BABAD SIDOARJO Seri I: Babad Kahuripan Menelusuri Jejak Airlangga dan Awal Peradaban Delta Brantas “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya.” — Ir. SoekarnoKOMINFO, Sidoarjo - Jauh sebelum berdiri sebagai sebuah kabupaten, wilayah yang kini dikenal sebagai Sidoarjo merupakan bagian dari bentang alam Delta Brantas. Sungai Brantas beserta cabang-cabangnya membentuk hamparan tanah aluvial yang subur, jalur perdagangan yang ramai, dan pusat pertumbuhan permukiman sejak lebih dari seribu tahun silam.Dalam lintasan sejarah Jawa Timur, kawasan ini pernah menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Airlangga. Kerajaan yang berdiri pada awal abad ke-11 itu menjadi tonggak kebangkitan Jawa Timur setelah keruntuhan Kerajaan Medang akibat peristiwa Mahapralaya.Meski para ahli masih memperdebatkan letak pasti ibu kota Kahuripan, hampir semua sepakat bahwa kawasan Delta Brantas memiliki peran penting sebagai pusat pertanian, jalur transportasi sungai, dan penggerak roda perekonomian kerajaan.Mahapralaya yang Mengubah Arah SejarahSekitar tahun 1016 Masehi, Kerajaan Medang mengalami kehancuran akibat serangan Haji Wurawari. Peristiwa itu dikenal dalam historiografi Jawa sebagai Mahapralaya. Istana luluh lantak, Raja Dharmawangsa Teguh gugur, sementara seorang pangeran muda bernama Airlangga berhasil menyelamatkan diri bersama pengikut setianya, Narottama. Kisah pelarian itu kemudian terekam dalam Prasasti Pucangan, salah satu sumber primer terpenting mengenai kehidupan Airlangga.Setelah beberapa tahun hidup dalam pengasingan, Airlangga berhasil menghimpun kembali kekuatan politik dan militer. Pada sekitar tahun 1019 Masehi, ia dinobatkan sebagai raja dan mendirikan Kerajaan Kahuripan—sebuah nama yang berasal dari kata hurip atau kehidupan, melambangkan harapan akan lahirnya kembali ketenteraman setelah masa peperangan panjang.Prasasti Pucangan adalah sebuah batu prasasti penting peninggalan masa pemerintahan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan yang berangka tahun 963 Saka (1041/1042 Masehi) - Source doc foto Instagram Hilmar Farid - Sejarawan, Aktivis dan PengajarDelta Brantas, Nadi Kehidupan KerajaanKeberhasilan Airlangga tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militernya, tetapi juga oleh kemampuannya mengelola sumber daya air. Sungai Brantas menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan mobilitas penduduk. Wilayah yang kini menjadi Kabupaten Sidoarjo berada di bagian hilir sistem sungai tersebut, sehingga memiliki posisi yang sangat strategis dalam jaringan ekonomi kerajaan.Salah satu bukti nyata perhatian Airlangga terhadap pengelolaan air adalah pembangunan Bendungan Waringin Sapta, yang dicatat dalam Prasasti Kamalagyan. Prasasti tersebut ditemukan di wilayah Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, dan menjadi bukti bahwa kawasan ini telah memiliki arti penting dalam pembangunan infrastruktur dan pengendalian banjir sejak abad ke-11.Prasasti Pucangan, Sumber Utama Sejarah AirlanggaKetua Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia, Dr. Ninie Susanti, menegaskan bahwa Prasasti Pucangan merupakan sumber sejarah yang sangat penting untuk memahami perjalanan hidup Airlangga."Prasasti Pucangan merupakan peninggalan penting di Nusantara, karena prasasti tahun 1037 Masehi itu berisi tentang riwayat hidup Raja Airlangga yang paling lengkap," ujarnya.Menurut Ninie Susanti, prasasti tersebut bukan hanya menceritakan silsilah Airlangga, tetapi juga merekam proses kebangkitan kembali Jawa Timur setelah masa kehancuran. Karena itu, Prasasti Pucangan menjadi rujukan utama para sejarawan dalam merekonstruksi sejarah