KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak kepala-kepala desa dari Kecamatan Candi dan Tanggulangin untuk berembuk membahas pembangunan infrastruktur maupun penanganan banjir di wilayah masing-masing. Rapat koordinasi antara bupati dan para Kades tersebut bertujuan menghimpun dan mencari solusi terkait infrastruktur dan banjir. Pertemuan tersebut berlangsung di Ops Room pada Rabu (9/9/2026). Rapat dihadiri oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo. Kepada Bupati Subandi, para kepala desa menyampaikan langsung berbagai persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing. Semua dibahas dan dicarikan solusi bersama. Di antaranya, normalisasi sungai dan saluran air, perbaikan jalan, hingga perbaikan jembatan. Berbagai usulan tersebut ditampung oleh Bupati Subandi untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Bupati Subandi mengatakan, pertemuan dengan Kades-Kades itu penting untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah daerah perlu mengetahui titik-titik yang membutuhkan intervensi agar penanganannya dapat dilakukan secara lebih tepat. “Tujuan kita mengumpulkan Bapak-Ibu semua untuk mendapatkan informasi mengenai perbaikan jalan dan normalisasi yang diperlukan. Karena, kita juga tidak tahu kondisi riil di masing-masing desa kalau tidak disampaikan langsung,” ujarnya. Bupati Subandi menegaskan, normalisasi sungai menjadi salah satu langkah yang perlu segera dilakukan. Terutama di wilayah yang selama ini memiliki persoalan genangan dan banjir. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan mengoptimalkan peralatan yang dimiliki pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan tersebut. “Yang penting pada hari ini, normalisasi dulu. Peralatan yang ada akan kita sambungkan dengan alat dari PU Pemda untuk segera bisa beroperasi,” jelasnya. Selain penanganan normalisasi, Bupati Subandi juga mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah desa yang membutuhkan penanganan. Menurut dia, kondisi infrastruktur yang baik akan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Sekaligus menunjang aktivitas perekonomian di wilayah tersebut. “Jalan bagus, normalisasi bagus, saya yakin dampak ekonomi di sana juga akan ikut meningkat,” katanya. Bupati Subandi meminta para kepala desa untuk memberikan informasi secara detail mengenai titik-titik jalan, sungai, maupun saluran yang membutuhkan penanganan. Data tersebut akan menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas intervensi. Koordinasi antara pemerintah desa dengan OPD terkait diminta terus dilakukan. Pelaksanaan program pembangunan harus mendapatkan pendampingan sehingga berbagai kendala di lapangan dapat segera diselesaikan. “Yang penting di setiap ada kegiatan minimal ada pendampingan. Kalau ada kekurangan, segera disampaikan dan kita selesaikan bersama,” pesan Bupati Subandi. Bupati Subandi berharap hasil koordinasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat. Dia meminta jajaran terkait untuk melakukan koordinasi dengan Dinas PU maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar program yang telah dipetakan dapat segera dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan. “Mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan ini sudah bisa selesai,” harapnya. Bupati Subandi menegaskan, penyelesaian berbagai persoalan di desa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan. Pemkab Sidoarjo akan terus membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama. “Mari kita, sebagai pelayan masyarakat, bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada. Saya juga berharap Bapak-Ibu tetap memberikan masukan. Sehingga, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa segera kita tindak lanjuti,” pungkas Bupati Subandi. (Son/mas) .
