KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan penghubung lintas kabupaten yang berada di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). Di sana, bupati melihat langsung kondisi jembatan yang sudah tidak layak digunakan. Bahkan kondisinya dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.Kondisi fisik jembatan yang telah berusia tua menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko kecelakaan. Selain itu, posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang terbatas, serta minimnya fasilitas pengaman turut memperparah situasi. Bahkan, pagar pembatas yang seharusnya melindungi pengguna jalan kini hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah.Sebagai langkah darurat, warga sekitar sempat memasang tali rafia di bagian jembatan yang rusak sebagai penanda bagi pengendara. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kewaspadaan bagi pengendara.“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.Menanggapi hal itu, usai sidak RTLH dan menyerahkan bantuan kursi roda, Bupati Subandi langsung meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Tarik dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto. “Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini bangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Bupati Subandi.Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses penghubung antar kabupaten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan proyek pembangunan akan kembali dijadwalkan.“Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.Subandi juga menyebutkan bahwa proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027. “Nanti sekitar bulan 3 bulan 4 sudah ada pembangunan di sini ya,” katanya.Selain rencana pembangunan, ia turut menyoroti kondisi fisik jembatan yang saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Menurutnya, usia jembatan yang sudah lama serta minimnya fasilitas pengaman menjadi perhatian serius. Tak hanya itu, Subandi juga menekankan pentingnya normalisasi di sekitar area jembatan untuk mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut. “Terus yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antar wilayah Sidoarjo dan Mojokerto dapat semakin aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Setelah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di Alun-alun Sidoarjo, Bupati Subandi melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta menyerahkan bantuan kursi roda kepada lansia dan penderita sakit, didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan Camat Tarik pada hari Sabtu, 2/5/2026.Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir pekan ini juga disertai dengan penyerahan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga yang membutuhkan."Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang beruntung, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak, serta individu yang memerlukan bantuan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pihak-pihak yang membutuhkan."katanyaSubandi mengimbau Dinas Kesehatan, melalui puskesmas, untuk melakukan kunjungan kepada warga yang menderita sakit, baik lansia maupun anak-anak, seperti Ananda Aiswa Maula Sholima (8) yang mengalami kelumpuhan, Ananda Muhammad Abinara Alfarizqi (2,5) yang menderita Hidrosefalus sejak lahir, serta Ibu Waginten (70) yang merupakan seorang lansia."Melalui kunjungan dan pendampingan, kondisi kesehatan akan senantiasa terpantau dan pengobatan dapat diterima secara rutin,"katanyaDemikian pula, saat melakukan inspeksi mendadak pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), selain bertujuan untuk meninjau langsung kondisi hunian warga yang tidak memenuhi standar kelayakan, Bupati juga mengharapkan agar bantuan ini tepat sasaran. Contohnya adalah kondisi rumah Bapak Abdul Kholik (64) yang tinggal bersama empat anaknya dengan dinding anyaman bambu yang telah lapuk, serta Bapak Suwondo (56) yang hidup sendiri sebagai petani, keduanya sangat layak menerima bantuan perbaikan rumah."Pembangunan rumah ini akan dilaksanakan dari awal dan akan melalui proses penataan ulang, dengan dukungan utama dari Baznas. Kami juga mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui swadaya agar proses perbaikan dapat berjalan sinergis dan selesai tepat waktu,"pungkasnya.(yu/mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026).Tema peringatan Hari Otonomi Daerah XXX kali ini adalah “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Sementara itu, tema Hari Pendidikan Nasional 2026 adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) adalah Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Adapun pengatur upacara adalah Dr. Tirto Adi, M.Pd., dan kegiatan tersebut dihadiri berbagai pasukan upacara, antara lain 1 unit Korsik Pemkab Sidoarjo, 1 pleton Pasukan Pamong Praja, 1 pleton Dinas Perhubungan Sidoarjo, 1 pleton Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, 1 pleton Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo, 1 pleton Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo, 1 pleton kepala desa/kakel, 1 pleton Linmas, 1 pleton PGRI, 1 pleton purna Paskibraka, serta 7 pleton mahasiswa/pelajar.Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.“Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.Menurutnya, peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung semangat penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik. Pemkab Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.