KOMINFO,Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn bergerak cepat mengecek kondisi para santri yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.Bupati Subandi didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo saat menjenguk para santri pada Selasa malam (1/9/2026).Bupati Subandi bersama rombongan lebih dulu mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam Tanggulangin untuk melihat langsung kondisi para santri. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke sejumlah rumah sakit. Di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.Bupati Subandi ingin memastikan para santri yang mengalami keluhan mendapat pelayanan medis secara cepat dan tepat. Di rumah sakit, Bupati Subandi menegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien telah mendapatkan pelayanan medis dan kondisinya berangsur membaik.“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Bupati Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Sebagai bentuk perhatian dan empati, Bupati Subandi meminta jajarannya di Pemkab Sidoarjo berkoordinasi dengan rumah sakit yang merawat para santri. Pastikan pelayanan medis diberikan secara maksimal.“Kami berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk melakukan penanganan dan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” ujarnya. Menurut data sementara RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, tercatat sekitar 200 santri mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” katanya.Selain di RSUD R. Notopuro, lebih dari 58 santri menjalani perawatan di RS Siti Hajar. Mereka dalam kondisi baik dan mendapat perawatan dari tenaga medis.Bupati Subandi juga mengimbau para wali santri agar tetap tenang. Pemkab Sidoarjo terus memantau perkembangan para santri hingga seluruhnya dinyatakan pulih.“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” katanya.Selain memastikan pelayanan medis secara maksimal, Bupati Subandi menyatakan segera memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” kata Subandi.Pemeriksaan akan mencakup kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya. Aspek perizinan penyedia makanan juga akan diperiksa bersama dinas terkait.“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegasnya.Pemkab Sidoarjo tetap terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta instansi terkait untuk memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan terbaik hingga kondisi mereka pulih.(red).
Selengkapnya
KOMINFO Sidoarjo - Warga Desa Wonoayu dan Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, begitu gembira. Pada Senin (31/8/2026) mereka menerima bantuan pangan beras langsung dari Ketua TP-PKK Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi. Berduyun-duyun warga datang ke balai desa setempat. Ada 377 penerima banguan pangan (PBP) di Desa Pilang. Sedangkan PBP di Desa Wonoayu sebanyak 468 orang. Ketua TP-PKK Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi menjelaskan, penyaluran bantuan pangan beras kali ini merupakan alokasi untuk bulan Juli, Agustus, dan September tahun 2026. Penerima bantuan pangan menerimanya langsung 30 kilogram beras. Atau, setiap bulan, mereka menerima 10 kilogram beras. Beras tersebut merupakan beras medium yang dikemas Bulog. “Bapak dan Ibu semuanya, mugi-mugi beras yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ini dapat bermanfaat,” ucapnya. Hj. Sriatun mengatakan, bantuan pangan beras merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu memastikan bantuan pangan beras tersebut tepat sasaran. “Ini merupakan program Presiden RI kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mengawal dan memastikan bantuan pangan beras ini tepat sasaran,” ujarnya. Hj. Sriatun Subandi juga memastikan kualitas beras bantuan yang diterima masyarakat dalam kondisi baik. Beras medium itu layak untuk dikonsumsi. Dia berharap penerima bantuan dapat memanfaatkannya dengan baik. “Untuk itu kita harapkan penerima bantuan mengonsumsinya sendiri agar meringankan kebutuhan rumah tangga,” tutur Hj Sriatun