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berusaha mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan. Sebanyak 122 bidang lahan terdampak proyek mulai diukur dan dipetakan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pengukuran bidang tanah menjadi tahapan yang harus segera dituntaskan sebelum masuk proses penilaian harga tanah atau appraisal. “Setelah pengukuran dan pemetaan selesai, akan dilanjutkan dengan appraisal. Kami ingin prosesnya dipercepat sehingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak molor,” kata Bupati Subandi. Untuk mendukung pembebasan lahan proyek pembangunan jembatan layang tersebut, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran Rp 225 miliar pada APBD 2026. Anggaran itu digunakan untuk menuntaskan proses pembebasan lahan. “Dana segitu belum cukup, karena diperkirakan butuh sekira Rp 450 miliar. Nah, kekurangannya atau kebutuhan dana yang belum terselesaikan tahun akan dilanjutkan melalui penganggaran pada 2027,” ungkap Subandi. Di lapangan, petugas BPN bersama Pemkab Sidoarjo kini melakukan pengukuran secara bertahap. Pengukuran dilakukan dengan menyusuri jalur utama kawasan proyek, mulai dari kawasan perempatan hingga sisi utara dan timur. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo M Makhmud, pengukuran dilakukan bertahap dengan sekitar 20 sampai 25 bidang setiap hari. “Sebanyak 122 bidang tanah telah terdata sebagai lahan yang terdampak pembangunan Flyover Gedangan. Data tersebut diperoleh setelah Pemkab Sidoarjo melakukan verifikasi faktual terhadap pemilik lahan. Sekarang kita mulai pengukuran,” ujarnya. Selain tanah milik warga, sejumlah fasilitas umum dan bangunan milik pemerintah juga terdampak proyek. Di antaranya sebagian area Balai Desa Gedangan, bekas gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta Kantor Polsek Gedangan yang terdampak secara penuh. Pembangunan Flyover Gedangan ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Surabaya-Sidoarjo, khususnya kawasan Gedangan yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan. Dengan dimulainya pengukuran 122 bidang tersebut, Pemkab Sidoarjo menargetkan proses pembebasan lahan dapat bergerak ke tahap appraisal dan pembayaran ganti rugi sebelum pembangunan fisik flyover dilaksanakan. Pembebasan lahan tuntas pada 2026, kemudian pembangunan fisik dimulai tahun 2027 besok.(mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung sekaligus memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda Sidoarjo, Forkopimka, serta seluruh koordinator wilayah (korwil) SPPG se-Kabupaten Sidoarjo dan Koordinator Wilayah KPPG Surabaya. Pertemuan tersebut membahas pemantauan perkembangan politik di daerah terkait monitoring dan evaluasi dinamika pelaksanaan program MBG serta peningkatan pelayanan dan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (8/9/2026). Bupati Subandi menyampaikan bahwa program MBG merupakan salah satu program strategis nasional. MBG memiliki tujuan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang sehat, aman, dan berkualitas. Menurut Bupati Subandi, pelaksanaan program MBG tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan sektor kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan kualitas generasi penerus bangsa. “Program makan bergizi gratis merupakan salah satu program strategis nasional. Tentu kita terus mendukung penuh agar program ini sukses di Sidoarjo,” tegasnya. Bupati Subandi menjelaskan, dalam pelaksanaannya, terjadi berbagai dinamika yang harus menjadi perhatian bersama. Mulai kesiapan dan kapasitas SPPG, penyediaan bahan makanan, kualitas serta keamanan makanan, distribusi, penetapan penerima manfaat, hingga pelayanan dan komunikasi kepada masyarakat. Karena itu, monitoring dan evaluasi sangat penting. Tujuannya, memastikan berbagai persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi, dikoordinasikan, dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Bupati Subandi menekankan, dukungan pemerintah daerah terhadap program MBG harus dibarengi dengan pengawasan yang nyata. Pengawasan tidak cukup dilakukan dengan koordinasi saja. Harus pula dipastikan bahwa seluruh SPPG menjalankan tugas sesuai standard operational procedure (SOP). Termasuk, pentingnya memastikan kelengkapan perizinan SPPG sejak sebelum menjalankan kegiatan. Dia meminta SPPG yang proses