“Alhamdulillah, kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat telah membuahkan hasil yang membanggakan. Kabupaten Sidoarjo meraih penghargaan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dengan kategori tertinggi, peringkat kedua dari 415 kabupaten di Indonesia,” ungkapnya.Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. “Namun demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. Kita dihadapkan pada tuntutan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan berbasis digital. Oleh karena itu, transformasi birokrasi harus terus didorong agar menjadi adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.Pada momentum Hardiknas, ia juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan, mulai dari kesenjangan kualitas, adaptasi teknologi digital, hingga penguatan karakter dan kesejahteraan tenaga pendidik.“Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga harus melahirkan manusia yang berkarakter, beretika, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo terus mendorong penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pemerataan akses pendidikan.“Otonomi daerah tanpa kualitas sumber daya manusia tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan. Mari kita bangun Sidoarjo yang maju, berdaya saing, dan bermartabat,” ucapnya.Pada akhir upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi kepada guru dan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional, di antaranya penghargaan Adiwiyata Mandiri, guru berdedikasi pada SMP PGRI tingkat nasional, medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP/MTs sederajat tingkat nasional, medali emas Tournament of Champions di Yale University, Amerika Serikat, serta First Place Junior Category Math Action of Earth Award di Filipina tahun 2026. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai komunitas yang ada di Sidoarjo. Termasuk komunitas pehobi burung, khususnya balap merpati. Aktivitas atau kegiatan -kegiatan yang digelar komunitas, khususnya balap merpati, sejauh ini juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Sidoarjo. Seperti dalam lomba balap merpati Selekda & Liga jatim Bersatu (LJB) yang digelar di Area wilayah PPLS Dusun Pologunting Desa Gempolsari Tanggulangin. Jumat (1/5/2026). Banyak sektor ekonomi tergerak dalam even tersebut. Bupati Subandi mengapresiasi animo masyarakat yang begitu besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, hobi balap merpati bukan sekadar hiburan, melainkan ekosistem ekonomi yang melibatkan peternak hingga pelaku UMKM di Sidoarjo.Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Bupati berencana menggelar lomba atau even besar berskala nasional. Diharapkan agenda balap merpati berskala nasional itu bisa terealisasi pada tahun 2026 ini. "Agenda ini penting, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Kita akan siapkan kegiatan yang berskala nasional," ujar Bupati di sela membuka acara tersebut. Bupati menekankan bahwa untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, dan demi kemajuan UMKM dan kesejahteraan peternak lokal, support dari Pemkab Sidoarjo sangat penting. "Tujuannya agar peternak merpati di Sidoarjo bisa tumbuh dan hobi ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Jika ekonomi bergerak, UMKM jalan, maka nama Sidoarjo juga akan terangkat di kancah nasional," tambahnya.Selain memberikan dukungan penuh, Bupati juga menitipkan pesan penting terkait ketertiban dan keamanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempersulit izin kegiatan hobi selama masyarakat bisa menjaga kondusivitas. Namun, ia memberikan catatan keras agar momentum lomba tersebut tidak disalahgunakan untuk praktik perjudian yang dapat memicu konflik."Pesan saya, jangan ada judi. Kita permudah semua perizinannya. Saya sebagai Bupati ingin masyarakat Sidoarjo guyub, rukun, dan saling menjaga. Sekali lagi, tidak boleh ada perjudian," tegasnya.Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, H.Sutoyo Handiman,mengungkapkan apresiasinya atas dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Apalgi pihak pemerintah daerah juga berencana mengalokasikan anggaran untuk menggelar even besar, mendukung operasional dan pemberian subsidi hadiah pada perlombaan-perlombaan mendatang."Kami sangat berterima kasih karena Bapak Bupati Sidoarjo telah memplotkan tanah PPLS ini untuk menjadi sentra wisata dan budaya. Ini adalah bentuk dukungan luar biasa bagi komunitas merpati balap dan UMKM sekitar," ujarnya.Ia juga menjelaskan bahwa Antusiasme peserta pada gelaran kali ini tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data panitia hingga Kamis lalu, tercatat sebanyak 1.500 peserta telah mendaftar." Menariknya, peserta tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur seperti Sumenep dan sekitarnya, tetapi juga merambah hingga ke luar Pulau Jawa mulai Seluruh Jawa Timur (termasuk Madura/Sumenep),bahkan dari Medan, Sumatera Utara.Terangnya.Kegiatan yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari Selekda (Seleksi Daerah) plus LGP (Liga Jatim Bersatu).Tujuannya untuk Mencari juara (champion) 1 sampai 6 untuk mewakili daerah berlaga di tingkat Nasional. sedangkan Frekuensi LGP sendiri rutin digulirkan setiap satu bulan sekali secara bergantian.Dengan adanya fasilitas lahan permanen dan dukungan anggaran, diharapkan komunitas merpati balap di Jawa Timur semakin kompak dan mampu melahirkan atlet-atlet merpati yang berprestasi di kancah nasional.(Yu/mas).