Kahuripan.Garudamukha lancana adalah cap atau lambang kerajaan berbentuk muka burung Garuda yang digunakan oleh Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan pada abad ke-11 Masehi - source doc foto Museum Indonesia.Garudamukha: Simbol Kebangkitan dan Legitimasi KekuasaanTidak hanya tercatat dalam lembaran aksara Kawi, jejak kekuasaan Airlangga juga ditandai dengan penggunaan simbol Garudamukha Lancana—lambang resmi Kerajaan Kahuripan pada abad ke-11 Masehi yang dipahat pada bagian puncak prasasti-prasasti keluarannya.Nama Garuda berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam mitologi Hindu, Garuda digambarkan sebagai kendaraan (wahana) Dewa Wisnu—salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) yang dipercaya sebagai Sang Pemelihara Alam Semesta. Garuda dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor, dan moncong burung elang, serta tubuh, tangan, dan kaki seorang manusia.Bagi Airlangga, penggunaan simbol Garuda bukan sekadar hiasan, melainkan legitimasi spiritual bahwa pemerintahannya hadir untuk memulihkan dan memelihara kembali kedamaian Jawa Timur pascakehancuran. Keagungan lambang Garuda ini kelak terus dipakai dan diwarisi oleh raja-raja Kerajaan Jenggala (abad ke-14–15 Masehi), yang dianggap sebagai penerus sah Kerajaan Airlangga di kawasan Delta Brantas.Perspektif SejarawanGuru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Prof. Agus Aris Munandar, menjelaskan bahwa Prasasti Pucangan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam historiografi Jawa karena merupakan prasasti yang dikeluarkan langsung oleh raja."Prasasti Pucangan adalah sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja atau raja, sehingga memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai sumber sejarah pemerintahan Airlangga," katanya.Menurut Agus Aris Munandar, sumber-sumber primer seperti prasasti harus menjadi landasan utama dalam menafsirkan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Timur, sehingga setiap rekonstruksi sejarah memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.Prasasti Kamalagyan adalah piagam batu bersejarah dari tahun 959 Saka (1037 Masehi) yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Kahuripan - Source doc foto its.ac.idJejak Kahuripan di SidoarjoWalaupun belum ada bukti yang menyatakan pusat pemerintahan Kahuripan berada persis di wilayah Kabupaten Sidoarjo saat ini, sejumlah tinggalan sejarah menunjukkan bahwa kawasan Delta Brantas merupakan bagian penting dari jaringan ekonomi dan transportasi kerajaan.Keberadaan Prasasti Kamalagyan di Krian menjadi bukti bahwa wilayah Sidoarjo telah berperan dalam pembangunan infrastruktur air sejak masa Airlangga. Sistem irigasi yang baik memungkinkan pertanian berkembang pesat dan menopang kehidupan masyarakat di sepanjang aliran Brantas.Fondasi inilah yang kemudian menjadi titik tolak berkembangnya kawasan delta, yang pada abad-abad berikutnya melahirkan Kerajaan Jenggala, Singhasari, hingga Majapahit.Merawat Jejak PeradabanSejarah Kahuripan mengajarkan bahwa kemajuan sebuah wilayah tidak hanya dibangun melalui kekuatan politik, tetapi juga melalui kemampuan mengelola alam, menjaga persatuan, dan membangun kesejahteraan masyarakat.Bagi Kabupaten Sidoarjo, mengenali sejarah Kahuripan berarti memahami akar identitas daerah yang telah tumbuh sejak lebih dari seribu tahun lalu. Sungai, sawah, saluran irigasi, hingga permukiman yang berkembang di Delta Brantas hari ini merupakan bagian dari perjalanan panjang peradaban yang layak dikenali, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Ir) Bersambung ke Babad Sidoarjo — Seri II: Babad Kahuripan, tulisan berikutnya.
