Berita

19 Oct 2026

Bali Tech Week Catat 900 Pertemuan Bisnis, Buka Peluang Investasi Startup

*Jakarta, 19 Oktober 2026 -* Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi. Melalui rangkaian kegiatan pada 19 hingga 23 Oktober 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital membuka ruang bagi inovasi digital Indonesia untuk terhubung dengan kebutuhan industri dan peluang pasar regional maupun global. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week menjadi momentum untuk menghubungkan berbagai pelaku ekosistem digital yang selama ini kerap berinteraksi melalui forum dan agenda terpisah. Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diharapkan dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata. “Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam acara Pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). Melalui Bali Tech Week, Kemkomdigi ingin memastikan pertemuan antarpelaku industri tidak berhenti pada diskusi atau pameran teknologi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membuka ruang pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, serta pertukaran pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri. Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut hadir melalui HUB.ID, program yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, tercatat lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan melalui HUB.ID, di samping pertemuan informal yang turut membuka peluang kerja sama baru. “Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin. Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang, mulai dari startup dan investasi, gim, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital. Setiap kegiatan memiliki fokus dan komunitas tersendiri, tetapi terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi. Penyelenggaraan tahun perdana ini menargetkan keterlibatan luas dari komunitas teknologi nasional dan internasional. Bali Tech Week menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara. Rangkaian kegiatan juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, dengan dukungan 13 mitra penyelenggara acara. Edwin menilai keberagaman peserta tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Bali Tech Week. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan dapat membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan satu sama lain, memperluas akses terhadap mitra strategis, serta membuka jalan bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat regional maupun global. Semangat tersebut tercermin dalam tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menegaskan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata. “Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin. ***** Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Tim Redaksi – 08132193171 Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
19 Oct 2026

Perluas Manfaat Internet bagi Rakyat, Angga Raka Prabowo: Pemerintah Kaji Deregulasi Telekomunikasi