Subandi. (Git/mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat yang tertimpa musibah terlihat dari langkah cepat Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn. Bupati Subandi turun langsung menyambangi rumah Sapekyah, warga Desa Bluru, Kecamatan Sidoarjo, yang terbakar pada Jumat (21/8/2026) lalu. Bupati Subandi datang didampingi pejabat Dinas Sosial Sidoarjo, BPBD Sidoarjo, PMI Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka Kecamatan Sidoarjo pada Senin (31/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah sekaligus memastikan penanganan terhadap korban pascakebakaran.Bupati Subandi menyampaikan, Pemkab Sidoarjo akan segera melakukan langkah penanganan agar rumah korban dapat diperbaiki dan ditempati lagi dengan layak. Material untuk proses perbaikan rumah juga direncanakan segera dikirim dalam waktu dekat. “Insya Allah minggu depan, hari Selasa, sudah ada pengiriman material. Nanti menggunakan baja ringan. Kemudian spandek dan instalasinya. Kita beli semuanya. Setelah itu kita perbaiki kembali seperti semula,” ujarnya. Menurut Bupati Subandi, penanganan korban menjadi prioritas agar masyarakat yang tertimpa musibah dapat segera mendapatkan kembali tempat tinggal yang aman dan nyaman. “Yang penting segera ada penanganan. Rumah ini segera diperbaiki agar masyarakat bisa tenang bahwa pemerintah konkret hadir. Harapan kita seperti itu,” tegasnya. Bupati Subandi menjelaskan, proses bantuan tersebut akan ditindaklanjuti berdasarkan laporan dari BPBD Sidoarjo dan proposal yang diajukan. Pemerintah daerah akan mengupayakan penanganan melalui mekanisme yang tersedia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Selain memastikan penanganan korban, Bupati Subandi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi cuaca yang panas dan kemarau panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Terlebih apabila masyarakat masih membakar sampah secara sembarangan. “Dengan kemarau yang panjang dan panas yang tinggi, tentu ini memudahkan terjadinya kebakaran. Apalagi warga kadang membakar sampah di depan rumah dan lainnya. Saya minta dengan kondisi cuaca ekstrem seperti ini, jangan ada pembakaran,” pesannya. Sementara itu, Sapekyah (70), pemilik rumah, menceritakan bahwa tidak ada korban saat terjadi kebakaran. "Tetapi, dokumen-dokumen penting saya ikut terbakar,” ungkap Sapekyah. Untuk sementara waktu, Sapekyah tinggal di rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang terbakar. Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas perhatian serta bantuan yang diberikan untuk memperbaiki rumahnya. “Terima kasih banyak Pak Bupati karena sudah memberikan bantuan untuk renovasi rumah saya. Supaya nanti bisa ditempati kembali dengan nyaman,” ucapnya. Dalam kejadian tersebut, warga sekitar yang mengetahui adanya kebakaran segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sidoarjo. Petugas kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Tindakan cepat petugas Damkar Sidoarjo berhasil mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Hal tersebut menjadi penting mengingat kondisi bangunan di kawasan tersebut cukup rapat. Pemkab Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati selama cuaca panas di musim kemarau ini. Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar. (Son/mas) .
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menerima audiensi Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda Krista Algani di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Senin (31/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Dalam audiensi tersebut, Mimik memperkenalkan sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo, termasuk perkembangan UMKM yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan pelaku UMKM tidak hanya berperan dalam menggerakkan perekonomian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.