Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat iklim investasi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Sidoarjo Subandi, berbagai langkah dilakukan agar investasi di Kota Delta tetap tumbuh sekaligus memberi kepastian bagi pelaku usaha. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 3,77 triliun dari target tahun ini yang sebesar Rp 15,7 triliun.
Kontributor terbesar berasal dari sektor
perumahan, kawasan industri dan perkantoran senilai Rp 716,12 miliar. Disusul
industri logam dasar dan barang logam bukan mesin Rp 675,22 miliar, industri
makanan Rp 637,13 miliar, industri karet dan plastik Rp 416,73 miliar, serta
industri kertas dan percetakan Rp 396,46 miliar.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo Ridho Prasetyo
mengatakan, capaian itu didorong melalui strategi jemput bola kepada para
pelaku usaha.
"Jadi kami melakukan jemput bola ke pelaku
usaha-usaha untuk pendampingan pelaporan investasinya supaya satu datanya
valid, yang kedua juga pelaporannya betul. Sehingga catatan realisasi investasi
kami itu akhirnya valid semua," kata Ridho, Selasa (2/6/2026).
Pendampingan itu dilakukan intensif pada masa
pelaporan setiap triwulan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga aktif memfasilitasi
berbagai kendala yang dihadapi investor, seperti terkait persoalan perizinan
hingga koordinasi dengan dinas teknis.
"Kalau pelaku usaha ini juga kami fasilitasi
kalau mereka punya kendala. Jadi kami tidak berhenti jika ada pelaku usaha yang
izinnya terkendala atau butuh fasilitasi koordinasi dengan dinas teknis dalam
proses izinnya, itu kami fasilitasi," bebernya.
Ridho menjelaskan, dukungan terhadap investasi juga mendapat
perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo Subandi. Pemantauan dilakukan rutin
untuk memastikan hambatan di lapangan bisa segera diselesaikan.
"Jadi memang dipantau bagaimana
kondisi-kondisi, kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha itu seperti apa.
Terus apakah pendampingannya sudah dilaksanakan sampai dengan selesai. Itu
rutin," jelasnya.
Tak hanya itu, DPMPTSP juga berkoordinasi dengan
lintas OPD terkait, seperti Dinas P2CKTR hingga BPN untuk memetakan pelaku
usaha yang sudah memiliki izin, termasuk fasilitasi dan koordinasi terkait
sejumlah persoalan perizinan.
Pendekatan kolaboratif juga diterapkan untuk
pelaku usaha mikro di tingkat kecamatan dan desa. Pemkab menghadirkan layanan
jemput bola kolaborasi yang mencakup pendampingan perizinan, PIRT, sertifikasi
halal, merek dagang hingga akses perbankan.
"Jadi ketika ada usaha mikro yang membutuhkan
itu, kami melakukan sosialisasi atau jemput bola pelayanan di kecamatan. Sudah
satu paket di situ," terang Ridho.
Di tingkat regional, Pemkab Sidoarjo juga terus
berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan BKPM agar pelaporan maupun
pengawasan investasi berjalan sinkron. Kolaborasi ini penting, mengingat
Sidoarjo menjadi salah satu daerah industri penopang realisasi investasi di
Jawa Timur bersama Gresik dan Pasuruan.
Melalui pendampingan yang konsisten, kemudahan
layanan, hingga dukungan langsung dari Bupati Subandi, Pemkab Sidoarjo
optimistis target investasi Rp 15,7 triliun pada 2026 dapat tercapai. (anl/ega)
Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo
Genjot Investasi, Triwulan I 2026 Capai Rp 3,77 Triliun" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8514332/pemkab-sidoarjo-genjot-investasi-triwulan-i-2026-capai-rp-3-77-triliun.
Visitors : 1835807