Ke Berita

Angka PPH Tembus 91, Bupati Subandi Pastikan Ketahanan Pangan Warga Sidoarjo Terjaga

27 Nov 2025 | Author's name Dilihat : 6

Pemkab Sidoarjo — Kualitas konsumsi pangan masyarakat Kabupaten Sidoarjo menunjukkan tren yang semakin baik. Data terbaru menunjukkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2025 mencapai 91,37, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 91,08. Kenaikan sebesar 0,29 poin tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat Sidoarjo semakin beragam dan mendekati komposisi pangan yang ideal. Skor ini sekaligus mencerminkan semakin baiknya akses masyarakat terhadap berbagai sumber pangan bergizi.

Pola Pangan Harapan sendiri merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas konsumsi pangan masyarakat berdasarkan keragaman jenis makanan yang dikonsumsi. Semakin tinggi skor PPH, semakin beragam dan seimbang pola makan masyarakat.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas pangan dan memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan makanan dengan harga yang terjangkau. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah yang rutin digelar di berbagai wilayah Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat.

Belum lama ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga turun langsung melakukan operasi pasar di Desa Larangan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik.

Stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam membentuk pola konsumsi masyarakat. Ketika harga bahan pangan relatif stabil dan terjangkau, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengonsumsi makanan yang lebih beragam, mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani, hingga sayur dan buah.

Data menunjukkan bahwa peningkatan skor PPH di Sidoarjo tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga relatif merata di berbagai wilayah agroekologi. Pada tahun 2025, skor PPH tertinggi tercatat di wilayah agroekologi industri dan lainnya yang mencapai 91,73. Sementara itu wilayah pertanian mencatat skor sebesar 91,66, sedangkan wilayah perikanan berada pada angka 90,23

Perbedaan skor antarwilayah tersebut tergolong kecil, yang menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap pangan beragam relatif merata di berbagai kawasan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo.

Kondisi ini tidak lepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga kelancaran distribusi bahan makanan di tingkat lokal. Di sektor pertanian misalnya, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas serta mendukung petani agar hasil panen dapat terserap pasar dengan baik. Sementara itu di sektor perikanan, penguatan budidaya serta pengolahan hasil laut juga terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal.

Di sisi lain, berkembangnya sektor industri dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bidang pangan juga turut memperluas pilihan konsumsi masyarakat. Berbagai produk olahan pangan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM menjadi alternatif sumber pangan bagi masyarakat sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.

Upaya menjaga ketahanan pangan daerah tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan semata, tetapi juga memastikan distribusi dan keterjangkauan harga di tingkat masyarakat. Dalam konteks ini, kegiatan operasi pasar menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan bahan pokok.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat, stabilitas pangan diharapkan dapat terus terjaga sehingga kualitas konsumsi masyarakat juga semakin baik.

Peningkatan skor PPH Kabupaten Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu indikator bahwa berbagai kebijakan di sektor pangan mulai menunjukkan hasil yang positif.

Jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang berada pada angka 86,95, skor PPH Sidoarjo kini telah meningkat cukup signifikan hingga mencapai 91,37 pada tahun 2025. Peningkatan ini menggambarkan bahwa masyarakat Sidoarjo semakin mampu mengakses dan mengonsumsi berbagai jenis pangan secara lebih beragam dan seimbang.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat program ketahanan pangan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan produksi pangan lokal, stabilisasi harga bahan pokok, hingga peningkatan edukasi konsumsi pangan bergizi bagi masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kualitas konsumsi pangan masyarakat Sidoarjo dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Visitors : 1561321