Berita

30 Apr 2026

Jembatan Porong: Menjaga Arus, Menyambung Zaman

Dari lintasan kolonial hingga jalur arteri baru, satu jembatan tetap menjadi nadi yang tak pernah benar-benar berhenti.KOMINFO, Sidoarjo - Angin siang berembus pelan di atas Sungai Porong. Airnya mengalir keruh, membawa jejak dari hulu yang jauh - seperti menyimpan cerita yang tak pernah selesai. Di atasnya, Jembatan Porong berdiri tanpa banyak suara, menghubungkan dua sisi yang tak hanya dipisahkan oleh air, tetapi juga oleh waktu.Lalu lintas mengalir nyaris tanpa jeda. Truk, sepeda motor, dan mobil saling berbagi ruang. Namun bagi warga, jembatan ini bukan sekadar jalan.“Kalau jembatan ini sepi, rasanya aneh,” ujar Pak Slamet Riyadi, yang telah lama berjualan di sekitar kawasan itu. “Di sini orang bukan cuma lewat, tapi juga bertemu.”Simpul Lama di Jalur Panjang Jawa TimurJembatan Porong bukan infrastruktur yang lahir kemarin sore. Ia telah menjadi bagian dari lanskap Jawa Timur sejak masa Hindia Belanda. Arsip foto menunjukkan bahwa jembatan ini sudah ada setidaknya pada dekade 1920-an, sekitar tahun 1928 - menandai perannya dalam jaringan transportasi kolonial.Pada masa itu, Porong menjadi simpul penting yang menghubungkan Sidoarjo dan Pasuruan, sekaligus bagian dari jalur utama pantai utara timur Jawa. Sungai Porong dimanfaatkan sebagai jalur air, sementara jembatan menjadi pengikat jalur darat.Dari wilayah pedalaman, hasil bumi seperti tebu dan padi diangkut menuju pelabuhan di Surabaya. Jalur ini hidup - bukan hanya oleh barang, tetapi juga oleh kepentingan.“Sejak dulu, Porong adalah koridor strategis,” ujar sejarawan Jawa Timur, Dr. R. Widodo Santoso.“Ia menghubungkan pusat ekonomi dengan daerah produksi, sekaligus menjadi jalur penting dalam mobilisasi.”Tak mengherankan jika jalur ini juga diyakini pernah dilalui tentara kolonial Belanda. Pada masa transisi kemerdekaan, lintasan ini tetap hidup - menjadi bagian dari pergerakan pasukan Sekutu dalam dinamika konflik pasca Pertempuran Surabaya.Ketika Jalur Terputus, Arus Tak Boleh BerhentiWaktu bergerak, dan Porong ikut berubah. Namun tidak ada perubahan yang sedrastis peristiwa Semburan Lumpur Lapindo.Bencana itu bukan hanya menenggelamkan lahan dan permukiman, tetapi juga memutus jalur utama yang selama puluhan tahun menjadi nadi transportasi. Jalan terhenti. Arus barang terganggu. Porong sempat kehilangan denyutnya.“Kami sempat merasa semuanya berhenti,” kenang Ibu Rukmini, warga setempat.“Jalan sepi, orang bingung. Tapi hidup tidak mungkin diam terus.”Negara kemudian merespons. Untuk menjaga konektivitas, dibangun jalur arteri Porong - lengkap dengan jembatan baru - yang mulai beroperasi sekitar tahun 2011 hingga 2012. Jalur ini menjadi pengganti sekaligus penopang baru, memastikan bahwa arus ekonomi tidak benar-benar terputus.Pengamat infrastruktur daerah, Budi Hartono, mengatakan:“Porong menunjukkan satu hal: ketika satu jalur terhenti, yang lain harus dibuka. Karena ekonomi tidak bisa menunggu.”Ruang yang Menyimpan KehidupanMeski jalur baru telah hadir, Jembatan Porong lama tidak kehilangan maknanya. Ia tetap hidup—dalam langkah kaki warga, dalam percakapan kecil di tepi sungai, dan dalam kebiasaan yang terus berulang.Di bawah bayangannya, anak-anak masih memancing. Warga duduk memandang aliran air. Di kejauhan, siluet Gunung Arjuno-Welirang berdiri tenang, seolah menjadi saksi yang tak pernah pergi.“Jembatan itu bukan cuma penghubung jalan,” kata budayawan Sidoarjo, Siti Nur Aisyah.“Ia adalah penghubung ingatan - tempat masa lalu dan hari ini bertemu.”Yang Tetap BertahanHampir satu abad telah berlalu sejak jembatan ini pertama kali dikenal. Ia mungkin telah berubah bentuk, diperbaiki, dan dilengkapi oleh jalur baru. Namun satu hal tetap sama: perannya sebagai penghubung.Dari tentara kolonial hingga truk logistik modern, dari perahu pengangkut hasil bumi hingga kendaraan pribadi - semuanya pernah melintasi ruang yang sama.Dan hari ini, di bawah langit Porong yang luas, jembatan itu masih berdiri.Tenang, tapi tidak pernah benar-benar diam.Seperti Sungai Porong di bawahnya - ia terus mengalir, membawa cerita, menyambung kehidupan, dan mengingatkan bahwa waktu boleh berubah, tetapi tidak semua hal akan hilang.Jembatan Porong adalah salah satunya.