*Jakarta, 19 Oktober 2026 -* Pemerintah mengkaji deregulasi industri telekomunikasi untuk membuka ruang investasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas manfaat internet bagi masyarakat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan pembenahan regulasi diarahkan untuk menciptakan industri yang lebih efisien dan kompetitif, sekaligus menghadirkan layanan digital yang lebih terjangkau dan produktif bagi masyarakat. “Deregulasi bukan semata-mata untuk mempermudah kegiatan usaha, melainkan menciptakan ekosistem investasi yang efisien, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas untuk rakyat,” ujar Angga Raka Prabowo dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). Angga Raka Prabowo menyebutkan beban regulasi industri telekomunikasi saat ini mencapai sekitar 13–14 persen dari pendapatan operator. Karena itu, pemerintah tengah mengkaji penurunan beban regulasi dengan mempertimbangkan keberlanjutan industri dan kepentingan negara, sekaligus membuka ruang pertumbuhan industri hingga lima persen. “Kita mencoba mencari titik tengah, artinya negara juga tidak boleh dirugikan. Tapi utamanya, kita berbuat yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya. Menurut Angga Raka Prabowo, penataan regulasi diharapkan menghasilkan efek berantai berupa peningkatan investasi, perbaikan harga dan kualitas layanan, peningkatan adopsi teknologi, serta pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara. Berdasarkan data 2026, sekitar 81,7 persen penduduk atau 235 juta orang telah terhubung ke internet. Namun, sekitar 2.000 desa dan permukiman masih belum terjangkau jaringan 4G, sementara baru sekitar 21 persen rumah tangga berlangganan fixed broadband. Dari sisi keterjangkauan, biaya fixed broadband mencapai 4,86 persen dari pendapatan nasional bruto per kapita, melampaui acuan keterjangkauan sebesar dua persen. Adapun kecepatan internet Indonesia berada pada kisaran 51 Mbps untuk fixed broadband dan 66 Mbps untuk mobile broadband. Kondisi ini menunjukkan bahwa perluasan konektivitas perlu disertai perbaikan kualitas dan keterjangkauan layanan. Angga Raka Prabowo menjelaskan bahwa pembenahan regulasi akan mencakup berbagai lapisan ekosistem digital, mulai dari infrastruktur pasif, konektivitas, platform dan komputasi, hingga aplikasi dan layanan. "Pada lapisan infrastruktur pasif, kita mendorong prinsip membangun sekali, dimanfaatkan bersama, melalui penggunaan bersama menara dan tiang, pembangunan jalur utilitas terpadu, akses terbuka dengan harga terjangkau, serta penyeragaman acuan retribusi daerah," jelasnya. Pada lapisan konektivitas, pemerintah mengkaji skema kemitraan yang dapat memberikan kepastian permintaan bagi operator, termasuk menjadikan pemerintah sebagai penyewa utama untuk kebutuhan internet sekolah, puskesmas, dan kantor desa. Pemerintah juga mempertimbangkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha berbasis kualitas layanan serta insentif biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi untuk mendukung pembangunan jaringan di wilayah 3T. Untuk mendorong investasi pada ekosistem digital, pemerintah turut mengkaji fasilitas insentif bagi pusat data, termasuk peluang pengembangan investasi di luar Jawa. Di sisi aplikasi dan layanan, pengembangan regulatory sandbox, penggunaan antarmuka pemrograman aplikasi (API) terbuka, serta keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan GovTech menjadi bagian dari upaya memperluas inovasi dan kolaborasi. Pemerintah juga menyiapkan pembaruan kerangka hukum telekomunikasi yang berangkat dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Penyusunan kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui konsultasi publik bersama industri dan pemangku kepentingan. Selain deregulasi, pemerintah menargetkan kecepatan fixed broadband dan mobile broadband menuju 100 Mbps pada 2029. Sasaran lainnya mencakup 90 persen kecamatan terhubung jaringan serat optik, 50 persen rumah tangga terlayani fixed broadband, serta pemenuhan kewajiban cakupan 5G sekurang-kurangnya 51 persen populasi pada tahun kelima setelah izin frekuensi diberikan. Angga Raka Prabowo menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi pemerintah dan industri, termasuk melalui penataan biaya regulasi, penyeragaman perizinan dan retribusi, pengembangan model bisnis untuk wilayah 3T, serta penyusunan peta jalan spektrum frekuensi. “Kementerian Komunikasi dan Digital siap memfasilitasi dan terbuka dalam deregulasi serta debottlenecking ini agar industri infrastruktur digital Indonesia tumbuh secara berkelanjutan, berdaya saing, dan berdaulat, dengan satu tujuan utama, yaitu memakmurkan rakyat Indonesia,” pungkasnya. ***** Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Tim Redaksi – 08132193171 Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
19 Oct 2026

Bali Tech Week 2026 Resmi Dibuka, Meutya Hafid Tegaskan Transformasi Digital yang Terhubung, Tumbuh dan Terjaga

