KOMINFO, Sidoarjo - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Komunitas Songgo Seni Indonesia yang merupakan satu-satunya perwakilan Kabupaten Sidoarjo. Dalam ajang Festival Garudeya Mahambara 2026 yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur di Gedung Kesenian Cak Durasim, Surabaya, Rabu (22/7/2026). Komunitas tersebut berhasil meraih predikat sebagai 5 Penampil Terbaik di antara peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Endah Budi Heryani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Garudeya Mahambara merupakan upaya pemajuan kebudayaan melalui seni pertunjukan sekaligus ruang bagi seniman menghidupkan kembali nilai-nilai dalam kisah Garudeya yang relevan bagi generasi masa kini.
"Festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi media untuk melestarikan sejarah, filosofi, dan budaya melalui karya kreatif. Kami berharap para seniman terus mengembangkan tradisi secara bertanggung jawab agar warisan budaya tetap hidup dan dicintai masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, Komunitas Songgo Seni Indonesia sukses menembus jajaran 10 besar dalam kompetisi yang diikuti 31 komunitas dan sanggar seni se-Jawa Timur. Pada babak penampilan terbaik, komunitas tersebut menampilkan karya berjudul “Garuda Samyukta” yang mengisahkan tentang perjuangan Garuda merebut air Amerta dan menaklukkan para dewa demi membebaskan ibunya, Dewi Winata, dari jerat perbudakan hingga akhirnya diangkat menjadi tunggangan Batara Wisnu.
Achmad Pujilaksana, yang akrab disapa Mamak merupakan sutradara pertunjukan "Garuda Samyukta". Sebelum proses penggarapan, ia melakukan observasi di Candi Kidal, Malang, yang memiliki relief yang menggambarkan kisah tersebut. Hasil observasi itu kemudian diwujudkan dalam tujuh panel gambaran yang ditampilkan dalam pertunjukan. Penampilan komunitas tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri maupun penonton. Dengan penghayatan karakter, kekompakan, serta penyampaian pesan yang kuat, mereka mampu menunjukkan kualitas seni pertunjukan yang membanggakan sekaligus membuktikan bahwa Kabupaten Sidoarjo mampu tampil kompetitif di panggung seni tingkat provinsi.
Perwakilan Komunitas Songgo Seni Indonesia, Sutri Winurati, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjadi lima penampil terbaik merupakan hasil kerja keras dan dukungan berbagai pihak.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh semua pihak. Berkat kerja sama dan semangat seluruh tim, Komunitas Songgo Seni Indonesia berhasil menjadi 5 penampil terbaik pada Festival Garudeya Mahambara 2026,” ujarnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Sukartini, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Subandi dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana serta menyaksikan langsung penampilan Komunitas Songgo Seni Indonesia mengapresiasi prestasi yang diraih dalam Festival Garudeya Mahambara. “Pada Festival Garudeya Mahambara yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur pada 22 Juli 2026 di Gedung Kesenian Cak Durasim yang diikuti 31 komunitas dan sanggar seni, Kabupaten Sidoarjo melalui Komunitas Songgo Seni Indonesia berhasil meraih prestasi sebagai 5 Penampil Terbaik dan memperoleh hadiah pembinaan sebesar Rp15.000.000.”
Keberhasilan ini membuktikan bahwa potensi seni budaya Kabupaten Sidoarjo mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat regional. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para pelaku seni untuk terus berkarya, melestarikan budaya, serta menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai warisan budaya daerah. (Mar)
Visitors : 2008416