Selengkapnya
29 Apr 2026

Forkopimda Sidoarjo Sinergi Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari 346 desa/kelurahan yang ada, 232 desa/kelurahan sudah masuk portal pemetaan dan pembangunan KDKMP. Forkopimda Sidoarjo juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto tersebut. Sebagai bentuk keseriusan jajaran Forkopimda Sidoarjo, Bupati Sidoarjo,  Kapolresta Sidoarjo serta Kajari Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo melakukan penandatanganan bersama percepatan pembangunan gerai KDKMP, Rabu, (29/4). Penandatanganan bersama dilakukan di Delta Wicaksana Setda Sidoarjo.Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan percepatan pembangunan KDKMP membutuhkan dukungan semua pihak. Selain sinergi Forkopimda Sidoarjo, keberhasilan program tersebut juga sangat tergantung dari pemerintah desa. Kepala desa diharapkan dapat menyukseskan program tersebut. Pemkab Sidoarjo akan mengawal regulasi pendiriannya.“Hari ini kita mengajak semuanya, ini adalah program pemerintah, program Bapak Presiden, tentunya percepatan pembangunan harus kita lakukan namun tidak meninggalkan administrasi (pendirian) yang harus kita selesaikan,” ucapnya.Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta pembangunan gerai KDKMP dilokasi yang strategis. Jangan memaksakan membangun jika dilokasinya tidak ideal untuk bisnis. Lokasinya harus mudah dijangkau dan mudah terlihat oleh pejalan kaki atau pengendara.“Kalau lokasinya tidak bagus, di situ kondisinya menurut panjenengan enggak laku, ya ojo ditempati pak," pintanya kepada kepala desa yang juga hadir dalam penandatangan kesepakatan percepatan pembangunan gerai KDKMP.Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Ia juga mengajak semua pihak untuk saling bahu-membahu untuk melakukan upaya-upaya percepatan pendirian KDKMP. Ia pun siap untuk bersinergi, berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mewujudkannya."Dan kami siap untuk bersinergi, berkolaborasi, berkomunikasi, serta bersama untuk mewujudkan implementasi dari kegiatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini," ucapnya.Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta juga menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Program strategis nasional untuk pertumbuhan ekonomi desa tersebut harus didukung bersama. Ia yakin dengan dukungan bersama, pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo  akan berjalan lancar.“Terkait dengan KDKMP, tentu ini program strategis nasional ya, untuk pertumbuhan ekonomi desa. Tentu kita dukung secara bersama," ujarnya.Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas upaya percepatan pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Disampaikannya percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di Sidoarjo saat  ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Dari awal 88  titik, saat ini sudah hampir 60% dari 346 total desa yang akan segera diselesaikan."Jadi sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas support dan dukungannya. Mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Merah Putih yang sudah bergerak sat-set ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya. Git/mas