“UMKM Sidoarjo memiliki potensi yang sangat besar dan produknya beragam. Pemerintah daerah terus mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas, memperluas pemasaran dan semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Mimik.Ia mengatakan, pertukaran pengalaman dengan daerah lain penting dilakukan untuk menemukan berbagai peluang pengembangan ekonomi yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.Mimik juga mengajak Wakil Walikota Banjarmasin beserta rombongan untuk berkunjung ke galeri UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai produk unggulan serta proses pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM.“Kami sangat terbuka untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Mudah-mudahan dari kunjungan tersebut bisa muncul peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha di kedua daerah,” katanya.Menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi antardaerah dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas jaringan pemasaran produk lokal.Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda menyampaikan apresiasinya atas penerimaan Pemkab Sidoarjo serta berbagai informasi yang diberikan mengenai potensi daerah, khususnya pengembangan UMKM.“Kami melihat Sidoarjo memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari pariwisata hingga UMKM. Banyak hal yang bisa kami pelajari, baik bagaimana pemerintah melakukan pembinaan maupun bagaimana produk-produk lokal dikembangkan agar memiliki daya saing,” ujarnya.“Kami berharap hubungan ini bisa membuka ruang kerja sama dan pertukaran produk maupun pengalaman antarpelaku UMKM,” tuturnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo kembali memperkuat peran Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Gayatri. Jejaring forum tersebut diharapkan mampu menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi lebih dini berbagai persoalan perempuan dan anak di tengah masyarakat. Penguatan itu dilakukan dengan memanfaatkan jejaring yang sudah terbentuk di tingkat desa. Salah satunya melalui 76 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang tersebar di 15 kecamatan. Kolaborasi juga dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB), serta Forum PUSPA Gayatri Jawa Timur. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Forum PUSPA bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Senin (31/8). Mimik menegaskan, deteksi dini menjadi kunci agar persoalan perempuan dan anak tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu, jejaring hingga tingkat desa perlu dioptimalkan agar setiap indikasi persoalan bisa segera diketahui dan dikoordinasikan. “Deteksi dini ini penting. Jangan sampai persoalan perempuan dan anak baru ditangani setelah menjadi masalah besar. Dengan adanya jejaring sampai tingkat desa, kita berharap persoalan bisa lebih cepat ditemukan dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan,” ujarnya. Mimik menekankan, penguatan Forum PUSPA bukan berarti membentuk forum baru di tingkat desa. Sebaliknya, jejaring dan kelembagaan yang sudah ada perlu diperkuat melalui koordinasi dan pendampingan. Kolaborasi tersebut nantinya dapat diintegrasikan dengan Ruang Bersama Indonesia (RBI). “Yang kita bangun adalah kolaborasinya. Forum PUSPA dapat menjadi bagian dari pendampingan dan membantu melihat kebutuhan di lapangan, kemudian dikoordinasikan dengan dinas terkait agar penanganannya tepat,” jelasnya. Kepala Dinas PMD Sidoarjo Probo Agus Sunarno menambahkan, desa memiliki posisi strategis karena menjadi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, penguatan koordinasi dengan desa menjadi bagian penting dalam perlindungan perempuan dan anak. “Desa memiliki posisi yang sangat strategis karena paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan desa perlu diperkuat agar ketika ada indikator atau persoalan yang belum terpenuhi, dapat segera diketahui dan dicarikan tindak lanjut bersama,” katanya. Probo memastikan penguatan jejaring tidak diarahkan untuk memperbanyak kelembagaan di desa. Forum yang sudah ada justru diharapkan dapat saling melengkapi melalui koordinasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. “Prinsipnya bukan memperbanyak forum, tetapi