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Sidoarjo berlangsung tertib dan kondusif, Jumat (1/5/2026). Kegiatan diawali dengan doa bersama yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, unsur Forkopimda, serta perwakilan serikat buruh/pekerja. Selain menjadi ajang penyampaian aspirasi, momentum May Day di Sidoarjo juga diisi dengan penguatan sinergi antara pemerintah dan kalangan buruh dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis.Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa peringatan May Day tahun ini berjalan aman dan kondusif berkat kolaborasi semua pihak.“Alhamdulillah peringatan May Day di Sidoarjo berlangsung kondusif dengan adanya doa bersama antara pemerintah dan Forkopimda. Tugas pemerintah daerah adalah mengawal tuntutan buruh, di antaranya pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak pada pekerja,” ujarnya.Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen mengawal aspirasi buruh di sektor pendidikan. Salah satunya dengan mendorong kuota sebesar 5 persen bagi anak buruh agar dapat mengakses pendidikan di sekolah negeri, mulai jenjang SD hingga SMP.“Anak buruh harus ikut kami jaga agar dapat sekolah dengan baik. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, tinggal terus kami kawal perkembangannya sesuai instruksi pemerintah jawa timur,” tambahnya.Tak hanya itu, dukungan Pemkab Sidoarjo pada May Day 2026 ini juga memfasilitasi keberangkatan massa buruh ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi di tingkat nasional. Sebanyak 550 orang diberangkatkan menggunakan 11 unit bus pada 30 April 2026.“Saya berharap komunikasi yang baik antara buruh, pengusaha, dan pemerintah dapat terus terjaga demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan,” tutup Subandi. (Mas/Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pengurus tiga organisasi kemasyarakatan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Sidoarjo di lantik di pendopo Delta Wibawa, Kamis malam, (30/4). Mereka dari organisasi KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Sidoarjo, FORHATI (Forum Alumni HMI-Wati) Sidoarjo dan HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI) Sidoarjo. Pelantikan dilakukan oleh masing-masing pengurus organisasi tingkat Jawa Timur. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana yang hadir dalam pelantikan tersebut mengajak tiga organisasi tersebut untuk bersinergi dengan pemerintahan Kabupaten Sidoarjo. Disadarinya bahwa pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Seperti dari organisasi KAHMI Sidoarjo, FORHATI Sidoarjo, maupun HIPKA Sidoarjo. "Kami berharap organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan pembangunan dan turut mengawal pembangunan agar berjalan efektif, transparan dan berkelanjutan," harapnya. Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan bahwa tantangan pembangunan semakin komplek. Oleh karena nya diperlukan komitmen bersama untuk menghadirikan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Untuk itu peran organisasi seperti ini sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo. "Mari kita jadikan momentum pelantikan ini menjadi awal dan semangat baru untuk bekerja bersama, bergandengan tangan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo," ajaknya. Koordinator Presidium MD KAHMI Sidoarjo Chairil Anwar menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya kolaborasi dalam pembenahan infrastruktur pembangunan. Ia melihat infrastruktur pembangunan di Kabupaten Sidoarjo belum benar-benar tuntas. Salah satu contoh penanganan banjir. "Ibu wakil bupati tidak perlu kuatir, monggo kolaborasi dengan alumni HMI untuk mencari solusi yang terbaik bagi Kabupaten Sidoarjo," ucapnya. Dalam pelantikan KAHMI Sidoarjo periode 2025-2030 tersebut dikukuhkan lima sosok presidium dengan latar belakang yang berbeda. Kelima presidium itu yakni Chairil Anwar seoarang akademisi, Sudarmawan seorang jurnalis, Budayawan Tri Kisnowo Hadi serta Dini Purnawansyah dari birokrat dan Urip Prayitno seorang pengacara. Sementara itu Ketua FORHATI Sidoarjo periode 2025-2030 dijabat drg. Dwi Wahyu Indrawati, sedangkan untuk Ketua HIPKA Sidoarjo periode 2026-2031 dijabat oleh Aditya Hanif Ashari. Git