perizinannya belum selesai agar segera menuntaskannya. “Kalau ada kegiatan, perizinan harus dilakukan terlebih dahulu. Kita harus memastikan apakah SPPG itu layak atau tidak. Jangan sampai kegiatan sudah berjalan, izinnya baru dijalankan,” tegasnya. Bupati Subandi juga meminta ada penguatan pendampingan dan pembekalan bagi pengelola SPPG. Hal tersebut diperlukan agar setiap pengelola memahami tugas dan tanggung jawabnya. Terutama dalam menjaga kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Dia mengingatkan pengelola SPPG agar tidak menggunakan bahan makanan yang sudah tidak layak. Apabila ditemukan bahan yang kualitasnya tidak memenuhi standar, bahan tersebut harus segera dipisahkan dan tidak digunakan dalam proses penyediaan makanan. “Kalau bahannya tidak bagus, jangan digunakan. Jangan sampai bahan yang tidak bagus tetap diolah, akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat dan pemerintah,” pesannya. Bupati Subandi juga memerintahkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan pelaksanaan MBG. Mulai penerimaan bahan makanan, proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Setiap proses harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan. Dengan begitu, kualitas dan keamanan makanan benar-benar terjamin. Untuk memperkuat pengawasan, Bupati Subandi menyampaikan rencana pembentukan satuan tugas (satgas) tingkat Kabupaten Sidoarjo. Satgas nantinya diharapkan dapat melakukan pengawasan secara lebih terkoordinasi dengan melibatkan perangkat daerah terkait sampai tingkat kecamatan dan desa. “Satgas Kabupaten Sidoarjo akan kita bentuk. Kita harus tahu proses MBG. Mulai bahan datang, pengolahan, penyelesaian masakan, pengemasan, sampai pengiriman,” tandasnya. Selain pengawasan terhadap bahan makanan dan proses pengolahan, Bupati Subandi meminta pengecekan terhadap kondisi sanitasi seluruh SPPG. Bahkan, SPPG yang telah menyelesaikan proses perizinannya tetap perlu diperiksa ulang untuk memastikan sanitasi dan lingkungan pengolahan makanan memenuhi kelayakan. “Yang izinnya sudah selesai juga dicek kembali, apakah sanitasinya layak atau tidak. Ini penting untuk menjaga kesehatan,” katanya. Bupati Subandi berharap, seluruh unsur yang terlibat mampu memberikan dukungan dan pendampingan secara maksimal agar program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dia menegaskan bahwa keberhasilan program strategis MBG membutuhkan tanggung jawab bersama, khususnya para pengelola SPPG. Mereka menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diterima masyarakat aman dan berkualitas. “Program Pak Presiden ini harus sukses di Sidoarjo. Kita harus bersama-sama mendampingi dan memastikan program ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan sosial kepada 300 orang janda perintis kemerdekaan dan Warakawuri. Bantuan berupa Sembako tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dalam kegiatan Tasyakuran HUT ke 66 Badan Pembudayaan Kejuangan 45 di Gedung Juang 45, Jl. A. Yani Sidoarjo, Selasa, (8/9). Wabup Hj. Mimik Idayana meminta tidak sekadar melihat nilai bantuan yang diberikan. Namun bentuk perhatian dan penghormatan Pemkab Sidoarjo kepada para pejuang dan keluarganya. Dikatakannya, jasa dan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan akan selalu dikenang, Semangatnya akan selalu diwariskan ke generasi di masa depan. “Jangan dilihat hanya dari nilai bantuannya, tapi ini adalah wujud perhatian dan penghormatan kami kepada para pejuang dan keluarganya yang sudah memberikan jasa untuk bangsa dan negara, terutama untuk Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya. Dia mengatakan perjuangan para pahlawan tidak pernah terlepas dari keluarganya. Ada sosok seorang istri di balik perjuangan para pahlawan demi bangsa dan negara. Sosok istri yang selalu setia mendoakan, mendampingi, dan menguatkan mereka untuk terus berjuang demi kemerdekaan RI. “Kadang kita memang sering bicara tentang perjuangan para pahlawan, tapi kita lupa di balik perjuangan itu ada emak-emak setia yang selalu setia mendoakan, mendampingi, dan menguatkan suami mereka yang selalu berjuang demi negara,” ujarnya. Dalam kesempatan itu Wabup Hj. Mimik Idayana juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Badan Pembudayaan Kejuangan 45. Ia berharap Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Sidoarjo dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Seperti dalam kegiatan sosial kali ini. Selain itu dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam melestarikan nilai-nilai kejuangan dan semangat kebangsaan. “Usia 66 tahun ini tentu bukan waktu yang sebentar. Semoga semangat pejuang, semangat gotong royong, dan semangat mengabdi dapat diwariskan ke generasi muda. Termasuk kepada saya sendiri nanti," ucapnya. (Git)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Minggu yang segar dan cerah (6/9/2026). Sejak pagi-pagi sekali, ribuan warga Desa Pabean, Kecamatan Sedati, memadati lapangan desa setempat. Mereka berduyun-duyun datang mengikuti Gebyar Jalan Sehat Desa Pabean dan Hiburan Simpatik Musik untuk memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Hadiah utamanya, ibadah umrah, 1 unit sepeda motor matic, serta 2 unit sepeda listrik. Jalan sehat ceria itu diberangkatkan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi. Ribuan peserta menyambutnya dengan gembira. Mereka berbaur dalam kegiatan yang disambut antusias ribuan peserta tersebut. Istri Bupati Sidoarjo H. Subandi ini mengapresiasi positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Manfaatnya baik untuk semua. “Kegiatan jalan sehat ini akan memperkuat silaturahmi antarwarga dan menjaga kesahatan tubuh,” ucapnya. Sriatun Subandi menambahkan, Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan. Selain itu, memupuk semangat gotong royong. Semua masyarakat terlibat dalam pelaksanaan Jalan Sehat dan Hiburan Simpatik Musik di Desa Pabean. Seluruh warga terlihat guyub dan kompak memeriahkan jalan sehat yang menyenangkan tersebut. “Berbagai kegiatan yang dilakukan hari ini akan meningkatkan keguyuban dan kekompakan warga Desa Pabean,” ucap Sriatun Subandi. Ibu dua anak tersebut berpesan, kekompakan dan keguyuban masyarakat sangat penting demi mendukung pembangunan. Hal itu adalah fondasi utama dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan. Dia mengajak seluruh warga untuk selalu menjaga kesehatan, kerukunan, dan kekompakan. “Pembangunan fisik atau sosial akan sulit berjalan lancar tanpa adanya kebersamaan,” tutur Sriatun Subandi. (Git)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi selalu peduli dan perhatian kepada rakyatnya. Kepada tiga warga Kecamatan Wonoayu yang memerlukan bantuan diserahkan tiga kursi roda. Subandi berharap penerima bisa beraktivitas lagi ke luar rumah dan mendukung pemulihan kesehatan mereka. Keluarga mereka berterima kasih. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban bagi yang sedang mengalami sakit dan keluarganya," ungkap Subandi yang rajin menjenguk warganya meski sedang libur kerja di akhir pekan pada Sabtu (5/9/2026). Ada tiga orang yang mendapatkan bantuan kursi roda. Mereka adalah Rodiyah, 65 tahun, yang sudah 13 tahun sakit akibat stroke. Dia tinggal di Dusun Banar RT.19 RW.9 Desa Pilang. Selain itu, Sampurni, 60 tahun, yang tinggal di Desa Wonokasian. Dia mengalami kelainan kaki sejak kecil. Tidak bisa jalan. Sampurni juga mengalami sakit di bagian pinggang sehingga butuh perawatan. Ada juga Badriyah, 56 tahun, warga Desa Wonokasian, Wonoayu, yang juga sakit dan sulit berjalan. Menyaksikan kondisi tiga warga tidak mampu dan sakit tersebut, Subandi menginstruksikan tenaga dan fasilitas kesehatan untuk selalu memberikan pelayanan dan pendampingan medis secara optimal. Mereka harus dilayani dengan baik. Pastikan terdaftar dalam program BPJS Kesehatan agar terjamin mendapatkan layanan kesehatan tanpa kendala biaya. "Sehingga mereka yang sakit dapat perawatan dan bisa kembali beraktivitas di luar rumah. Tidak jenuh terus-menerus berada di dalam rumah," tambah Bupati Subandi. Bantuan kursi roda dan layanan kesehatan yang baik itu pada akhirnya dapat berkontribusi pada pemulihan kesehatan secara bertahap. Keluarganya juga terbantu dalam merawat yang sakit. "Semoga keluarga diberikan kesabaran untuk merawat dengan baik," ucapnya. Para penerima bantuan kursi roda mengaku senang atas kepedulian Bupati Subandi dan Pemkab Sidoarjo serta Baznas Sidoarjo. Lebih-lebih mereka juga dapat bantuan sembako. (yu/dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo segera memperbaiki rumah Aminah. Di tengah kondisinya yang sakit komplikasi, warga Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, itu tinggal di rumah yang