hal bukan hanya dari teori, tetapi dari apa yang mereka lakukan dan alami. Melalui bermain, bergerak, berkarya, bekerja sama dan berinteraksi dengan lingkungan, mereka belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, berani dan peduli terhadap sesama,” ujar Sriatun.Ia menilai, pendidikan anak tidak semestinya hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Kemampuan sosial dan karakter yang baik juga menjadi bekal penting agar anak mampu menghadapi lingkungan dan tantangan di masa depan.“Kita tentu ingin anak-anak cerdas secara akademik, tetapi kecerdasan itu harus diikuti oleh karakter yang baik pula. Anak perlu memiliki rasa percaya diri, mampu bekerja sama, mandiri, menghargai orang lain, peduli kepada sesama dan memiliki akhlak yang baik,” katanya.Sriatun menekankan bahwa membangun karakter anak membutuhkan proses yang konsisten dan tidak dapat dibebankan kepada sekolah saja. Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.“Karakter anak tidak bisa dibentuk oleh satu pihak. Keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus saling mendukung. Kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak untuk tumbuh dan berkembang,” tuturnya.Menurutnya, pembiasaan sederhana seperti mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap barangnya sendiri, disiplin mengikuti aturan, menghargai teman, berani menyampaikan pendapat serta mau membantu orang lain merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dapat dilakukan setiap hari.Karena itu, Sriatun mengajak orang tua untuk terus mendampingi sekaligus memberikan teladan kepada anak. Dukungan keluarga dinilai menjadi kunci agar nilai-nilai yang diperoleh anak di lingkungan pendidikan dapat diterapkan secara konsisten di rumah.“Yang paling penting adalah membiasakan hal-hal baik sejak kecil. Ketika anak dibiasakan mandiri, disiplin, menghargai orang lain dan mau bekerja sama, itu akan menjadi bagian dari karakter mereka. Orang tua memiliki peran besar untuk terus mendukung dan memberikan contoh,” pungkasnya. (Dew)

Selengkapnya
7 Aug 2026

Perkuat Sinergi, Bupati Sidoarjo ajak Anggota Dewan Main Bola

KOMINFO, Sidoarjo - Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan legislatif tidak hanya dibangun melalui kegiatan resmi pemerintahan. Komunikasi, koordinasi, dan kekompakan juga bisa diperkuat lewat agenda di lapangan sepak bola. Jum’at (7/8) kemarin sore, Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak anggota DPRD Sidoarjo main bareng sepak bola di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pertandingan persahabatan itu tidak hanya untuk memperkuat koordinasi kerja di luar ruang sidang. Namun, menjadi salah satu cara mencairkan ketegangan politik antara eksekutif dan legislatif. Dalam laga itu, Subandi memimpin tim kesebelasan Pemkab Sidoarjo dengan membawa seluruh kepala OPD. Di pihak legislatif, Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih membawa anggotanya untuk unjuk gigi di lapangan hijau. Tiga gol berhasil disarangkan tim DPRD Sidoarjo ke gawang tim Pemkab yang dijaga kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo. Tim Pemkab membalas satu gol lewat kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo. Hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan, tidak ada lagi tambahan gol. Kesebelasan DPRD Sidoarjo unggul 3-1. Subandi mengatakan, kegiatan seperti pertandingan persahabatan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencairkan suasana komunikasi. Lewat komunikasi yang baik akan terbangun sinergi yang kuat dalam mengurus daerah. ”Olahraga bersama seperti ini menjadi simbol kekompakan dan kerja sama yang kuat antara Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo dengan DPRD Sidoarjo,” ucapnya.Subandi mengatakan bahwa DPRD merupakan mitra kerja dalam membangun daerah. Pemkab fokus menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Di sisi lain, DPRD mengoptimalkan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara konstruktif. Semua harus berjalan beriringan untuk kesejahteraan masyarakat.  ”Sinergi dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka, penyelarasan program kerja, serta saling menghargai fungsi dan wewenang masing-masing dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan daerah,” ujarnya. Git/mas 

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2112359