Selengkapnya
Dari lintasan kolonial hingga jalur arteri baru, satu jembatan tetap menjadi nadi yang tak pernah benar-benar berhenti.KOMINFO, Sidoarjo - Angin siang berembus pelan di atas Sungai Porong. Airnya mengalir keruh, membawa jejak dari hulu yang jauh - seperti menyimpan cerita yang tak pernah selesai. Di atasnya, Jembatan Porong berdiri tanpa banyak suara, menghubungkan dua sisi yang tak hanya dipisahkan oleh air, tetapi juga oleh waktu.Lalu lintas mengalir nyaris tanpa jeda. Truk, sepeda motor, dan mobil saling berbagi ruang. Namun bagi warga, jembatan ini bukan sekadar jalan.“Kalau jembatan ini sepi, rasanya aneh,” ujar Pak Slamet Riyadi, yang telah lama berjualan di sekitar kawasan itu. “Di sini orang bukan cuma lewat, tapi juga bertemu.”Simpul Lama di Jalur Panjang Jawa TimurJembatan Porong bukan infrastruktur yang lahir kemarin sore. Ia telah menjadi bagian dari lanskap Jawa Timur sejak masa Hindia Belanda. Arsip foto menunjukkan bahwa jembatan ini sudah ada setidaknya pada dekade 1920-an, sekitar tahun 1928 - menandai perannya dalam jaringan transportasi kolonial.Pada masa itu, Porong menjadi simpul penting yang menghubungkan Sidoarjo dan Pasuruan, sekaligus bagian dari jalur utama pantai utara timur Jawa. Sungai Porong dimanfaatkan sebagai jalur air, sementara jembatan menjadi pengikat jalur darat.Dari wilayah pedalaman, hasil bumi seperti tebu dan padi diangkut menuju pelabuhan di Surabaya. Jalur ini hidup - bukan hanya oleh barang, tetapi juga oleh kepentingan.“Sejak dulu, Porong adalah koridor strategis,” ujar sejarawan Jawa Timur, Dr. R. Widodo Santoso.“Ia menghubungkan pusat ekonomi dengan daerah produksi, sekaligus menjadi jalur penting dalam mobilisasi.”Tak mengherankan jika jalur ini juga diyakini pernah dilalui tentara kolonial Belanda. Pada masa transisi kemerdekaan, lintasan ini tetap hidup - menjadi bagian dari pergerakan pasukan Sekutu dalam dinamika konflik pasca Pertempuran Surabaya.Ketika Jalur Terputus, Arus Tak Boleh BerhentiWaktu bergerak, dan Porong ikut berubah. Namun tidak ada perubahan yang sedrastis peristiwa Semburan Lumpur Lapindo.Bencana itu bukan hanya menenggelamkan lahan dan permukiman, tetapi juga memutus jalur utama yang selama puluhan tahun menjadi nadi transportasi. Jalan terhenti. Arus barang terganggu. Porong sempat kehilangan denyutnya.“Kami sempat merasa semuanya berhenti,” kenang Ibu Rukmini, warga setempat.“Jalan sepi, orang bingung. Tapi hidup tidak mungkin diam terus.”Negara kemudian merespons. Untuk menjaga konektivitas, dibangun jalur arteri Porong - lengkap dengan jembatan baru - yang mulai beroperasi sekitar tahun 2011 hingga 2012. Jalur ini menjadi pengganti sekaligus penopang baru, memastikan bahwa arus ekonomi tidak benar-benar terputus.Pengamat infrastruktur daerah, Budi Hartono, mengatakan:“Porong menunjukkan satu hal: ketika satu jalur terhenti, yang lain harus dibuka. Karena ekonomi tidak bisa menunggu.”Ruang yang Menyimpan KehidupanMeski jalur baru telah hadir, Jembatan Porong lama tidak kehilangan maknanya. Ia tetap hidup—dalam langkah kaki warga, dalam percakapan kecil di tepi sungai, dan dalam kebiasaan yang terus berulang.Di bawah bayangannya, anak-anak masih memancing. Warga duduk memandang aliran air. Di kejauhan, siluet Gunung Arjuno-Welirang berdiri tenang, seolah menjadi saksi yang tak pernah pergi.“Jembatan itu bukan cuma penghubung jalan,” kata budayawan Sidoarjo, Siti Nur Aisyah.“Ia adalah penghubung ingatan - tempat masa lalu dan hari ini bertemu.”Yang Tetap BertahanHampir satu abad telah berlalu sejak jembatan ini pertama kali dikenal. Ia mungkin telah berubah bentuk, diperbaiki, dan dilengkapi oleh jalur baru. Namun satu hal tetap sama: perannya sebagai penghubung.Dari tentara kolonial hingga truk logistik modern, dari perahu pengangkut hasil bumi hingga kendaraan pribadi - semuanya pernah melintasi ruang yang sama.Dan hari ini, di bawah langit Porong yang luas, jembatan itu masih berdiri.Tenang, tapi tidak pernah benar-benar diam.Seperti Sungai Porong di bawahnya - ia terus mengalir, membawa cerita, menyambung kehidupan, dan mengingatkan bahwa waktu boleh berubah, tetapi tidak semua hal akan hilang.Jembatan Porong adalah salah satunya.