Selengkapnya
29 Apr 2026

Bupati Sidoarjo Subandi Dukung Pengawasan Desa

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kejaksaan Negeri Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (29/4/2026). Rakor tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta beserta jajaran.Hadir pula dalam kegiatan itu, Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo Probo Agus Sunarno, Kabag Hukum, Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sidoarjo, dan Ketua Paguyuban BPD Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan bahwa program Jaga Desa merupakan inisiatif untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan desa serta menindaklanjuti program dari pemerintah pusat. “Program Jaga Desa ini nantinya Pak Kajari sebagai pembina di ABPEDNAS. Kalau nanti ada segala sesuatu ya tinggal disampaikan dengan pembinanya adalah sebagai Pak Kajari,” jelasnya.Lebih lanjut, Subandi mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih erat antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS. Ia bahkan mendorong peleburan kepengurusan kedua organisasi tersebut agar lebih solid dan terhubung langsung dengan program pusat.Menurutnya, langkah ini penting agar program ini nanti berkesinambungan antara desa dan desa serta untuk memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan desa. “Kita mengharapkan Paguyuban dan ABPEDNAS ini saling memberikan support dan dukungan. Kalau bisa dilebur menjadi satu,” tegasnya.Subandi juga menyoroti masih adanya konflik antara BPD dan kepala desa yang berujung pada persoalan hukum. Dengan hadirnya program Jaga Desa, ia berharap permasalahan tersebut dapat diminimalisir melalui pendekatan pembinaan dan komunikasi yang lebih baik. “Harapan kita, kalau ada persoalan tidak langsung ke ranah hukum, tapi bisa dikomunikasikan dengan APH (Aparat Penegak Hukum) terlebih dahulu,” katanya.Ia pun meminta seluruh pengurus untuk aktif membangun komunikasi dan koordinasi antara Paguyuban dan ABPEDNAS. Hal ini dinilai penting guna menciptakan kepengurusan yang kuat dan efektif di Kabupaten Sidoarjo.Subandi menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik. “Mudah-mudahan sinkronisasi antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS ini bisa berjalan dengan baik, demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo serta mampu menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antar desa maupun antar kecamatan, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan regulasi yang berlaku secara tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Mar/mas)

Selengkapnya
27 Apr 2026

Sidoarjo Raih Penghargaan Kinerja Tertinggi se-Indonesia, Bupati Subandi: Jadi Pemicu Semangat Pelayanan dan Pembangunan

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini Kabupaten Sidoarjo menerima penghargaan Prestasi Kinerja Tertinggi se-Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Penghargaan itu diterima dari Kementrian Dalam Negeri. Pemkab Sidoarjo mendapat 3,6389 dan status kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 Piagam penghargaan itu diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, dan diterima langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH., M.Kn dalam acara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di halaman Kantor Kemendagri RI, Senin, (27/4).Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen kuat Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaborasi seluruh elemen pemerintahan daerah.“Kami mengucapkan terima kasih banyak. terutama kepada seluruh OPD Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Berkat kinerja yang luar biasa, kita mendapatkan Penghargaan Prestasi Kinerja Tertinggi se-Indonesia,” ujar Subandi.Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menekankan bahwa efisiensi tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Kita harus terus bersemangat. Dengan efisiensi tidak mengurangi kinerja kita. Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita terus bergerak bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.Subandi juga menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan, serta kesinambungan program-program yang telah berjalan. Ia menyebut Sidoarjo kini menjadi salah satu daerah percontohan di Indonesia.“Penghargaan ini juga menjadi penyemangat untuk menambah gairah lagi membangun Kabupaten Sidoarjo yang kita cintai bersama, yang harus diikuti semua OPD hingga pemerintah desa,” tambahnya.Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Justru, menurutnya, pelayanan harus semakin mudah dan cepat dirasakan masyarakat.“Dengan adanya efisiensi ini, pelayanan tidak boleh terabaikan dan semangat kita harus tetap tinggi, terutama untuk memberikan pelayanan publik, kepada masyarakat yang ada di Sidoarjo,” tegasnya.Dengan capaian tersebut, Pemkab Sidoarjo diharapkan mampu terus menjaga konsistensi kinerja serta memperkuat inovasi dalam tata kelola pemerintahan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.(hms).