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana bersama Dinas P2CKTR Sidoarjo serta jajaran forkopimka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan Pucang, Kecamatan Sidoarjo, Senin (10/8/2026). Dalam sidak tersebut, Mimik menemukan sejumlah persoalan yang dikeluhkan penghuni, mulai dari kebersihan lingkungan, fasilitas umum, kondisi bangunan hingga aspek keamanan.Sidak dilakukan dengan melihat langsung kondisi tiga gedung Rusunawa, yakni Gedung A, B dan C. Mimik juga berdialog dengan sejumlah penghuni yang menyampaikan berbagai keluhan terkait pengelolaan Rusunawa.Mimik mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus hadir memastikan penghuni Rusunawa memperoleh hak pelayanan yang layak. Terlebih, para penghuni setiap bulan telah membayar biaya sewa sesuai ketentuan.“Ini tugas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, di mana penghuni yang ada di Rusunawa ini mendapatkan haknya. Karena mereka sudah membayar setiap bulan, tetapi haknya belum terpenuhi, seperti fasilitas umum dan kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujar Mimik.Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah minimnya tenaga kebersihan. Mimik menyebut, tiga gedung yang masing-masing terdiri dari lima lantai hanya ditangani oleh dua petugas kebersihan.“Kondisinya sangat tidak layak. Tiga gedung mulai lantai satu sampai lantai lima hanya diurus dua orang tenaga kebersihan. Ini tidak manusiawi. Halamannya juga kotor dan penuh sampah,” tegasnya.Menurutnya, kondisi tersebut harus segera mendapatkan penanganan. Selain kebersihan, sejumlah fasilitas lain juga dinilai perlu dibenahi, terutama penerangan, keamanan serta kondisi bangunan yang mengalami kebocoran.Mimik menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk merumuskan langkah perbaikan. Pemasangan CCTV juga menjadi salah satu usulan untuk meningkatkan keamanan penghuni Rusunawa.“Yang segera kita usulkan adalah perbaikan fasilitas, terutama penerangan, kebersihan dan CCTV untuk keamanan. Ada juga gedung yang banyak mengalami kebocoran, sehingga harus segera dilakukan pembenahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.Rusunawa Pucang tersebut memiliki tiga gedung dengan total 297 ruangan. Saat ini tercatat sebanyak 226 keluarga menjadi penghuni, atau tingkat hunian sekitar 85 persen.Besaran sewa yang dibayarkan penghuni berbeda berdasarkan lantai. Untuk unit di lantai bawah, tarif sewanya mencapai sekitar Rp545 ribu per bulan yang sudah termasuk biaya listrik dan air.Mimik juga menyoroti pengelolaan pendapatan dari sewa Rusunawa. Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga Juni pendapatan dari lima Rusunawa di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai sekitar Rp7,3 miliar.Menurut Mimik, pendapatan tersebut semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung biaya pemeliharaan, perawatan maupun renovasi Rusunawa.“Pendapatan dari Rusunawa ini harus dikembalikan untuk biaya renovasi atau perawatan. Jangan hanya melihat dari kantor, tetapi harus turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.Ia menilai pengelolaan pelayanan kepada penghuni Rusunawa saat ini masih belum maksimal. Karena itu, Mimik meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan kepada penghuni dapat ditingkatkan.Selain persoalan internal Rusunawa, Mimik juga menerima keluhan warga terkait dugaan asap dan bau yang disebut berasal dari aktivitas pabrik di sekitar kawasan Rusunawa.Menindaklanjuti keluhan tersebut, Mimik kemudian melakukan audiensi dengan pihak PT Sekar Laut Tbk beserta beberapa perwakilan penghuni Rusunawa. Letak perusahaan bersebelahan dengan Rusunawa Pucang.Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan sebelumnya, asap yang dikeluhkan masyarakat bukan berasal dari aktivitas pabrik. Meski demikian, perusahaan berkomitmen untuk melakukan pengecekan ulang guna memastikan sumber asap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.“Alhamdulillah, berdasarkan pengecekan ternyata asap tersebut bukan dari pabrik. Tetapi nanti akan kita cek ulang sebenarnya asap itu berasal dari mana. Masyarakat juga sudah menyampaikan secara langsung dan dari pihak pabrik berkomitmen untuk menindaklanjuti aduan masyarakat,” kata Hj.Mimik Idayana.Ia mengatakan, pengecekan lebih lanjut juga akan dilakukan terhadap keluhan mengenai bau dan polusi yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan pabrik.“Termasuk bau dan polusi nanti kita cek. Yang penting perusahaan sudah berkomitmen untuk menindaklanjuti,” pungkasnya.Mimik berharap koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pengelola Rusunawa, penghuni dan pihak perusahaan dapat menghasilkan solusi konkret. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di Rusunawa maupun warga di sekitar kawasan industri dapat memperoleh lingkungan hunian yang bersih, aman, sehat dan nyaman. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo bersama Pemerintah Kabupaten/Kota Pesisir Pantai Utara Jawa menyatakan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan. Deklarasi tersebut dibacakan dalam rangkaian Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove, di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kelestarian dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan langkah tindak lanjut dalam mengembangkan model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis ekosistem mangrove.Para kepala daerah yang hadir menegaskan bahwa ekosistem mangrove tidak hanya penting sebagai benteng alami pantai, tetapi juga sebagai fondasi ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. “Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Bupati Sidoarjo Subandi.Ada lima poin komitmen bersama yang disepakati para kepala daerah dalam pertemuan itu. Pertama, komitmen memperkuat pemberdayaan inklusif dan partisipatif : melalui pendataan kelompok sasaran, pemetaan potensi, peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga penguatan peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove.Kedua, mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis mangrove : dengan mengoptimalkan potensi silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata, serta UMKM lokal yang bernilai tambah dan berdaya saing.Ketiga, memperkuat kelembagaan dan ekonomi lokal : melalui pengembangan kelompok usaha, koperasi, BUM Desa/BUM Desa Bersama agar mampu membangun kemitraan, mengakses pembiayaan, dan mengelola usaha secara profesional.Keempat, meningkatkan sinergi multipihak : dengan dukungan kebijakan, riset, inovasi, investasi, teknologi, akses pasar, hingga tanggung jawab sosial lingkungan untuk mempercepat terwujudnya masyarakat pesisir yang mandiri dan sejahtera.Kelima, menyusun dan memantau rencana aksi bersama : menetapkan prioritas wilayah, sasaran penerima manfaat, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi berkala agar dampaknya nyata dan berkelanjutan.Pemkab Sidoarjo meyakini, dengan kolaborasi erat, inovasi, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, ekosistem mangrove tidak hanya akan lestari. Lebih dari itu, mangrove akan menjadi sumber kesejahteraan, ketahanan ekonomi, dan warisan berharga bagi generasi saat ini dan mendatang.(mas).
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P. menghadiri Khususiyah Kubro sekaligus Pelantikan Pengurus DPD ITQON Sidoarjo Tahun 2026–2031 di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Minggu (9/8/2026).Kegiatan tersebut turut dihadiri Al Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah KH. Ahmad Tamim Romly dan Nyai Hj. Muflihah, S.Pd., Ketua DPW ITQON Jawa Timur Dr. KH. Shobih Hanan, Ketua DPD ITQON Sidoarjo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikam KH. Chabibul Mahbub, para kiai dan imam khususnya, serta jajaran DPD ITQON Sidoarjo, Forkopimka Tanggulangin, serta ratusan jamaah.Dalam sambutannya, Mimik menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPD ITQON Sidoarjo yang akan mengemban amanah untuk periode lima tahun ke depan.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD ITQON Sidoarjo yang baru dilantik. Selamat mengemban amanah, semoga berkah, bisa menjalankan organisasi dengan kompak, istikamah, dan tentunya membawa manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” ujar Mimik.Menurutnya, organisasi kemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan kepengurusan, tetapi juga harus mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Karena organisasi itu bukan hanya soal kepengurusan, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa hadir dan memberikan manfaat,” tuturnya.Mimik juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan pembangunan. “Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh panjenengan semua, termasuk peran ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat. Mari bersama-sama membangun Sidoarjo supaya lebih baik lagi,” ujarnya.Melalui kegiatan Khususiyah Kubro, Mimik mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dan saling mendoakan. Ia juga meminta doa agar para pemimpin Kabupaten Sidoarjo diberikan kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan amanah.“Saya titip doanya agar para pemimpin Kabupaten Sidoarjo diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah sebaik mungkin. Doakan Sidoarjo agar semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pembangunannya semakin baik, dan tentunya senantiasa diberikan keamanan, ketertiban, serta keberkahan. Karena sekuat apa pun pemerintah bekerja, tetap membutuhkan doa dan dukungan dari panjenengan semuanya,” pungkasnya.Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun Sidoarjo. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Seribu anak Pramuka Siaga mengikuti Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026 di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir Sidoarjo, Minggu, (9/8). Kegiatan Pramuka anak-anak SD kelas 1 hingga 4 itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Mereka berasal dari seluruh SD yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Peserta Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026 akan diajak belajar sambil bermain sekaligus mengasah keterampilan lewat berbagai kegiatan. Selain itu mereka akan dikenalkan dengan budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo lewat berbagai kegiatan lomba. Peserta juga akan diajak berpetualangan melewati berbagai tantangan. Konsep petualangan dengan mengusung tema “Pencarian Harta Karun” sengaja dipilih sebagai cara untuk mengenalkan budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo kepada generasi saat ini. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan Pesta Siaga menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk dapat menanamkan nilai-nilai positif. Seperti kejujuran, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab. Semua itu dapat diperoleh lewat berbagai kegiatan lomba yang akan dilakukan. “Hari ini kita akan berpetualang dalam “Pencarian Harta Karun Jenggala”. Kalau dengar kata-kata harta karun, mungkin yang kalian dibayangkan adalah emas atau uang yang banyak, tapi di sini enggak, ya, Anak-anakku. Karena hari ini kita akan mencari harta karun yang jauh lebih berharga, yaitu kejujuran, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab. Inilah harta karun yang akan kalian dapatkan nanti,” ucapnya.Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berharap anak-anak dapat menemukan berbagai pengalaman, persahabatan serta keberanian, dan karakter yang mulia lewat berbagai kegiatan yang akan dilakukan. Ia berpesan untuk tidak takut mencoba tantangan. Pramuka Siaga harus berani mencoba dan mau belajar serta saling membantu.“Nanti kalau ada teman yang kesulitan, ya kita bantu. Kalau ada teman yang belum bisa, ya kita ajari. Dan kalau ada perbedaan, kita juga harus saling menghargai. Karena Pramuka Siaga itu harus ceria, ramah, rajin, berani, dan suka berbuat baik,” pesannya.Ketua Pelaksana kegiatan Pesta Siaga Ifa Ratnasari mengatakan kegiatan Pesta Siaga diikuti seribu anak Pramuka Siaga. Terdapat 125 Barung yang mengikutinya. Setiap Barung yang berjumlah 8 anak di dampingi satu Pembina. Sehingga total seluruh peserta Pesta Siaga tahun ini berjumlah 1.125 orang.“Barung itu adalah satuan terkecil dalam kelompok Pramuka Siaga yang beranggotakan 6 sampai 8 anak. Pesertanya dari seluruh sekolah SD se-Kabupaten Sidoarjo dan di ikuti 18 Kwartir Ranting,” ucapnya.Andalan Bina Muda Golongan Siaga Kabupaten Sidoarjo itu menyampaikan bahwa ada berbagai kegiatan permainan yang akan dilakukan. Seperti permainan lempar bola dalam keranjang, pemecahan sandi, menata puzzle, jualan di kedai, scouting skill dan kreasi gambar anyaman. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dibagi menjadi lima anjungan. Setiap anjungan terdapat pos-posnya masing-masing. Total secara keseluruhan kegiatan ada 10 pos. Mereka bukan hanya diasah kreatifitasnya, namun juga diharapkan dapat mengusung nilai-nilai budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo.“Untuk pos-posnya, di anjungan 1 itu ada pos untuk Bakul Lepau atau Kedai Jenggala, ada scouting skill, dan menggambar menganyam. Jadi kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan motivasi belajar Adik-adik, tapi juga meningkatkan nilai daya kreativitas dari Adik-adik,” ujarnya.Ifa mengatakan tema “Pencarian Harta Karun” dipilih untuk mengangkat budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya ia melihat generasi saat ini hampir tidak mengetahui Kerajaan Jenggala pernah ada di Kabupaten Sidoarjo. Cara kembali mengenalkan budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo itu akan di balutnya lewat kegiatan lomba dengan tema “Perburuan Harta Karun”. Oleh karenanya ia berharap kegiatan Pesta Siaga atau yang biasa disebut dengan Persari atau Perkemahan Sehari itu nantinya dapat menjaga budaya kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo. “Lewat Pesta Siaga, adik-adik selain juga berkegiatan, belajar, bermain, juga bisa mengenal nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya. git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak, selain kemampuan akademik. Karena itu, nilai kemandirian, kedisiplinan, keberanian, gotong royong hingga kepedulian terhadap sesama perlu dibiasakan sejak usia dini melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, saat menghadiri Pesta Pramuka Prasiaga di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (8/8/2026). Menurutnya, kegiatan seperti Prasiaga dapat menjadi salah satu cara mengenalkan nilai-nilai tersebut melalui aktivitas yang menyenangkan.“Anak-anak belajar banyak hal bukan hanya dari teori, tetapi dari apa yang mereka lakukan dan alami. Melalui bermain, bergerak, berkarya, bekerja sama dan berinteraksi dengan lingkungan, mereka belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, berani dan peduli terhadap sesama,” ujar Sriatun.Ia menilai, pendidikan anak tidak semestinya hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Kemampuan sosial dan karakter yang baik juga menjadi bekal penting agar anak mampu menghadapi lingkungan dan tantangan di masa depan.