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari 346 desa/kelurahan yang ada, 232 desa/kelurahan sudah masuk portal pemetaan dan pembangunan KDKMP. Forkopimda Sidoarjo juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto tersebut. Sebagai bentuk keseriusan jajaran Forkopimda Sidoarjo, Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo serta Kajari Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo melakukan penandatanganan bersama percepatan pembangunan gerai KDKMP, Rabu, (29/4). Penandatanganan bersama dilakukan di Delta Wicaksana Setda Sidoarjo.Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan percepatan pembangunan KDKMP membutuhkan dukungan semua pihak. Selain sinergi Forkopimda Sidoarjo, keberhasilan program tersebut juga sangat tergantung dari pemerintah desa. Kepala desa diharapkan dapat menyukseskan program tersebut. Pemkab Sidoarjo akan mengawal regulasi pendiriannya.“Hari ini kita mengajak semuanya, ini adalah program pemerintah, program Bapak Presiden, tentunya percepatan pembangunan harus kita lakukan namun tidak meninggalkan administrasi (pendirian) yang harus kita selesaikan,” ucapnya.Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta pembangunan gerai KDKMP dilokasi yang strategis. Jangan memaksakan membangun jika dilokasinya tidak ideal untuk bisnis. Lokasinya harus mudah dijangkau dan mudah terlihat oleh pejalan kaki atau pengendara.“Kalau lokasinya tidak bagus, di situ kondisinya menurut panjenengan enggak laku, ya ojo ditempati pak," pintanya kepada kepala desa yang juga hadir dalam penandatangan kesepakatan percepatan pembangunan gerai KDKMP.Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Ia juga mengajak semua pihak untuk saling bahu-membahu untuk melakukan upaya-upaya percepatan pendirian KDKMP. Ia pun siap untuk bersinergi, berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mewujudkannya."Dan kami siap untuk bersinergi, berkolaborasi, berkomunikasi, serta bersama untuk mewujudkan implementasi dari kegiatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini," ucapnya.Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta juga menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Program strategis nasional untuk pertumbuhan ekonomi desa tersebut harus didukung bersama. Ia yakin dengan dukungan bersama, pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo akan berjalan lancar.“Terkait dengan KDKMP, tentu ini program strategis nasional ya, untuk pertumbuhan ekonomi desa. Tentu kita dukung secara bersama," ujarnya.Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas upaya percepatan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Disampaikannya percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di Sidoarjo saat ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Dari awal 88 titik, saat ini sudah hampir 60% dari 346 total desa yang akan segera diselesaikan."Jadi sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas support dan dukungannya. Mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Merah Putih yang sudah bergerak sat-set ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kejaksaan Negeri Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (29/4/2026). Rakor tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta beserta jajaran.Hadir pula dalam kegiatan itu, Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo Probo Agus Sunarno, Kabag Hukum, Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sidoarjo, dan Ketua Paguyuban BPD Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan bahwa program Jaga Desa merupakan inisiatif untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan desa serta menindaklanjuti program dari pemerintah pusat. “Program Jaga Desa ini nantinya Pak Kajari sebagai pembina di ABPEDNAS. Kalau nanti ada segala sesuatu ya