memperkuat fungsi dan koordinasi yang sudah ada,” tegasnya. Saat ini terdapat 76 DRPPA di Sidoarjo yang tersebar di Kecamatan Sedati, Buduran, Jabon, Sukodono, Waru, Wonoayu, Taman, Sidoarjo, Krembung, Balongbendo, Tarik, Tanggulangin, Tulangan, Candi, dan Krian. Keberadaan desa-desa tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat deteksi dini sekaligus pemenuhan hak perempuan dan anak. Kepala Dinas P3AKB Sidoarjo Heni Kristiani mengatakan, perlindungan perempuan dan anak harus dilakukan dari hulu. Mulai pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan ketika persoalan ditemukan. Menurut Heni, persoalan anak berisiko putus sekolah, permasalahan pengasuhan, hingga perempuan usia produktif yang belum bekerja membutuhkan perhatian bersama. “Ketika ada anak yang berisiko putus sekolah atau sudah tidak sekolah, misalnya, jangan sampai kita hanya mengetahui setelah masalah terjadi. Forum di lapangan dapat menjadi mata dan telinga untuk melakukan deteksi dini,” ujarnya. Selain perlindungan, pemberdayaan perempuan juga menjadi perhatian. Perempuan usia produktif yang belum bekerja didorong mendapat akses keterampilan dan program pemberdayaan sesuai potensi wilayah. “Pemberdayaan perempuan tidak hanya bicara perlindungan, tetapi juga bagaimana mereka bisa berdaya dan mandiri. Karena itu, program pemberdayaan perlu dihubungkan dengan potensi desa dan program perangkat daerah,” jelas Heni. Salah satu program yang dijalankan adalah Sekolah Pemberdayaan Perempuan. Pada 2025, program tersebut dilaksanakan di 10 kecamatan dengan total 250 peserta. Tahun ini program kembali dilanjutkan di Kecamatan Balongbendo yang mencakup 23 desa dan Kecamatan Krian dengan 20 desa. Total pesertanya mencapai 80 orang. Perwakilan Forum PUSPA Gayatri Jawa Timur Endang mengatakan, penguatan Forum PUSPA di Sidoarjo diharapkan memperluas partisipasi masyarakat dalam perlindungan perempuan dan anak. “Forum PUSPA hadir untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Kami melihat titik-titik mana yang indikatornya belum terpenuhi, kemudian membantu mengoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan agar ada tindak lanjut,” katanya. Dengan jejaring yang melibatkan pemerintah, desa, kader masyarakat, akademisi hingga organisasi profesi, Forum PUSPA diharapkan benar-benar menjadi penghubung antara persoalan yang ditemukan di lapangan dengan layanan dan penanganan yang dibutuhkan masyarakat. (Dew)
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah dan semarak di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo, Minggu (30/8/2026). Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana bersama jajaran forkopimka hadir membuka langsung rangkaian kegiatan jalan sehat dan karnaval yang digelar masyarakat. Sejak pukul 06.00 WIB, Wabup Mimik Idayana bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Rangkaian kegiatan dimulai di Desa Kedungkendo, Kecamatan Candi. Kemudian berlanjut di Perumahan Graha Candi Mas, Desa Gelam, Kecamatan Candi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi; Perumahan Taman Pinang, Kecamatan Sidoarjo; hingga ditutup di Taman Pondok Legi, Kecamatan Waru. Di setiap titik yang dikunjungi, Wabup Mimik Idayana membuka kegiatan dengan penuh semangat. Sekaligus menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari berbagai kegiatan yang disiapkan. Mulai jalan sehat, senam bersama, karnaval dengan beragam kostum kreatif, hingga bazar UMKM. Berbagai hadiah menarik disediakan bagi peserta jalan sehat. Sementara itu, lomba kreativitas kostum karnaval menjadi salah satu daya tarik yang menambah kemeriahan peringatan HUT Ke-81 RI di masing-masing wilayah. Kemeriahan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dalam memperingati HUT Ke81 RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan UMKM. Wabup Mimik Idayana mengapresiasi antusiasme masyarakat di berbagai wilayah. Mereka turut menyemarakkan peringatan HUT Ke-81 RI melalui kegiatan yang melibatkan banyak warga. “Masyaallah. Luar biasa semangat warga Sidoarjo. Kegiatan