tidak layak huni. Subandi ingin lansia 60 tahun tersebut bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman. "Saya minta Baznas segera memperbaiki rumah ini. Dulukan ya rumah Bu Aminah," ungkap Subandi kepada pejabat Baznas Sidoarjo pada Sabtu (5/9/2026). Sabtu pagi itu, Subandi mendatangi rumah Aminah. Kondisi bangunannya sangat memprihatinkan akibat termakan usia. Kondisinya rusak parah. Bahkan, bagian atapnya sudah tidak ada lagi. Nenek Aminah juga butuh perhatian. Tubuhnya sudah lemah. Penyakit komplikasi membuatnya tidak mampu lagi bekerja. Suaminya pun tak punya pekerjaan tetap. Keadaan ekonomi mereka memerlukan uluran tangan. Melihat kondisi tersebut, Subandi meminta agar perbaikan rumah keluarga kedua lansia tersebut segera dilakukan. Baznas Sidoarjo diminta cepat turun tangan. Perbaikan diharapkan tidak hanya terhadap bagian atap, tetapi juga plafon dan lantai. Dinding rumah juga perlu pengecatan. Bagian rumah lain yang membutuhkan rehabilitasi diminta diperbaiki. “Kita upayakan supaya atapnya kembali ada. Plafonnya diperbaiki. Lantainya diperbaiki. Temboknya juga dicat sehingga rumah ini bisa ditempati dengan layak,” ujar Bupati Subandi saat berada di rumah Aminah, di RT 01/RW 02, Desa Semambung. Menurut dia, Pemkab Sidoarjo hadir untuk memastikan masyarakat yang berada dalam kondisi sulit tetap mendapatkan perhatian. Terlebih bagi warga yang menghadapi persoalan kesehatan sekaligus keterbatasan ekonomi. Kondisi tempat tinggalnya tidak layak pula. "Rumah ini diperbaiki semua nggih, Bu Aminah," ucap Subandi. Kepada Subandi, Aminah menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Sidoarjo dan pihak-pihak yang turut membantu keluarganya. “Terima kasih, Pak Bupati. Sudah peduli kepada rakyat kecil seperti kami. Semoga Bapak yang membantu membangun rumah saya diberi keberkahan, kesehatan, umur panjang ,dan bisa sampai ke Baitullah,” ungkap Aminah kepada tamu-tamu baik yang datang ke rumahnya Sabtu pagi itu. Dalam kegiatan itu, Bupati Subandi didampingi oleh Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta Wara Kusuma, serta perangkat desa Semambung. Bersama-sama mereka membagikan paket sembako untuk keluarga Aminah dan para tetangga sekitar. Warga sangat senang dengan kedatangan Bupati Subandi. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gapura Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, meluncurkan inovasi wisata edukasi berbasis pertanian modern. Wisata itu secara resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, Sabtu (5/9/2026). BUMDes tersebut menyuguhkan sensasi wisata petik melon hidroponik langsung dari pohonnya. Langkah kreatif warga Desa Candi Negoro ini berdiri di atas lahan greenhouse seluas 400 meter persegi. Sebanyak 1.030 bibit melon varian unggulan, yakni Intanon dan Sakata, dibudidayakan secara intensif oleh pemuda desa setempat. Subandi mengapresiasi tinggi terobosan BUMDes Gapura. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menjadi simbol penguatan ketahanan pangan di tingkat desa, tetapi juga motor penggerak perekonomian masyarakat yang patut dicontoh wilayah lain. "Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melakukan pengawalan dan siap mengucurkan bantuan bagi perkembangan BUMDes. Sebab, setiap desa di Sidoarjo memiliki keunikan dan potensi ekonomi yang berbeda-beda," tegas Subandi usai memetik melon perdana. Subandi menambahkan, pemanfaatan potensi lokal, baik budidaya cabai, sayuran, perikanan, maupun sektor kuliner, harus terus didorong. Jika setiap desa mandiri mengelola potensinya melalui BUMDes, ketahanan ekonomi daerah akan semakin kokoh. Subandi bersama jajaran pejabat daerah, sempat keliling area greenhouse, memetik, lalu mencicipi langsung melon varietas Intanon yang baru saja dipotong. "Rasanya manis banget, beda dan lebih lezat dari melon pada umumnya," puji Subandi. Disebutnya, model pertanian modern ini bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan solusi atas ancaman cuaca ekstrim yang kerap menghantui petani konvensional. Di dalam greenhouse, suhu dan kelembapan terkontrol ketat, menjaga tanaman dari serangan hama dan curah hujan berlebih. "Kalau di sawah pas hujan sering gagal. Di sini lebih aman. Sekali tanam butuh waktu 70 hari untuk panen. Pendapatannya juga bagus, sekali panen bisa sampai Rp 35 juta lebih. Desa-desa lain yang punya