“Kita tentu ingin anak-anak cerdas secara akademik, tetapi kecerdasan itu harus diikuti oleh karakter yang baik pula. Anak perlu memiliki rasa percaya diri, mampu bekerja sama, mandiri, menghargai orang lain, peduli kepada sesama dan memiliki akhlak yang baik,” katanya.Sriatun menekankan bahwa membangun karakter anak membutuhkan proses yang konsisten dan tidak dapat dibebankan kepada sekolah saja. Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.“Karakter anak tidak bisa dibentuk oleh satu pihak. Keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus saling mendukung. Kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak untuk tumbuh dan berkembang,” tuturnya.Menurutnya, pembiasaan sederhana seperti mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap barangnya sendiri, disiplin mengikuti aturan, menghargai teman, berani menyampaikan pendapat serta mau membantu orang lain merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dapat dilakukan setiap hari.Karena itu, Sriatun mengajak orang tua untuk terus mendampingi sekaligus memberikan teladan kepada anak. Dukungan keluarga dinilai menjadi kunci agar nilai-nilai yang diperoleh anak di lingkungan pendidikan dapat diterapkan secara konsisten di rumah.“Yang paling penting adalah membiasakan hal-hal baik sejak kecil. Ketika anak dibiasakan mandiri, disiplin, menghargai orang lain dan mau bekerja sama, itu akan menjadi bagian dari karakter mereka. Orang tua memiliki peran besar untuk terus mendukung dan memberikan contoh,” pungkasnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan legislatif tidak hanya dibangun melalui kegiatan resmi pemerintahan. Komunikasi, koordinasi, dan kekompakan juga bisa diperkuat lewat agenda di lapangan sepak bola. Jum’at (7/8) kemarin sore, Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak anggota DPRD Sidoarjo main bareng sepak bola di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pertandingan persahabatan itu tidak hanya untuk memperkuat koordinasi kerja di luar ruang sidang. Namun, menjadi salah satu cara mencairkan ketegangan politik antara eksekutif dan legislatif. Dalam laga itu, Subandi memimpin tim kesebelasan Pemkab Sidoarjo dengan membawa seluruh kepala OPD. Di pihak legislatif, Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih membawa anggotanya untuk unjuk gigi di lapangan hijau. Tiga gol berhasil disarangkan tim DPRD Sidoarjo ke gawang tim Pemkab yang dijaga kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo. Tim Pemkab membalas satu gol lewat kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo. Hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan, tidak ada lagi tambahan gol. Kesebelasan DPRD Sidoarjo unggul 3-1. Subandi mengatakan, kegiatan seperti pertandingan persahabatan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencairkan suasana komunikasi. Lewat komunikasi yang baik akan terbangun sinergi yang kuat dalam mengurus daerah. ”Olahraga bersama seperti ini menjadi simbol kekompakan dan kerja sama yang kuat antara Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo dengan DPRD Sidoarjo,” ucapnya.Subandi mengatakan bahwa DPRD merupakan mitra kerja dalam membangun daerah. Pemkab fokus menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Di sisi lain, DPRD mengoptimalkan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara konstruktif. Semua harus berjalan beriringan untuk kesejahteraan masyarakat. ”Sinergi dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka, penyelarasan program kerja, serta saling menghargai fungsi dan wewenang masing-masing dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan daerah,” ujarnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Jambore Kader PKK Kabupaten Sidoarjo, para kader dibekali pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan agar mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat, mulai dari pengasuhan anak di era digital, pencegahan stunting, ketahanan pangan keluarga hingga pemberdayaan ekonomi melalui UMKM.Bupati Sidoarjo, Subandi mengapresiasi seluruh panitia, kader PKK, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Jambore PKK. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan kader PKK dalam mewujudkan pembangunan yang dimulai dari keluarga.“PKK bukan hanya organisasi kemasyarakatan, tetapi merupakan mitra pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader harus terus dilakukan agar mereka mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Subandi saat acara puncak jambore PKK Kabupaten Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo pada Jumat (7/8/2026). Ia menegaskan, peran kader PKK sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah. Mulai dari memberikan edukasi mengenai pola asuh anak yang tepat, mempercepat penurunan angka stunting, menguatkan ketahanan pangan keluarga, hingga mendorong tumbuhnya UMKM sebagai penopang ekonomi masyarakat.