seperti ini menjadi momentum yang baik untuk menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta terus bekerja sama dengan pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan untuk Sidoarjo yang lebih baik,” ujar Wabup Mimik Idayana. Menurut dia, kegiatan jalan sehat, senam bersama, karnaval, hingga bazar UMKM merupakan bentuk positif partisipasi masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Selain menjaga kebugaran dan mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk UMKM masyarakat. “Alhamdulillah. Pagi ini senang sekali bisa hadir dan berkumpul bersama warga. Ada jalan sehat, senam dan juga bazar UMKM. Ini menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat yang luar biasa,” ungkapnya. Di sela kegiatan, Wabup Mimik Idayana juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata akan semakin mendukung kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. “Yang tidak kalah penting, mari kita bersama-sama lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar kita. Mulai dari menjaga kebersihan, saling mengingatkan dan saling membantu. Dengan kebersamaan seperti ini, lingkungan kita akan semakin nyaman dan Sidoarjo bisa menjadi lebih baik,” pesannya. Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus dilakukan secara bersamasama. Baik masyarakat, pengurus lingkungan, pemerintah desa, maupun kelurahan dan kecamatan. Lebih lanjut, Wabup Mimik Idayana mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan meningkatkan semangat gotong royong. Kemajuan Sidoarjo tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat. “Mari kita meriahkan HUT Ke-81 RI ini dengan penuh semangat. Tetap rukun dan saya mohon kerja samanya untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan," tuturnya. Rangkaian jalan sehat dan karnaval yang digelar di berbagai wilayah tersebut menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat Sidoarjo dalam menyemarakkan HUT Ke-81 RI. Selain memperkuat persatuan dan kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas. Sekaligus mendorong geliat UMKM di lingkungan masing-masing. (Son/Yu)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Pemerintah Desa Bakung Pringgodani, Polsek Balongbendo, Koramil Balongbendo, Baam Entertainment, dan RS Anwar Medika menggelar Malam Puncak Liga Jawara 2026 di depan Kantor Baam Entertainment, Dusun Kendal RT 23 RW 03, Desa Bakung Pringgodani, Kecamatan Balongbendo, Minggu (30/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kapolsek dan Danramil Balongbendo, Kartar Surya Narada Dusun Kendal, RS Anwar Medika, serta PT Karya Bintang Mandiri. Malam puncak Liga Jawara menghadirkan kolaborasi olahraga, seni budaya, teknologi, dan ekonomi kreatif. Antusiasme warga tampak meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Gowes Kirab Kemerdekaan, penampilan Reog Suro Bekti Budoyo, hingga video visual mapping dan screening film bertema kemerdekaan. Camat Balongbendo Ardi Anindita yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya karena kolaborasi acara ini bisa terselenggara dengan baik,” ujar Ardi. Menurutnya, Liga Jawara menjadi ruang untuk menjaga budaya dan kearifan lokal sekaligus mengembangkan potensi masyarakat. “Saya berharap budaya dan kearifan lokal kita, mulai dari Reog sampai Liga Jawara, sepak bola jalanan ala kampung, tetap bisa lestari. Tanpa dukungan dari kita sendiri, budaya itu pasti akan hilang,” katanya. Ardi menambahkan, kekompakan dan keguyuban masyarakat menjadi modal penting untuk mengangkat potensi Balongbendo lebih luas. “Kekompakan dan keguyuban kita sangat penting untuk mengangkat potensi Balongbendo ke tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Bakung Pringgodani Sa’i mengapresiasi terselenggaranya Liga Jawara 2026 yang berlangsung di wilayah desanya. “Saya berpesan kepada Mas Billy selaku CEO Baam Entertainment yang ada di wilayah Bakung Pringgodani ini, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah,” ujar Sa’i. Sementara itu, CEO Baam Entertainment Billy Arizona mengatakan Liga Jawara bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan olahraga, kreativitas, teknologi, budaya, dan ekonomi daerah. “Kita sedang membuktikan bahwa kreativitas, olahraga, teknologi, dan budaya bisa berdiri bersama untuk menggerakkan ekonomi daerah. Inilah Liga Jawara,” ujarnya. Menurut Billy, Liga Jawara menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menumbuhkan sportivitas, teknologi dapat menjadi sarana menampilkan kreativitas, sementara seni budaya seperti Reog dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya. “Ekonomi kreatif tidak hanya menjadi tontonan, ekonomi kreatif harus menjadi kekuatan. Kita punya ide, gagasan, talenta, dan budaya. Yang kita butuhkan adalah ruang untuk tampil, ruang untuk kolaborasi, dan ruang untuk berkembang. Kita boleh modern, tapi jangan kehilangan akar. Kita boleh maju, tapi jangan meninggalkan budaya. Kita boleh berkompetisi, tapi jangan kehilangan persaudaraan,” tegasnya. Ia mengajak generasi muda Sidoarjo menjadi pelaku perubahan melalui karya dan kreativitas. “Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah pencipta perubahan. Kalau hari ini kita bermimpi, besok kita berkarya, dan lusa kita menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Mari kita buktikan bahwa dari Balongbendo, dari Sidoarjo, bisa lahir karya besar yang membanggakan Indonesia. Satu semangat, Sidoarjo hebat!” ajaknya. Dalam kesempatan tersebut, doorprize berupa sepeda untuk peserta Kirab Kemerdekaan diraih Senkom Porong. Sementara kompetisi Street Football Liga Jawara usia 10–14 tahun, juara pertama diraih Pinggiran FC, juara kedua Satria Muda, dan juara ketiga Seven United. Piala juara pertama diserahkan langsung oleh Ketua Askab PSSI Sidoarjo Puji Daryo. Melalui Liga Jawara 2026, Pemkab Sidoarjo terus mendorong kolaborasi masyarakat dalam melestarikan budaya, mengembangkan olahraga dan kreativitas, serta membuka ruang tumbuhnya ekonomi kreatif sebagai bagian dari penguatan potensi daerah. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Razia penyakit masyarakat (pekat) menyasar dua desa di Sidoarjo, Rabu malam (26/8). Petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri menemukan 167 botol minuman beralkohol dari dua lokasi berbeda di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, dan wilayah Sudimoro, Kecamatan Tulangan. Razia dimulai setelah apel gabungan di Kantor Satpol PP Sidoarjo sekitar pukul 20.20. Petugas kemudian bergerak menuju titik sasaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan atau peredaran minuman beralkohol. Di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, petugas menyasar sebuah rumah di Jalan Flamboyan. Dari lokasi tersebut diamankan 53 botol berbagai jenis minuman beralkohol. Petugas kemudian bergerak ke wilayah Sudimoro, Kecamatan Tulangan. Pemeriksaan di sebuah warung kopi milik Sunardi membuahkan temuan lebih banyak. Sebanyak 114 botol minuman beralkohol diamankan dari lokasi tersebut. Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo R Novianto Koesno Adi Putro mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan daerah. "Operasi ini merupakan bentuk sinergitas Satpol PP, TNI, dan Polri dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif," kata Novianto. Dia menegaskan, personel di lapangan diminta tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditangani sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. "Apabila ditemukan adanya pelanggaran, dilakukan penanganan secara proporsional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," ujarnya. Operasi yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. Novianto berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku di Kabupaten Sidoarjo.(red).
