SMAN 1 Sidoarjo Berhasil Temukan Barang Setengah Hilang, Tari Tjokronegoro


locwis1.jpg

KOMINFO, Sidoarjo – SMA Negeri 1 Sidoarjo telah melakukan kajian dan penelitian tentang budaya Sidoarjo, sekaligus berupaya untuk nguri-uri budoyo dengan menggelar kegiatan Puncak Selebrasi Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema “Merawat kearifan Lokal Sidoarjo untuk Indonesia”, hari ini (18/1), di Aula SMAN 1 Sidoarjo.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sidoarjo, Eko Redjo Sunaryanto, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan saat ini kami mempunyai 7 tema besar yang akan disukseskan dalam tiga tahun ini, salah satunya adalah kearifan lokal. Perihal kearifan lokal ini, Siswa SMAN 1 Sidoarjo berhasil menggali 72 topik.

“Anak-anak berhasil menemukan barang yang setengah hilang, Namanya Tari Tjokronegoro, yang diinisiasi oleh Bupati ke-13, Bapak Suwandi, sekitar tahun 1975, yang memerintahkan seniman besar Jawa Timur, Munali Fattah,” ungkapnya.

locwis4.jpg
Tujuan tarian ini adalah untuk dipersembahkan kepada bupati-bupati Sidoarjo, dimana Bupati Sidoarjo pertama adalah Tjokronegoto. Awalnya tari ini berdurasi 12 menit, namun seiring dengan perkembangan jaman durasinya bisa dirapatkan menjadi 5-6 menit, tentunya harus melalui ijin pemilik merek kesenian tersebut keluarga Bapak Munali Fattah.

“Kami Sepakat dengan Bapak Bupati yang akhir-akhir ini getol mengumpulkan kekayaan intektual Kabupaten Sidoarjo, mudah-mudahan Tari Tjokronegoro ini bisa di HAKI kan,” ungkapnya.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor sangat interest dengan upaya merawat kearifan lokal Sidoarjo untu Indonesia. Dimana local wisdom ini sebagai benteng, untuk menunjukkan jati dirinya. Bibit-bibit kecintaan pada jati diri ini yang harus kita tampilkan.

locwis3.jpg
Kemarin kita mendaftarkan intelektual aset, ada 4 yang disetujui, yakni Lontong Kupang, Tari Banjar Kemuning, Udeng Pacul Gowang dan Bandeng Asap Sidoarjo. “Hal-hal semacam ini harus didaftarkan sebagai bukti Kabupaten Sidoarjo mempunyai aset tidak berwujud yang menjadi kebanggaan,” ungkapnya.

Masih banyak kekayaan intelektual Sidoarjo yamg perlu dikoleksikan, diuri-uri jangan sampai hanya jadi cerita, harus dipatenkan. Aset yang tidak berwujud ini mempunyai nilai lebih besar daripada realnya.

Sebagai wujud uri-uri budoyo para siswa SMAN 1 Sidoarjo menampilkan pentas seni music keroncong, opera stop bullying, cerita legenda Candi Pari dan Candi Sumur yang dikemas dalam kesenian ludruk khas Sidoarjo.

locwis2.jpgMasih banyak sebenarnya aset tidak berwujud yang dimiliki oleh Kabupaten Sidoarjo, dan ini perlu dipatenkan agar tidak diakui oleh negara lain, seperti batik Kenongo dan Reog Cemandi. (eny/kominfo)

Posted in "Berita"