Selengkapnya
26 Apr 2026

Rombongan Pertama Calon Jamaah Haji dari Sidoarjo Diberangkatkan

KOMINFO, Sidoarjo – Rombongan pertama calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo diberangkatkan, Minggu (26/4/2026). Yakni sebanyak 39 orang calon amaah haji yang tergabung dalam Kloter (Kelompok Terbang) 20. Satu bus disiapkan Pemkab Sidoarjo untuk mengantarkan para tamu Allah SWT itu ke Embarkasih Surabaya sebelum terbang ke tanah suci Makkah. Pemberangkatan dilakukan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. “Kloter 20 ini menjadi Kloter perdana jamaah haji yang diberangkatkan Kabupaten Sidoarjo,” kata Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati saat prosesi pemberangkatan.Pihaknya turut berdoa agar seluruh jamaah haji Sidoarjo sehat walafiat. Mulai dari berangkat sampai dengan pulang haji diberikan kelancaran dan kemudahan.  Tidak kalah pentingnnya dapat menyandang predikat haji mabrur. Haji yang mendapat keberkahan dari Allah SWT."Mudah-mudahan panjenengan semua sehat walafiat, mulai dari berangkat sampai dengan pulang haji, diberikan kelancaran, kemudahan, mabrur yang paling penting dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya.Fenny meminta jamaah haji Sidoarjo bersyukur dapat terpilih dan terpanggil untuk berkunjung ke Baitullah. Pasalnya tidak semua calon jamaah haji yang terdaftar bisa berangkat. Dikatakannya urusan keberangkatan haji sudah gariskan Allah SWT. Manusia hanya bisa merencanakan namun Allah SWT yang mentakdirkannya.“Oleh karena itu rasa syukur monggo selalu dipanjatkan ke hadirat Allah SWT. Apa pun itu, Allah pasti memberikan yang terbaik. Kita harus yakin bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik untuk kita,” ucapnya.Fenny juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati dan Wakil Bupati bahwa kondisi pelaksanaan haji sekarang cukup panas. Untuk itu para jamaah haji diminta untuk menjaga kesehatan. Ia juga berpesan untuk menjaga jaga nama baik Sidoarjo saat disana nanti.TPHD Kabupaten Sidoarjo juga dimintanya untuk betul-betul memberikan pelayanan kepada semua jemaah haji Sidoarjo. Pelayanan maksimal wajib diberikan. Saya pesen yang TPHD betul-betul memberikan jiwa raganya semuanya untuk jemaah, berikan pelayanan yang maksimal untuk para calon jemaah haji,” pesannyaSekda Sidoarjo Fenny Apridawati juga meminta titip doa bagi Kabupaten Sidaorjo. Calon jamaah haji Sidoarjo diharapkan ikhlas mendoakan Kabupaten Sidoarjo agar dijadikan kabupaten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, subur makmur sejahtera masyarakatnya.“Mudah-mudahan semua doa hajat Bapak Ibu sekalian terkabul dan nderek titip sekali lagi doakan para pemimpin kita, doakan kita semuanya dengan tulus dan ikhlas. Kami di sini juga tidak akan berhenti untuk mendoakan para jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo agar di sana lancar, sehat, dan mabrur. Allahumma aamiin,” ucapnya. Sementara itu Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sidoarjo Eliana mengungkapkan tahun ini ada 2.700 orang calon jamaah haji asal Sidoarjo yang akan berangkat. Rinciannya 1.221 jemaah laki-laki dan 1.479 jemaah perempuan. Seluruh jamaah haji tersebut tergabung dalam 11 Kloter. Diantaranya Kloter 20, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 68 serta 71 dan kloter 116.“Keseluruhan jemaah ini akan tergabung dalam 11 kelompok terbang yaitu gelombang 1 Kloter SUB 20, 53, 54, 55, dan 56. Gelombang 2 Kloter SUB 57, 58, 59, 68, 71, dan 116,” ungkapnya.Eliana  mengatakan seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik dan pendampingan kesehatan agar memiliki kesiapan maksimal secara fisik, mental, maupun spiritual. Disampaikannya jamaah tertua tahun ini berusia 90 tahun atas nama Raminten, dan yang termuda berusia 16 tahun atas nama Muhammad Nur Al Maghfirah. Sedangkan untuk Kloter 20 kali ini jemaah tertua atas nama Ihsan Atmo Burosari yang berusia 85 tahun dan jemaah termuda bernama Nur Azizah Wulandari yang berusia 20 tahun.“Kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga nama baik Kabupaten Sidoarjo dan bangsa Indonesia. Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan khusyuk dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” doanya.Eliana juga mengungkapkan daftar tunggu atau waiting list jamaah haji asal Sidoarjo yang akan berangkat saat ini mencapai 84.996 jemaah. Angka daftar tunggu tersebut terbesar di Provinsi Jawa Timur bahkan secara nasional.“Kami laporkan juga bahwa per tanggal 25 April 2026, total daftar tunggu jemaah haji Sidoarjo mencapai 84.996 jemaah. Ini merupakan angka daftar tunggu terbesar di Provinsi Jawa Timur, bahkan secara nasional,” ucapnya.Melihat besarnya antusiasme seperti ini Kemenhaj Kabupaten Sidoarjo berharap dapat memiliki Hajj Command Center. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan, informasi, bimbingan, edukasi, serta pendukung operasional haji lainnya. Eliana juga mengucapkan terimakasih atas dukungan pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui pengadaan bus pemberangkatan jamaah haji dari Sidoarjo menuju Embarkasi Surabaya.“Kami memiliki impian agar ke depannya Kabupaten Sidoarjo dapat memiliki Hajj Center yang berfungsi sebagai pusat pelayanan, informasi, bimbingan, edukasi, serta pendukung operasional haji lainnya. Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya Bapak Bupati beserta jajaran, yang telah memberikan dukungan maksimal meski di tengah efisiensi anggaran. Dukungan tersebut tetap nyata, salah satunya melalui pengadaan bus pemberangkatan dari Sidoarjo menuju embarkasi,” ucapnya. (Git)