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - M. Rafi Wibisono terpilih sebagai ketua KONI Kabupaten Sidoarjo yang baru periode 2026-2029. Pemilihan dilakukan lewat Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar KONI Kabupaten Sidoarjo di Room Press Conference Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu, (26/8). Anggota DPRD Sidoarjo itu terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal dengan total 36 dukungan Pengurus Kabupaten Cabang Olahraga (Pengkab Cabor). Sejatinya ada dua kandidat calon ketua KONI Kabupaten Sidoarjo. Yakni Siswaji Abidin dan M. Rafi Wibisono yang kemarin mendaftarkan diri. Namun pada Musorkablub siang tadi, jumlah dukungan Pengkab Cabor kepada Siswaji Abidin berubah tidak memenuhi syarat. Dari awal 21 Pengkab Cabor yang mendukungnya, namun saat di verifikasi ulang dalam Musorkablub tersebut terdapat 6 Pengkab Cabor yang menarik dukungannya. Padahal syarat dukungan minimal datang dari 20 Pengkab Cabor. Bupati Sidoarjo H. Subandi lewat Inspektur Kabupaten Sidoarjo Andjar Surjadianto yang membuka Musorkablub tersebut berpesan agar KONI Sidoarjo mampu mengorganisir seluruh cabang olahraga yang ada. Oleh karenanya KONI Sidoarjo harus dapat mengelola organisasi secara profesional, berintegritas dan sportivitas. “KONI selaku manajemen dari sekian cabang olahraga yang ada agar mengelola organisasi ini secara profesional dan juga berintegritas serta sportivitas,” ucapnya. Bupati H. Subandi berharap KONI Sidoarjo dapat mencapai target dan prestasi olahraga dalam Porprov Jatim 2027 besok. Untuk itu ia meminta ketua KONI Sidoarjo yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal. “Dibawah ketua KONI Sidoarjo yang baru nanti diharapkan dapat mengkomandoi dalam mengelola para atlet-atlet di berbagai Cabor ini untuk meraih prestasi dengan cara yang sportif,” ujarnya. Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur Zainal Arifin yang hadir dalam Musorkablub KONI Sidoarjo berharap Musorkablub akan menghasilkan ketua terpilih yang betul-betul bisa memikirkan kelangsungan dan kejayaan olahraga di Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya ada PR berat untuk ketua terpilih nanti. Yakni membawa prestasi dalam Porprov 2027 besok. “Khusus untuk ketua terpilih nanti, memang beban ini berat. Karena bagaimanapun juga waktunya ini sangat mepet sekali. Kita dihadapkan pada pelaksanaan Porprov tahun 2027,” ucapnya. Namun ia percaya Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten kota di Jawa Timur yang mampu meraih presatasi tiga besar dalam ajang Porprov Jatim. Dikatakannya Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama atlet di Jawa Timur selain Kota Surabaya. “Jadi Surabaya, Sidoarjo, itu menjadi atlet penyangga utama dari Provinsi Jawa Timur,” ujarnya. Sebelumnya Plt. Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto mengatakan hanya 56 Pengkab Cabor yang memiliki suara sah dalam Musorkablub kali ini. Dari 59 Pengkab Cabor hanya 3 Pengkab Cabor terkendala untuk dapat memberikan hak suaranya. Pasalnya mereka belum mengadakan Muskab untuk memilih kepengurusan organisasi olahraganya. “Dari 59 Cabor, 3 Cabor terkendala SK-nya sudah habis dan belum mengadakan Muskab, sehingga ada 56 suara Cabor yang hari ini punya suara. Satu lagi suara dari pengurus KONI Jatim, juga satu suara dari Pengurus KONI Sidoarjo,” ucapnya. Seperti diketahui Musorkablub 2026 digelar untuk memilih ketua umum KONI Sidoarjo definitif. Pasalnya Ketua umum KONI Sidoarjo sebelumnya, Imam Mukri Affandy mengundurkan diri karena gangguan kesehatan. Selama periode itu ketua umum KONI Sidoarjo dijabat Pelaksana Tugas (Plt) oleh Imam Purwanto yang ditunjuk KONI Jatim. git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Produk lokal Sidoarjo menembus pasar internasional. Tas dan dompet kulit Acapcop akan hadir dalam ajang Paris Fashion Week pada bulan Oktober mendatang. Keberhasilan perajin kulit lokal masuk ke pameran internasional tersebut mendapat apresiasi Bupati Sidoarjo, Subandi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bangga karena salah satu UMKM di wilayahnya berhasil memperkenalkan produk unggulan, yaitu kerajinan kulit sapi berupa tas dan dompet. "Pemerintah akan senantiasa mendukung UMKM di Kabupaten Sidoarjo agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing, bahkan hingga dikenal secara internasional. Mengingat kualitas