*Jakarta, 19 Oktober 2026 -* Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) resmi membuka Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Menghimpun 13 kegiatan teknologi pada 19–23 Oktober 2026, inisiatif ini menjadi platform kolaborasi untuk memperkuat kepercayaan, membuka peluang kemitraan dan investasi, serta memperluas manfaat ekonomi digital bagi masyarakat. Dalam sambutan pembukaannya, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid menekankan bahwa Indonesia telah memiliki skala pasar digital yang besar. Tahap berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi produktivitas, inovasi, dan kemampuan teknologi nasional melalui tiga arah transformasi digital: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. “Tugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik. Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang layak dikejar kalau tidak ada keterjagaan. Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat, dan melindungi perusahaan dengan memberikan kepastian regulasi,” ujar Meutya. Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, Meutya mengajak seluruh pemangku kepentingan melihat kemajuan yang telah dicapai sekaligus pekerjaan yang masih perlu diselesaikan. Penguatan infrastruktur, pengembangan industri, peningkatan kemampuan masyarakat, dan pelindungan pengguna perlu berjalan searah agar transformasi digital memberikan hasil nyata. Terhubung: Memperluas Akses dan Meningkatkan Kualitas Pada pilar Terhubung, Komdigi menekankan pentingnya kualitas, keterjangkauan, dan keandalan konektivitas. Dalam paparannya, Meutya menyampaikan bahwa sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet pada 2026, dengan penetrasi mencapai 81,72 persen, sementara jaringan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi. Menurut Meutya, teknologi perlu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha. Konektivitas menjadi bermakna ketika membantu usaha kecil memasuki pasar baru, memungkinkan pelajar mengakses pembelajaran tanpa gangguan, dan mempermudah masyarakat memperoleh layanan yang sebelumnya sulit dijangkau. “Kita masih punya pekerjaan rumah. Karena prinsip no one left behind, inklusivitas mengharuskan kita mencapai 100 persen. Kecepatan internet tidak boleh hanya dirasakan saudara-saudara kita di Pulau Jawa, tetapi sampai ke Indonesia bagian timur,” jelasnya. Tumbuh: Mengubah Adopsi Teknologi Menjadi Produktivitas Pada pilar Tumbuh, pengembangan ekonomi digital diarahkan untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, dan menciptakan nilai tambah. Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk memperkuat potensi tersebut, Komdigi mendorong keterhubungan antara talenta, startup, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar. Dalam ekosistem Garuda Spark, Meutya memaparkan bahwa 178 program telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 startup, dan melibatkan 80 mitra, dengan investasi langsung yang tercatat mencapai lebih dari Rp429,5 miliar. Penguatan ekosistem ini diharapkan memperluas kesempatan bagi inovator Indonesia untuk mengembangkan produk, memperoleh pendanaan, dan menjangkau pasar, termasuk dalam industri gim. Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan layanan publik melalui pertukaran serta pemadanan data antarlembaga. Terjaga: Membangun Kepercayaan dan Kepastian Pada pilar Terjaga, Komdigi menekankan pelindungan masyarakat, keamanan layanan digital, serta pengaturan yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten. Kepercayaan menjadi fondasi agar masyarakat merasa aman menggunakan teknologi, pelaku usaha memahami tanggung jawabnya, dan investor memiliki kepastian untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Upaya ini mencakup pelindungan anak melalui implementasi PP Tunas, penanganan konten berbahaya, literasi digital, serta penguatan pelindungan data pribadi. Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Komdigi juga menempatkan tata kelola AI, pengembangan talenta digital yang terhubung dengan kebutuhan industri, dan pelindungan data pribadi sebagai agenda penting. “Ketiga prioritas tersebut saling memperkuat. Infrastruktur yang andal memungkinkan inovasi. Talenta yang berkualitas mengubah teknologi menjadi kegiatan produktif. Tata kelola yang bertanggung jawab memberikan keyakinan kepada masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi,” kata Meutya. Hari Pertama Bali Tech Week 2026 Berlangsung pada 19–23 Oktober 2026, BTW menghimpun 13 agenda teknologi dalam satu platform yang mencakup konektivitas, infrastruktur digital, kecerdasan artifisial, keamanan siber, ekonomi digital, pengembangan startup, dan investasi. Hari pertama mengangkat agenda “Connect the Nation”, dengan konektivitas dan infrastruktur sebagai fondasi pemerataan manfaat transformasi digital di seluruh Indonesia. Agenda pembukaan turut menghadirkan keynote dari Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengenai keterkaitan pembangunan infrastruktur, transformasi energi, dan pembangunan nasional. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, menyampaikan, “Hilirisasi energi bisa kita lakukan secara maksimal kalau disertai teknologi yang baik dan industrialisasi yang andal, kompetitif, dan efisien. Teknologi itu bagian dari industri digital yang bisa kita hubungkan langsung dengan industri-industri besar. Digitalisasi bisa berdampak baik kalau digunakan dengan baik.” Rangkaian hari pertama juga dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo; Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah; Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno; Direktur Utama Telkomsel Nugroho; Chief Executive Officer GoTo Hans Patuwo; serta para pemimpin industri telekomunikasi dan ekosistem digital. Program lainnya meliputi diskusi mengenai posisi Asia Tenggara dalam teknologi global, jaringan generasi berikutnya, penguatan infrastruktur digital nasional, Telkomsel AI Solution Announcement, Tokocrypto Digital Summit, Tea Talks, serta dialog Menteri dengan para perempuan pemimpin ekosistem digital. Melalui BTW 2026 yang didesain menjadi flagship technology event di Indonesia, Komdigi mendorong industri dan investor mengidentifikasi peluang dalam penguatan infrastruktur, pengembangan talenta lokal, serta pertumbuhan perusahaan Indonesia. Pendiri perusahaan dan perguruan tinggi diharapkan membawa solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata, sementara platform teknologi dan mitra internasional didorong berbagi keahlian untuk membangun layanan digital yang lebih aman dan tepercaya. Informasi lebih lanjut tersedia melalui balitechweek.id. ***** Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Tim Redaksi – 08132193171 Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
19 Oct 2026