Selengkapnya
26 Apr 2026

Dinas Kesehatan Sidoarjo Bersama Auto2000 Waru-Sidoarjo Gelar Cek Kesehatan Gratis

KOMINFO, Sidoarjo - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) digelar pada momen Car Free Day (CFD) Sidoarjo, Minggu pagi, (26/4). Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan Dinas Kesehatan Sidoarjo  kepada pengunjung CFD Sidoarjo. CKG hasil kolaborasi bersama Auto2000 Waru itu mencakup pemeriksaan gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat serta pemeriksaan tinggi badan dan berat badan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Paseban Alun-alun Sidoarjo. Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi perusahaan Auto2000 Waru atas dukungannya terhadap program CKG di Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya CKG menjadi bagian dari upaya promosi kesehatan. Ia sampaikan pentingnya CKG dilakukan. Lewat CKG akan teridentifikasi sejak dini faktor risiko dan pra-penyakit. Dengan begitu pengobatan dapat dilakukan sejak awal. "Pentingnya CKG ini untuk mengetahui sejak dini faktor risiko dan pra-penyakit agar pengobatan segera dapat dilakukan dan penyakit lebih mudah diobati," ucapnya. Fenny juga menyampaikan Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. CFD menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga. "CFD dapat menjadi ruang bagi warga untuk berolahraga seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda di area aman yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ucapnya. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina mengatakan program CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo untuk deteksi dini penyakit. Menurutnya program tersebut juga sebagai upaya pemerintah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Jika selama ini (masyarakat) tidak pernah cek berat badan, cek lingkar perut, cek gula darah, cek kolesterol,  kali ini kita beri kesempatan warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga kami berharap lewat cek kesehatan gratis ini semua warga Sidoarjo dalam keadaan sehat," ucapnya. dr. Lakshmie mengatakan pelaksanaan program CKG di Kabupaten Sidoarjo terus berjalan. Setiap minggu dilakukan monitor pelaksanaannya di seluruh Puskesmas. Tahun 2026 ini Dinas Kesehatan Sidoarjo harus melayani 52 persen dari 2 juta lebih warga Sidoarjo. "52 persen ini harus tercapai oleh seluruh Puskesmas sehingga mereka harus berupaya melakukan cek kesehatan kepada warga Sidoarjo mulai dari anak yang baru lahir, anak sekolah, dewasa sampai Lansia," ujarnya. dr. Lakshmie juga mengatakan pelaksanaan program CKG juga akan dilakukan disekolah-sekolah. Pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo untuk melakukan pemeriksaaan kesehatan kepada siswa sekolah. "Teman-teman dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas bekerjasama berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk menunjuk sekolah-sekolah yang harus kita kunjungi," ujarnya. Kepala Cabang Auto2000 Waru Edi Budi Cahyana mengatakan Auto2000 Waru akan terus bekerjasama dengan pemerintahan Kabupaten Sidoarjo untuk mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang sehat. Salah satunya dengan berkolaborasi pelaksanaan program CKG kepada pengunjung CFD. Ia berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dapat dimanfaatkan warga Sidoarjo. "Kita terus berkerjasama dengan Kabupaten Sidoarjo, harapan nya warga Sidoarjo ini selalu sehat," ucapnya. Git