kerajinan tas dan dompet ini sangat baik. Dengan desain yang menarik serta penggunaan kulit yang berkualitas, produk-produk ini sangat potensial untuk dipasarkan ke mancanegara," katanya.Subandi juga menyampaikan bahwa dukungan akan diberikan melalui aplikasi khusus yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung seluruh UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Dengan aplikasi itu, para pelaku UMKM dapat memperkenalkan dan menjual hasil karya mereka. Dengan begitu, produk UMKM Sidoarjo dapat lebih mudah dikenal dan dipasarkan. "Acapcop direncanakan akan berpartisipasi dalam pameran Fashion Week di Paris pada bulan Oktober mendatang. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi produk Sidoarjo yang mampu menembus pasar internasional. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dengan harapan Acapcop dapat menjadi UMKM unggulan Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.Subandi mengimbau masyarakat Sidoarjo untuk mendukung UMKM Sidoarjo dengan menggunakan produk-produk lokal Sidoarjo. "Mari bersama-sama memproduksi tas khas Sidoarjo, dengan fokus pada kualitas tas dan dompet yang unggul dan istimewa," katanya. Pemilik Acapcop, Efied Dwi Meyastutie beserta suami, telah melakukan audiensi dengan Bupati Sidoarjo Subandi di ruang transit Pendopo Delta Wibawa pada hari Rabu (26 Agustus 2026). Selain memperkenalkan produk tas dan dompet hasil produksi Acapcop, Efied Dwi menyampaikan rencana partisipasi dalam ajang Fashion Week di Paris. Acapcop akan memamerkan koleksi tas dan dompet yang terbuat dari kulit asli. Produk tersebut merupakan karya perajin lokal dari Sidoarjo. "Kami memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas kesempatan partisipasi kami dalam acara tersebut, di mana kami bermaksud untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan tas kulit asli Sidoarjo kami," katanya. Efied menambahkan, partisipasi dalam kegiatan tersebut dapat mendukung UMKM, khususnya para perajin kulit, untuk terus berkarya dengan hasil maksimal agar dapat dikenal hingga mancanegara. Acapcop telah meresmikan gerai workshopnya di Prospero Apartment Lt.1, Sidoarjo. Pembukaan gerai itu merupakan langkah strategis Acapcop untuk mendekatkan diri dengan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan industri fashion. Produk lokal yang dikembangkan dengan serius dan dikelola oleh pihak yang kompeten memiliki potensi untuk menghasilkan kualitas yang setara dengan merek internasional. "Sebagai perajin merek tas kulit lokal, kami tidak hanya mengangkat kearifan lokal, tetapi juga siap melangkah lebih jauh menuju pasar internasional, seperti ajang Paris Fashion Week yang akan kami ikuti pada Oktober mendatang."ucapnya.yu
Selengkapnya9.10.2026
7.10.2026
1.10.2026
30.09.2026
29.09.2026
17.09.2026
10.09.2026
9.09.2026
3.09.2026
2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
6.10.2026 - 12.10.2026
7.10.2026 - 19.10.2026
7.10.2026 - 10.10.2026
1.10.2026 - 5.10.2026
30.09.2026 - 1.10.2026
4.10.2026 - 5.10.2026
5.10.2026 - 17.10.2026
25.09.2026 - 16.10.2026
22.09.2026 - 28.09.2026
22.09.2026 - 23.09.2026
22.09.2026 - 26.09.2026
22.09.2026 - 29.09.2026
21.09.2026 - 28.09.2026
21.09.2026 - 26.09.2026
15.09.2026 - 18.09.2026
9.09.2026 - 15.09.2026
13.09.2026 - 15.09.2026
11.09.2026 - 15.09.2026
8.09.2026 - 14.09.2026
9.09.2026 - 17.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
5.09.2026 - 7.09.2026
7.09.2026 - 15.09.2026
2.09.2026 - 7.09.2026
1.09.2026 - 7.09.2026
31.08.2026 - 30.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
26.08.2026 - 30.08.2026
22.08.2026 - 28.08.2026
20.08.2026 - 23.08.2026
21.08.2026 - 23.08.2026
22.08.2026 - 23.08.2026
18.08.2026 - 19.08.2026
18.08.2026 - 22.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
13.08.2026 - 20.08.2026
11.08.2026 - 17.08.2026
9.08.2026 - 12.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
11.08.2026 - 12.08.2026
31.08.2026 - 1.09.2026
11.08.2026 - 14.08.2026
25.07.2026 - 30.07.2026
21.07.2026 - 27.07.2026
14.07.2026 - 20.07.2026
Visitors : 2303348