Disinformasi Meningkat, Wamen Nezar Minta Media Jadi Rumah Penjernih Informasi

*Jakarta, 19 Oktober 2026 -* Peredaran hoaks dan disinformasi di media sosial membuat masyarakat semakin rentan menerima informasi tanpa verifikasi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya media arus utama menjalankan jurnalisme profesional untuk menjaga kualitas informasi yang diterima publik. “Sin Po TV dan media-media arus utama yang lain bisa berdiri dengan tegak untuk bisa menjadi rumah penjernih informasi,” ujar Wamen Nezar saat bertemu awak media usai peringatan HUT ke-3 Sin Po TV di Jakarta Barat, Minggu (18/10/2026). Wamen Nezar menjelaskan perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi sehingga masyarakat dapat menjadi produsen sekaligus konsumen informasi. Kondisi ini menuntut media tetap berpegang pada kode etik dan prinsip jurnalisme profesional untuk menjaga ekosistem informasi yang sehat. “Di tengah disrupsi teknologi media, terutama platform media sosial, yang masuk ke lanskap komunikasi kita saat ini, di mana semua orang bisa menjadi produsen informasi sekaligus juga konsumen informasi, kita tetap membutuhkan media yang menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai kode etik secara profesional agar kita bisa menjaga lanskap informasi yang sehat,” jelasnya. Wamen Nezar menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang semakin banyak mengakses informasi melalui media sosial tanpa penyaringan memadai. Situasi ini meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap hoaks, disinformasi, dan misinformasi, sekaligus menjadi tantangan bagi media untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik. “Masyarakat lebih banyak menerima informasi dari media sosial tanpa filter sehingga kita melihat ada banyak korban hoaks, ada juga yang rentan menjadi korban disinformasi dan misinformasi,” ungkap Wamen Nezar. Karena itu, Wamen Nezar mendorong Sin Po TV dan media lainnya untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus mempertahankan komitmen terhadap kebenaran. Profesionalisme jurnalistik dinilai penting agar media tetap menjalankan perannya sebagai sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat. “Tantangan untuk Sin Po TV dan Sin Po Media Grup adalah bagaimana bisa membaca gerak zaman ini dan gerak teknologi ini dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme yang profesional. Hidupkan terus jurnalisme yang mengedepankan kebenaran,” pungkasnya. ***** Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Tim Redaksi – 08132193171 Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
19 Oct 2026

Apresiasi Pekerja Perbatasan, Wamen Nezar Patria: Menjaga Semangat Indonesia di Tengah Keterbatasan