Selengkapnya
25 Apr 2026

Sinergi Bangun Sidoarjo, Bupati Subandi dan Danrem 084 Akan Garap Jembatan di Plumbungan

Kominfo, Sidoarjo - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan TNI diwujudkan dalam rencana pembangunan jembatan di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono. Peninjauan langsung ke lokasi dilakukan pada Sabtu (25/4/2026) oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. bersama Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, serta Dandim 0816 Letkol CZI Shobirin Setio Utomo.Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUBMSDA M. Makhmud, Kepala Dinas Sosial Mharta Wara Kusuma, Kasdim 0816 Mayor Inf Sumarsono, Camat Sukodono Inneke Dwi Setiawati, serta Kepala Desa Plumbungan. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam merealisasikan pembangunan jembatan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat setempat.Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini sejalan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diusulkan oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya.“Sebagai Bupati, saya memberikan dukungan sepenuhnya terhadap inisiatif Danrem 084/BJ guna menggerakkan ekonomi warga, karena pembangunan jembatan ini sangat penting sebagai penghubung aktivitas warga sehari-hari,” ujarnya.Menurutnya, keberadaan jembatan nantinya akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas sehari-hari seperti akses pendidikan, kegiatan keagamaan, hingga mobilitas ekonomi warga.Sementara itu, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menjelaskan bahwa pembangunan jembatan akan didukung oleh berbagai sumber pembiayaan. Selain dari anggaran pemerintah pusat, proyek ini juga akan melibatkan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta partisipasi aktif masyarakat melalui swadaya.“Kami ingin pembangunan ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, TNI, sektor swasta, dan masyarakat, sehingga pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran,” jelasnya.Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan fungsi infrastruktur sangat bergantung pada kesadaran bersama untuk memelihara fasilitas yang telah ada.“Setelah jembatan ini selesai, kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawatnya dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.Di sisi lain, Dandim 0816 Letkol CZI Shobirin Setio Utomo menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh proses pembangunan, baik melalui pengawasan maupun keterlibatan personel di lapangan. Ia menilai pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.“Keberadaan TNI tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.Rencana pembangunan jembatan di Desa Plumbungan ini pun disambut dengan antusias oleh warga. Selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan yang kerap menghambat mobilitas.Dengan hadirnya jembatan baru, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih lancar, kegiatan ekonomi meningkat, serta kualitas hidup warga semakin baik. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan TNI ini pun diharapkan menjadi contoh pembangunan berbasis gotong royong yang bisa diterapkan di wilayah lain. (Mar)

Selengkapnya
25 Apr 2026

Bupati Sidoarjo Turun Langsung ke Sukodono, Pastikan Bantuan dan Layanan Menyentuh Warga Rentan