lahan kosong harus meniru langkah inovatif BUMDes ini," tegasnya. Sementara itu, Ketua BUMDes Gapura Candi Negoro, Ahmad Wildani Arifana, menjelaskan alasan di balik pemilihan komoditas melon. Menurutnya, melon merupakan buah populer yang digemari seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, karena rasanya yang manis dan segar. Pihaknya menerapkan metode smart farming dalam pengelolaan greenhouse tersebut. Integrasi teknologi dalam pertanian hidroponik ini mempermudah pemantauan tumbuh kembang tanaman secara menyeluruh—mulai dari sistem perakaran, batang, hingga pembentukan buah. "Melalui sistem ini, pengelola tidak perlu lagi mengecek kondisi fisik tanaman secara manual setiap pagi dan sore. Pemantauan parameter krusial seperti suhu, pH air, dan kecukupan nutrisi dapat terpantau efisien melalui layar monitor," jelas Wildani. Kualitas melon yang dihasilkan melalui metode hidroponik ini dijamin masuk kategori kelas premium. Karakteristik daging buah lebih renyah, kadar kemanisan tinggi, serta tampilan warna dan bentuk yang lebih presisi ketimbang budidaya konvensional di lahan terbuka. Sistem pemasaran hasil panen ini mengusung konsep wisata edukasi petik langsung dengan harga Rp30.000 per kilogram. Omset panen diperkirakan menembus angka 1,5 ton, dengan bobot per buah bervariasi antara 1,2 kilogram hingga 2,6 kilogram.yu/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di Pendopo Delta Wibawa. Kebijakan tersebut sebagai upaya untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan ribuan jamaah Al Yasmin pada acara Dzikir, Doa Bersama dan Sholawat bersama Al Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (5/9/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajarannya serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi turut hadir. Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan apresiasi kepada jamaah Al Yasmin yang telah hadir dan bersama-sama memanjatkan doa untuk Kabupaten Sidoarjo. “Terima kasih atas doa untuk Sidoarjo. Semoga seluruh jamaah yang hadir diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan,” kata Subandi. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga. Karena itu, pemerintah daerah perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan secara positif. Subandi mengatakan, Pendopo Delta Wibawa tidak hanya digunakan untuk kegiatan pemerintahan. Namun, terbuka bagi kegiatan keagamaan masyarakat. “Pendopo ini terbuka. Pemkab Sidoarjo membuka lebar untuk kegiatan pengajian dan kegiatan keagamaan masyarakat,” tegasnya. Ia menyebutkan, sejumlah organisasi keagamaan masyarakat telah rutin memanfaatkan Pendopo Delta Wibawa untuk kegiatan pengajian. Di antaranya Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah. Subandi berharap, keterbukaan ruang publik tersebut dapat terus mendorong tumbuhnya kegiatan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. “Dengan kebersamaan dan doa masyarakat, kita berharap Sidoarjo semakin aman, kondusif dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan studi tiru pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Tujuannya, mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, khususnya pengurangan sampah dari sumber serta penerapan Teknologi Eco Lindi. Rombongan dipimpin langsung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah. Mereka diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono. Kunjungan studi tiru itu merupakan upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat untuk memperkuat pengelolaan sampah di wilayahnya. Rombongan yang terdiri atas unsur perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta jajaran terkait, mengawali kunjungan di Kantor DLHK Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pengelolaan sampah, yakni TPS 3R Pelangi, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, dan TPA Griyo Mulyo. Rombongan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah mulai dari tingkat TPS 3R hingga tempat pemrosesan akhir. Pengalaman itu menjadi bagian dari pembelajaran untuk melihat bagaimana pengurangan dan pengolahan sampah dapat diperkuat sejak dari sumber. Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyampaikan bahwa penguatan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu hal penting yang ingin dipelajari dalam kunjungan ke Sidoarjo. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan penanganan di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga membutuhkan penguatan pada titik pengurangan dan pengolahan sampah sebelum masuk ke TPA. "Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Iin. Kunjungan ke sejumlah titik pengelolaan sampah di Sidoarjo juga memberikan gambaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berjenjang. Selain TPS 3R, rombongan melihat langsung pengelolaan sampah di TPA Griyo Mulyo, termasuk penerapan Teknologi Eco Lindi. Teknologi tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kunjungan. Eco Lindi diterapkan dalam pengelolaan lindi dan menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan di kawasan TPA. “Yang menarik di sini, ada cairan Eco-Lindi yang disemprotkan untuk menghilangkan bau,” kata Iin. Setelah melihat secara langsung penerapan pengelolaan sampah di Sidoarjo, Iin menyampaikan bahwa pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk dikembangkan di Jakarta Barat. Salah satu rencana yang disampaikan adalah pengembangan TPS 3R percontohan di Meruya Selatan dengan mengadaptasi pembelajaran yang diperoleh dari kunjungan ke Sidoarjo. “Insyaallah kami akan menjadikan ini sebuah semangat untuk membentuk atau membangun TPS 3R percontohan yang berada di Meruya Selatan dengan kolaborasi dan aksi nyata setelah itu,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, menyambut baik kunjungan studi tiru tersebut. Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pengelolaan lingkungan dan persampahan. Kunjungan itu juga menjadi kesempatan bagi Sidoarjo untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan sampah. Sekaligus membuka ruang untuk mendapatkan pembelajaran dari daerah lain. Hal senada disampaikan Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak. Arif menegaskan bahwa Sidoarjo tidak memposisikan diri sebagai daerah yang paling baik dalam pengelolaan sampah. Sebaliknya, setiap daerah memiliki pengalaman dan pendekatan yang dapat saling dipelajari dan dikembangkan. “Sidoarjo merasa kita pun juga tidak yang terbaik. Ini akan berkolaborasi bahwa temanteman juga membawa ilmu yang bisa kita adopsi untuk bisa kita optimalkan dalam pengelolaan sampah di Sidoarjo,” jelas Arif. Menurut Arif, perbedaan karakteristik wilayah dan masyarakat membuat masingmasing daerah memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Karena itu, pertukaran pengalaman menjadi penting untuk menemukan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. Penguatan pengelolaan sampah di tingkat TPS 3R juga menjadi salah satu bagian penting. Pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Melalui studi tiru ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat tidak hanya berbagi pengalaman mengenai teknologi dan praktik pengelolaan sampah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardaerah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi dan aksi nyata dalam pengurangan serta pengelolaan sampah, baik di Sidoarjo maupun Jakarta Barat.(red) .
Selengkapnya9.10.2026
7.10.2026
1.10.2026
30.09.2026
29.09.2026
17.09.2026
10.09.2026
9.09.2026
3.09.2026
2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
6.10.2026 - 12.10.2026
7.10.2026 - 19.10.2026
7.10.2026 - 10.10.2026
1.10.2026 - 5.10.2026
30.09.2026 - 1.10.2026
4.10.2026 - 5.10.2026
5.10.2026 - 17.10.2026
25.09.2026 - 16.10.2026
22.09.2026 - 28.09.2026
22.09.2026 - 23.09.2026
22.09.2026 - 26.09.2026
22.09.2026 - 29.09.2026
21.09.2026 - 28.09.2026
21.09.2026 - 26.09.2026
15.09.2026 - 18.09.2026
9.09.2026 - 15.09.2026
13.09.2026 - 15.09.2026
11.09.2026 - 15.09.2026
8.09.2026 - 14.09.2026
9.09.2026 - 17.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
5.09.2026 - 7.09.2026
7.09.2026 - 15.09.2026
2.09.2026 - 7.09.2026
1.09.2026 - 7.09.2026
31.08.2026 - 30.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
26.08.2026 - 30.08.2026
22.08.2026 - 28.08.2026
20.08.2026 - 23.08.2026
21.08.2026 - 23.08.2026
22.08.2026 - 23.08.2026
18.08.2026 - 19.08.2026
18.08.2026 - 22.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
13.08.2026 - 20.08.2026
11.08.2026 - 17.08.2026
9.08.2026 - 12.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
11.08.2026 - 12.08.2026
31.08.2026 - 1.09.2026
11.08.2026 - 14.08.2026
25.07.2026 - 30.07.2026
21.07.2026 - 27.07.2026
14.07.2026 - 20.07.2026
Visitors : 2288993