Jakarta, 19 Oktober 2026 - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengapresiasi para pekerja di wilayah perbatasan yang tetap mengabdi kepada Indonesia di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan. Kisah mereka perlu mendapat perhatian publik agar pengabdian masyarakat di wilayah terluar Indonesia tidak luput dari perhatian. “Di sini hadir tiga dari puluhan ribu para pahlawan lain yang bekerja di perbatasan,” ujar Wamen Nezar dalam acara Hari Ulang Tahun ke-3 Sin Po TV di Jakarta Barat, Minggu (18/10/2026). Wamen Nezar menegaskan para penerima penghargaan Pahlawan Perbatasan merupakan representasi dari banyak sosok yang menjalankan pengabdian di wilayah perbatasan. Dedikasi mereka menjadi pengingat bahwa menjaga semangat Indonesia membutuhkan kontribusi masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk mereka yang bekerja dengan segala keterbatasan. “Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi untuk Sin Po TV atas langkah mulia membuka mata kita semua untuk melihat bagaimana mereka yang bekerja di perbatasan, yang mungkin jarang kita ketahui, menghadapi berbagai tantangan dengan segala macam keterbatasan, tetapi semangat tetap menyala untuk Indonesia,” kata Wamen Nezar. Menurut Wamen Nezar, kisah para pekerja perbatasan perlu diangkat agar masyarakat dapat melihat lebih dekat tantangan yang mereka hadapi serta memahami arti pengabdian bagi Indonesia. Upaya memperkenalkan pengalaman mereka kepada publik juga dapat memperluas perhatian terhadap berbagai bentuk kontribusi masyarakat di wilayah perbatasan. “Apa yang dilakukan oleh Sin Po TV bisa menjadi inspirasi juga bagi kita semua untuk melihat bahwa negeri kita begitu luas, begitu besar, dan membutuhkan kerja yang ikhlas, kerja yang tulus untuk membuat Indonesia hebat,” ungkapnya. Wamen Nezar juga mengapresiasi inisiatif Sin Po TV dalam menghadirkan kisah pengabdian para pekerja perbatasan kepada masyarakat. Ia berharap semangat yang ditunjukkan para pekerja tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berkontribusi bagi Indonesia melalui peran dan tanggung jawab masing-masing. Adapun penerima Penghargaan Pahlawan Perbatasan dalam acara tersebut adalah Kasat Binmas Polres Panai Polda Papua Tengah Ipda Lalu Hiskam Anady, Danyonif 741/GN dan Dansatgas Pamtas RI (Jembrana, Denpasar, Bali, Perbatasan Timor Leste–NTT) Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, serta Pegawai KPID NTB Dewi Irawati, S.I.Kom. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat yang memberikan penghargaan, yaitu Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Maulana Bungaran, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Helvi Yuni Moraza, Gubernur Banten Andra Soni, serta Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai. ***** Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Tim Redaksi – 08132193171 Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
19 Oct 2026

Di Tengah Banjir Informasi Digital, Angga Raka Prabowo: Publik Butuh Pers yang Jernih dan Akurat

*Jakarta, 18 Oktober  2026 -* Informasi kini beredar dalam hitungan detik, tetapi masyarakat tetap membutuhkan berita yang utuh dan benar untuk memahami berbagai peristiwa.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengingatkan arti penting tanggung jawab pers dalam menyajikan informasi yang jelas dan akurat di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi.Hal tersebut ia sampaikan setelah mengikuti acara Run for Good Journalism 2026 di Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026) dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-14 Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred).“Di tengah banyaknya arus informasi, disinformasi, serta misinformasi yang berkembang di masyarakat, teman-teman Forum Pemred mengingatkan kembali pentingnya pers yang jernih, utuh, dan yang memberitakan sesuai dengan fakta yang ada,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa sebagai pelayan publik, pers memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang jelas dan terang bagi masyarakat.“Pers juga untuk publik dan publik butuh pemberitaan yang sesuai dengan isinya. Di tengah banyaknya informasi yang beredar, peran dari pers Indonesia dibutuhkan agar publik mendapatkan informasi yang jelas dan terang,” imbuh Wamen Angga.Wamen Angga berharap para insan pers dapat terus menjalankan tugasnya secara bertanggung jawab dan menjaga semangat mereka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.“Selamat kepada Forum Pemred dan teman-teman pers semua. Semoga dapat selalu menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan semangat,” tandasnya.Dalam kegiatan Run for Good Journalism 2026 ini dilaksanakan perlombaan lari sejauh 5 kilometer yang diikuti oleh para insan pers.Turut hadir Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.*****Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
17 Oct 2026