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung menyisir sejumlah desa di Kecamatan Sukodono untuk menyalurkan bantuan kursi roda sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga rentan, Sabtu (25/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Sidoarjo menyalurkan bantuan sekaligus memastikan intervensi langsung di lapangan. Memastikan semua bantuan dan layanan tepat sasaran. Di Desa Masangan Kulon, Bupati Subandi menyerahkan kursi roda kepada Moana (70), yang mengalami patah tulang punggung dan cedera pada tulang ekor. Selain itu, rumah Moana yang rawan banjir juga akan ditinggikan.“Kita tidak hanya memberi bantuan kursi roda, tapi juga memastikan tempat tinggalnya layak. Rumahnya rawan banjir, nanti kita tinggikan agar lebih aman dan nyaman,” ujar Subandi.Selanjutnya, di Desa Kebonagung, bantuan kursi roda diberikan kepada Anindita (10), penderita polio dan pengecilan otak. Subandi juga meminta puskesmas pembantu setempat melakukan kunjungan rutin setiap minggu untuk memastikan layanan kesehatan.“Anak ini butuh perhatian khusus. Saya minta puskesmas pembantu rutin visite seminggu sekali, agar kondisi kesehatannya terus terpantau,” tegasnya.“Semoga orang tua diberi kesabaran dan kekuatan. Tujuan visite ini agar kita sama-sama menjaga. Pemerintah kabupaten harus hadir dan melihat langsung situasi di lapangan,” tambahnya.Sidak berlanjut ke Desa Pedemonegoro. Di rumah Legimah (60), yang tidak bisa berjalan selama hampir 1,5 tahun, Subandi kembali menyerahkan kursi roda dan meminta perhatian penuh dari pemerintah desa serta dinas terkait.“Saya minta kepala desa dan dinas terkait memastikan semua bantuan terpenuhi, mulai dari makanan, pengobatan, sampai kondisi rumah. Kalau ada yang perlu diperbaiki, segera diusulkan dan dikerjakan,” katanya.Kunjungan terakhir dilakukan di Dusun Jebug, Desa Cangkringsari, dengan menemui Rizalul Muttaqin (12) yang menderita cerebral palsy sejak lahir.“Kita harus hadir untuk anak-anak seperti Rizal. Penanganannya harus berkelanjutan, tidak boleh terputus. Pemerintah akan terus mendampingi sesuai kebutuhan yang ada,” ungkap Subandi.Selain menyalurkan kursi roda, dalam kegiatan tersebut Subandi juga memberikan bantuan sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.Dalam setiap kunjungan, Subandi didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Sukodono, serta kepala desa setempat. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan sidak ini menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.“Kami rutin turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar terlayani. Pemerintah harus hadir, tidak hanya menunggu laporan,” pungkasnya.(Yu/Dew/Mar)

Selengkapnya
24 Apr 2026

Sinergi Bangun Sidoarjo, Bupati Subandi dan Danrem 084 Garap Koperasi - Jembatan Merah Putih

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi menerima kunjungan kerja Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemkab Sidoarjo dan TNI, khususnya dalam mempercepat program strategis nasional.Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi, di antaranya Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, hingga jajaran Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sidoarjo.Dalam pertemuan itu, bupati menegaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo dan TNI terus berkolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, kesejahteraan masyarakat serta pembangunan. “Bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif guna mendukung investasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas hidup warga,” kata Bupati Subandi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga berkomitmen untuk senantiasa memperkuat kerja sama dengan TNI dalam berbagai sektor. meliputi penanganan bencana, pengamanan wilayah, pembinaan masyarakat, serta program-program kesejahteraan sosial. Melalui sinergi ini, kami optimis dapat mengakselerasi pencapaian pembangunan dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal lain yang juga dibahas dalam pertemuan itu adalah percepatan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga saat ini, Sidoarjo telah berhasil membentuk 206 unit KDMP. Bupati sengaja mengumpulkan para Kades dan Camat agar mereka siap menghadapi inspeksi mendadak (sidak) serta memastikan program kemitraan pusat dan daerah berjalan mulus."Kami optimis dapat mengakselerasi pembangunan KDMP di Sidoarjo. Forkopimda berkomitmen mengawal pembentukannya guna mencegah potensi masalah di kemudian hari," ujar Subandi.Selain urusan ekonomi kerakyatan, kolaborasi ini juga menyasar sektor infrastruktur. Pemkab Sidoarjo dan Korem 084 berencana menggandeng perusahaan-perusahaan besar melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun "Jembatan Merah Putih"."Kami akan berkoordinasi langsung dengan perusahaan besar untuk mempercepat realisasi dana CSR demi pembangunan jembatan yang menghubungkan daerah-daerah terisolasi," tambahnya.Dalam kesempatan yang sama, Brigjen TNI Kohir menyampaikan bahwa kehadirannya membawa mandat langsung dari Presiden Prabowo terkait program prioritas pemerintah pusat."Program KDMP adalah prioritas Bapak Presiden untuk pengembangan ekonomi kerakyatan. Kami ingin Sidoarjo menjadi kabupaten dengan persentase koperasi yang mencapai 100 persen di seluruh desa," tegas Brigjen Kohir.Ia juga meminta dukungan para Kepala Desa dan Camat dalam proses pembebasan lahan untuk proyek-proyek infrastruktur yang masih berjalan. Menurutnya, konektivitas antar-desa tidak boleh terputus agar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga tetap lancar.Selain KDMP dan infrastruktur, TNI juga tetap fokus pada program ketahanan pangan serta Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sidoarjo."Sebagai mitra pemerintah daerah, TNI akan senantiasa menjadi pilar kekuatan dalam pembangunan daerah. Saya berharap kehadiran saya sebagai Danrem 084/Bhaskarajaya dapat menjadikan Sidoarjo sebagai prioritas kunjungan utama, mengingat program-program dan kegiatan yang memiliki keunggulan tersendiri di wilayah ini.",pungkasnya.yu