“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama jambore jangan berhenti di sini. Jadikan bekal untuk diterapkan di desa dan kelurahan masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika kader PKK semakin berkualitas, pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin baik,” katanya.Subandi juga berharap Jambore PKK menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antar kader dari seluruh kecamatan sehingga tercipta sinergi yang semakin kuat dalam menjalankan program-program pemberdayaan keluarga.“Silaturahmi yang terbangun hari ini adalah modal besar untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat gotong royong dalam melayani masyarakat,” tambahnya.Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan Jambore PKK merupakan salah satu program kerja yang dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media peningkatan kapasitas dan evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.“Melalui jambore ini, kader PKK dapat saling bertukar pengalaman, meningkatkan kreativitas, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program yang selama ini dijalankan di desa dan kelurahan. Harapannya, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga terus meningkat,” ujarnya.Sriatun menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti kader PKK dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sidoarjo. Berbagai perlombaan diselenggarakan sesuai bidang kerja masing-masing kelompok kerja (Pokja), sehingga setiap kegiatan memiliki nilai edukasi yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masyarakat.Pokja I menggelar lomba simulasi pola asuh anak di era digital untuk memperkuat kemampuan kader dalam mendampingi keluarga menghadapi tantangan perkembangan teknologi. Pokja II menyelenggarakan bazar UMKM sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Pokja III mengadakan lomba olahan pangan bertema Zero Food Waste guna mengedukasi masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan bahan pangan sekaligus mengurangi limbah makanan. Sementara Pokja IV menggelar lomba balita sehat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Selain itu, setiap kecamatan juga menampilkan kreativitas melalui lomba defile.Sriatun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas dukungan yang diberikan terhadap penyelenggaraan Jambore PKK. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan kader yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.“Semangat yang tumbuh melalui Jambore PKK ini harus terus dijaga. Kami berharap para kader pulang membawa inspirasi dan semangat baru untuk menggerakkan program PKK di wilayahnya masing-masing, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga dan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi membuka secara resmi Jambore Kader PKK Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan kompetensi kader PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.Pembukaan jambore turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, Pengurus TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dewan juri, Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo, serta para peserta Jambore Kader PKK Tahun 2026.Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi menyampaikan bahwa Jambore PKK merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas kader sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera.Menurutnya, kader PKK semakin dibutuhkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari mendukung penurunan stunting, meningkatkan kesehatan keluarga, mengembangkan ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, hingga mempererat ekonomi keluarga melalui berbagai program pemberdayaan peningkatan kesehatan keluarga."Jambore PKK merupakan momentum yang sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat kebersamaan, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kreativitas para kader PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera," ujar Sriatun.Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para kader untuk saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di wilayah masing-masing."Melalui Jambore PKK ini saya berharap seluruh peserta dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK di wilayah masing-masing," katanya.Sriatun juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat agar mampu mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, berdaya, dan sejahtera menuju Sidoarjo yang semakin maju dan berkelanjutan.Jambore Kader PKK Tahun 2026 diikuti seluruh perwakilan kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Beragam perlombaan digelar sesuai bidang kerja masing-masing kelompok kerja (Pokja), yakni Lomba Simulasi PAAREDI dari Pokja I, Bazar UMKM dari Pokja II, Lomba Vlog dan Kreasi Olahan Pangan bertema Zero Food Waste dari Pokja III, serta Lomba Balita Sehat Masa Depan Hebat dari Pokja IV yang bertujuan mendukung upaya percepatan penurunan stunting.Sriatun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta tetap menjaga kebersamaan."Saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas karena tujuan utama jambore ini adalah belajar, berbagi inspirasi, dan mempererat persaudaraan," tegasnya.Melalui Jambore Kader PKK Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026, diharapkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi para kader semakin meningkat sehingga mampu memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan keluarga di Kabupaten Sidoarjo. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Upaya pengendalian Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya difokuskan pada skrining dan deteksi dini, tetapi juga diperkuat melalui langkah promotif sejak usia sekolah. Untuk membangun pemahaman yang benar sekaligus mencegah perilaku berisiko, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) dan Universitas Muhammadiyah menggelar edukasi Sidoarjo Youth Safeguard 2026 yang diikuti pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Sidoarjo di Auditorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Rabu (5/8/2026). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan pengendalian HIV tidak dapat hanya mengandalkan penemuan kasus melalui skrining, tetapi juga harus diimbangi dengan edukasi. Menurutnya, pemahaman yang benar sejak usia remaja menjadi salah satu kunci untuk mencegah munculnya kasus baru.“Dengan edukasi tentang seksual dan mengenali diri pada pelajar merupakan bentuk melindungi generasi muda. Berbekal pengetahuan yang tepat, mereka diharapkan mampu menjaga diri dari perilaku berisiko sekaligus tidak memberikan stigma kepada Orang dengan HIV (ODHIV),” ujarnya.Lakhsmi memaparkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, sejak 2001 hingga Juni 2026 tercatat 60 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 11–17 tahun. Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, sedangkan 53 lainnya masih hidup dengan HIV.“Data tersebut bukan untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat, melainkan menjadi dasar penguatan upaya pencegahan. Bahkan, meningkatnya temuan kasus juga menunjukkan semakin luasnya layanan skrining dan deteksi dini sehingga masyarakat yang terinfeksi dapat segera memperoleh pengobatan,” tuturnya. Menurutnya, kelompok usia di atas 24 tahun masih menjadi penyumbang kasus HIV terbesar yang berkaitan dengan perilaku berisiko. Sementara itu, pada kelompok usia 0–10 tahun, penularan umumnya terjadi secara vertikal atau dari ibu kepada anak. Untuk itu, Dinas Kesehatan telah memperkuat skrining HIV di seluruh kelompok usia berdasarkan siklus hidup, mulai dari pemeriksaan ibu hamil melalui program triple eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B, hingga pemeriksaan dini pada bayi agar penularan dapat dicegah sejak awal.Lakhsmi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang keliru mengenai HIV. “HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, belajar bersama, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama maupun gigitan nyamuk. Namun, melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu kepada bayi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui,” ucapnya. Selain memperkuat pemahaman tentang HIV, edukasi kepada pelajar juga dibekali dengan penguatan karakter. Psikolog Pendidikan dan Keluarga, Widji Lestari, mengatakan remaja perlu memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap berbagai ajakan yang dapat membawa pada perilaku berisiko.“Percaya diri dan berani berkata tidak merupakan benteng penting bagi remaja untuk menjaga diri. Karakter tersebut harus dibangun melalui peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” katanya. (Dew)
Selengkapnya9.10.2026
7.10.2026
1.10.2026
30.09.2026
29.09.2026
17.09.2026
10.09.2026
9.09.2026
3.09.2026
2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
6.10.2026 - 12.10.2026
7.10.2026 - 19.10.2026
7.10.2026 - 10.10.2026
1.10.2026 - 5.10.2026
30.09.2026 - 1.10.2026
4.10.2026 - 5.10.2026
5.10.2026 - 17.10.2026
25.09.2026 - 16.10.2026
22.09.2026 - 28.09.2026
22.09.2026 - 23.09.2026
22.09.2026 - 26.09.2026
22.09.2026 - 29.09.2026
21.09.2026 - 28.09.2026
21.09.2026 - 26.09.2026
15.09.2026 - 18.09.2026
9.09.2026 - 15.09.2026
13.09.2026 - 15.09.2026
11.09.2026 - 15.09.2026
8.09.2026 - 14.09.2026
9.09.2026 - 17.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
5.09.2026 - 7.09.2026
7.09.2026 - 15.09.2026
2.09.2026 - 7.09.2026
1.09.2026 - 7.09.2026
31.08.2026 - 30.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
26.08.2026 - 30.08.2026
22.08.2026 - 28.08.2026
20.08.2026 - 23.08.2026
21.08.2026 - 23.08.2026
22.08.2026 - 23.08.2026
18.08.2026 - 19.08.2026
18.08.2026 - 22.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
13.08.2026 - 20.08.2026
11.08.2026 - 17.08.2026
9.08.2026 - 12.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
12.08.2026 - 14.08.2026
11.08.2026 - 12.08.2026
31.08.2026 - 1.09.2026
11.08.2026 - 14.08.2026
25.07.2026 - 30.07.2026
21.07.2026 - 27.07.2026
14.07.2026 - 20.07.2026
Visitors : 2303632