Lebih Tanya ke AI, Wamen Nezar Patria Ingatkan Risiko Anak

Jakarta, 16 Oktober  2026 - Kedekatan anak dengan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan perangkat digital menuntut pendampingan orang tua yang semakin aktif.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.“Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Wamen Nezar dalam Peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).Wamen Nezar menyebutkan sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks, termasuk dengan kehadiran AI.Menurutnya, kondisi ini membutuhkan kolaborasi pemerintah, platform digital, dan orang tua untuk memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan sehat.Ia juga mengingatkan risiko interaksi digital, mulai dari kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital.Karena itu, pengasuhan digital perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka, pendampingan, dan pemahaman terhadap fitur keamanan yang tersedia.Pemerintah telah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS sebagai landasan membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat bagi anak.“Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” tegas Wamen Nezar.Parental Control Dukung Pengasuhan DigitalDalam kegiatan tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur Parental Control untuk membantu orang tua mendampingi aktivitas digital anak remaja.Fitur ini memungkinkan orang tua melihat informasi mengenai grup dan kanal yang terhubung dengan akun anak, mengatur sejumlah pilihan terkait konten yang dapat dilihat dan dibagikan, serta menerima notifikasi atas perubahan tertentu pada akun.Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp Victoria Grant menjelaskan bahwa fitur tersebut dirancang untuk membantu orang tua menjaga keselamatan anak tanpa harus membaca percakapan pribadinya.Pendekatan ini diharapkan dapat menyeimbangkan perlindungan digital dengan kepercayaan antara orang tua dan anak.“Dengan begitu, tidak ada pengaturan yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan anak Anda. Anda dapat membuka dan mengatur fitur-fitur tersebut bersama-sama,” ungkap Grant.Melalui kelas pengasuhan ini, orang tua juga diperkenalkan pada buku saku, video, dan permainan edukatif untuk mempelajari fitur Parental Control bersama anak.Setelah pelaksanaan di Jakarta, pelatihan direncanakan berlanjut ke Padang dan Cirebon.Program ini merupakan kolaborasi WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta Keluarga Kita untuk memperluas literasi pengasuhan digital di kalangan keluarga Indonesia.Wamen Nezar berharap kolaborasi tersebut dapat membantu orang tua menanamkan kesadaran tentang perlindungan data pribadi, etika berkomunikasi, serta penggunaan AI secara bijak dan kreatif.“Semoga kita bisa terus mendampingi anak-anak kita tumbuh besar dalam lingkungan baru di abad ke-21 ini menjadi generasi yang cerdas, lebih tangguh, kreatif, dan inovatif, dan yang penting mereka aman dan selamat dalam mengarungi dunia digital ini,” pungkas Wamen Nezar.***Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
16 Oct 2026

Terima Audiensi KPPN Sidoarjo, Bupati Subandi Fokus Penguatan KDMP dan Perputaran Ekonomi Lokal

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo Vicensia Retnasari beserta jajaran di ruang Opsroom Setda Sidoarjo, Jumat (16/10/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan daerah, pengelolaan anggaran, serta penguatan sinergi dalam mendukung program prioritas pemerintah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Audiensi tersebut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M. Ainur Rahman, Asisten III Administrasi Umum Fenny Apridawati, jajaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo, serta perwakilan KPPN Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Subandi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal. Salah satu perhatian utama adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), terutama dalam mengatasi kendala ketersediaan aset dan lokasi usaha yang strategis. “Pengembangan KDMP harus kita dukung bersama. Tidak hanya membangun gerai, tetapi juga memastikan kegiatan usahanya berjalan, mampu memasarkan produk UMKM dan potensi lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya. Bupati Subandi juga menegaskan bahwa pengembangan KDMP perlu disertai perencanaan yang matang, terutama terkait penyediaan aset, penentuan lokasi usaha, dan penguatan pemasaran produk lokal. Dia berharap, melalui koordinasi lintas instansi, berbagai kendala yang dihadapi dapat dicarikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, KDMP dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Sementara itu, Kepala KPPN Sidoarjo Vicensia Retnasari menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan monitoring dan evaluasi di sejumlah titik KDMP di Kabupaten Sidoarjo. Dari kegiatan tersebut, KPPN memperoleh berbagai masukan dari lapangan. Masukan itu dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendukung pembangunan dan pengembangan KDMP agar lebih baik. "Masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi kendala serta mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pengembangan KDMP di Sidoarjo tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana, tetapi juga pada kesiapan operasional dan keberlanjutan usaha", ujarnya. Vicensia juga menjelaskan, KPPN Sidoarjo memiliki sejumlah fokus kegiatan yang mendukung pembangunan dan penguatan ekonomi daerah. Fokus tersebut meliputi pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), survei keekonomian debitur program Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembinaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Selain itu, KPPN Sidoarjo turut memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan KDMP. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaksanaan program pemerintah agar berjalan optimal serta memberikan dampak bagi masyarakat. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan KPPN Sidoarjo diharapkan terus terjalin melalui koordinasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola keuangan yang baik, memperkuat UMKM, serta mendorong keberhasilan program prioritas nasional dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo.(Son) 

Selengkapnya
16 Oct 2026

Kunjungi Kabupaten Sidoarjo, Wapres Dorong Penyelarasan Pendidikan Vokasi dan Kebutuhan Industri untuk Perkuat SDM Muda