Selengkapnya
24 Apr 2026

Pemkab Sidoarjo Dampingi Penerbitan Perzinan UMKM Perajin Topi

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi kecewa melihat pesanan perlengkapan sekolah  yang digarap pengerajin topi di Desa Punggul Kecamatan Gedangan kebanyakan dari luar daerah. Padahal di Kabupaten Sidoarjo sendiri ada seribu lebih jumlah satuan pendidikan. Kekecewaan itu diutarakannya saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi perajin topi Master Konveksi Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jumat (24/4). Bupati H. Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo terus berupaya meningkatkan perkembangan UMKM Sidoarjo. Upaya tersebut butuh dukungan semua pihak. Terutama dari masyarakat Sidoarjo sendiri. Seperti dengan membeli produk-produk UMKM Sidoarjo. "Warga Sidoarjo mesti nya beli di Sidoarjo, kok malah ini (pemesanan) SMA Negeri Balikpapan," ungkapnya usai melihat pengerajin topi Master Konveksi Desa Punggul. Bupati H. Subandi juga mengatakan membeli produk UMKM sendiri sama juga halnya turut mendukung perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Roda perekonomian masyarakat Sidoarjo akan terus bergerak jika uang dibelanjakan di daerah sendiri. Seperti dengan belanja keperluan perlengkapan sekolah di UMKM Kerajinan Topi Desa Punggul. Oleh karena nya ia akan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo agar turut mendukung keberadaan UMKM Pengerajin topi seperti ini. "Kita akan panggil Dinas Pendidikan, kita akan rapatkan, teman-teman kepala sekolah juga kita harapkan hadir, UMKM UMKM harus kita tingkatkan," ucapnya. H. Subandi juga mengatakan Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan pendampingan penerbitan ijin usaha UMKM. Dengan ijin usaha itu akan  memudahkan para pelaku UMKM memperoleh akses permodalan dan bantuan pemerintah. Meski saat ini ijin usaha sudah lewat Online namun masih banyak yang masih belum memanfaatkan nya. Oleh karenanya Pemkab Sidoarjo akan melakukan pendampingan kepada mereka. "Ijin-ijin UMKM akan kita bantu, akan kita kawal agar para pelaku UMKM ini segera memiliki ijin usaha," ujarnya. Fuad, peerajin topi Master Konveksi Desa Punggul mengakui bahwa jarang pesanan datang dari Sidoarjo sendiri. Pesanan kebanyakan dari luar daerah. Dia mengaku sudah mencoba memasarkan produk-produknya kesekolah-sekolah yang ada di Sidoarjo. Namun sedikit sekali yang mengkonfirmasi dirinya untuk melakukan pesanan. "Perna mencoba (memasarkan produk) tapi ditolak, pernah contoh (produk) diterima tapi tidak ada kelanjutannya, hanya bilang nanti dihubungi," ucapnya. Fuad sendiri berharap campur tangan Pemkab Sidoarjo untuk perkembangan UMKM seperti dirinya. Seperti dengan ikut mempromosikan produk yang dihasilkannya ke sekolah yang ada di Kabupaten Sidoarjo.Git/mas

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1661279