tinggal disampaikan dengan pembinanya adalah sebagai Pak Kajari,” jelasnya.Lebih lanjut, Subandi mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih erat antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS. Ia bahkan mendorong peleburan kepengurusan kedua organisasi tersebut agar lebih solid dan terhubung langsung dengan program pusat.Menurutnya, langkah ini penting agar program ini nanti berkesinambungan antara desa dan desa serta untuk memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan desa. “Kita mengharapkan Paguyuban dan ABPEDNAS ini saling memberikan support dan dukungan. Kalau bisa dilebur menjadi satu,” tegasnya.Subandi juga menyoroti masih adanya konflik antara BPD dan kepala desa yang berujung pada persoalan hukum. Dengan hadirnya program Jaga Desa, ia berharap permasalahan tersebut dapat diminimalisir melalui pendekatan pembinaan dan komunikasi yang lebih baik. “Harapan kita, kalau ada persoalan tidak langsung ke ranah hukum, tapi bisa dikomunikasikan dengan APH (Aparat Penegak Hukum) terlebih dahulu,” katanya.Ia pun meminta seluruh pengurus untuk aktif membangun komunikasi dan koordinasi antara Paguyuban dan ABPEDNAS. Hal ini dinilai penting guna menciptakan kepengurusan yang kuat dan efektif di Kabupaten Sidoarjo.Subandi menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik. “Mudah-mudahan sinkronisasi antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS ini bisa berjalan dengan baik, demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo serta mampu menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antar desa maupun antar kecamatan, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan regulasi yang berlaku secara tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Mar/mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini Kabupaten Sidoarjo menerima penghargaan Prestasi Kinerja Tertinggi se-Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Penghargaan itu diterima dari Kementrian Dalam Negeri. Pemkab Sidoarjo mendapat 3,6389 dan status kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 Piagam penghargaan itu diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, dan diterima langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH., M.Kn dalam acara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di halaman Kantor Kemendagri RI, Senin, (27/4).Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen kuat Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaborasi seluruh elemen pemerintahan daerah.“Kami mengucapkan terima kasih banyak. terutama kepada seluruh OPD Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Berkat kinerja yang luar biasa, kita mendapatkan Penghargaan Prestasi Kinerja Tertinggi se-Indonesia,” ujar Subandi.Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menekankan bahwa efisiensi tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Kita harus terus bersemangat. Dengan efisiensi tidak mengurangi kinerja kita. Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita terus bergerak bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.Subandi juga menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan, serta kesinambungan program-program yang telah berjalan. Ia menyebut Sidoarjo kini menjadi salah satu daerah percontohan di Indonesia.“Penghargaan ini juga menjadi penyemangat untuk menambah gairah lagi membangun Kabupaten Sidoarjo yang kita cintai bersama, yang harus diikuti semua OPD hingga pemerintah desa,” tambahnya.Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Justru, menurutnya, pelayanan harus semakin mudah dan cepat dirasakan masyarakat.“Dengan adanya efisiensi ini, pelayanan tidak boleh terabaikan dan semangat kita harus tetap tinggi, terutama untuk memberikan pelayanan publik, kepada masyarakat yang ada di Sidoarjo,” tegasnya.Dengan capaian tersebut, Pemkab Sidoarjo diharapkan mampu terus menjaga konsistensi kinerja serta memperkuat inovasi dalam tata kelola pemerintahan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.(hms).
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1670858