KOMINFO Sidoarjo - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan Kunjungan Kerja/Kunker ke Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Jumat, (16/10/2026). Ke Kota Delta ia melihat pabrik PT Insera Sena (Polygon Bikes) menciptakan sepeda. Dalam kunjungannya Wapres Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Sidoarjo Subandi.  Dari kunjungannya Wapres Gibran akan mendorong penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri untuk memperkuat kompetensi dan daya saing sumber daya manusia (SDM) muda. Pasalnya saat meninjau proses manufaktur, ia melihat proses pembelajaran berbasis industri yang diikuti siswa SMK Islam Krembung dan SMKN 2 Buduran melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kunjungan industri. “Saya mengapresiasi kesempatan yang diberikan perusahaan bagi anak-anak SMK untuk mempelajari langsung teknologi dan cara kerja di dunia industri. Ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas SDM muda Indonesia,” tutur Wapres. Wapres menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan (link and match) antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Melalui pengalaman langsung di lingkungan industri, para siswa diharapkan dapat memahami penerapan teknologi serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. “Kita perlu perpendek jarak antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan memberi anak muda kesempatan mempelajari teknologi dan cara kerja industri secara langsung,” ungkap Wapres. Oleh karenanya penyelarasan pendidikan vokasi dan kebutuhan industri diharapkannya dapat memperkuat ekosistem pengembangan SDM yang saling melengkapi. Hal itu dapat dimulai dari pembelajaran di sekolah hingga penerapan kompetensi di tempat kerja.  "Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mendukung daya saing industri nasional," ucapnya.  Kepada para siswa, Wapres berpesan agar kesempatan belajar di lingkungan industri dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, mengasah keterampilan, dan mengembangkan kemampuan berinovasi sebagai bekal memasuki dunia kerja. “Gunakan kesempatan ini dengan baik. Serap ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal ke depan memasuki dunia kerja. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk menciptakan inovasi”, pesan Wapres. Sementara itu Bupati H. Subandi mengatakan keberadaan pabrik sepeda merek Polygon sangat krusial bagi perekonomian daerah maupun nasional. Pemerintahan daerah menjadikan Polygon sebagai contoh nyata komoditas lokal unggulan dengan trade mark yang sangat kuat.  "Kehadiran pabrik ini membuktikan bahwa produk manufaktur asal Sidoarjo mampu bersaing dan diakui di pasar internasional," ujarnya.  Subandi juga melihat keberadaan pabrik berskala besar tersebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain itu, tingginya angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai lebih dari 60% dinilai memberikan dampak turunan (multiplier effect) yang positif bagi ekosistem industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Sidoarjo. "Keberadaan pabrik berskala besar ini penting bagi pemerintah daerah karena mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal," ungkapnya. Git/mas 

Selengkapnya
16 Oct 2026

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga

*KOMINFO, Sidoarjo* - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memperingati Hari Pangan Sedunia pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga bahan pangan sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.  Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Edi Kurniadi mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Juga mengurangi kesenjangan harga bahan pangan di pasaran. Dengan kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. “Tujuannya, meyakinkan masyarakat bahwa ketersediaan pangan itu aman. Jadi, tidak ada masalah. Kemudian, menjaga disparitas harga supaya tidak terlalu mencolok sehingga stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya. Menurut Edi, Gerakan Pangan Murah mendapatkan respons positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin. Hampir setiap bulan dilakukan, bahkan bisa dua kali dalam sebulan. Pelaksanaannya bergiliran di 18 kecamatan seKabupaten Sidoarjo agar semakin dekat dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Jawa Timur, Bulog, ID FOOD, serta penyedia langsung berbagai produk olahan pangan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan sekaligus mendukung kelancaran penyediaannya. Harganya pun lebih murah.  Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi hasil pertanian dan hortikultura Kabupaten Sidoarjo. Berbagai produk lokal, seperti cabai, tomat, melon, kedondong, dan mangga, turut ditampilkan kepada masyarakat.  Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan akses bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga semakin mengenal hasil pertanian daerahnya sendiri. Ke depan, Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat terus mendukung ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga di Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan lebih tenang, sekaligus potensi pertanian lokal juga semakin dikenal.(iad/mas) .  

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2333597